Real Demokrasi iya, Money Politic NO !

Real Demokrasi iya, Money Politic NO !

Demokrasi adalah sebuah sistem politik yang dimiliki oleh bangsa yang berdaulat. Ketika demokrasi lahir, posisi negara berdiri pada kedudukan kolektif. Kompleksitas itu dilihat dari mekanisme atau tata cara demokrasi bangsa pada suatu negara.

Indonesia telah merdeka semenjak tahun 1945 lalu. Artinya suatu nilai yang perlu kita apresiasi. Kemerdekaan yang dirasakan saat ini adalah hasil perjuangan yang dilakukan oleh para tokoh pendiri bangsa. Sama hal dengan perserikatan dan kemerdekaan bersuara. Dapat kita katakan itu adalah kado terindah yang diraih oleh seluruh rakyat indonesia.

Perserikatan artinya adalah berdemokrasi dengan berpandangan pada konsep normatif. Mendahulukan nilai yang baik pada tiap-tiap prosesi demokrasi yang dilakukan. Kekuatan kolektif dan menghargai paradigma budaya dan kepercayaan. Hal itu berdiri tegak dengan toleransi antar sesama bangsa indonesia. Lebih mengutamakan persatuan yang abadi demi tercapainya perdamaian di seluruh lingkungan kehidupan masyarakat. 

Saat semua orang berpandangan sama antar satu dengan yang lainnya, saling menjaga dan menghormati. Dapat kita simpulkan bahwa itu adalah satu landasan ideologis negara. Sebagai tolak ukur, cara pandang, mendorong tujuan yang sama. Idealisme yang tidak akan pernah hilang karena kita berpegang teguh pada "persatuan indonesia".

Keberagaman yang menjadi keunikan indonesia adalah sebagai karakteristik sang negeri garuda. Bermula dengan konsep dasar yang diamanatkan oleh falsafah hidup bangsa indonesia yaitu "nilai adat". Seakan itu ikatan yang menjadi kekuatan bangsa dan didorong oleh nilai kepercayaan yang dikemas ke dalam satu konsep yaitu "pancasila" atas indonesia. Landasan yang satu, memiliki karakteristik yang sama. Tidak jawa, tidak sumatera, tidak kalimantan, tidak sulawesi dan tidak papua. Berdiri pada satu tiang yang memiliki akar rumpun yang sama. Yaitu negara kesatuan republik indonesia. 

Falsafah ini selalu kita banggakan. Dengan senang hati kita akan membawa pada kancah global. Masyarakat duniapun akan mempercayaai dan menghormati budaya asli indonesia. Melihat pada posisi seperti itu. Kita sebagai bangsa indonesia patut mengobarkan kebanggaan tersendiri dari semua apresiasi itu. Masyarakat dunia tahu bahwa negara indonesia berdiri dengan kekuatan kolektif pada konsep keberagaman yang dimilikinya.

Sekarang ini kita tidak mungkin runtuh atas hal yang spele, apalagi muncul dari perbedaan perspektif demokratis yang menyebabkan semua itu tercerai berai. Berbeda dari cara pandang adalah suatu hal yang biasa. Asalkan dari siapapun tidak menyinggung agama suku dan ras. Hal itu tidak boleh, karena menggangu hak manusiawi yang dimiliki oleh setiap orang. Sebelum terjun untuk mengembara pada jalan demokrasi perlu juga untuk membentuk karakter atau perilaku demokrasi yang dimiliki oleh kita. Terkadang setiap orang tidak memperhatikan itu. Namun hal itu mungkin terjadi karena keterbatasan analisa demokrasi yang dimilikinya. Sehingga mengorbankan pribadi setiap orang.

Literatur demokrasi berada pada ditengah kehidupan. Antara manusia dan lingkungan kehidupan. Manusia hidup di alam yang sama, yaitu bumi yang diciptakan oleh yang maha kuasa. Sementara alam untuk hidup adalah lingkungan atau tempat aktifitas umat dari berbagai aspek kehidupan. Dapat kita gambarkan seperti politik dan ekonomi.

Secara bentuk gambaran umum. Pemikiran politik berbeda dengan tindakan politis. Pemikiran politik lebih cendrung mengarah pada konsep kenegaraan, ideologis, sosial , kebijakan, birokrasi dan masyarakat. Sementara tindakan politis, merupakan bagian dari pemikiran politik itu sendiri. Bayangkan suatu praktek yang menggadangkan konsep pemikiran seperti itu. Banyak yang mengira politik adalah suatu proses atau tindakan yang mengarah pada tindakan jahat. Sementara untuk mencapai dari kehendak atau kepentingannya dilakukanlah suatu metode untuk tipu daya. Paradigma itu muncul karena masyarakat banyak melihat dari praktek-praktek politik yang pragmatis, seperti yang terjadi pada saat ini. contohnya money politik. Namun itu tidak seperti yang ada pada hakikat politik itu sendiri. 

Perlu kita kaji lebih jauh bahwa ada perbedaan antara pemikiran politik dengan  tindakan politis dan politik pragmatis. Konsep keilmuan ini memiliki kerangka yang sama. Didasari dari kajian politis. Maraknya perilaku politik uang, menjadikan ambruknya cara pandang positif dari masyarakat. Mereka menganggap tindakan itu adalah bentuk nyata atas dasar bahwa politik itu jahat dan kejam. Akibat dari tindakan itu secara tidak langsung akan berhimbas pada cara pandang atau penilaian tentang demokrasi oleh masyarakat. Sementara itu ada yang perlu diketahui oleh masyarakat. Padahal yang sebenarnya adalah bukan itu, demokrasi hanyalah sebuah sistem penyelenggaraan kedaulatan rakyat. Jauh berbeda dengan pemikiran politik, yang mana pada kriteria pemikiran politik adalah asal usul atau konsep dasar pemikiran tentang kenegaraan yang menggunakan wadah demokrasi. 

Jika hanya bertumpu pada satu cara pandang saja. Ruang pemikiran kita sebagai masyarakat berdaulat terlihat sangat sempit. Sementara dinegara maju, sudah merambah pada pembuatan sistem demokrasi yang harus ditambah. Membangun sistem atau memperkuat sistem demokrasi. 

Pengaruh lahirnya pandangan buruk pada sistem demokrasi ialah dari semua tindakan politis yang mengandung nilai pragmatis. Sehingga mengakibatkan muncul justifikasi bahwa demokrasi itu adalah sistem yang buruk. 

Saat ini yang perlu kita lakukan adalah merekonstruksi demokrasi itu sendiri. Sudah saatnya masyarakat tahu bagaimana sistem demokrasi itu. Memberikan pengetahuan sekaligus meluruskan konsep dasar demokrasi. Perlu pemisahan antara demokrasi, pemikiran politik, perilaku politik atau tindakan politik. 

Jika semua itu dapat kita benahi, marwah demokrasi indonesia akan pulih kembali sampai pada pelosok daerah yang ada di seluruh indonesia. Ketika masyarakat tahu bagaimana wujud asli dari demokrasi akan berdampak pada karakteristik kepemimpinan negara yang ada pada sistem pemerintahan indonesia.

Cita-cita nasional akan dengan mudah diraih ketika pemikiran yang hebat dapat ditumbuh kembangkan pada bumi ibu pertiwi ini. Masyarakat adalah bagian yang  tidak bisa terpisahkan atas wacana ini. memiliki andil ide dan gagasan dan berperan langsung untuk mewujudkan negara kuat.

Menghilangkan kan semua distorsi yang muncul dan menghabiskan cengkraman intevensi kepentingan. Hal itu adalah bentuk dari kemerdekaan individu yang perlu dimiliki pada negara yang telah merdeka. 

Pada usia yang akan mencapai 1 abad ini. Kesuksesan untuk memiliki sistem demokrasi yang bersih itu sangat perlu. Karena didorong oleh semangkin berkembangnya zaman dan perkembangan manusia. Jauh kedepan bentuk dunia ini tidak akan dapat kita bayangkan, jika tidak memilikin sistem yang baik. 

Mulai dari sekarang ayo kita rawat negara kesatuan republik indonesia. Mari bersatu padu untuk menjadikan negara indonesia adalah negara maju, baik itu dari segi ekonomi, sosial budaya, sumber daya manusia, birokrasi dan kepemimpinan. Diawali dari seluruh masyarakat. Mari kita bekerjasama untuk membangun pada arah yang lebih kongkrit. 

Menggunakan hak pilih dengan tepat tanpa ada intervensi politik uang. Poin itu merupakan perbuatan yang sangat berharga. Karena kita sudah mampu menggunakan kecerdasan kita didalam hidup bernegara. Mengetahui bahwa uang tidak memberikan solusi untuk menjadi negara maju. 

Sungguh sangat bijaksana jika pemikiran demokratis seperti itu dimiliki oleh kita semua. Langkah itu dapat kita wujudkan dengan pengawalan penyelenggaraan pesta demokrasi di daerah kita masing-masing. Dengan Berperan aktif untuk mensukseskan pemilihan umum yang langsung, umum bebas, rahasia, jujur dan adil.



It's Fun and Free to Support the Writers, Give Them a Cup of Coffee by Sharing Their Hard Work to Your Social Media. Let us Grow Together and Make more and more Creativities in Our Hands:


Comments

You must be Logged in to Post a Comment. OR Register Here for Only Less than 1 Minute!

About Author

Wiraswasta

Popular This Week
Mar 6, 2020, 8:09 AM - Shinta Kusuma
Nov 4, 2019, 3:28 PM - RackTicle Manager
Jan 20, 2020, 2:24 PM - RackTicle Manager
Feb 8, 2020, 1:00 AM - Singgih Tri Widodo
Jan 8, 2020, 10:43 AM - Deni Riyandi
Apr 15, 2020, 10:23 PM - Shinta Kusuma
Dec 14, 2019, 8:49 AM - Febry Winarto
May 15, 2020, 11:58 PM - Putra Mangaratua Siahaan
Recent Articles
Aug 11, 2020, 5:57 PM - Pone Kamaruddin
Aug 10, 2020, 7:34 AM - celina lovinri
Aug 8, 2020, 9:28 PM - Singgih Tri Widodo
Aug 5, 2020, 8:06 PM - Siti Mahmudah Solikatun Kasanah
Aug 5, 2020, 7:26 PM - Shinta Kusuma
Aug 5, 2020, 12:31 AM - Singgih Tri Widodo