Pria yang Bosan

Pria yang Bosan

Ada seorang pria, pria yang berada di rumahnya yang berwarna menenangkan dan enak dipandang dengan teras dan petak tanaman yang menumbuhkan segala jenis tanaman hias yang semakin menmperindah rumah pria tersebut, hanya saja suasana di dalam rumah pria tersebut tidak begitu menyenangkan. Pria ini mengalami hal yang sangat tidak menyenangkan, dia mengalami kebosanan.

Ya, ada seseorang yang berkata kebosanan dapat membunuhmu. Tentu saja tidak ada yang tahu pasti siapa orang pertama yang menngatakannya tapi banyak sekali yang mempercayai kalimat tersebut, salah satunya pria yang bosan tersebut. Dirinya merasa sangat bosan sampai dia berpikir bahwa dia sudah menjadi mayat, tidak bergerak, tidak bersemangat. Di tengah-tengah kebosanannya tersebut dia terpikirkan suatu hal untuk mengusir kebosanan.

Bagaimana jika aku membaca buku yang belum pernah kubaca, begitu pikirnya. Beranjaklah dirinya dari sofa nyaman nan empuk yang menemaninya mendengarkan suara dari televisi menuju sebuah rak kayu dengan beberapa laci di badannya. Ditelusurilah rak tersebut dengan matanya yang sigap mencari kehidupan salah satu buku yang terjebak di dalam rak tersebut. Setelah dirinya berhasil mengunci targetnya, tangannya bergerak meraih mangsa yang sudah diintainya.

Dikeluarkannyalah sebuah buku tua dengan warna yang sudah pudar menjadi warna kelabu. Dirinya melihat judul daripada buku tersebut tetapi usahanya sia-sia, buku tersebut sudah terlalu lama tersimpan sampai tulisan di atas sampul buku tersebut hilang dimakan waktu. Namun pria tersebut tidak memperdulikannya asalkan dia bisa menghilangkan rasa bosan yang mengelilinginya.

Kembalilah pria itu ke sofa empuk dan nyaman itu, dia terduduk mengikuti bentuk sofa yang sudah di dudukinya bertahun-tahun. Dibukanya sampul buku tersebut menuju halaman pertama. Baru saja akan membuka halaman kedua, tiba-tiba jari pria tersebut tergores pinggiran kertas yang anehnya sangat tajam tersebut. Darah menetes pada lembaran kertas buku tersebut dari luka dijarinya yang hanya beberapa senti panjangnya.

Dari tetesan darah pria itu, bukunya bergetar, melayang, terbang ke semua sudut rumah seperti burung yang terjebak dan hendak kabur, semuanya sangat kacau. Pria tersebut hanya bisa merapatkan dirinya ke lantai menghindari kepalanya terhantam buku yang sedang menggila itu sambil melindungi kepalanya dengan tangan. Semuanya terjadi sangat cepat begitu pula keheningan yang datang sesaat setelah buku tersebut berhenti terbang kesana-kemari.

Pertanyaan memenuhi pikiran pria tersebut terlihat di wajahnya yang penuh kebingungan. Apa yang baru saja terjadi, di pikirannya mulai terlintas pertanyaan yang tidak diucapkannya karena masih terlalu terkejut dengan yang terjadi. Pria tersebut terlarut dalam pertanyaan hingga buku itu kembali bergerak, kali ini buku tersebut hanya melayang setinggi dada pria tersebut dengan cahaya merah berasal dari bawah. Pertanyaan kembali memenuhi isi kepala pria itu setelah sesaat pikirannya teralihkan.

Apa yang sedang terjadi? Batinnya mempertanyakan fenomena aneh yang terjadi tepat di depan matanya itu. Pria itu berusaha mendekati buku tersebut yang melayang dan terbuka pada salah satu halaman walaupun tubuhnya menjeritkan bahaya kepadanya. Dilihatnya halaman yang terbuka itu, sekarang dia bisa membaca isi dari buku tersebut. Dibacakannya kalimat tersebut di dalam hati. Tidak ada yang terjadi. Dicobanya lagi, kali ini dia membacakannya dengan lantang.

Tiba-tiba pijakannya bergetar, angin bertiup dari segala arah, tanah dibawah buku itu mulai terbelah dari retakkan kecil. Sebuah tangan merayap keluar dengan susahnya membawa badannya ke atas. Waktu terasa terhenti, pria tersebut hanya mematung memperhatikan sebuah mahkluk berusaha muncul dari tanah. Pria tersebut tidak dapat mendengar suara apapun selain teriakkan memekikkan telinga yang terdengar kesakitan dan putus asa yang memenuhi rumahnya tersebut. Anehnya tidak ada seorang pun diluar rumahnya yang mendengar teriakan-teriakan ini.

Makhluk misterius itu sudah sepenuhnya keluar dari bawah tanah yang sekarang tertutup tanpa ada tanda pernah terbelah. Mahkluk misterius sangatlah misterius, rupanya seperti manusia hanya saja kulitnya sangat putih terlihat seperti transparan, rambut hitam panjang yang tidak biasa serta tidak adanya tanda genus atau jenis kelamin. Mahkluk misterius tidak berbusana tersebut memperhatikan pria yang masih terpaku menatapnya kemudian membalut dirinya dengan pakaian yang mengikuti gaya berpakaian pria itu.

Mahkluk misterius itu mulai memperkenalkan dirinya dan bersikap senyaman mungkin di rumah pria itu layaknya rumah sendiri, bahkan ia menyajikan teh kepada pria itu. Mahkluk itu mengatakan kalau dirinya adalah titisan raja neraka yang telah dipanggil pria itu dengan darahnya. Walau pria tersebut masih setengah sadar tapi dia mengerti kalau mahkluk tersebut bisa mengabulkan segala permintaannya. Pria tersebut meminta agar dirinya tidak bosan sesuai dengan tujuan awalnya membaca buku yang ternyata memanggil sebuah mahkluk.

Sayangnya pria tersebut tidak berbicara dengan detail apa yang dia inginkan agar tidak bosan. Sekarang dunia sedang diambang kehancuran karena makhluk tersebut melakukan apa yang menurutnya dapat mengusir kebosanan pria tersebut juga karena dirinya adalah titisan raja neraka yang senang melihat penderitaan mahkluk lain. Mahkluk tersebut memanggil mahkluk lainnya dari bawah tanah untuk merusak dan menghancurkan umat manusia. Didalam pikiran pria tersebut hanya ada penyesalan karena telah membuat permintaan yang menghancurkan dunia. Ironis.

Jangan membuat permintaan lalu menghancurkan dunia hanya karena kalian bosan, bacalah artikel bermanfaat atau berolahraga untuk menghilangkan bosan.



It's Fun and Free to Support the Writers, Give Them a Cup of Coffee by Sharing Their Hard Work to Your Social Media. Let us Grow Together and Make more and more Creativities in Our Hands:


Comments

You must be Logged in to Post a Comment. OR Register Here for Only Less than 1 Minute!

About Author
Popular This Week
Mar 6, 2020, 8:09 AM - Shinta Kusuma
Nov 4, 2019, 3:28 PM - RackTicle Manager
Dec 18, 2019, 9:22 PM - Rianda Prayoga
Jan 20, 2020, 2:24 PM - RackTicle Manager
May 23, 2020, 2:23 AM - Edin S. Djatikusuma
Feb 8, 2020, 1:00 AM - Singgih Tri Widodo
Feb 7, 2020, 12:42 AM - Dzabillah Widza Rahmania
Feb 7, 2020, 1:22 AM - Singgih Tri Widodo
Mar 18, 2020, 9:15 PM - Singgih Tri Widodo
Recent Articles
Aug 15, 2020, 11:04 AM - Akhmad Fauzi
Aug 14, 2020, 12:49 PM - celina lovinri
Aug 11, 2020, 5:57 PM - Pone Kamaruddin
Aug 10, 2020, 7:34 AM - celina lovinri
Aug 8, 2020, 9:28 PM - Singgih Tri Widodo
Aug 5, 2020, 8:06 PM - Siti Mahmudah Solikatun Kasanah
Aug 5, 2020, 7:26 PM - Shinta Kusuma