Sebelum Menjadi Reseller dan Dropshiper, Pelajari Hal Ini Terlebih Dahulu

Sebelum Menjadi Reseller dan Dropshiper, Pelajari Hal Ini Terlebih Dahulu

Kali ini kita akan membahas tentang bagaimana cara mencari produk-produk yang akan diperjualbelikan. Setelah kita punya pilihan, tentunya kita juga harus mencari produk-produk tersebut. ada 3 cara untuk memiliki produk dan menjualnya yaitu dengan menjadi yang pertama adalah sebagai produsen. Produsen adalah pihak yang membuat produk, yang kedua adalah sebagai distributor yaitu pihak yang membeli produk dari produsen dan menjualnya kepada para pedagang, dan yang ketiga adalah sebagai toko atau pedagang itu sendiri yaitu pihak yang membeli produk dari distributor lalu menjualnya kepada konsumen.

Itu adalah mata rantai perjalanan sebuah produk dari produsen menuju konsumen, dimana semakin dekat jarak kita kepada produsen, maka tentunya harga beli juga semakin murah. Tetapi jangan lupa, saat kita semakin dekat dengan produsen maka kuantitas pembelian yang diminta harus dalam jumlah yang besar. Didalam mata rantai yang lebih panjang kita mengenal agen setelah distributor. Agen adalah pihak yang membeli produk dari distributor lalu menjualnya pada toko. Dan didalam dunia online kita mengenal istilah Reseller dan Dropshipper.

Reseller sebenarnya juga adalah pedagang, bedanya adalah istilah Reseller lebih tepat dipakai pada pihak yang membeli dari sesama pedagang. Sesuai dengan arti kata reseller yaitu menjual kembali. Alasan seseorang menjadi reseller biasanya adalah karena permasalahan modal yang terbatas atau masih ingin coba-coba. Mereka belum bisa atau belum berani membeli barang dalam jumlah besar dan cara mereka untuk mendapatkan keuntungan adalah dengan meminta potongan harga saat membeli lalu menjualnya dengan harga yang sedikit lebih mahal, artinya secara harga reseller tentu sangat sulit untuk bersaing, maka mereka harus mengenalkan hal-hal lain selain harga misalnya masalah kreativitas dalam menampilkan produk, misalnya dari foto-foto yang lebih menarik dari informasi yang lebih lengkap, layanan yang lebih profesional atau dengan meningkatkan value produk dengan branding.

Kemudian Dropshipper, Dropshipper sebenarnya sama juga dengan Reseller tetapi ada perbedaan. Dropshipper mempunyai masalah modal yang lebih kompleks, jika Reseller masih mampu membeli barang, maka Dropshipper sama sekali tidak membeli barang. Itulah bedanya antara Reseller dengan Dropshiper. Nasib Dropshipper ini sangat bergantung kepada toko yang mau diajak kerjasama saat ada pembeli memesan barang maka Dropshipper segera menghubungi toko untuk mengirim barang yang telah dipesan, bahkan kadang ada pula Dropshipper yang tidak melakukan kerjasama apa-apa dengan para pedagang lain. Begitu ada pemesan mereka barulah mencari barang tersebut, itu artinya mereka menjual barang yang tidak mereka kuasai.

Sekarang kita masuk ke materi yang lebih detail dalam mencari barang. Apa yang kita pilih, produksi atau membeli. Sebagaimana kita tahu produksi artinya adalah membuat barang yang untuk didagangkan. Untuk kuantitas yang kecil mereka bisa melakukan ala rumahan, sementara untuk kuantitas yang lebih massal pengusaha membutuhkan pabrik.

Sekarang kita akan bicara tentang rahasia umum tentang pabrik, yang kita tahu umumnya pabrik adalah membuat produk untuk mereka sendiri. Padahal sebenarnya, banyak pabrik yang membuat formula produk lalu formula tersebut bisa dipakai untuk brand mereka sendiri sekaligus juga ditawarkan secara kosongan yaitu tanpa brand atau merk kepada pihak penjual itu. Nantinya pihak penjual tinggal mengemasnya dalam bentuk yang berbeda lalu menampilkan brand mereka di produk itu. Bentuk bisnisnya terserah, bisa profit sharing atau bisa juga jual putus.

kadang kita tidak sadar dalam kehidupan kita sehari-hari, kita sering menemukan produk dengan nama yang berbeda padahal sebenarnya itu adalah produk yang sama yang dijual oleh pedagang yang berbeda. Selain pabrik membuat formula produk juga bisa dimanfaatkan untuk sebagai jasa tempat membuatkan produk untuk orang lain. Nah hal-hal yang dilakukan pabrik itu tentunya juga bisa dilakukan oleh para pelaku industri rumahan. Lalu ada pertanyaan menarik kenapa tidak semua produsen baik pemilik pabrik maupun pelaku industri rumahan melakukan semua aktivitas dari hulu ke hilir atau melakukan aktivitas produksi sekaligus penjualan. Jawabannya adalah selain karena masalah efisiensi modal tidak semua pihak memiliki keunggulan dalam bidang produksi sekaligus penjualan. Ada kondisi dimana satu pihak yang disebut produsen itu hanya handal dalam hal produksi, mereka memang jagonya untuk menghasilkan produk berkualitas dengan biaya produksi rendah dan waktu yang cepat, ternyata untuk usaha menjual ada pihak lain yang lebih handal, mereka lebih jago dalam membangun brand sehingga brand mereka dikenal masyarakat dan produk mereka disambut seperti jualan kacang goreng. Dengan kondisi seperti itu maka sebaiknya dua pihak itu bekerja sama karena mereka akan bisa fokus pada keunggulan masing-masing tapi jika kedua hal baik produksi maupun penjualan bisa kita lakukan dengan maksimal , kenapa tidak??.

Kita telah bicara tentang mencari barang melalui produksi, sekarang kita akan bahas tentang hal lain yaitu mencari barang-barang impor. Sebagai pedagang kecil kita adalah akhir dari mata rantai yang telah kita bahas, tapi bener nggak seperti itu??. Di era konvensional memang seperti hal itu, tetapi dengan kehadiran E-Commerce Market Place, mata rantai itu menjadi semakin singkat. Di era dagang konvensional sudah jadi rahasia umum bahwa pedagang-pedagang atau agen dari daerah bakal mengambil barang ke agen atau distributor dari Jakarta. Cari barang mentah untuk Fashion ada di Tanah Abang, cari bahan jadi untuk fashion ada di Mangga Dua, cari produk mainan ada di Asemka cari produk elektronik ada di Glodok. Itu sudah menjadi rahasia umum. Lalu kemudian pertanyaannya adalah dimana para agen agen atau distributor dari Jakarta itu mencari barang, ini juga sudah rahasia umum, mereka mencari barang di negeri Cina. Nah kenapa sih harus pakai produk luar negeri, memangnya kita tidak cinta sama produk dalam negeri?? kalau di bahas tentang tentu pasti banyak yang tidak nyaman. Tanya saja sama sopir sopir truk yang biasa membawa barang dan melewati banyak kota. Kata mereka setiap kota pasti ada aja yang minta "traktir", tida hanya sopir truk, tanya juga kepada orang yang punya usaha itu sendiri, pasti mereka sering sekali mendapat tamu istimewa yang sering silaturahmi, katanya ada yang berseragam resmi ada juga yang berseragam tapi tidak resmi, bahkan ada juga yang udah tidak pakai seragam , tidak resmi pula.

Lalu biaya biaya siluman itu kalau tidak dibebankan ke harga produk, siapa yang mau bayar??, makanya barang-barang kita jadi lebih mahal ketimbang produk impor dari China Tadi. Kita juga pasti sering membaca dari media media bahwa di negeri Cina itu rakyatnya bukan cuma ini didorong menjadi pengusaha tapi mereka juga diproteksi, sehingga di sana kalau mau banyak uang, ya harus jadi pengusaha bukan jadi siluman. Produk lokal di sana didorong untuk jadi tuan rumah di negeri sendiri.

Masyarakat disana sudah tahu tidak bisa pakai Facebook, Instagram, WhatsApp dan sebagainya. Mereka harus memakai produk lokal. Disana rakyatnya dan juga didorong untuk ramai ramai membuat Home Industri, malah  sebaliknya di tempat kita, rumah yang menjadi tempat usaha bakal bisa didatangi oknum oknum tertentu, dikomplain tetangga. Setidaknya kita merasa tidak enak hati dengan Plang Nama yang terpasang, ya memang sih kadang-kadang usaha di tempat pemukiman akan membuat orang-orang terganggu. Tapi karena rata-rata kita modalnya tipis ya kasihan juga kalau tidak boleh buat usaha di rumahnya sendiri. Nah masalah-masalah seperti tadi sebenarnya itu harus diatasi, tidak cukup dengan mempertanyakan jiwa nasionalisme.

Kita fokus kembali ke materi intinya, saat ini produk Cina lebih murah. ternyata Alibaba mampu menangkap peluang ini. mereka dapat melihat keunggulan yang dimiliki oleh produk-produk di negaranya yang sangat murah tadi, sehingga mereka membuat platform yang secara ajaib memutus rantai. Akhirnya siapapun, dimanapun dapat membeli produk China tanpa harus ke sana. Jadi tidak ada masalah lagi dengan kendala bahasa, paling masalah selanjutnya ya seperti barang-barang yang suka nyangkut di pelabuhan.

Menurut catatan saya saat ini banyak pedagang online yang mendapat barang dari Alibaba lalu menjual barangnya di E Commerce Market Place di Indonesia seperti di Bukalapak dan Tokopedia. Keuntungan yang merapat dapat bisa dua kali lipat bahkan lebih karena selisih harga produk-produk di sana memang jauh daripada harga produk di sini. Yang perlu kita lakukan untuk bisa ikut mengambil barang atau bertransaksi di Alibaba adalah kita harus mempunyai akun pembayaran yang mampu melakukan transaksi lintas negara. Kemudian jika anda tertarik mengambil barang di Alibaba jangan lupa memperhitungkan masalah logistik atau pengiriman barang, karena ini menyangkut antara dua negara yang jaraknya cukup jauh. Tentu saja ada waktu dan ada biaya, dan disitu masalahnya. Kalau kita membeli barang sedikit demi sedikit maka tentu urusan logistik akan menjadi mahal tetapi kalau kita membeli barang dalam jumlah besar, hati-hati dengan urusan yang nyangkut di pelabuhan tadi. Semoga materi ini telah memberi gambaran bagaimana kita mencari barang.



It's Fun and Free to Support the Writers, Give Them a Cup of Coffee by Sharing Their Hard Work to Your Social Media. Let us Grow Together and Make more and more Creativities in Our Hands:


Comments

You must be Logged in to Post a Comment. OR Register Here for Only Less than 1 Minute!

Related Articles
About Author
Popular This Week
Feb 26, 2020, 9:13 PM - Maman suherman
Feb 23, 2020, 7:27 PM - Maman suherman
Jan 7, 2020, 2:10 PM - Bayu Rinaldhi
Dec 3, 2019, 4:24 PM - Agus Kurniawan
Feb 21, 2020, 11:54 PM - RackTicle Manager