Polisi Gadungan Cabuli Anak Dibawah Umur

Polisi Gadungan Cabuli Anak Dibawah Umur

Satuan Reskrim Polres Ketapang berhasil mengamankan  polisi gadungan yang diduga telah melakukan tindak pidana pencabulan  anak dibawah umur.

Pelaku bernama  FH  Pemuda pengangguran  berasal  dari Kecamatan Pulau Maya Kabupaten Kayong Utara ini diamankan di areal Lobby Hotel Borneo Ketapang pada Rabu (25/12), Pukul 00.30 Wib, karena diduga kuat telah melakukan pencabulan terhadap korban berinisial AH, seorang pelajar yang masih berusia 16 tahun Ketapang.

Kapolres Ketapang AKBP RS. Handoyo, S.I.K.,M.Si. melalui Paur Humas Polres Ketapang IPDA Matalip mengatakan   pelaku tersebut diduga telah melakukan pencabulan kepada korban dengan modus mengaku sebagai anggota Polisi kepada korban yang malang tersebut.

Dimulai dari perkenalan singkat antara pelaku dan korban melalui aplikasi percakapan whatsapp, pelaku mengaku sebagai salah satu anggota POLSEK Marau dan mengajak korban bertemu di Kota Ketapang.

“Iya, sekitar  November 2019 lalu, pelaku  mengaku sebagai anggota Polsek Marau dan mengajak korban bertemu melalui  WA, lalu pada hari selasa 24 Desember 2019 kemarin sekitar pukul 06.30 wib, pelaku menjemput korban di rumah orang tua korban yang berada di Jalan Restu Ibu Gg Masidin Kelurahan Sampit Kecamatan Delta Pawan, ingin mengajak korban sarapan pagi,” Ungkap IPDA Matalip.

Selanjutnya,  dihari itu pelaku mengajak korban menginap di penginapan Pawan Biru di Ketapang. Dengan nafsu bejatnya,  pelaku mengajak tersangka untuk  hubungan badan, sempat  korban menolak, namun karena pelaku berjanji akan bertanggung jawab, sehingga korban pun mau untuk melakukan perbuatan yang dilarang agama tersebut.

Dari keterangan korban, pelaku mengajak  berhubungan badan sebanyak 3 kali. Setelah puas melakukan perbuatannya kepada korban, pelaku lalu memesan Ojek Online untuk mengantarkan korban kembali ke rumahnya. 

Sesampainya dirumah, korban pun menceritakan peristiwa yang dialaminya kepada orang tua korban, Orang tua korban  terkejut mendengar kesaksian korban dan  langsung mendatangi POLRES Ketapang untuk membuat laporan. Tak lama berselang  pelakupun berhasil di tangkap tim Reskrim Polres Ketapang di areal lobby hotel borneo ketapang pada hari rabu 25 desember 2019, pukul 00.30 wib dini hari.

"Tanggal 24 Desember 2019, Pelaku kita amankan di areal hotel Borneo Ketapang berikut barang bukti berupa 1  helai baju lengan panjang warna biru, 1 helai Jilbab warna hitam korban, 1 helai pakaian dalam, kini pelaku beserta barang bukti telah kita bawa ke Polres Ketapang". 

Pelaku dikenakan  Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak,  Pasal 76D yaitu setiap orang dilarang melakukan Kekerasan atau ancaman Kekerasan memaksa Anak melakukan persetubuhan dengannya atau dengan orang lain dipidana dengan pidana penjara paling singkat lima tahun dan paling lama lima belas  tahun," kata matalip di Ketapang.



It's Fun and Free to Support the Writers, Give Them a Cup of Coffee by Sharing Their Hard Work to Your Social Media. Let us Grow Together and Make more and more Creativities in Our Hands:


Comments

You must be Logged in to Post a Comment. OR Register Here for Only Less than 1 Minute!

About Author
Popular This Week
Feb 23, 2020, 7:27 PM - Maman suherman
Feb 17, 2020, 9:08 PM - Bram Asta
Feb 21, 2020, 11:54 PM - RackTicle Manager
Feb 7, 2020, 1:22 AM - Singgih Tri Widodo
Jan 7, 2020, 2:10 PM - Bayu Rinaldhi
Feb 17, 2020, 12:19 AM - Nabila Afira quraina