Rahasia Beladiri Aikido untuk Pertahanan Diri dan Kebugaran Tubuh

Rahasia Beladiri Aikido untuk Pertahanan Diri dan Kebugaran Tubuh

Suatu seni bela diri adalah merupakan sistem dan suatu tradisi dalam pertempuran yang sudah dimodifikasi dan dipraktikkan untuk sejumlah alasan tertentu seperti pertahanan diri, aplikasi militer dan penegakan hukum, mengikuti kompetisi, pelatihan fisik mental, hiburan atau untuk pelestarian warisan budaya tak benda dari suatu negara. 

Berbagai manfaat dapat diperoleh dalam mempelajari ilmu beladiri antara lain: meningkatkan mobilitas, memberikan kekuatan pada tubuh, fleksibilitas akan meningkat secara bertahap, menjadikan anggota tubuh lebih stabil dan terkordinasi satu sama lain, menstabilkan tekanan darah dan denyut jantung, meningkatkan konsentrasi mental, dan menghilangkan stress, serta tentu saja untuk perlindungan diri dan keluarga tercinta Anda dari para begal yang beritikad jahat..hajaaarr...ciaat.!

Banyak cara untuk menjadi bugar dan sehat, dan pelatihan dalam seni bela diri mungkin merupakan olahraga yang cocok untuk Anda. Hampir semua jenis disiplin ilmu beladiri yang berbeda-beda aliran, memberikan manfaat yang sama bagi siapa saja yang serius menekuni ilmu beladiri tersebut.

Jika Anda memutuskan untuk berlatih satu atau lebih disiplin ilmu beladiri, maka Anda akan menemukan bahwasanya secara umum latihan teratur akan mengarah pada peningkatan kesehatan fisik tubuh Anda dan tentu saja kesehatan batin spiritual yang akan lebih terfokus dan tersinkronisasi.

Dari sekian banyak aliran beladiri yang ada, mungkin banyak yang sudah mendengar mengenai beladiri Aikido yang merupakan beladiri asli dari Jepang. Berbagai film action Barat dan Asia sudah banyak yang mempertontonkan adegan aksi dimana pemeran utamanya beraksi dengan mempraktekkan teknik-teknik Aikido, meskipun sering dimodifikasi biar kelihatan lebih seru..Ciaat..ciaat..ciiatt.. 

Pada saat ini olahraga beladiri Aikido masih di anggap eksklusif, karena peralatan yang dipakai untuk latihan tergolong unik dan khusus dan terkesan berkualitas. Dapat dilihat pada matras yang digunakan dan perlengkapan lainnya seperti baju yang lebih tebal jika dibandingkan dengan olahraga beladiri lainnya. 

Para murid dan sensei menggunakan baju latihan dengan kualitas lebih tebal yang disesuaikan dengan tipe latihannya dimana Aikido menggunakan tiga teknik pertahanan berupa cengkraman yang kuat, bantingan serta lemparan. Bayangkan saja jika bajunya tipis, bisa-bisa robek deh sebentar aja..

Kunci utama beladiri Aikido ini adalah lebih mengarah kepada persendian atau tulang sendi dan pada bagian tubuh yang paling vital yaitu bagian leher. 

Salah satu hal yang sangat membedakan Aikido dengan beladiri lainnya baik beladiri dalam negeri maupun beladiri luar negeri adalah Aikido tidak mengenal sistem kompetisi dalam pelatihannya, jadi tidak akan pernah ada yang namanya turnamen Aikido sedunia atau turnamen Aikido tingkat nasional atau tingkat daerah. Tidak akan pernah ada..Hal ini dikarenakan, Aikido lebih mengutamakan beladiri pertahanan diri untuk keselamatan jiwa dan raga individu dari serangan orang-orang yang beritikad tidak baik. 

Olahraga beladiri Aikido ini mulai masuk ke Indonesia sekitar tahun 1970-1980an dan mulai populer di tanah air sekitar tahun 1990an. Masyarakat mulai tertarik dan berlomba-lomba bergabung dengan berbagai dojo yang ada, meskipun dojo yang eksis belum seramai sekarang. Untuk menghindari itikad yang tidak baik dari orang lain terhadap diri kita yang kadang tidak kita sadari, maka Aikido banyak diminati karena lebih mengutamakan sistem pertahanan diri daripada menyerang lawan. Tapi biar begitu jangan coba-coba yaa..awas..ciatt..ciatt..

Kelebihan lainnya dari Aikido adalah beladiri ini merupakan satu ruh dengan olahraga beladiri lainnya seperti beladiri Judo dan Jujitsu yang juga dari negaranya para Samurai, Muaythai dari negara gajah putih dan bahkan Aikido juga satu ruh dengan olahraga tinju. Sehingga jika sudah mengerti Aikido dan ingin belajar beladiri yang lainnya, maka asyik-asyik aja deh..Biasanya tidak akan menemui kesulitan yang berarti karena cikal bakalnya sama.

Secara singkat sejarah aikido merupakan sekelompok pasukan tempur yang menggunakan senjata pedang ketika kekaisaran Jepang belum dijajah oleh Amerika, dan setelah berada di bawah kekuasaan Amerika terjadi sedikit perubahan pada teknik bertarungnya, karena tehnik aikido ini sebernarnya tergolong sadis, tidak seperti sekarang ini. Jika sekarang, banyak teknik yang sudah dimodifikasi.

Aikido ini tergolong dengan beladiri yang mengantisipasi serangan secara cepat dengan tangan kosong. Banyak tekniknya yang merupakan penggabungan teknik grapling yaitu teknik penguncian seperti olahraga gulat, dan teknik ini sangat efektif untuk beladiri ketika diserang di jalanan ramai, di pasar atau di tempat sepi sekalipun.

Ketika seorang belajar beladiri, maka mindsetnya itu harus terbuka. Dalam hal ini belajar mengkombinasikan teknik Aikido terhadap berbagai teknik dari ilmu beladiri lainnya. Karena pada intinya dari ilmu beladiri yang ada biasanya mempunyai tiga pilar utama, yang pertama kelenturan, yang kedua adalah power, dan yang ketiga adalah pergerakan.

Jadi dengan kita memahami ilmu beladiri lainnya, maka kita akan mengetahui bagaimana memperkuat dasar dari beladiri kita sendiri, dalam hal ini aikido.

Sejarah Aikido

Aikido adalah suatu seni beladiri yang berasal dari Negara Matahari terbit, Jepang. Teknik beladiri ini merupakan hasil karya dari Morihei Ueshiba (1883-1969) atau lebih dikenal dengan gelarnya “O-Sensei” yang berarti seorang Guru Besar.

Morihei Ueshiba merupakan seorang ahli beladiri yang juga mengerti banyak beladiri kuno Jepang lainnya misalnya, Jujutsu (seni beladiri dengan teknik grapling dan bantingan), Kenjutsu (beladirinya para tentara samurai di jaman shogun), dan Yarijutsu (sejenis ilmu bersenjata tombak bermata golok). 

Sang O-Sensei melakukan modifikasi dari berbagai ilmu beladiri tersebut dari tangan kosong sampai beladiri dengan senjata, diubah oleh O-Sensei menjadi teknik beladiri tangan kosong bernama Aikido seperti sekarang ini.

DanAikido ini masuk ke tanah air sekitar tahun 1970-1980an. Aikido mulai populer di Lampung pada tahun 2000an. 

Teknik Beladiri Aikido

Di dalam ilmu beladiri ini tidak akan pernah diajarkan bagaimana caranya menyerang lawan, baik itu dengan memukul atau menendang, tidak ada hal seperti itu dalam kurikulum pengajaran Aikido. Beladiri ini lebih mengandalkan kepada teknik pengendalian terhadap energi lawan dengan menggunakan energi sendiri atau menghindari energi lawan dengan membuangnya. Dan semua  teknik tersebut dimodifikasi dalam teknik yang dinamis dan enerjik. 

Ada banyak teknik yang akan dipelajari di beladiri ini, beberapa diantaranya  adalah tehnik penguncian terhadap persendian, melempar, membanting, dan beberapa tehnik dalam menggunakan  senjata pedang, tongkat tunggal dan pisau kayu. Keseluruhan teknik yang ada dalam Aikido bertujuan untuk melakukan pembelaan diri terhadap serangan yang datang, bukan untuk menyerang lawan. 

Jika diperhatikan, gerakan Aikido terkesan unik bin aneh, karena gerakannya bila dilihat sekilas seperti orang yang sedang menari, mungkin seperti halnya tai-chi yang lebih lembut gerakannya. Dikarenakan gerakannya itu, Aikido menjadi suatu ilmu pertahanan diri yang mematikan karena sifat gerakannya yang lembut namun mengandung energi yang besar dan bisa membuat lawan ngos-ngosan.. terkapar tidak berdaya .

Siapa yang boleh belajar Aikido?

Siapa saja yang berminat, asalkan sehat walafiat, dapat belajar aikido, laki-laki atau perempuan, anak-anak, paruh baya, siapa saja diperbolehkan berlatih ilmu beladiri tangan kosong dari Negeri Sakura ini.

Tidak ada kriteria fisik tertentu untuk ilmu beladiri yang satu ini. Yang sangat diperlukan adalah konsistensi serta niat dalam belajar dan berlatih.  

Jika sering berlatih secara konsisten disertai niat yang kuat, maka beladiri ini akan lebih menguatkan batin secara spiritual, memberikan kebugaran pada tubuh, dan menstabilkan pikiran kita. 

Sang Guru Besar mengutamakan penekanan pada moral dan kekuatan batin dalam beladiri aikido ini, serta mengutamakan  keharmonisan dan kedamaian dalam penyelesaian masalah yang sedang terjadi. Dimana maksud dari  “AIKIDO” itu sendiri berarti “The Way of Harmony” atau Jalan Menuju Keselarasan pada Alam Semesta.

Kompetisi Aikido

Jangan pernah berharap ada duel pertandingan berhadiah trophy atau piagam dalam Aikido...tidak ada ya. Beladiri ini tidak mengenal adanya kompetisi dan pertandingan, karena Aikido bukan diciptakan oleh O-Sensei untuk diturnamenkan dan bukan untuk menentukan sang juara terhebat dalam keilmuan. 

Berdasarkan pada filosofinya O-Sensei berkata “The true victory is victory over the self”, yang berarti pengontrolan diri adalah yang terpenting, jika dapat membendung segala hal yang buruk dalam diri kita, maka diri kita sendirilah menjadi pemenangnya..dalam banget ya. Hal itu berarti, jika ingin menjadi seorang pemenang, maka aikido mengajarkan untuk menjadi orang yang sabar dan bisa menjaga egoisme dalam kehidupan sehari-hari.

Tempat Latihan

Tempat latihan beladiri Aikido disebut dengan “Döjö “ yang merupakan tempat latihan dan juga untuk penempaan batin/mental seorang ahli beladiri.

Di negeri Sakura, Dojo memiliki bentuk yang khas dan sering dianggap tempat yang suci sehingga Dojo sangat dijaga kebersihan dan perawatannya oleh para murid dan sensei.

Dewasa ini, di Jepang maupun di Indonesia, tempat latihan Döjö sering dijadikan satu dengan tempat kegiatan sport lainnya misalnya fitnes center, atau kegiatan olahraga lainnya dan juga ada yang di mal pusat perbelanjaan. Sehingga kesan sakral dan arti sebenarnya dari Dojo itu sendiri sudah hilang karena sering Dojo hanya dijadikan tempat ngumpul-ngumpul bareng saja.

Tatakrama di tempat latihan

Döjö Aikido merupakan suatu tempat untuk menciptakan dan membangun suatu kelarasan atau keharmonisan dengan alam dan sesama anggota. Tujuan sebenarnya dari beladiri Aikido itu sebenarnya keselarasan dengan alam sekitar dan keharmonisan hubungan dengan sesama anggota.

Idealnya, ketika memasuki area Dojo, maka fokuskan mindset kita dalam satu kesatuan berpikir yang positif dan meninggalkan semua pikiran yang negatif sehingga tercipta rasa berterimakasih, saling menghormati dan saling mendukung dengan sesama anggota.

Tatakrama ketika berada di Dojo adalah :

- Shoshin (Beginner’s Mind) atau Cara berpikir sebagai seorang pemula.

Tanpa melihat level beladiri yang kita miliki, ketika berada di Dojo selalu dimulai dengan shosin. Bersiap diri secara mental dan fisik untuk menerima pelajaran dari sensei. Jadikan ini sebagai mindset utama kita ketika sedang berlatih, maka kita akan memahami setiap pelajaran baru yang diberikan dengan mudah.

- Zarei/Ritsurei (Bowing) atau melakukan sikap saling menghormati dengan membungkukkan badan.

Ritsurei adalah cara untuk menyatakan rasa berterima kasih serta  kerendahan hati kita, hal inilah yang akan menjadikan cara berpikir setiap anggota untuk selalu saling menghormati dan tidak sombong. Ritsurei kepada Sensei maupun kepada sesama anggota kita diiringi dengan mengucapkan” Onegai shimasu” dengan segala kerendahan hati meminta bimbingan dalam berlaih sebelum latihan dimulai dan setelah selesai latihan mengatakan ucapan “Arigatou gozaimashita” sebagai ungkapan  syukur dan rasa berterima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu terlaksananya latihan.

Sensei (Teacher) atau Guru.

Seorang pelatih biasanya disebut Sensei. Setiap pelatih harus diperlakukan dengan hormat, dengan menerapkan shosin kita akan menemukan bahwa setiap para pelatih memiliki sesuatu yang unik untuk diajarkan dalam setiap sesi pelatihannya.

Peraturan dalam latihan:

  • Tidak diperbolekan melakukan interupsi ketika pelatih sedang memberikan arahan, jika ada yang ingin ditanyakan maka dilakukan setelah pengarahan dari pelatih selesai diberikan.
  • Tidak diperbolehkan meninggalkan area latihan tanpa seizin pelatih.
  • Ketika sedang berlatih, selalu hormat menghormati antara sesama anggota dan ikuti latihan sesuai instruksi yang diberikan.
  • Silahkan mengajukan pertanyaan kepada pelatih ketika sedang berlatih, dengan catatan tidak mengganggu anggota yang lain.
  • Jangan pernah datang terlambat ke tempat latihan. Jika memang ada halangan yang tidak bisa dicegah, tunggu izin dari pelatih untuk bergabung dalam latihan.
  • Selama latihan, anggota diharuskan duduk dalam posisi berlutut (Seiza) atau juga diperbolehkan duduk dalam posisi duduk bersila (Agura). Hal yang terlarang dilakukan ketika melakukan latihan di Dojo adalah menyandarkan tubuh pada tiang atau tembok.
  • Tidak diperkenankan memakai segala aksesoris pada tangan dan jari.
  • Usahakan tubuh sudah bersih dan tidak bau agar tidak mengganggu konsentrasi anggota yang lain ketika berlatih.
  • Dilarang keras mengunyah permen karet ketika sedang berlatih.
  • Selalu bersemangat ketika berlatih sesuai dengan instruksi dari pelatih

Setiap ilmu beladiri dengan keanekaragaman gerakannya, selalu memiliki tatacaranya sendiri ketika melakukan latihan. Ingat, hormati dan junjung tinggi segala peraturan yang ada, meskipun terkadang terkesan aneh.

Alat-Alat Beladiri Aikido

Seperti halnya beladiri yang lain, Aikido juga memiliki beberapa perlengkapan yang digunakan ketika berlatih:

1) Bokken (Pedang kayu)

Pedang kayu atau Bokken ini terbuat dari bahan kayu dan didesain berbentuk pedang. Sebenarnya, asal muasalnya adalah pedang asli, yang dikenal dalam bahasa Jepangnya dengan sebutan Katana. 

Tujuannya pedang kayu ini adalah agar tidak membahayakan anggota ketika sedang berlatih. Tapi tetap efektif melumpuhkan lawan dan jika ada perampok yang ingin membegal dan menyerang Anda, segera ayunkan Bokken Anda tanpa ampun..hiiyaa..ciaat..ciaatt... 

2) Jo (Tongkat Kayu)

Selain Bokken, Aikido juga menggunakan Jo (sejenis tongkat kayu) ketika sedang berlatih. Digunakan ketika latihan berpasangan dengan anggota lainnya.

3) Tanto (Pisau Kayu)

Pisau kayu atau Tanto adalah alat beladiri Aikido yang digunakan dalam latihan pertarungan berpasangan. Tanto ini digunakan untuk melatih teknik mengambil dan mempertahankan senjata. Seperti misal ada begal yang menodongkan pisau kepada Anda, maka simulasinya ketika berlatih menggunakan Tanto.

Aikido lebih dikenal dengan teknik tangan kosongnya meskipun menggunakan beberapa alat pendukung ketika latihan, hal itu lebih dititik beratkan untuk meningkatkan semangat  dan harmonisasi dengan berbagai teknik tangan kosong yang dilatih di Aikido. 

Dalam perkelahian secara nyata,  seorang Aikidoka harus mampu mengalahkan lawannya dengan tangan kosong tanpa melukai lawan. 

Aikido lebih menitik beratkan kepada semangat cinta dan melindungi serta memberikan rasa aman pada semua ciptaan Tuhan, termasuk kepada musuh sekalipun.

Sebagaimana dikutip dari petuah sang O-Sensei “Aikido bukanlah cara untuk menghancurkan musuh. Namun merupakan sarana untuk menciptakan dunia dan membuat manusia menjadi satu keluarga yang saling menghormati”.

Petuah yang sangat mendalam dan memang seperti itu hakikatnya suatu ilmu beladiri..bukan?



It's Fun and Free to Support the Writers, Give Them a Cup of Coffee by Sharing Their Hard Work to Your Social Media. Let us Grow Together and Make more and more Creativities in Our Hands:


Comments

You must be Logged in to Post a Comment. OR Register Here for Only Less than 1 Minute!

About Author

Berbagi artikel kepada orang lain, itu menyenangkan...jika artikel itu dibaca orang lain, itu membahagiakan....

Popular This Week
Mar 6, 2020, 8:09 AM - Shinta Kusuma
Nov 4, 2019, 3:28 PM - RackTicle Manager
Jan 20, 2020, 2:24 PM - RackTicle Manager
Dec 18, 2019, 9:22 PM - Rianda Prayoga
Feb 8, 2020, 1:00 AM - Singgih Tri Widodo
Apr 15, 2020, 10:23 PM - Shinta Kusuma
Jan 8, 2020, 10:43 AM - Deni Riyandi
Recent Articles
Jun 9, 2020, 2:32 PM - Novi Kurnia
Jun 2, 2020, 3:25 PM - Deni Riyandi
Jun 2, 2020, 1:37 AM - Singgih Tri Widodo
May 23, 2020, 2:28 AM - Adre Zaif Rachman
May 23, 2020, 2:23 AM - Edin S. Djatikusuma
May 21, 2020, 1:47 AM - Rahmat Gunawan
May 21, 2020, 1:33 AM - Stephanus Putra Nurdin