Sedotan Non Plastik Berbahan Baku Tanaman Liar

Sedotan Non Plastik Berbahan Baku Tanaman Liar

Tanaman purun atau dengan nama ilmiah lepironia articulata yang sering dimanfaatkan sebagai bahan anyam-anyaman. Rumput liar ini biasanya tumbuh di paya atau rawa-rawa. Untuk nama daerahnya pun juga ada berbagai sebutan. Purun, purun danau sebutan bagi orang banjar. Tekor, tiker sebutan bagi orang lampung. Purun, pucet disebut untuk didaerah bangka dan kerjut untuk di lingga.

Tanaman liar ini dimanfaatkan oleh tangan kreatif menjadi sedotan alami yang ramah lingkungan. Khususnya para perajin yang tergabung dalam kelompok usaha kembang ilung, Desa Banyu Hirang, Kecamatan Amuntai Selatan, Kabupaten Hulu Sungai Utara Provinsi Kalimantan Selatan. Para pengrajin ini memproduksi sedotan non plastik tersebut dalam jumlah yang cukup banyak.

Ketua kelompok usaha kembang ilung pak Supiannor mengakui para perajin asuhannya mengolah tanaman purun menjadi sedotan air yang ramah lingkungan karena memenuhi permintaan pemesanan dari negeri Belanda.

Pesanan yang diminta dari negeri Belanda tersebut tidaklah sedikit tapi mereka memesan 200 ribu batang per bulannya. Mereka memperoleh pesanan dari luar negeri tersebut melalui seorang pengusaha yang berasal dari Bali. 

Ribuan batang sedotan non plastik yang sudah siap kirim dibungkus dalam sebuah kemasan. Pihak pengrajin mengalami kesulitan dalam memenuhi permintaan pesanan dari negeri Belanda tersebut. Soalnya mereka hanya mampu memproduksi sedotan non plastik tersebut sebanyak 100 ribu batang per bulannya. Semua itu terjadi karena kendala dari keterbatasan tenaga dan juga tekhnologi.

Dalam proses pembuatan sedotan non plastik harus membutuhkan ketelitian  karena bentuk sedotan ini harus sesuai dengan permintaan pemesan. Seperti panjang sedotan, tidak ada kecacatan dalam hasil sedotannya, serta lubangnya harus bulat dan keadaan benar-benar kering serta bersih.

Untuk proses pembuatan sedotan non plastik dari tanaman purun ini sudah diproses melalui pengeringan atau penjemuran secara alami menggunakan sinar matahari. Selain itu dalam proses pemotongannya pun harus menggunakan silet agar irisan potongannya menjadi rapi dan tidak pecah. 

Oleh sebab itu pemotongannya tidak bisa sekali banyak harus satu per satu. Hal ini lah yang membuat lambat dalam proses produksinya. Berbagai cara sudah mereka lakukan bahkan mecoba dengan pisau lain ternyata hasilnya sedotan purun tersebut pecah atau pun rusak.

Maka dari itu mereka masih mencari cara agar proses produksi sedotan non plastik ini bisa berkembang lebih baik lagi dan menghasilkan lebih banyak lagi dari sebelumnya.

Selain itu juga karya dan penemuan baru anak bangsa ini patut diapresiasi serta dipergunakan di dalam negeri. Jangan hanya dipakai oleh bangsa lain tapi bangsa sendiri tidak mau memakainya.



It's Fun and Free to Support the Writers, Give Them a Cup of Coffee by Sharing Their Hard Work to Your Social Media. Let us Grow Together and Make more and more Creativities in Our Hands:


Comments
Singgih Tri Widodo - Jan 26, 2020, 2:58 PM - Add Reply

Kira2 aman ga kak? Kalau bercampur dgn minuman?

You must be logged in to post a comment.

You must be Logged in to Post a Comment. OR Register Here for Only Less than 1 Minute!

Related Articles
About Author

Menulis adalah sebuah hobi yang unik.

Popular This Week
Feb 26, 2020, 9:13 PM - Maman suherman
Feb 23, 2020, 7:27 PM - Maman suherman
Feb 21, 2020, 11:54 PM - RackTicle Manager
Jan 7, 2020, 2:10 PM - Bayu Rinaldhi
Dec 3, 2019, 4:24 PM - Agus Kurniawan
Recent Articles