Mengenang 15 Tahun Gempa Tsunami di Aceh

Mengenang 15 Tahun Gempa Tsunami di Aceh

Hari ini tepat 15 tahun berlalu usai bencana dahsyat gempa dan tsunami Aceh. Kedahsyatan bencana itu merenggut total 227 ribu korban jiwa di berbagai negara.

Jumlah korban jiwa terbesar berada di Indonesia dengan korban sekitar 130 ribu sampai 160 ribu jiwa. Bencana besar ini pun tercatat sebagai salah satu bencana alam yang paling mematikan dalam satu abad terakhir.

National Geographic mencatat tinggi tsunami yang menerjang setinggi 30 meter. Tsunami Aceh itu terjadi akibat gempa magnitudo 9,1 yang terjadi di lepas pantai barat Sumatera Utara.

Kala itu, sistem pendeteksi tsunami belum umum digunakan. Apabila dulu sudah ada alat pendeteksi, jumlah korban jiwa yang bisa selamat diprediksi mencapai 51 ribu orang.

Namun itu hanya bagi korban yang tinggal di Sri Lanka dan India. Pasalnya, butuh dua jam bagi tsunami untuk mencapi area tersebut.

Sementara, terjangan tsunami mencapai Aceh hanya dalam waktu 30 menit saja. Apabila sudah ada pendeteksi tsunami, banyak warga yang akan tetap kesulitan menuju tempat tinggi.

Seluruh dunia pun turut memperhatikan bencana di Aceh. Mungkin banyak pula yang masih ingat ketika televisi menampilkan orang-orang berkumpul di Masjid Baiturrahman yang kokoh berdiri di tengah terjangan ombak yang begitu dahsyat.

Masyarakat internasional pun ikut mengulurkan tangan untuk membantu korban. Pada 29 Desember 2005, perwakilan Indonesia, Thailand, Sri Lanka, Maladewa, dan Malaysia diundang ke Kantor PBB di New York untuk membahas bantuan.

Palang Merah Internasional, Takhta Suci Vatikan, dan Uni Eropa turut memberikan bantuan. Saat itu, korban baru diketahui berjumlah 40 ribu orang.

Untuk mengenang gempa dan tsunami dahsyat Aceh, pemerintah pun berinisiatif mendirikan Museum Tsunami pada 2008 lalu. Arsiteknya adalah seorang Ridwan Kamil yang kala itu masih seorang dosen dari Institut Teknologi Bandung.

Museum itu mengambil konsep rumah tradisional Aceh. Isi museumnya terdapat foto-foto korban dan kisah pilu dan mengharukan dari para survivor bencana gempa dan tsunami Aceh serta berbagai ornamen bernuansa Islami.



It's Fun and Free to Support the Writers, Give Them a Cup of Coffee by Sharing Their Hard Work to Your Social Media. Let us Grow Together and Make more and more Creativities in Our Hands:


Comments

You must be Logged in to Post a Comment. OR Register Here for Only Less than 1 Minute!

OR

Related Articles
About Author
Popular This Week
Feb 23, 2020, 7:27 PM - Donovan
Feb 17, 2020, 12:19 AM - Nabila Afira quraina
Feb 17, 2020, 9:08 PM - Bram Asta
Feb 21, 2020, 11:54 PM - RackTicle Manager
Feb 7, 2020, 1:22 AM - Singgih Tri Widodo