[CERPEN] Penjual Ayam Tak Beribadah

[CERPEN] Penjual Ayam Tak Beribadah

Pagi-pagi buta pak Doni sudah mempersiapkan ayam potong yang akan dijualnya ke pasar dalam keranjang yang akan di bawa dengan kendaraan bebek supranya. Setiap jam 1 dini hari pak Doni bangun untuk memotong serta membersihkan ayam sendirian. Kadang 30-50 ekor ayam potong. Hanya dibantu sang istri membersihkan semua ayam tersebut. Tak pernah ada kata lelah dalam hidup pak Doni demi membahagiakan istri dan kedua anaknya. 

Dia selalu berjualan mengejar pasar. Dimana ada pasar harian dia akan datangi untuk berjualan. Tak pernah tidak habis ayam potong yang dibawanya. Semuanya selalu laku terjual. Pak Doni adalah orang yang ramah dan murah senyum. Dia tidak terlalu banyak bergaul dalam kehidupan sehari-harinya. Waktunya hanya habis untuk kerja dan istirahat. Namun pak Doni tidak pernah berat tangan jika membantu orang. Semisalnya ada sumbangan untuk acara keagamaan di lingkungan tempat tinggalnya. Pak Doni akan menyumbangkan 20 ekor ayam untuk konsumsi acara tersebut. Tak hanya itu pak Doni juga sering memberi ayam potongnya jika ada tetangganya yang akan melaksanakan hajatan perkawinan. Pak Doni jarang sekali ada dirumah walau hanya sekedar istirahat bersantai ria dengan keluarganya. Dia hanya bergelut dengan pasar dan ayam. Kadang sampai 2 kali sehari dia jualan ayam. Waktunya hanya habis untuk mencari nafkah buat keluarganya. Entah apa yang ada dalam pikirannya. Tapi seperti itulah dia. Karena kebiasaannya gila berdagang banyak warga terutama ibu-ibu rempong yang menggosipkan pak Doni. Mereka mengatakan pak Doni manusia kafir karena tak pernah mereka liat dia shalat di mesjid setiap hari jum'at. Malah mereka sering melihat kalo sebelum shalat jum'at pak Doni sudah berangkat untuk jualan di pasar lagi. Tidak hanya itu pak Doni selalu berangkat pas mau maghrib juga untuk jualan. Seperti tidak menghargai akan waktu shalat sebentar lagi tiba. Seperti itulah gosip yang dibicarakan para ibu-ibu sekitar lingkungannya. Mendengar semua perkataan ibu-ibu disekitar membuat istri pak Doni sedih dan memprotes kepada suaminya. Pak Doni hanya tersenyum mendengar protes sang istri dan cuma berkata selama kita tidak merepotkan orang lain kenapa harus gelisah dengan omongan orang. 

Namun sebuah peristiwa besar terjadi yang mengguncang rumah tangga pak Doni. Ada gosip yang menyebar kalau pak Doni sering menyambangi rumah seorang janda beranak 5. Janda muda tersebut ditinggal mati oleh suaminya 5 bulan lalu karena kecelakaan saat kerja bangunan. Warga sekitar rumah janda melaporkan hal itu kepada istri pak Doni. Selain itu juga mereka mengatakan kalau pak Doni sudah menikahi secara siri si janda tersebut. Istri pak Doni pun merasa marah dan tak terima telah diduakan dengan janda beranak lima itu. istri pak Doni segera melabrak ke rumah janda tersebut. Dia marah-marah serta menghina si janda tanpa bertanya dahulu kepada pak Doni tentang kebenaran berita yang diterimanya. Terbakar api cemburu serta amarah yang tak dibendung karena hasutan para warga istri pak Doni dengan berkata kasar mencaci dan memaki janda tersebut didepan anak-anaknya. Anak yang paling kecil berumur 10 bulan yang sedang dalam gendongannya pun menjerit menangis karena teriakan istri pak Doni. Janda tersebut hanya menangis dan mengatakan minta maaf berkali-kali. Dia menangis histeris sambil memeluk bayi dalam gendongannya. Serta merangkul ke empat anak-anaknya yang masih kecil. Hal ini menjadi tontonan gratis bagi warga sekitar. Beberapa warga yang merasa senang dengan momentum atas kejadian itu. Mereka yang membenci janda tersebut. Banyak orang yang mengerubungi rumah janda itu karena disambangi istri pak Doni yang sedang marah-marah. Istri pak Doni pun pergi setelah merasa puas meluapkan kekesalannya kepada wanita yang telah dianggapnya merebut suaminya. Banyak warga yang mencibir si janda tersebut dengan menyebutnya wanita murahan. Namun masih ada beberapa orang yang memiliki hati nurani memberikan dukungan serta menyuruh janda tersebut bersabar. Mereka yang menghina dan mencaci tanpa tau kebenaran cerita yang dikarang oleh seseorang yang tak bertanggung jawab. 

Sepulang jualan ayam dipasar pak Doni disambut istrinya dengan wajah marah. Bagi pak Doni itu hal biasa dan sudah paham pasti istrinya sedang marah karena gosip ibu-ibu rempong.

"Cantik sekali mukanya bu" kata pak Doni sambil tersenyum kecil meledek istrinya itu.

"Bapak ini tega. Keterlaluan jadi suami" teriak istrinya.

"Kok dibilang tega. Ibu kan memang cantik"sahut pak Doni.

"Kalau ibu cantik kenapa bapak nikah lagi???"

"Nikah sama siapa??? Ah,,ibu ini ngawur aja. Mana ada perempuan mau sama ayah yang bau ayam ini" kata pak Doni sambil nyubit pipi istrinya gemes.

"Tuh,,janda beranak 5 di RT 25 itu kan istrinya bapak".

"Kata siapa???"

"Banyak kok yang bilang bapak sering kesana. Katanya bapak sudah nikah siri sama dia".

"Kalau ibu ngijinin nikahin dia bapak akan nikahin dia bu" kata pak Doni sambil minum air.

Istri pak Doni merasa kesal dengan jawaban pak Doni tersebut. Sedangkan pak Doni hanya terlihat santai dengan berbagai celotehan dan pertanyaan istrinya.

Suatu hari tiba-tiba ada mobil pick up berhenti di depan rumah pak Doni. Ternyata mobil tersebut membawa pak Doni yang sedang terkulai lemas. Istrinya pun kaget melihat pak Doni dalam keadaan tak sadarkan diri. Tubuh kecil,,bulat dan pendek tersebut digotong dibawa masuk ke dalam rumah. Ada beberapa warga yang berinisiatif memanggil dokter untuk memeriksa keadaan pak Doni. Istri pak Doni menangis melihat kondisi pak Doni. Ada satu temannya pak Doni yang ikut mengantarkan pulang menceritakan kalau pak Doni tiba-tiba saja terjatuh ketanah setelah selesai makan. Tak tau kenapa namun sebelumnya kondisi pak Doni baik-baik saja dan tampak begitu sehat dan bugar. Sebelumnya pak Doni ceria karena dagangannya laku lebih awal. Sehingga pak Doni bisa makan dengan tenang. Jadi tidak ada yang mengetahui apa yang terjadi pada pak Doni. Beberapa saat kemudian dokter pun datang memeriksa. Namun dokter terkejut dan mengatakan kalau pak Doni sudah meninggal dunia. Masyarakat yang ada disana dengan serentak mengucapkan Innalillahhi wainna illaihi rojiun. Sedangkan istri pak Doni yang mendengar langsung berteriak dan kemudian jatuh pingsan. 

Para warga berbondong-bondong menyiapkan semua persiapan untuk pemakaman pak Doni. Sedangkan istrinya masih bersedih dan berduka. Semua mushola dan mesjid sekitar mengumumkan kematian pak Doni. Banyak yang kaget dengan pengumuman tersebut. Mereka berbondong-bondong datang untuk melayat kerumah pak Doni. Saat mau memandikan pak Doni. Ada seorang pria yang biasa dipanggil Habib umar ingin memandikan pak Doni sebagai penghormatan terakhir atas semua kebaikan beliau. Semua orang disana kaget dan takjub seorang pria biasa seperti pak doni akan dimandikan lansung secara pribadi oleh ulama yang dihormati disana. Dan itu diminta langsung oleh sang habib untuk memandikannya. Sejak kapan sang habib tersebut mengenal pak Doni. Sedangkan pak Doni hanya bergelut dengan ayam dan pasar. 

Saat proses memandikan jenazah sang habib tak berhenti mengucapkan masya allah kepada mayat pak Doni. Warga yang ikut membantu jadi saksi hal menakjubkan tersebut. Wajah pak Doni tersenyu dan tubuhnya lemas tidak kaku. Keadaan pak Doni tak berbeda layaknya seseorang yang sedang tidur. Semua proses memandikannya sangat lancar tanpa ada kesulitan apa-apa. Seolah-olah semua dipermudah untuk proses pemandian tersebut. Setelah semua proses dilaksanakan dan proses penyembahyangan dilakukan. Setelah semua proses pemakaman dan mengirim doa selesai. Sang habib pun bercerita kalo semasa hidupnya pak Doni adalah orang yang gemar bersedekah. Dia sangat menyantuni anak-anak yatim. Selain itu juga pak Doni sering shalat di mesjid yang dikelola oleh sang habib. Terkadang beliau menjumpai pak Doni tertidur setelah selesai shalat sepulangnya dari berdagang. Semua yang ada disana kaget mendengar semua cerita sang habib seolah tak percaya kalau pak Doni rajin beribadah. Selama ini mereka mencap pak Doni sebagai manusia kafir yang gila mengejar dunia dan lupa untuk beribadah. Namun ternyata apa yang mereka lihat dengan mata tidak sama dengan kenyataan yang ada. Semua orang yang selalu membicarakan buruk pak Doni merasa malu sendiri ternyata pak Doni orang yang mulia. Bukan manusia rendah yang seperti dipikiran mereka. 

Pada malam harinya seseorang datang menemui istrinya pak Doni. Dia adalah janda yang dilabrak oleh istri pak doni. Beberapa orang yang melihat kedatangannya menyindir dengan kata-kata kasar seolah-olah merendahkan si janda. Wanita itu hanya diam dan tertunduk. Dia pun dengan segenap keberanian datang dan mengucapkan bela sungkawa. Istrinya pak Doni hanya duduk lesu menghadapi si janda tersebut. Hingga kemudian si janda menangis terisak dan mengucapkan terima kasih kepada almarhum pak Doni. Semasa hidup pak Doni memang sering kerumah memberi ayam untuk lauk makan anak-anaknya serta memberi uang biaya hidup mereka dan sekolah anak mereka. Selain itu juga pak Doni mengajari anak-anak janda tersebut mengaji serta membantu mereka menghapal ayat-ayat al qur'an. Setiap 2 hari sekali anak si janda tersebut menyetor hapalan mereka kepada pak Doni. Jika mereka menghapal dengan baik pak Doni akan memberi imbalan uang 10 ribu rupiah untuk dimasukkan ke dalam celengan sebagai biaya untuk masuk pesantren nanti. Si janda pun juga bercerita kalo pak Doni tak pernah menyentuhnya sama sekali,,karena pak Doni hanya sayang kepada istrinya. Jadi tak sedikit pun ada niatan pak Doni untuk menikahi dirinya. Janda tersebut sangat sungguh berterima kasih atas kebaikan pak Doni terhadap dirinya dan anak-anaknya. Istri pak Doni pun langsung menangis tak hentinya sambil berkata minta maaf kepada wanita yang telah dilabrak dan dihinanya itu. Semua yang menyindir si janda tadi tertunduk malu dan ada juga yang keluar dari rumah pak Doni karena tak sanggup menahan malu.

Setiap kehidupan memiliki rahasia tersendiri dan pelajaran hidup masing-masing. Takaran ujian hidup, kebahagiaan, kesedihan serta rejeki sudah ditentukan oleh allah. Kita hanya seorang pemain dalam hidup ini. Semua sudah diatur oleh allah. Jika kita berbuat baik maka ganjaran kebaikan yang kita terima. Sebaliknya juga begitu.



It's Fun and Free to Support the Writers, Give Them a Cup of Coffee by Sharing Their Hard Work to Your Social Media. Let us Grow Together and Make more and more Creativities in Our Hands:


Comments

You must be Logged in to Post a Comment. OR Register Here for Only Less than 1 Minute!

Related Articles
Aug 8, 2020, 9:17 PM - celina lovinri
Aug 5, 2020, 8:06 PM - Siti Mahmudah Solikatun Kasanah
Aug 4, 2020, 1:57 PM - Tsabitah Meylan Giafi
May 20, 2020, 1:41 PM - Adre Zaif Rachman
May 17, 2020, 12:50 AM - Fienencia
May 1, 2020, 10:51 PM - Darmoko Yuti Witanto
Apr 30, 2020, 1:29 AM - Darmoko Yuti Witanto
Apr 28, 2020, 12:33 PM - Darmoko Yuti Witanto
Apr 27, 2020, 11:06 PM - Darmoko Yuti Witanto
About Author

Menulis adalah sebuah hobi yang unik.

Popular This Week
Mar 6, 2020, 8:09 AM - Shinta Kusuma
Nov 4, 2019, 3:28 PM - RackTicle Manager
Dec 18, 2019, 9:22 PM - Rianda Prayoga
Jan 20, 2020, 2:24 PM - RackTicle Manager
May 23, 2020, 2:23 AM - Edin S. Djatikusuma
Feb 8, 2020, 1:00 AM - Singgih Tri Widodo
Feb 7, 2020, 12:42 AM - Dzabillah Widza Rahmania
Feb 7, 2020, 1:22 AM - Singgih Tri Widodo
Mar 18, 2020, 9:15 PM - Singgih Tri Widodo
Recent Articles
Aug 15, 2020, 11:04 AM - Akhmad Fauzi
Aug 14, 2020, 12:49 PM - celina lovinri
Aug 11, 2020, 5:57 PM - Pone Kamaruddin
Aug 10, 2020, 7:34 AM - celina lovinri
Aug 8, 2020, 9:28 PM - Singgih Tri Widodo
Aug 5, 2020, 8:06 PM - Siti Mahmudah Solikatun Kasanah
Aug 5, 2020, 7:26 PM - Shinta Kusuma