Pisah Sambut Pejabat Ogan Komering Ilir (OKI), SUMSEL, Antara Harapan dan Tantangan

Pisah Sambut Pejabat Ogan Komering Ilir (OKI), SUMSEL, Antara Harapan dan Tantangan

Pada Minggu pertama bulan Januari ini, banyak dinas yang ada di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ogan Komering Ilir (OKI), Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), menggelar kegiatan pisah sambut para pejabat. Dari pejabat lama kepada pejabat yang baru. Ada yang langsung menjabat sebagai pejabat tetap (pj) ada yang yang menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) sebagai kepala dinas di suatu instansi.

Pisah sambut pejabat ini menyusul setelah sebelumnya Bupati Ogan Komering Ilir (OKI), Iskandar SE menggelar pergantian pejabat di lingkungan Pemkab OKI. Memang pergantian pejabat kali ini berbeda dari biasanya. Pasalnya, jika selama ini Pemkab OKI melaksanakan pelantikan pada siang hari, atau biasa disebut Jum’at keramat. Namun, kali ini pelantikan digelar pada malam hari pergantian tahun baru 2020. Selain dinilai unik, pelaksanaan pergantian pejabat ini juga dinilai sangat mengejutkan semua pihak. Sebab banyak kepala dinas yang tak lagi menjabat. Bahkan mereka menempati posisi ‘bangku panjang’ alias non job.

Belum diketahui secara pasti apa penyebab para pejabat eselon II di lingkungan Pemkab OKI, banyak yang “diparkirkan”, sehingga non job. Namun, tentunya kita sepakat jika pergantian pejabat yang dilakukan oleh Bupati sebagai orang nomor satu di Bumi Bende Seguguk, adalah sebagai upaya penyegaran sekaligus promosi jabatan serta evaluasi dari kinerja selama ini yang telah dilakukan kepala dinas tersebut. Pastinya, kami berpendapat Bupati melakukan rotasi jabatan juga dimaksudkan agar percepatan pembangunan program yang selama ini telah dicanangkan oleh Bupati OKI, untuk kesejahteraan masyarakat. Oleh sebab itu, tak heran jika Bupati OKI, Iskandar SE meminta kepada pejabat yang ada di Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk bergerak cepat dan merealisasikan belanja daerah demi kesejahteraan masyarakat, sehingga anggaran cepat terserap. Imbauan ini disampaikan saat penyerahaan Dokumen Pelaksana Anggaran (DPA) baru-baru ini.

Lalu, bagaimana dengan pejabat yang baru dan kini tengah melaksanakan pisah sambut. Saya berpendapat ada sejumlah harapan dan tantangan yang akan dihadapi oleh pejabat yang melaksanakan kegiatan pisah sambut jabatan. Jika memang pejabat yang menempati posisi jabatan lebih tinggi dari sebelumnya. Artinya naik jabatan dari Kepala Bidang (kabid) menjadi Kepala Dinas (Kadis), maka mereka akan meneruskan program yang memang dinilai selama ini baik dan melakukan pembenahaan jika memang masih perlu diperbaiki. Namun, bagi pejabat yang menempati posisi jabatan baru. Artinya berpindah dinas dari yang satu ke dinas yang lain, maka jika disiplin ilmu yang dimilikinya tentunya telah memiliki konsep untuk upaya percepatan program pembangunan Bupati yang telah tertuang dalam visi dan misi serta RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah).

Sebaliknya jika seorang pejabat yang tak memiliki disiplin berpindah ke dinas lain, maka pejabat yang dimaksudkan tentunya akan melakukan adaptasi dan belajar lagi. Oleh sebab itu, pisah sambut pejabat ini antara harapan dan tantangan bagi seorang kepala dinas khususnya. Harapan semuanya tentunya kita ingin lebih baik dan mampu menyelesaikan persoalan yang selama ini dihadapi oleh pemerintah. Tantangannya adalah Sumber Daya Manusia (SDM) di suatu dinas juga menjadi salah satu penentu. Sebab seorang kepala dinas tentu tidak akan dapat bekerja dengan maksimal tanpa adanya dukungan SDM yang handal. Masak semuanya harus dilakukan seorang diri oleh kepala dinas tentu tidak mungkin. Jika memang terkendal maka solusinya adalah kepala dinas sebagai pimpinan tertinggi disuatu dinas maka akan memilih konsultan sebagai pendampingan progam sehingga program yang direncanakan dapat berjalan dengan baik.

Tantangan lainnya, adalah minimnya anggaran daerah yang dimiliki tentu juga akan berpengaruh. Sebab seorang kepala dinas dituntut untuk mampu menciptakan program sehingga dapat “menarik” anggaran ke daerah. Atau membuat program lain yang melibatkan pihak ketiga sehingga dapat menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Intinya adalah pergantian pejabat yang dilakukan adalah baik, asalkan pergantian tidak dilakukan lantaran suka dan tidak suka. Atau lantaran tim sukses dan bukan tim sukses. Jika niatnya untuk pembangunan kita yakin, penempatan personil jabatan akan sesuai dengan disiplin ilmu dan kompetensi yang dimiliki seseorang.



It's Fun and Free to Support the Writers, Give Them a Cup of Coffee by Sharing Their Hard Work to Your Social Media. Let us Grow Together and Make more and more Creativities in Our Hands:


Comments

You must be Logged in to Post a Comment. OR Register Here for Only Less than 1 Minute!

OR

About Author
Popular This Week
Feb 23, 2020, 7:27 PM - Maman suherman
Feb 17, 2020, 12:19 AM - Nabila Afira quraina
Feb 17, 2020, 9:08 PM - Bram Asta
Feb 21, 2020, 11:54 PM - RackTicle Manager
Feb 7, 2020, 1:22 AM - Singgih Tri Widodo