Sebelum Corona, Inilah Pandemi Paling Mematikan di Era Modern

Sebelum Corona, Inilah Pandemi Paling Mematikan di Era Modern

Pemerintah pusat melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes) baru-baru ini menetapkan peraturan PSBB secara Nasional. Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang tercatat dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 9 Tahun 2020 ini dianggap sebagai langkah tepat untuk menghentikan pandemi COVID-19 di dalam Negeri.

Pandemi sendiri ialah istilah yang dilekatkan pada suatu epidemi yang telah berubah menjadi wabah global; penyakit menular yang menjangkiti sejumlah besar manusia lintas benua dalam waktu singkat. Dan tak terpungkiri lagi, bahwa sekarang, Coronavirus atau COVID-19 ini cocok untuk masuk kedalam kriteria tersebut. Virus mematikan yang menyerang setiap manusia di seluruh dunia.

Negara-negara tetangga merespon fenomena ini dengan menutup perbatasan, mendesak orang untuk tetap tinggal di dalam rumah, dan melarang warganya untuk berkumpul, yang mana pada saat bersamaan telah mempopulerkan kata “lockdown” dan “Work From Home (WFH)” di seluruh dunia. Dua kata ini kemudian coba diimbangi Indonesia dengan “Social Distancing” dan dikejar ketertinggalannya dengan “PSBB” diatas, beserta Kartu Pra Kerja yang tidak jelas.

Namun apa pun itu, ini bukan pertama kalinya dunia mengalami pandemi seperti ini. Percayalah bahwa tak ada satupun yang baru di bawah matahari dan dunia tak lebih, dari perputaran semata. Untuk membuktikannya mari kita lihat beberapa pandemi paling mematikan yang terjadi di masa lalu.

1. Pandemi Kolera  (1852-1860)

Berlangsung selama delapan tahun, pandemi Kolera dinyatakan usai pada tahun 1860. Pandemi ini pertama kali muncul di India dan terus menyebar ke seluruh Asia, Eropa, Afrika, dan Amerika Utara. Di tahun terburuknya (1854), kolera menewaskan 23.000 orang di Inggris dan sekitar 10.000 korban berasal dari London.

Dan tak hanya di Inggris saja, korban jiwa juga banyak berjatuhan di tanah Rusia, Spanyol, Brazil, Venezuela, serta kota padat seperti Tokyo dan Chicago. Selama pandemi kolera ini berlangsung, kurang lebih satu juta orang kehilangan nyawa. Air yang terkontaminasi dianggap sebagai penyebab kolera.

2. Pandemi Pes (1855–1960)

Pandemi Pes dimulai di daratan Cina selama pemerintahan Kaisar Xianfeng atas Qing, pada tahun 1855. Wabah pes yang mematikan ini kemudian menyebar ke India dan Hong Kong, dengan korban tewas sedikitnya 12-15 juta orang. India menderita korban terbanyak dengan lebih dari 10 juta kematian.

Ini adalah wabah Pes terbesar ketiga yang melanda masyarakat Dunia. Penyakit ini awalnya disebarkan oleh kutu selama masifnya proyek kerja pertambangan di Yunnan, Cina. Korban dari Pandemi Pes Ketiga ini turun menjadi kurang dari 200 per tahunnya. Dan pada tahun 1960, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan bahwa wabah itu tidak lagi aktif.

3. Flu Rusia (1889–1890)

Flu Rusia adalah pandemi influenza mematikan yang menewaskan kurang lebih sekitar satu juta orang di seluruh dunia. Wabah ini mulai menyebar pada tahun 1889 dan dianggap sebagai epidemi influenza terbesar di abad ke-19. Itu juga epidemi sejati yang pertama kali terjadi di era bakteriologi.

Kasus-kasus awal dilaporkan di Bukhara di Asia Tengah (Turkestan), Athabasca di Kanada barat laut, dan Greenland. Dalam enam bulan pertamanya, epidemi ini telah menginfeksi seluruh kawasan Saint Petersburg, Rusia. Dan hanya butuh waktu sekitar empat bulan saja bagi epidemi ini untuk menyebar keseluruh daerah di belahan Bumi Utara.

Pertumbuhan populasi yang cepat di daerah perkotaan di seluruh dunia dianggap sebagai faktor utama yang membuat epidemi ini begitu cepat berubah menjadi pandemi.

4. Flu Spanyol (1918–1920)

Flu Spanyol adalah pandemi flu yang paling mematikan di dalam sejarah yang pernah tercatat dalam kehidupan manusia. Dimulai pada tahun 1918, Flu Spanyol berhasil menginfeksi sekitar satu pertiga populasi dunia, atau sekitar 500 juta orang kala itu. Meskipun sampai saat ini tak ada data angka yang pasti, Flu Spanyol diyakini telah menewaskan sekitar 50 juta orang, dan  sekitar 700.000 diantaranya ialah orang Amerika.

Terjadi dalam dua gelombang. Gelombang pertama influenza terjadi pada musim semi 1918, dan umumnya ringan. Sedangkan Gelombang kedua lah yang paling berdampak besar.  Flu Spanyol awalnya berlangsung di daratan Eropa, kemudian Amerika Serikat, dan Asia sebelum akhirnya menyebar ke seluruh dunia. Para korban influenza sekarat dalam beberapa jam atau beberapa hari setelah gejala berkembang. Rentang hidup rata-rata di AS sendiri menurun 12 tahun setelah flu Spanyol baru terjadi sekitar satu tahun.

Sekolah, rumah pribadi, dan bangunan lain menjadi rumah sakit darurat karena kepadatan fasilitas medis. Karantina diberlakukan, orang-orang diperintahkan untuk memakai topeng, dan bisnis ditutup sampai virus selesai menjalankannya dengan mematikan.

5. Flu Asia (1957–1958)

Masih pada abad ke-20 dan masih dengan pandemi yang sama, influenza. Flu Asia dimulai pada tahun 1957. Wabah ini bertanggung jawab atas lebih dari satu juta korban meninggal dunia. Pada awal pandemi Flu Asia ini, virus menyebar ke seluruh Cina dan daerah sekitarnya. Beberapa bulan kemudian, flu telah mencapai Amerika Serikat dan tersebar luas di benua Eropa, khususnya Inggris.

Pada tahun 1958, diperkirakan bahwa hampir 70.000 kasus kematian terkait dengan flu Asia. Vaksin akhirnya dikembangkan dan berhasil membantu mengatasi pandemi.

Tambahan : 

1.    Black Death (1347–1351)

Terjadi pada pertengahan abad ke-14. Di perkirakan bahwa wabah mematikan ini berasal dari daratan Cina, pada tahun 1330-an. Sebagai salah satu dengan perdagangan tersibuk, penyakit ini dengan cepat menyebar ke tempat lain. Pada 1347, Black Death telah tiba di Eropa setelah beberapa kapal yang terinfeksi berlabuh di Messina, pelabuhan Sisilia, Italia. Lima tahun kemudian, wabah itu telah menewaskan lebih dari 20 juta orang di seluruh Eropa.

Penyakit ini sebagian besar menyebar ke orang-orang melalui gigitan tikus dan kutu-kutu yang sudah terinfeksi. Dari sana ia menjadi sangat menular di antara manusia. Si penderita akan menghasilkan bintik-bintik kemerahan pada kulit yang seiring waktu akan berubah menjadi hitam, dari sanalah orang-orang kemudian menyebutnya Black Death.

2. Cacar (1520)

Selama berabad-abad, cacar adalah ancaman di daratan Eropa dan Asia. Tiga dari setiap 10 orang yang terinfeksi akan meninggal. Penjelajah Eropa (Spanyol dan Portugal) awal membawa serta virus tersebut dalam ekspedisinya ke Dunia Baru (Benua Amerika), dan secara sengaja menyebarkannya kepada penduduk asli Amerika guna mendapatkan emas mereka.  

Di Amerika Utara dan Selatan, cacar membutuhkan waktu sekitar 100 tahun untuk menghancurkan sekitar 90 persen penduduk asli. Di Meksiko, populasi turun menjadi satu juta orang dari sekitar 11 juta, sebelum penaklukan Eropa. Sampai pada akhirnya, virus mematikan ini membantu Spanyol menaklukkan Kekaisaran Aztec dan Inca hingga populasi mereka nyaris tak bersisa.

Berabad-abad kemudian, cacar adalah epidemi virus pertama yang dihentikan oleh vaksin. Pada tahun 1980, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bahwa cacar telah diberantas di seluruh dunia.



It's Fun and Free to Support the Writers, Give Them a Cup of Coffee by Sharing Their Hard Work to Your Social Media. Let us Grow Together and Make more and more Creativities in Our Hands:


Comments

You must be Logged in to Post a Comment. OR Register Here for Only Less than 1 Minute!

Related Articles
About Author
Popular This Week
Mar 6, 2020, 8:09 AM - Shinta Kusuma
Nov 4, 2019, 3:28 PM - RackTicle Manager
Dec 18, 2019, 9:22 PM - Rianda Prayoga
Jan 20, 2020, 2:24 PM - RackTicle Manager
May 23, 2020, 2:23 AM - Edin S. Djatikusuma
Feb 7, 2020, 12:42 AM - Dzabillah Widza Rahmania
Feb 8, 2020, 1:00 AM - Singgih Tri Widodo
Jan 24, 2020, 3:20 PM - Akhmad Fauzi
Recent Articles
Aug 15, 2020, 11:04 AM - Akhmad Fauzi
Aug 14, 2020, 12:49 PM - celina lovinri
Aug 11, 2020, 5:57 PM - Pone Kamaruddin
Aug 10, 2020, 7:34 AM - celina lovinri
Aug 8, 2020, 9:28 PM - Singgih Tri Widodo
Aug 5, 2020, 8:06 PM - Siti Mahmudah Solikatun Kasanah
Aug 5, 2020, 7:26 PM - Shinta Kusuma