Roger Federer Menang Dan Menuju Semifinal, Setelah Mengalahkan Tennys Sandgren

Roger Federer Menang Dan Menuju Semifinal, Setelah Mengalahkan Tennys Sandgren

Rekor ke 20 gelar Grand Slam Roger Federer kini dapat disamai oleh rivalnya Rafael Nadal di Australia Terbuka atau Australia Open hari ini. Tetapi perjalanan Federer sendiri di sini hampir saja berakhir dengan hasil yang memalukan. Hal itu hampir saja terjadi di tangan seorang pemain tenis yang bahkan secara peringkat jauh di bawahnya. bahkan pemain tersebut berada dibawah jajaran pemain papan atas bahkan dibawah peringkat 50 besar.

Dia adalah Tennys Sandgren, ya dia berada di peringkat Tennessean ke-100, Dengan melalui tujuh match point pada set keempat

di pertandingan perempat final melawan unggulan ke tiga Federer di hari Selasa sore, tetapi Federer mampu mengalahkannya dengan skor masing-masing, 6 - 3, 2 - 6, 2 - 6, 7 - 6 (8), 6 - 3 dan itu membuatnya bertahan dan meraih kemenangan di Rod Laver Arena.

"Kadang-kadang Anda harus mempunyai keberuntungan, saya katakan itu pada kalian," kata Federer dalam wawancaranya dengan seorang wartawan televisi yang dilakukannya di dalam lapangan. Beruntung Federer karena Sandgren membuat kesalahan sendiri pada lima dari tujuh match points yang dihasilkan pada set tersebut, termasuk dua prolonged exchanges yang berakhir pada tembakan ke - 19 di reli itu.

Itu adalah kedua kalinya dari turnamen Federer yang hampir membuatnya menggigit jarinya sendiri. Di babak ketiga pada hari Jumat sore, Federer mengalahkan peringkat ke-47 John Millman dengan skor 8-4 di set ke lima, dengan mengalami tiebreak pertama sampai ke 10 sebelum meraih enam poin langsung untuk meraih kemenangan 4-6, 7-6 (2), 6-4, 4-6, 7-6 tiebreak 10-8.

Sandgren, petenis yang berusia 28 tahun ini, belum pernah menghadapi Federer sama sekali dalam karirnya, tetapi dia cukup menunjukkan semua kesiapannya untuk pertandingan dengan Federer. Dengan mendapatkan break point di awal set pertama, dan kemudian menyelamatkan lima point di dua servis pertamanya di pertandingan itu. Federer memenangkan dengan mudah set pembuka, tetapi Sandgren memenangkan sembilan dari 11 pertandingan berikutnya untuk memimpin pertandingan tersebut.

Federer mulai tidak bisa mengontrol jalannya pertandingan di pertengahan set ketiga. Itu membuat dirinya menjadi sangat marah dan menyebabkan Federer menerima kode karena dia melakukan pelanggaran. Karena seorang hakim garis wanita mendengar kata-kata tak senonoh yang keluar dari mulut Federer dan itu dapat di dengar dengan jelas olehnya. Dan seorang hakim garis wanita itu melaporkan apa yang di dengarnya dari Ferderer yang melakukan umpatan tersebut, dan dia pun menghampiri hakim garis wanita itu dan terlihat Federer mengeluarkan gesture tubuh seperti meminta maaf dan akan menyelesaikan masalah pelanggaran tersebut sesudah pertandingan. Ketika Sandgren memimpin 3-0 pada set tersebut, Federer meminta fisioterapis pribadinya memeriksa dirinya, dan kemudian dirinya keluar lapangan untuk meminta waktu untuk medical timeout untuk melakukan perawatan selama beberapa menit  karena merasa mengalami cedera kunci paha.

"Saya percaya pasti ada sebuah keajaiban," Federer menjelaskan tentang alasannya mengapa ia bersikeras untuk tidak menghentikan pertandingan. "Mungkin ada hujan, mungkin ada sesuatu yang tidak terduga." Tampaknya "sesuatu yang tidak terduga" itu berbentuk gadis gawang atau anak gawang, yang berlari dengan kecepatan tinggi dan langsung menuju ke kaki Sandgren selama terjadinya pergantian posisi pemain di tengah jalan melalui tiebreak set keempat.

Sandgren mengatakan tabrakan itu membuatnya "sangat kesakitan" tetapi tidak mempengaruhi dan mematahkan semangatnya untuk mengalahkan Federer. Dia memenangkan tiga poin berikutnya untuk membuat dirinya memimpin 6-3 dan harus melihat penentuan poin pertandingan di set keempat, kelima dan keenam, tetapi Federer menyelamatkan poin di ketiga set tersebut. Sandgren dengan wajah yang muram mengatakan kepada awak media bahwa dia telah mencoba yang terbaik "untuk mencapai keseimbangan antara menjadi agresif dan menjadi pintar secara taktis" kata Sandgren setelah mengalami set yang panjang bahkan mengalami 7 tiebreak "seharusnya aku harus menarik pelatuk sedikit lebih awal" imbuh Sandgren pada kesempatan pertamanya.

"Saya ingin mengutarakan maksud dia dan melihat apakah dia akan memberi saya pandangan, atau memberi saya sesuatu yang menarik untuk dimainkan," begitulah kata Sandgren kepada awak media. “Saya kira saya hanya punya satu kesempatan di semua pertandingan saya. Saya melakukan itu padanya ( Federer ), dan dia melakukan permainan ini dengan sangat-sangat fantastis. ”Ketika dia (Ferderer) sedang berdiri di lapangan di depan semua kerumunan tersebut, Federer berkali-kali mengatakan bahwa betapa beruntungnya dia." Imbuh Sandgren.

"Saya pikir saya adalah orang yang sangat-sangat beruntung untuk hari ini," kata Federer kepada awak media. "Ketika pertandingan itu bisa di lanjutkan kembali, saya mulai merasa lebih baik lagi dari sebelumnya dan semua tekanan yang ada pada diri saya hilang." Tambah Federer kepada awak media.

Federer mematahkan servis Sandgren pada pertandingan keenam di set terakhir untuk unggul 4-2 dan mempertahankan keunggulan tiebreak-nya selama sisa-sisa akhir pertandingan tersebut dengan susah payah.

"Saya merasa tidak pantas mendapatkan kemenangan ini," kata Federer pada awak media. "Tapi saya sudah berdiri di sini, dan sayang dengan jelas sangat, sangat senang." Imbuhnya kepada awak media

Federer harus menunggu siapa yang akan dihadapinya di semifinal. Karena Federer harus menunggu pemenang pertandingan yang melibatkan unggulan kedua Novak Djokovic melawan unggulan ke-32 Milos Raonic di perempat final pada Selasa malam.

Meskipun ia tidak pernah masuk peringkat 40 Besar, Sandgren telah membuktikan dirinya sebagai pemain panggung besar yang tidak gentar dan mundur melawan yang terbaik. Menjelang pertandingannya dengan Federer, ia unggul 4-2 di Grand Slams Australia Open ini melawan-lawan peringkat top 10 besar . Di turnamen ini, ia telah mengalahkan Matteo Berrettini dari unggulan delapan di babak kedua dan unggulan ke-12 Fabio Fognini di babak keempat.

Sandgren juga mencapai perempat final di Australia Open dua tahun yang lalu, pertandingan yang lebih sedikit diingat untuk tenisnya daripada yang satu ini. Meskipun ia mengalahkan Stan Wawrinka dan Dominic Thiem di turnamen itu, prestasi yang dilakukannya dibayangi oleh pengawasan dan kritik terhadap postingan - postingan media sosialnya, yang mencakup hubungan interaksinya dengan tokoh-tokoh politik sayap kanan.

Sandgren, yang bermain tenis di University of Tennessee, hampir menjadi pemain Amerika kedua yang mencatat hasil Grand Slam terbaik mereka pada Selasa sore. Pada pertandingan pertama sesi hari itu, unggulan ke-14 Sofia Kenin maju ke semifinal Grand Slam pertamanya dengan kemenangan 6-4, 6-4 atas Ons Jabeur. Kenin akan menghadapi unggulan teratas Ashleigh Barty di semifinal, Kamis ini.

kita tunggu saja petenis siapakah yang akan menjadi lawan Federer di semifinal di Australia Open Kamis malam. 



It's Fun and Free to Support the Writers, Give Them a Cup of Coffee by Sharing Their Hard Work to Your Social Media. Let us Grow Together and Make more and more Creativities in Our Hands:


Comments

You must be Logged in to Post a Comment. OR Register Here for Only Less than 1 Minute!

Popular This Week
Mar 6, 2020, 8:09 AM - Shinta Kusuma
Nov 4, 2019, 3:28 PM - RackTicle Manager
Dec 18, 2019, 9:22 PM - Rianda Prayoga
May 23, 2020, 2:23 AM - Edin S. Djatikusuma
Jan 20, 2020, 2:24 PM - RackTicle Manager
Dec 24, 2019, 10:26 AM - Eka Kusumaningrum
Feb 7, 2020, 1:22 AM - Singgih Tri Widodo
Jan 8, 2020, 10:43 AM - Deni Riyandi
Apr 23, 2020, 3:26 PM - Singgih Tri Widodo
Recent Articles
Aug 15, 2020, 11:04 AM - Akhmad Fauzi
Aug 14, 2020, 12:49 PM - celina lovinri
Aug 11, 2020, 5:57 PM - Pone Kamaruddin
Aug 10, 2020, 7:34 AM - celina lovinri
Aug 8, 2020, 9:28 PM - Singgih Tri Widodo
Aug 5, 2020, 8:06 PM - Siti Mahmudah Solikatun Kasanah
Aug 5, 2020, 7:26 PM - Shinta Kusuma