[Puisi] Uphoria Sisingaan

[Puisi] Uphoria Sisingaan

Gendang ditabuh gamelan bertalu

Senja pada sebuah euphoria

Kita tlah satukan gerak

Dari niat dari tekad

Irama rancak

Menyongsong beban

Di pundakmu kau bukanlah tuan-tuan

Tapi hamba yang menjungjung tinggi titah

Mengarak sebuah prasasti janji

Hingga mencapai destinasi 

Lalu pertarungan bukanlah serupa kepalan tinju

Tapi bersatunya sebuah gerakan pencak dalam irama bersahabat

Tak terbacakah Tuan? 

Lihatlah si bocah kecil tertawa, meliukkan kedua tangannya ke udara

Wajahnya merona jingga, tersipuh sorot lembayung yang merangkak senja

Dia si kecil yang diarak para abdi

Bersatu dalam sebuah tandu

Digotong serempak, bergoyang dan bergerak dalam keseragaman laku

Langkahnya meski maju dan terkadang mundur

Tapi tak ada keraguan saat menapak 

Yakin, Pasti

Hingga tiba ke pusat sebuah euphoria

Lalu ketika tandu-tandu itu menjejak

Para hamba tersenyum…Bangga 

"Nak! Kami tlah memberimu kenangan indah hari ini

Yang akan terus membekas hingga wajah kami pudar dari album-album terlindas masa"

 

Euphoria gotong singa

menjaga semangat untuk teruskan suatu janji

yang tetap kobar dalam dada dada lain

yang paham tentang sebuah esensi

"Kemerdekaan ini bukan warisan, tapi hasil jerih payah, bulir darah dan keringat yang tak terhitung"

 

***

SISINGAAN merupakan salah satu kesenian tradisional yang berasal dari Kabupaten Subang. Salah satu kabupaten di Jawa barat yang juga terkenal sebagai penghasil komoditi buah Ganas dan rambutan. Sisingaan, kesenian adalah hiburan dari perpaduan tabuhan, tarian dan ada barang yang ditandu yaitu berupa patung singa dari kayu, dengan diberi alat gotong di keempat sisinya. Satu tandu digotong oleh empat orang. Biasanya, seni gotong singa ini ditanggap paling sedikit satu pasang. (Dua tandu singa). Di atas punggung singa ditumpangi oleh satu orang anak/penunggang.

Kesenian gotong singa merupakan ciri khas dan kebanggan kota Subang yang dilatarbelakangi dari simbol sebuah perjuangan. Di dalam perkembangannya, kesenian gotong Singa marak oleh modifikasi dari hwan yang dijadikan simbol dan nama itu sendiri. Pada akhirnya, bukan Hewan Singa yang menjadi ikon. Kesenian yang juga disebut odong-odong itu jadi berubah oleh patung burung, naga atau sebuah tandu/singgasana raja. 



It's Fun and Free to Support the Writers, Give Them a Cup of Coffee by Sharing Their Hard Work to Your Social Media. Let us Grow Together and Make more and more Creativities in Our Hands:


Comments

You must be Logged in to Post a Comment. OR Register Here for Only Less than 1 Minute!

Related Articles
Aug 5, 2020, 12:24 AM - Akhmad Fauzi
Jun 9, 2020, 2:32 PM - Novi Kurnia
May 20, 2020, 1:47 PM - Novi Kurnia
Apr 26, 2020, 11:45 PM - Stephanus Putra Nurdin
Feb 16, 2020, 7:53 PM - Akhmad Fauzi
Feb 4, 2020, 1:16 PM - Runengsih
Feb 1, 2020, 12:54 AM - Arnoldus Suluh Dwi Candra
Jan 30, 2020, 12:51 PM - Prisma Vista Sari
Jan 30, 2020, 9:39 AM - Arnoldus Suluh Dwi Candra
Jan 26, 2020, 9:25 PM - Akhmad Fauzi
About Author
Popular This Week
Mar 6, 2020, 8:09 AM - Shinta Kusuma
Nov 4, 2019, 3:28 PM - RackTicle Manager
Jan 20, 2020, 2:24 PM - RackTicle Manager
Dec 18, 2019, 9:22 PM - Rianda Prayoga
Feb 8, 2020, 1:00 AM - Singgih Tri Widodo
Jan 8, 2020, 10:43 AM - Deni Riyandi
Mar 18, 2020, 9:15 PM - Singgih Tri Widodo
Recent Articles
Aug 8, 2020, 9:28 PM - Singgih Tri Widodo
Aug 5, 2020, 8:06 PM - Siti Mahmudah Solikatun Kasanah
Aug 5, 2020, 7:26 PM - Shinta Kusuma
Aug 5, 2020, 12:31 AM - Singgih Tri Widodo
Aug 5, 2020, 12:28 AM - Adre Zaif Rachman