Suka Menulis dari Wartawan

Suka Menulis dari Wartawan

“Menulis adalah suatu cara untuk bicara, suatu cara untuk berkata, suatu cara untuk menyapa- suatu cara untuk menyentuh seseorang yang lain entah di mana. Cara itulah yang bermacam-macam dan di sanalah harga kreativitas ditimbang-timbang.” – Seno Gumira Ajidarma, Ketika Jurnalisme Dibungkam Sastra Harus Bicara.

Semenjak SMA, aku dulu masih suka main olahraga. Olahraga apa?  Yaitu bola volly.  Setelah lulus pada tahun 2015 . Aku melanjutkan ke perguruan tinggi  di surabaya. Waktu itu, Aku mencoba daftar jalur pmdk yang sekarang SNMPTN Kampus PTN di Surabaya.  Sebut saja, Unesa. Sebenarnya,  pilihan ini adalah dari kedua orang tua.  Pilihan awal saya kebetulan ingin kuliah di malang yaitu UM. 

Ya, dimana lagi keinginan orang tua dan aku berbeda.  Ya sudahlah?  Mengikuti kuliah di Surabaya  bukan dimalang.  Saat itu,  orang tua nama perguruan tinggi di surabaya.  Keesokan hari,  aku mencoba  konsultasi ke guru SMA. Dengan bertanya: saya cocok kuliah dimana ya pak di kota surabaya?. Guru saya jawab : Ipol kamu coba searching google di internet untuk mencari informasi kampus surabaya. 

Nah,  abis pulang sekolah aku langsung mampir ke warnet dengan naik sapeda ontel. Yang lumayan jaraknya antar rumah ke sekolah maupun antar rumah ke rumah warnet. Kebetulan saat itu, aku tidak memiliki laptop/notebook harus ke warnet.  

Demi,  mencari informasi kampus-kampus yang di surabaya. Temulah, aku nama kampus di surabaya yaitu kampus Unesa dengan mengambil jurusan pendidikan ekonomi. Lalu,  aku mencoba daftar jalur SNMPTN dengan memilih dua jurusan di Unesa.  Pilihan pertama yaitu Pendidikan ekonomi dan pilihan kedua yaitu pendidikan administrasi perkantoran.  

Selepas itu,  pengumuman dan hasilnya dinyatakan terima di kampus Unesa, jurusan pendidikan administrasi perkantoran.  Dalam pikiran dalam hati "kok bisa terima kuliah di jurusan Pendidikan Administrasi Perkantoran di Unesa?  Padahal,  aku itu asal dari anak-anak MA bukan SMK". 

Tapi,  ya sudahlah ini takdir dari Allah azza wa jalla dijalani saja hidup ini dengan ridho-nya.

Selepas masuk di Perguruan tinggi mulai tertarik dunia kepenulisan pada tahun 2015. Nah,  kebetulan saat itu diajak salah satu kakak senior aku yang kebetulan dulu satu sekolah di MA. Dan, kebetulan satu kampus walaupun beda program studi.

Saat itu,  aku didaftarin sama kakak seniorku untuk mengikuti pelatihan jurnalistik kehumasan. Kebetulan,  diselenggarakan oleh Humas Unesa.  Dari situ, aku tertarik membaca buku dan menulis sampai detik ini.  Walaupun, aku masih tidak istiqomah membaca dan menulis tapi terus berusaha membaca buku dan menulis. Agar tulisan bisa layak dibaca.  

Lama kelamaan,  aku senang sekali bergaul dengan kawan yg suka menulis.  Saat itu,  ada salah satu pengawai menawarkan untuk meliput sebuah kegiatan yang diadakan oleh kampus.  Tawaran itu, aku ambil untuk meliput sekaligus belajar menulis. Dulu,  aku sampai detik ini tulisan memang jelek  atau tidak bagus.  

Tapi,  aku tetap semangat terus latihan menulis dan memperbanyak membaca. Apabila memperbanyak membaca nanti akan tambah kosa kata.

"Aku sangat bersyukur bergabung didunia wartawan walaupun hanya lingkup kampus", kataku.  

Apalagi,  disitu banyak sekali yang aku dapatkan mulai dari teman, jaringan,  belajar menulis,  paling yang ingat sampai detik ini adalah selalu diberi semangat untuk latihan menulis.  Kata temanku seperti ini "jangan malu latihan menulis setiap hari biarkan tulisanmu jelek seperti  apa. Satu hal lagi jangan pernah lelah dan menyerah begitu saja".

Kata pesan dari temanku sangat membangun semangatku untuk tidak menyerah dalam begitu saja. Alhamdulillah, sampai detik ini aku masih tetap semangat menulis. Ternyata,  menulis itu butuh latihan dan proses. Tidak bisa instan begitu saja.  

Latihan menulis terus akan menjadi sebuah kebiasaan.  Kebiasaan itu akan mengubah hidupmu yang lebih baik lagi daripada sebelumnya. Jadi, jangan mengeluh dalam keadaan apapun.  Tetap semangat menulis dan berkarya.  Kemudian, bersabar terus tanpa mengenal lelah maupun menyerah. Apalagi, dibawa kesabaran pasti  akan Allah subhanallah wata’ala akan diberi kemudahaan dari kesulitan yang dialaminya. 

Hikmah yang aku ambil selama berkecimpung dunia jurnalistik atau wartawan banyak sekali. Diantaranya, adalah melatih diri kita untuk menulis setiap hari, terutama menulis berita. Menulis itu butuh latihan dan akan menjadi sebuah kebiasaan. Lalu, selalu semangat menulis dan banyak jaringan. 

Bersyukur sekali dengan berkecimpung dunia jurnalistik atau wartawan. Biasanya aku tidak suka menulis akhirnya suka menulis. Ibaratkan seperti apabila kita berkumpul dengan lingkungan baik  maka kita akan mengikutinya menjadi lebih baik. Sebaliknya, dalam dunia kepenulisan apabila kita berkumpul dengan orang-orang penulis maka kita akan suka menulis. 

Namun, lingkungan itu sangat pengaruh diri kita sendiri. Tapi, aku sangat bersyukur berkumpul dunia kepenulisan dengan menambah semangat dan motivasiku. Akhirnya, aku pernah bermimpi juga ingin mencapai cita-cita menjadi penulis terkenal. Sampai, saat ini mencoba terus latihan menulis dan membaca buku pada setiap hari. 



It's Fun and Free to Support the Writers, Give Them a Cup of Coffee by Sharing Their Hard Work to Your Social Media. Let us Grow Together and Make more and more Creativities in Our Hands:


Comments

You must be Logged in to Post a Comment. OR Register Here for Only Less than 1 Minute!

About Author

Perkenalkan nama saya Syaiful Hidayat berasal dari Sumenep-Madura. Saya saat ini menyukai menulis, travelling, dan membaca buku

Popular This Week
Feb 23, 2020, 7:27 PM - Maman suherman
Feb 17, 2020, 9:08 PM - Bram Asta
Feb 21, 2020, 11:54 PM - RackTicle Manager
Feb 7, 2020, 1:22 AM - Singgih Tri Widodo
Jan 7, 2020, 2:10 PM - Bayu Rinaldhi
Feb 17, 2020, 12:19 AM - Nabila Afira quraina