Setelah Mengacau Laman Wikipedia, Pimpinan Sunda Empire Jadi Tersangka Penyebar Berita Bohong

Setelah Mengacau Laman Wikipedia, Pimpinan Sunda Empire Jadi Tersangka Penyebar Berita Bohong

Mulanya kita mungkin mengira Sunda Empire hanya lucu-lucuan saja. Seperti halnya Vicky Prasetyo ataupun Pak Ndul, dengan kosakata ajaib nan menggemparkan.

Namun semakin kesini tampaknya kerajaan yang mengaku sebagai kekaisaran Matahari ini lebih agresif. Terbaru mereka telah mengacaukan laman Wikipedia dan mengancam negara-negara di seluruh dunia dengan sanksi ekonomi.

Terdengar cukup horror, tapi tetap bikin ngakak. Ini apaan sih. Pertama, kerajaan yang mengaku memiliki sertifikat "alen dan bilen" ini dituding telah bikin emosi mimin Wikipedia. Gimana gak emosi, beberapa lamannya telah diubah dengan tidak bertanggung jawab.

Laman Wikipedia yang memuat artikel tentang PBB dan Nato diketahui telah diubah oleh pengguna anonim. Yang mana setelah dilacak IP penggunanya diduga dari pihak Sunda Empire.

Kejadian ini membuat Roy Suryo tidak tinggal diam. Pakar telematika yang juga seorang politisi diketahui melaporkan petinggi Sunda Empire terkait hal ini. Dan lewat akun twitter miliknya Roy mengungkapkan ulah pengguna anonim yang diduga Sunda Empire telah mengacau laman Wikipedia.

Berikut tweet yang dibuat oleh Roy Suryo: "Tweeps, Ini Naskah asli Wikipedia ttg Sejarah PBB yg benar, dimana Sidang 1 tgl 10/01/46 di Methodist Central Hall, Westminster, London, yg DIREKAYASA bbrp hari lalu (22/01/20) menjadi di "Jl. Setiabudhi, Bandung" (?) oleh Sunda Empire. Benar2 KEBOHONGAN PUBLIK yg menyesatkan" cuit akun twitter @KRMTRoySuryo2 (24/1/2020)

Mungkin terdengar konyol bila mesti meladeni sekelompok orang halu yang ingin punya kerajaan. Namun membiarkan orang-orang tersebut berbuat sesuka hati, juga merupakan sesuatu yang salah.

Tidak cukup puas dengan "acak-acak" lama Wikipedia. Kerajaan yang katanya sebagai atasan NATO dan Pentagon ini juga berani mengultimatum seluruh negara di dunia untuk daftar ulang pada mereka per Agustus 2020 nanti. Jika tidak maka mereka akan memberi sanksi. Termasuk Indonesia.

Sangat menggelitik dan tidak masuk akal. Presiden Jokowi saat ditanya soal "ancaman" Sunda Empire ini juga enggan menanggapi. Buat apa juga ya menanggapi yang beginian.

Dan pastinya gak ada yang berani menanyakan tentang ultimatum Sunda Empire ini pada Trump, Putin, Macron, Xi Jinping, hingga Kim Jong Un dan pimpinan dunia lainnya. Ya kali begitu.

Lantas apa tindak-tanduk kerajaan seperti demikian dibiarkan begitu saja. Secara kalau ditanggapi serius juga susah.

Informasi terbaru 3 petinggi Sunda Empire sudah diciduk pihak berwajib. Direktorat Reserse Kriminal Umum Kepolisian Daerah Jawa Barat menetapkan tiga pentolan Sunda Empire sebagai tersangka. Ketiga orang yang mengklaim sebagai petinggi kekaisaran Matahari tersebut dikenai pasal penyebaran berita bohong. Ketetapan ini disampaikan Kepala Bidang Humas Polda Jabar Komisaris Besar Saptono Erlangga saat menggelar konferensi pers di Gedung Ditreskrimum Polda Jabar, Selasa, 28 Januari 2020.

Ketiga petinggi Sunda Empire yang sudah berbaju "orange" itu ialah Nasri Bank yang mengklaim sebagai perdana menteri serta "Kaisar Matahari" Ratna Ningrum. Dan tersangka ketiga ialah sosok yang akhir-akhir sudah wira-wiri dilayar kaca. Dialah Ki Ageng Rangga Sasana. Rangga mengaku sebagai De Heeren Seventeen, yang mana belakang diketahui Ia bernama asli Edi Rahadjo.

Ya beginilah akhir "kerajaan" Sunda Empire. Runtuh ditangan Polda Jabar.

Secara Indonesia negara hukum. Tentunya siapun yang melanggar hukum harus mendapat hukuman sesuai undang-undang. Sekalipun itu merupakan perbuatan halusinasi. Jika ada unsur pidana yang dilanggar, maka langsung diciduk.

Pertanyaannya kini apa langkah demikian sudah cukup menghadapi peristiwa yang sama kedepannya? Bila urusannya hukum tentunya kesannya gampang, tinggal lapor polisi saja. Namun yang terpenting bahwa bagaimana kita sebagai masyarakat agar tetap merawat akal sehat.

Dari rentetan peristiwa kemunculan kerajaan baru belakangan ini. Mungkin satu yang paling disayangkan banyak pihak, "mengapa sampai ada yang percaya dan menjadi pengikut?".

Diharapkan kedepannya dengan peningkatan literasi masyarakat terhadap beberapa hal termasuk sejarah, budaya dan sejenisnya. Masyarakat tidak lagi gampang percaya berbagai proganda halu apalagi hoax. Hampir setiap orang kini punya smartphone, pakai gawai itu untuk menggali informasi kamu.



It's Fun and Free to Support the Writers, Give Them a Cup of Coffee by Sharing Their Hard Work to Your Social Media. Let us Grow Together and Make more and more Creativities in Our Hands:


Comments
RackTicle Manager - Jan 29, 2020, 5:29 PM - Add Reply

Kok bisa tembus ya? Padahal Wiki lebih ketat daripada RackTicle :D

You must be logged in to post a comment.
Rianda Prayoga - Jan 29, 2020, 11:07 PM - Add Reply

Nuklir aja bisa dikendalikan, apalagi cuma urusan edit Wikipedia :D

You must be logged in to post a comment.

You must be Logged in to Post a Comment. OR Register Here for Only Less than 1 Minute!

About Author

LUV LUV LUV

Popular This Week
Mar 6, 2020, 8:09 AM - Shinta Kusuma
Nov 4, 2019, 3:28 PM - RackTicle Manager
Dec 18, 2019, 9:22 PM - Rianda Prayoga
Mar 9, 2020, 7:42 PM - Shinta Kusuma
Jan 20, 2020, 2:24 PM - RackTicle Manager
Recent Articles
Apr 6, 2020, 1:37 AM - Deni Riyandi
Apr 5, 2020, 1:02 PM - Andria Ranti
Apr 5, 2020, 10:15 AM - Singgih Tri Widodo
Mar 30, 2020, 2:11 PM - Shinta Kusuma
Mar 30, 2020, 2:01 PM - Indraz