Puasa Syawal sebagai Gaya Hidup Baru setelah Puasa Ramadhan

Puasa Syawal sebagai Gaya Hidup Baru setelah Puasa Ramadhan

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh... Rahayu....

Hari ini saya menuliskan artikel tentang puasa syawal sebagai gaya hidup baru setelah puasa ramadhan. Oke, sebelum kita lanjut, saya akan membahas kenapa saya memilih puasa syawal. Karena, puasa syawal adalah puasa yang dilakukan di bulan syawal. Yang merupakan bulan setelah bulan ramadhan. Nah, kenapa saya menyebutnya sebagai gaya hidup baru? Ya jelas, karena kita sudah menekan diri kita selama 1 bulan, dan tugas kita yang paling nyata adalah, melanjutkan kehidupan kita yang telah kita lalui selama 30 hari di bulan Ramadhan, yaitu di bulan Syawal. 

Nah itulah alasan saya kenapa saya memilih judul Puasa Syawal sebagai Gaya Hidup Baru setelah Puasa Ramadhan.

Jadi, selama 30 hari kita telah berpuasa, ada beberapa poin yang bisa kita raih untuk menjadi pribadi yang lebih positif. Apakah itu? Baiklah, saya akan menjelaskan per poin saja.

1. Mampu menahan lapar

Tahukah anda, leluhur kita dahulu mampu tidak makan hingga 40 hari? Mungkin anda sebagian kaget membaca hal ini. Tapi kalau tidak percaya, cobalah tanyakan kepada buyut anda yang masih ada saat ini..... Lantas kenapa? Yaa,,,, jelas mereka pasti punya tujuan tertentu hingga tidak makan sampai 40 hari,,, dan itu dapat mereka capai. Nah, kita yang 1 hari kurang saja tidak makan saja masih lemah. Heheheheh.... Tapi disini bukan itu yang akan saya bahas. Saya hanya ingin kita semua menyadari, apa yang dimasukkan ke dalam tubuh, maka akan menjadi bagian dari tubuh. Kalau orang dulu, mungkin makannya itu itu saja. Apa yang ada di alam, maka itulah yang langsung bisa dikonsumsi. Sekarang? Sudah bermacam macam. Ada yang instant, ada yang aneh, dan lain sebagainya. Yang membuat tubuh kita malah tidak sejalan dengan "nafas alam". Akhirnya apa? Kita hanya lebih sering malas malasan, tidak ada kemajuan hidup, tidak ada perkembangan hidup, lemah, dan lain sebagainya. Bukan malah lebih baik. Sehingga, dengan mampu menahan lapar, kita juga akan mampu menahan apa yang akan masuk ke dalam tubuh. Sehingga potensi tubuh "dirusak" oleh makanan akan semakin kecil. 

Selain karena apa yang masuk ke tubuh, dengan menahan lapar, kita akan terbiasa lapar. Karena dengan lapar, artinya tubuh sedang melakukan sebuah proses yang baik untuk tubuh. Misal, lemak yang ada akan dipecah untuk energi tubuh. 

Dan ketika tubuh lemah, maka kita sebenarnya akan mudah merasakan pusaran energi di tubuh kita. Apakah kuat, apakah lemah.... Nah beda kalau sudah kenyang saat makan. Coba aja kalo yang lagi lapar dan semangat belajar, pasti kalo sudah makan banyak, langsung jadi bego. heheheheh............

Nah itu dia kelebihan dari yang mampu menahan lapar.....

2. Mampu menahan emosi

Nah,,, ini yang seru. Di bulan puasa kita sering dengar kalau puasa trus marah marah maka puasa kita akan jadi kurang pahalanya. Betul? Kalau salah koreksinya ya hehee.... Nah, tentu orang gak mau pahalanya kurang kan? Sehingga dia sebisa mungkin menjaga amarahnya. Tapi ini ada jeleknya juga, kalau dia menahan yang bener bener menahan, dalam artian dia mengekang emosinya, memendam, bagai merebus air di panci lalu menutupnya selamanya....... Apa yang akan terjadi? ya jelas... mungkin suatu saat akan meledak jika apinya nyala terus, bila mati ya engga. Dalam hal ini, bila seseorang terus terusan emosi, maka suatu saat akan muncul penyakit psikosomatis (hasil dari ledakan emosi yang dipendam terus menerus). Kecuali dia telah memaafkan (mematikan apinya) dan menerima apa yang telah dia hadapi saat ini (membuka penutup pancinya).

3. Mampu berbuat baik

Nah, yang serunya lagi, kita kadang saat berpuasa, diajak berlomba berbuat kebaikan. Misal membaca kitab, ibadah, membantu orang. Karena apa? Karena pahalanya dobel. Hehehe.... Jadi, kalau pas puasa sudah sering berbuat baik, harusnya setelah puasa, mampu dengan mudah mempertahankan hal kebaikan tersebut.

Nah 3 hal ini harusnya bisa kita lakukan di bulan Syawal. Apalagi puasa syawal. Harusnya memang lebih mudah. Tapi bisa jadi juga lebih susah. Kenapa? Karena godaannya begitu besar. 

Kenapa bisa mudah? Karena selama 30 hari kita berpuasa, berbuat baik, menahan emosi, tentunya akan terbentuk di dalam tubuh kita sebuah data baru. Yang akan membuat tubuh kita jadi baru. Tubuh baru maksudnya adalah bukan ada sayap ada mata jadi 3, dan lain sebagainya. Tapi respon tubuh baru. Misal, yang dulunya suka sakit magh, akan kembali sehat setelah berpuasa selama 30 hari. Yang tadinya susah bangun malam untuk tahajjud, maka akan dengan mudah bangun malam karena terbiasa sahur saat puasa ramadhan. Yang tadinya susah menahan emosi, maka di bulan syawal, yang juga semua bulan nantinya, akan dengan mudah mampu mengelola emosi kita. 

Dan kenapa juga saya bisa sebut hal itu adalah susah? Ya jelas. Karena kita sendirian. Yang lain pada makan, kita puasa syawal sendirian. Itu kalau kita bicara soal puasa syawal. Tapi soal kebaikan lainnya pun jadi rumit. kenapa? Kalau yang standarnya adalah nyari pahala dobel. ya jelas. Karena pada hari hari biasa, maka pahalanya juga biasa, gak dobel. Akhirnya cuma berbuat kebaikan karena alasan tertentu. Alias gak ikhlas wakakakakak............

Oke,,, puasa syawal... Ini adalah puasa lanjutan setelah idul fitri. Biasanya 10 hari. Bagi yang menjalankan puasa syawal ini, saya yakin sekali, ada beberapa poin diatas yang memang dia aplikasikan benar benar ke dalam kehidupannya. Misal mampu menahan lapar dan emosi. Ya, bagi yang susah, pasti tentunya akan susah juga untuk menjalankan ibadah puasa syawal. Padahal, kan cuma puasa, tinggal tahan sebentar saja. Tapi, kok masih ada aja ya yang kesusahan menjalankan ibadah puasa syawal?

Yah, kalau saya pribadi, seperti yang saya tulis diatas. Memang gampang rumit. Kenapa? Gampangnya karena memang sudah terbiasa selama 30 hari berpuasa. Rumitnya adalah kita puasa sendirian. Kalau beneran sendirian sih gak masalah, tapi kadang orang sekitar kita itu yang gak puasa bikin ngiler liat dia makan wakwkwkwk... Tapi ... bagi yang imannya udah terlanjut kuat, pasti oke saja walaupun ada banyak orang makan makanan enak di depannya, walaupun banyak orang pake baju seksi di depannya, dia tetap tidak tergiur. Tetap tenang dan stabil. Inilah keberhasilan dalam berpuasa. 

Namun, ada saatnya, kita akan menjadi lebih sulit lagi di level selanjutnya. Tapi kita tidak akan bahas disini, karena kita hanya membahas batasan soal puasa syawal. Oke, sekarang anda semua, sudah siap dalam menjalankan ibadah puasa syawal? Kenapa? 

Yakinkan dirimu bahwa dirimu adalah benar suci bersih daripada sebelum ramadhan. Kalau iya, dan kamu menjalankan ibadah puasa syawal, berarti dirimu memang benar telah berubah. Jika belum, mungkin kamu masih ada tersangkut paut keikhlasan dalam beribadah dalam bulan ramadhan.

Oke sekian dulu artikel saya kali ini. Semoga bermanfaat....

Salam SESAT... (Satu kESATuan)



It's Fun and Free to Support the Writers, Give Them a Cup of Coffee by Sharing Their Hard Work to Your Social Media. Let us Grow Together and Make more and more Creativities in Our Hands:


Comments

You must be Logged in to Post a Comment. OR Register Here for Only Less than 1 Minute!

About Author

Konsultan Penyembuhan Ajaib

Popular This Week
Recent Articles
Jun 9, 2020, 2:32 PM - Novi Kurnia
Jun 2, 2020, 3:25 PM - Deni Riyandi
Jun 2, 2020, 1:37 AM - Singgih Tri Widodo
May 23, 2020, 2:28 AM - Adre Zaif Rachman
May 23, 2020, 2:23 AM - Edin S. Djatikusuma
May 21, 2020, 1:47 AM - Rahmat Gunawan
May 21, 2020, 1:33 AM - Stephanus Putra Nurdin