Tips-Tips Menjalani Hari Bagi Penderita Diabetes

Tips-Tips Menjalani Hari Bagi Penderita Diabetes

Nasi sudah menjadi bubur. Mungkin itulah pepatah yang dapat menggambarkan perasaanku sebagai penderita diabetes selama 17 tahun ini.

Menyesal pun sudah terlambat. Yang perlu dilakukan saat ini hanyalah menikmati saja sisa hidup dengan hal-hal yang bermanfaat.

Menurut Riset Kesehatan dasar (Riskesdas) Tahun 2018, prevalensi masyarakat penderita diabetes adalah sekitar 10,9%. Setiap tahun selalu ada peningkatan jumlah penderita diabetes.

Mengetahui fakta ini, tentunya membuat kita khawatir dan takut jika suatu saat akan terkena diabetes juga. Bagi yang belum terkena diabetes, sebaiknya waspada lah dari sekarang untuk tetap menjaga pola makan dan pola hidup sehat.

Nah, sedangkan bagi yang sudah terkena diabetes seperti saya, mungkin tidak ada yang bisa dilakukan lagi selain menerima kenyataan dengan lapang dada.

Namun, jangan bersedih. Meskipun diabetes tidak bisa desembuhkan secara total, paling tidak kita bisa mengontrol gula darah dan menjaga pola makan secara teratur.

Berikut ini adalah tips-tips dari saya untuk tetap positif menjalani hari-hari sebagai penderita diabetes.

Yang Pertama, sediakan alat tes gula darah di rumah supaya bisa mengontrol kadar gula darah kapan pun tanpa harus capek bolak-balik ke laboratorium.

Saya sudah menyediakan alat tes gula darah sejak pertama kali divonis oleh dokter menderita diabetes.

Ketika saya merasa kondisi tubuh agak tidak biasa, alat tes gula darah ini sangat membantu sekali.

Seperti pagi ini, saya merasa pemandangan begitu gelap dan badan agak lemas. Setelah saya cek kadar gula darah, ternyata gula darah saya 51 mg/dL. Di bawah standar gula darah normal.

Dengan alat tes gula darah yang kita sediakan di rumah, kita bisa mengetahui keadaan tubuh kita dan tahu apa yang harus dilakukan pertama kali untuk mengatasi masalah di tubuh kita sebagai penderita diabetes.

Ke dua, sediakan stok makanan manis di rumah untuk mengatasi hipoglikemia atau gula darah turun drastis baik karena dosis insulin yang berlebihan atau obat diabetes yang melebihi dosis atau tidak teratur, Pola makan yang tidak baik, seperti makan terlalu sedikit atau menunda makan.

Seperti yang saya alami tadi pagi, gula darah turun drastis di bawah normal. Karena saya sudah hafal tanda-tanda seperti ini, saya tidak panik lagi. Cukup dengan makan makanan manis, kondisi tubuh saya langsung menjadi normal kembali.

Jadi penting sekali untuk menyediakan makanan manis supaya cepat dapat mengatasi hipoglikemia. Namun ingat dimakan secukupnya saja sampai kondisi tubuh normal, jangan sampai berlebihan.

Ke tiga, selalu berkonsultasi dengan dokter ahli untuk menjaga kesehatan. Konsultasikan pada dokter Anda, tentang terapi yang tepat bagi tubuh Anda.

Saya sudah 17 tahun menggunakan insulin, karena menurut dokter, insulin dapat menjaga tingkat gula darah dalam rentang yang sehat dan mengurangi risiko komplikasi diabetes, seperti kebutaan dan amputasi anggota tubuh.

Saya merasa lebih nyaman menggunakan insulin ketimbang minum obat. Tapi ini hanya pendapat saya, tidak menyarankan Anda untuk memilih insulin sebagai terapi yang tepat, sebab kondisi setiap orang berbeda dan penanganan penyakit juga berbeda.

Silahkan berkonsultasi dengan dokter Anda masing-masing.

Ke empat, usahakan berolahraga secara teratur. Pilihlah olahraga yang sesuai dengan diri Anda dan membuat Anda gembira.

Saya lebih memilih olahraga senam, karena senam dengan menggunakan musik menurut saya memiliki dua keuntungan, yaitu membuat saya sehat dan membuat saya gembira dan bersemangat.

Berdasrkan hasil penelitian psiko-neuroimunologi (PNI), perasaan gembira dapat membuat tubuh memproduksi hormon yang menguatkan imun tubuh.

Ketika hormon seperti serotonin, dopamin, relaksin atau oksitosin masuk ke aliran darah, mereka akan mengirimkan sinyal agar tubuh menciptakan lebih banyak sel imun dan secara signifikan meningkatkan jumlah sel darah putih yang berfungsi untuk membunuh sel penyakit.

Tips ke lima, yaitu berfikir positif dan selalu semangat menjalani hari-hari. Saya termasuk tipe orang yang tidak bisa diam.

Bahkan pernah seorang teman berkata pada saya jika dia tidak menyangka bahwa saya adalah seprang penderita diabetes.

Dia melihat saya selalu energik dan lincah, tidak terlihat lemah seperti penderita diabetes pada umumnya.

Jadi saya jawab saja dengan sambil tersenyum, saya selalu menikmati hidup dengan selalu berpikir positif.

Saya pasrah dan lapang dada menerima kenyataan ini, karena mungkin ini memang sudah takdir saya karena dahulu tidak menjaga pola makan dan jarang berolahraga.

Namun, bagi saya ini bukanlah akhir dari segalanya. Saya lebih memilih untuk tetap menjalani hidup dengan menjadikan diri ini tetap produktif dan selalu melakukan hal-hal berguna, ketimbang meratapi nasib.

Prinsip saya, memang nasi sudah menjadi bubur, tapi bukan berarti bubur tidak bisa dinikmati. Jika kreatif, kita bisa mencampurkan bubur dengan suiran ayam, potongan daging sapi daun bawang dan seledri sehingga rasanya menjadi lebih enak. Begitu pula dengan kehidupan ini.

Memandang positif atau mengambil hikmah dari setiap kejadian, akan membuat kita menjadi lebih baik.

Mungkin itulah tips-tips yang bisa saya berikan untuk sesama penderita diabetes.

Hal ini saya tulis, karena saya mengamati sebagian besar penderita diabetes terutama yang sudah usia lanjut, cenderung merasa putus asa dan apa lagi yang sudah komplikasi penyakitnya, merasa seolah tidak ada harapan untuk menjalani hidup lebih baik.

Semoga tulisan ini, bermanfaat dan dapat menjadi penyemangat bagi yang membacanya.



It's Fun and Free to Support the Writers, Give Them a Cup of Coffee by Sharing Their Hard Work to Your Social Media. Let us Grow Together and Make more and more Creativities in Our Hands:


Comments

You must be Logged in to Post a Comment. OR Register Here for Only Less than 1 Minute!

Related Articles
About Author
Popular This Week
Mar 6, 2020, 8:09 AM - Shinta Kusuma
Nov 4, 2019, 3:28 PM - RackTicle Manager
Dec 18, 2019, 9:22 PM - Rianda Prayoga
Jan 20, 2020, 2:24 PM - RackTicle Manager
Jan 8, 2020, 10:43 AM - Deni Riyandi
May 23, 2020, 2:23 AM - Edin S. Djatikusuma
Dec 24, 2019, 10:26 AM - Eka Kusumaningrum
Recent Articles
Aug 15, 2020, 11:04 AM - Akhmad Fauzi
Aug 14, 2020, 12:49 PM - celina lovinri
Aug 11, 2020, 5:57 PM - Pone Kamaruddin
Aug 10, 2020, 7:34 AM - celina lovinri
Aug 8, 2020, 9:28 PM - Singgih Tri Widodo
Aug 5, 2020, 8:06 PM - Siti Mahmudah Solikatun Kasanah
Aug 5, 2020, 7:26 PM - Shinta Kusuma