Permainan Gasing Masih Digemari Anak - Anak di Kayong Utara

Permainan Gasing Masih Digemari Anak - Anak di Kayong Utara

Simpang Hilir - Sebagian dari anak - anak  zaman sekarang mungkin mengisi waktu bermainnya dengan gadgetnya masing - masing untuk bermain game atau pun menonton film kesukaaanya, hal itu pun dianggap biasa bagi sebagian orangtuanya, ada yang beranggapan yang penting anak - anaknya tidak bermain diluar rumah. Namun hal tersebut tidak berlaku untuk Lutfi, Sahrol dan Muhammad Sahroni, usai jam sekolah dan makan siang. Tiga anak yang baru duduk di Sekolah Dasar di salah satu sekolah negeri  Kecamatan Simpang Hilir itu langsung bergegas mengambil gasing dan talinya yang ia beli dari orang yang tak jauh dari rumahnya.

Ketika ditanya kenapa masih mau bermain permainan tradisional itu, dengan polos salah satu dari mereka berujar, lebih seru main gasing dari pada  bermain  gadget karena bisa bertemu dengan kawan sebayanya.

"Seru gak maen gasing dari pade maen hp t, bise ketemu budak di luar sanak," kata Sahrol sambil sibuk melingkari gasinya dengan tali dengan cepat untuk segera memutar gasingnya di atas  lapangan voli yang telah dicor dengan semen.

Dari gerakan dan cara bermainnya, ketiga anak ini terlihat sudah mahir, "pangkak memangkak" gasing lawannya, sehingga salah satu gasing mereka terpental jauh dan berhenti berputar. Dan Itu pertanda, kalau permain berakhir dan dimenangkan oleh pemilik gasing yang masih berputar. 

Selain bermaian dengan cara "pangkak memangkak", sesekali mereka bermain dengan adu lama berputar, gasing yang lama berputar berhak memenangkan pertandingan.

"Maen gaseng ini sudah lama kame mainkan, ramai gak budak disinek yang pandai maen, ini biasenye ramai tapi ujan bah, makenye kame jak nih," kata Sahrol dengan bahasa melayunya yang khas.

Apa yang dikatakan Sahrol, ternyata benar, tidak jauh dari tempat mereka, sekelompok anak terlihat sibuk memegang gasing dan  saling "pangkak memangkak" gasing di jalan masuk gang, walaupun terlihat  cukup berbahaya,  namun bisa terlihat dari raut wajah yang polos mereka itu terlihat ceria tanpa ada sedikit ada rasa khwatir.

Salah satu warga Mamat mengatakan, permainan tradisional tersebut saat ini jarang sekali anak - anak sekarang yang ingin memainkannya. 

Dirinya berharo agar selaku orangtua harus mawas diri dan memantau selalu tumbuh kembang anak.

"anak yang suka main diluar bukan berarti mereka nakal, dan anak anak yang hanya menghabiskan waktu dengan gadget di rumah belum tentu anak  itu bebas dari pengaruh dari luar, jadi orangtua harus jeli setiap apa yang dilakukan anaknya," jelasnya.

Festival seni budaya yang digelar oleh pemerintah Kabupaten Kayong Utara diharapkannya mampu mengembalikan kembali anak- anak Kayong Utara yang senang dan tidak meninggalkan seni budaya dan permainan tradisional yang saat ini tergerus oleh zaman.



It's Fun and Free to Support the Writers, Give Them a Cup of Coffee by Sharing Their Hard Work to Your Social Media. Let us Grow Together and Make more and more Creativities in Our Hands:


Comments
Febry Winarto - Dec 20, 2019, 8:03 PM - Add Reply

Lama dah dak maen pangkak gasing nin

You must be logged in to post a comment.

You must be Logged in to Post a Comment. OR Register Here for Only Less than 1 Minute!

About Author
Popular This Week
Recent Articles
Jun 9, 2020, 2:32 PM - Novi Kurnia
Jun 2, 2020, 3:25 PM - Deni Riyandi
Jun 2, 2020, 1:37 AM - Singgih Tri Widodo
May 23, 2020, 2:28 AM - Adre Zaif Rachman
May 23, 2020, 2:23 AM - Edin S. Djatikusuma
May 21, 2020, 1:47 AM - Rahmat Gunawan
May 21, 2020, 1:33 AM - Stephanus Putra Nurdin