Realitas Sistem Alam Semesta Manusia

Realitas Sistem Alam Semesta Manusia

save our world

Syarah tafsir surah al jatsiyah ayat 9

Allah SWT mengingatkan atas nikmat nikmat-Nya terhadap para hambanya dari apa-apa yang telah Allah SWT tundukan pada mereka. Allah SWT menundukan itu berarti kekuasaan Allah SWT itu penuh atas segalanya. Semua mahluk tunduk atas perintah Allah SWT sebagaimana langit dan benda-benda langit tunduk atas perintah Allah SWT dengan berjalan sesuai dengan orbitnya. Tunduknya pohon adalah tumbuh ketika Allah SWT menurunkan air hujan, artinya alam semesta dan bumi adalah wujud dari ketaatan. Dia berlaku taat karena dia berada dalam kendali Allah SWT. 

Orang yang berilmu hanya mempergunakan rasionalitasnya dalam melihat bencana. Padahal bencana menurut Allah SWT adalah sebab dari apa yang telah kita perbuat. Dalam bencana Allah SWT memberikan kabar kepada manusia bahwa seluruh peristiwa bencana adalah akibat dari ulah tangan-tangan manusia. Pada saat ada manusia diatas bumi berlaku tidak taat kepada Allah SWT, maka bumi akan melakukan penolakan, karena bumi sendiri adalah wujud ketaatan kepada Allah SWT. Mari kita bayangkan seandainya bumi yang kita tinggali tidak taat kepada Allah SWT misalkan berhenti berotasi, pastilah akan terjadi kekacauan.

Bentuk dari penolakan bumi terhadap manusia yang tidak taat kepada Allah SWT bermacam-macam tergantung dimana dan bagaimana ia berbuat kerusakan. Ketika manusia berbuat kedzaliman atau kerusakan dihutan, maka bumi akan melakukan penolakan berupa bencana alam. Jadi bencana alam adalah respon alam semesta terhadap perilaku manusia yang menyebabkan kerusakan. Sesuatu yang terjadi pada diri manusia termasuk rasa sakit karena tertusuk duri adalah akibat dari perilaku manusia sebelumnya. Ketika kita diberikan rasa sakit berarti kita telah melakukan suatu dosa. Apabila kita tetap bersabar atas apa yang telah Allah SWT timpakan kepada kita, maka Allah SWT akan mengampuni dosa yang telah kita perbuat.

Islam adalah agama yang sangat peduli terhadap lingkungan. Dalam islam tidak diperbolehkan menebang pohon sembarangan, bahkan disebutkan di dalam hadis bahwa kita tidak boleh menebang pohon bidara yang dipakai untuk bernaung oleh ibnu sabil atau binatang ternak dengan cara yang dzalim maka Allah SWT akan menuangkan api neraka kepada kepalanya. Larangan islam sangat keras untuk tidak merusak lingkungan, larang keras menunjukan seriusnya larangan merusak lingkungan. Dalam hadis yang lain disebutkan bahwa kita tidak diperbolehkan untuk kencing di tempat air yang mengalir. Hal ini menunjukan bentuk perhatian yang besar islam terhadap lingkungan bahkan dengan sesuatu yang sangat sepele.

Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan rahmat-Nya kepada kita supaya kita termasuk di dalam golongan orang orang yang senantiasa bersyukur atas nikmat yang telah deberikan oleh Allah SWT.



It's Fun and Free to Support the Writers, Give Them a Cup of Coffee by Sharing Their Hard Work to Your Social Media. Let us Grow Together and Make more and more Creativities in Our Hands:


Comments

You must be Logged in to Post a Comment. OR Register Here for Only Less than 1 Minute!

Popular This Week
Mar 6, 2020, 8:09 AM - Shinta Kusuma
Nov 4, 2019, 3:28 PM - RackTicle Manager
Dec 18, 2019, 9:22 PM - Rianda Prayoga
Jan 20, 2020, 2:24 PM - RackTicle Manager
May 23, 2020, 2:23 AM - Edin S. Djatikusuma
Dec 24, 2019, 10:26 AM - Eka Kusumaningrum
Feb 7, 2020, 1:22 AM - Singgih Tri Widodo
Jan 8, 2020, 10:43 AM - Deni Riyandi
Recent Articles
Aug 15, 2020, 11:04 AM - Akhmad Fauzi
Aug 14, 2020, 12:49 PM - celina lovinri
Aug 11, 2020, 5:57 PM - Pone Kamaruddin
Aug 10, 2020, 7:34 AM - celina lovinri
Aug 8, 2020, 9:28 PM - Singgih Tri Widodo
Aug 5, 2020, 8:06 PM - Siti Mahmudah Solikatun Kasanah
Aug 5, 2020, 7:26 PM - Shinta Kusuma