Plus Minus Artikel Panjang dan Pendek, Lebih Bagus Mana?

Plus Minus Artikel Panjang dan Pendek, Lebih Bagus Mana?

Bicara artikel panjang maupun pendek, bagus yang mana? Jelas kalau di RackTicle jenis artikel panjang lebih bagus, jika ditinjau dari penghasilan. Tapi secara umum, sesungguhnya lebih bagus membuat artikel panjang atau pendek?

Untuk menjawab pertanyaan demikian. Mesti dianalisa dari berbagai sudut. Dari segi kepraktisan membaca, memudahkan pembaca mendapat informasi, mesin pencari dan penulisnya sendiri. Berikut ini sedikit analisa plus dan minus dalam membuat artikel panjang atau pendek.

Namun sebelumnya kita pahami dulu apa yang dimaksud artikel panjang dan pendek diartikel ini. Artikel disini diartikan sebagai karangan faktual secara lengkap yang sering kita lihat di media online, blog maupun berupa media cetak. Tujuannya untuk menyampaikan sebuah informasi berupa gagasan dan fakta yang mendidik dan menghibur.

Panjang pendek artikel disini maksudnya diukur dari jumlah kata. Umumnya artikel terdiri dari 300-400 kata. Dalam kondisi tertentu disebuah website artikel bisa berjumlah 100 kata saja. Bisa juga disebut artikel pendek.

Tergantung media penerbitnya. Disejumlah media online juga sering didapati artikel-artikel pendek. Sementara di RackTicle sendiri menganjurkan penulisnya untuk membuat artikel sepanjang diatas 1000 kata agar mendapat bonus. Oia, sekedar informasi buat yang belum tahu, RackTicle merupakan media atau platform yang memberi kesempatan untuk siapapun membuat artikel dan dibayar.

Oke, sekarang langsung saja kita menimbang-nimbang baik-buruknya artikel panjang dan pendek.

Artikel pendek disukai pembaca sekaligus membingungkan

Salah satu tujuan dibuatnya artikel pendek yaitu agar memudahkan pembaca untuk menemukan informasi dari artikel yang dibaca. Seringkas dan sepadat mungkin isi artikel, semakin mudah juga pembaca memahami isi artikel.

Mengingat minat baca masyarakat Indonesia yang masih minim. Artikel pendek dan ringkas rasanya cocok, untuk meminimalkan resiko gagal paham dari pembaca.

Namun dilain sisi, artikel dengan jumlah kata singkat justru terkadang dimanfaatkan untuk perbuatan Click Bait. Judulnya saja yang boombastis, namun isi artikel tidak utuh. Pembaca harus membuka beberapa artikel agar bisa memahami topik yang dimaksud.

Miris juga ketika pembaca yang sebenarnya masih suka baca judulnya saja, malah harus direpotkan dengan artikel "berantai" kalau bisa disebutnya begitu. Membingungkan.

Tapi bagaimanapun juga, panjang maupun pendeknya sebuah artikel. Akan terasa sama saja bagi pembaca malas yang lebih suka baca judulnya saja.

Memudahkan penulis artikel, tapi bikin malas

Bagi penulis atau blogger, membuat artikel pendek bisa dibilang sangat memudahkan pekerjaan. Sesegera mungkin merilis artikel, artinya lebih cepat mendapatkan views atau pembaca. Apalagi artikel dipecah menjadi beberapa post. Tentu akan mendapat lebih banyak klik, statistik dan bagus untuk pendapatan dari iklan.

Tapi minusnya, keseringan membuat artikel pendek jadi bikin malas. Dalam arti artikel pendek yang tidak lengkap. Maksudnya artikel yang alakadarnya saja, minim isi didalam artikel. "Malas" disini yaitu malas menulis dengan serius, tidak menggali materi lebih dalam lagi, ya pokoknya sekedar saja.

Artikel panjang dan pendek dimata mesin pencari.

Sayangnya mesin pencari lebih suka artikel dengan jumlah kata yang banyak. Sampai 2000 kata lebih bagus. Sedikit kabar buruk untuk kamu yang terbiasa menulis artikel pendek sepetinya. Dengan logika, artikel yang panjang maka lebih banyak konten yang bisa dirayapi mesin pencari.

Tapi ini bukan sepenuh kabar buruk. Optimasi mesin pencari tentunya bukan cuma dengan memperpanjang artikel. Lagipula, SEO bukan segalanya untuk menarik banyak pembaca. Asalkan kita pandai memanfaatkan "kata kunci" yang tengah viral dan punya follower yang banyak.

Kalau dulu ada istilah "content is king, blogwalking is queen". Maka bisa ditambahkan "sosmed is prince".

Baiklah langsung saja disimpulkan plus dan minus antara artikel pendek dan panjang. Pada akhirnya kesimpulannya menjadi klise, yakni relatif. Tergantung kebutuhan.

Artikel panjang memang bagus. Memudahkan pembaca dalam membaca artikel dalam satu halaman. Dan mendapat materi yang utuh. Sekalipun gak dibaca semua, setidaknya sudah mencukupi informasi yang didapat pembaca.

Namun yang perlu diperhatikan dari artikel panjang ialah tetap memudahkan pembaca memahami isi artikel. Menyajikan artikel dengan sub-judul, poin per poin, paragraf yang ringkas atau sebagaimana kita kenal dengan listicle.

Tidak peduli lagi panjang dan pendeknya artikel, tetap tidak bisa kita pastikan apalagi paksakan pembaca untuk membaca artikel sampai habis. Beberapa pembaca hanya membaca informasi yang ingin dicarinya saja pada artikel. Maka itu penting untuk membuat artikel yang memudahkan pembaca untuk lebih cepat mengambil informasi yang diperlukan dari artikel. Alih-alih mendebatkan mana yang lebih baik antara artikel panjang dan pendek.



It's Fun and Free to Support the Writers, Give Them a Cup of Coffee by Sharing Their Hard Work to Your Social Media. Let us Grow Together and Make more and more Creativities in Our Hands:


Comments

You must be Logged in to Post a Comment. OR Register Here for Only Less than 1 Minute!

About Author

LUV LUV LUV

Popular This Week
Mar 6, 2020, 8:09 AM - Shinta Kusuma
Nov 4, 2019, 3:28 PM - RackTicle Manager
Dec 18, 2019, 9:22 PM - Rianda Prayoga
Feb 8, 2020, 1:00 AM - Singgih Tri Widodo
Jan 20, 2020, 2:24 PM - RackTicle Manager
Dec 24, 2019, 10:26 AM - Eka Kusumaningrum
Recent Articles
Aug 15, 2020, 11:04 AM - Akhmad Fauzi
Aug 14, 2020, 12:49 PM - celina lovinri
Aug 11, 2020, 5:57 PM - Pone Kamaruddin
Aug 10, 2020, 7:34 AM - celina lovinri
Aug 8, 2020, 9:28 PM - Singgih Tri Widodo
Aug 5, 2020, 8:06 PM - Siti Mahmudah Solikatun Kasanah
Aug 5, 2020, 7:26 PM - Shinta Kusuma