Sampah Berserakan Dipinggir Jalan, Kecamatan Pedamaran Butuh TPAS

Sampah Berserakan Dipinggir Jalan, Kecamatan Pedamaran Butuh TPAS

Sungguh ironis, jika Anda melintas di Desa Menang Raya menuju kantor Kecamatan Pedamaran, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), sebab pemandangan dipinggir jalan tampak sampah berserakan. Melihat kondisi ini, Kecamatan Pedamaran, sangat membutuhkan Tempat Pembuangan Akhir Sementara (TPAS).

Demikian diutarakan Sekcam Pedamaran, Goesnadi Osen. Dia menjelaskan perlunya TPAS di kecamatan ini lantaran berdasarkan data pada Januari 2019, tercatat sebanyak 53 ribu dari 15 desa yang ada di kecamatan dengan jumlah Kepala Keluarga (KK) sebanyak 12 ribu KK.

“Bila kita prediksi setiap KK menghasilkan ½ Kg sampah rumah tangga dikalikan 12 ribu KK, dapat kita hitung jumlah volume sampah setiap pekan sebanyak 42 ton,” katanya.

Menurut Goesnadi Osen, di Desa Menang Raya dan Pedamaran VI saat ini telah memiliki angkutan motor sampah namun juga masih terkendala lantaran TPA (Tempat Pembuangan Akhir) ada di Kecamatan Teluk Gelam yang berjarak sekitar 15 KM.

Apalagi TPA ini menampung tiga kecamatan yakni Kecamatan Teluk Gelam, Pedamaran dan Tanjung Lubuk. Dikatakannya sampah yang berserakan dipinggir jalan berasal dari rumah tangga dan pedagang dadakan yang ada di pasar Menang Raya setiap hari. Memang, kata dia, ada fasilitas sampah di pasar namun perilaku pedagang dadakan yang kerap membuang sampah dan warga lain juga kerap ikut-ikutan.

“Perilaku masyarakat yang juga sudah terbiasa membuang sampah sembarangan. Dan budaya ikut-ikutan membuang sampah. Serta sangat cuek dari imbauan yang disampaikan. Jadi begitu ada yang membuang sampah maka yang lain juga ikut,” kata Chandra perangkat Desa Menang Raya yang juga menambahkan sampah dipinggir jalan juga berasal dari warga yang melaksanakan hajatan.

Dikatakan Chandra, solusinya adalah selain adanya TPAS di Kecamatan Pedamaran untuk menekan volume sampah yang ada dipinggir jalan. Adanya bank sampah serta masyarakat kerap diberikan penyuluha Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). “Dengan adanya bank sampah ini, maka kita berharap masyarakat akan termotivasi untuk tidak membuang sampah sembarangan. Sebab mereka akan menjadikan sampah bernilai rupiah,” tuturnya.

Himbauan kepada warga untuk tidak membuang sampah sembarangan sangatlah penting. Mengingat dampak sampah selain menimbulkan penyakit bagi daerah sekitar pemukiman. Juga teror banjir pun akan berdampak bagi pemukiman sekitar warga. Semoga kita semua dapat menerapkan nilai budaya perilaku hidup sehat khususnya tidak membuang sampah sembarangan.



It's Fun and Free to Support the Writers, Give Them a Cup of Coffee by Sharing Their Hard Work to Your Social Media. Let us Grow Together and Make more and more Creativities in Our Hands:


Comments

You must be Logged in to Post a Comment. OR Register Here for Only Less than 1 Minute!

About Author
Popular This Week
Mar 6, 2020, 8:09 AM - Shinta Kusuma
Nov 4, 2019, 3:28 PM - RackTicle Manager
Dec 18, 2019, 9:22 PM - Rianda Prayoga
Jan 20, 2020, 2:24 PM - RackTicle Manager
May 23, 2020, 2:23 AM - Edin S. Djatikusuma
Feb 8, 2020, 1:00 AM - Singgih Tri Widodo
Feb 7, 2020, 12:42 AM - Dzabillah Widza Rahmania
Feb 7, 2020, 1:22 AM - Singgih Tri Widodo
Mar 18, 2020, 9:15 PM - Singgih Tri Widodo
Recent Articles
Aug 15, 2020, 11:04 AM - Akhmad Fauzi
Aug 14, 2020, 12:49 PM - celina lovinri
Aug 11, 2020, 5:57 PM - Pone Kamaruddin
Aug 10, 2020, 7:34 AM - celina lovinri
Aug 8, 2020, 9:28 PM - Singgih Tri Widodo
Aug 5, 2020, 8:06 PM - Siti Mahmudah Solikatun Kasanah
Aug 5, 2020, 7:26 PM - Shinta Kusuma