Pengalaman Mistis Waktu Mendaki Gunung

Pengalaman Mistis Waktu Mendaki Gunung

Rahayu……

Hari ini saya mau bercerita lagi tentang pengalaman mistis saya waktu di Kal-Sel. Yap, ini pengalaman pertama saya waktu pergi ke salah satu gunung di Kalimantan Selatan. Saya bareng teman-teman. 4 orang laki-laki dan 3 orang perempuan. Anggap saja namanya, Aga, Wayu, Ibal. Dan perempuannya Ai, Vinda, dan Mia. Kami bertujuh berjalan ke gunung tersebut, semua baru pertama kali mendaki. Namun, beberapa diantaranya sudah pernah mendaki untuk survey. Diantaranya saya, wayu, dan ibal. Kami sudah dahulu mendaki gunung tersebut namun tidak sampai atas. Karena Cuma mau liat medan yang ingin kami tempuh dan jauhnya, juga waktunya.

Pada hari yang telah ditentukan, sore hari jam 4 lewat sedikit. Kami sudah siap-siap untuk berangkat dari rumah masing-masing dan menjemput ke rumah yang paling jauh dan terdekat ke gunung. Perjalanan kami Bersama ke tempat wisata tersebut memakan waktu sekitar 35 menit naik motor dengan kecepatan kisaran 40 km/jam. Diperjalanan kami berjalan sangat santai karena jam setengah 5 disana cuacanya masih panas. Sinar matahari masih menyinari jalanan. Diperjalanan tersebut, saya merasakan hal aneh yang biasa tidak saya temui diperjalanan. Karena memang saya sering berjalan ke daerah sana. Yang aneh adalah,,,, saya melihat ibu-ibu tua berpakaian lusuh putih dengan rambut uban Panjang…. Dan itu saya lihat 3x dengan jarak 2 menit berjalan di sebelah kiri jalan. Sambil mengendarai motor, saya bertanya kepada Wayu. Karena Wayu saya bonceng pake motor saya. “yu,,, kamu merasa aneh gak?” tanya saya. Jawab Wayu, “apa itu?”. Itu nenek nenek tadi sebelah kiri, masa ga merhatikan?”. “Oh itu…. Kena ulun kesahkan….” Jawabnya. Dalam Bahasa Indonesia, nanti saya ceritakan.

Akhirnya, sambil berjalan saya dan wayu berdiam saja karena merasa aneh dengan nenek itu tadi. Sesampai lereng gunung, tepatnya pukul 04.59. 1 menit lagi jam 5 pas. Kami bersiap-siap turun dari motor ke parkiran. Dan lapor kepada petugas pos untuk isi formulir siapa saja yang mau mendaki gunung. Kami bertujuh sudah siap dan kami pun mulai berjalan mendaki gunung.

Sekitar 10 menit berjalan kami sudah bisa melihat bagian bawah gunung, Ya… tidak terlalu jauh sih. Tapi lumayan indah pemandangannya. Apalagi pada waktu sore hari. Ditambah matahari yang terlihat jelas mau terbenam walaupun tidak terlihat terbenamnya pada saat itu karena ketutupan bukit kecil disana. Kami terus berjalan sampai hampir tiba waktunya maghrib.

Hari mulai gelap. Dan,,,,, suasananya sunyi sekali. Tidak ada seorang pun yang berjalan mendaki Bersama kami saat itu. Padahal,,, kata petugas pos. Biasanya ada aja yang naik. Tapi waktu maghrib itu tidak ada sama sekali. Sampai-sampai suara jangkrik pun terdengar. Suara angin berdesis. Kami bersiap-siap sholat maghrib. Kami memang persiapkan alat sholat supaya bisa sholat disana. Air wudhu kami ambil dari sungai yang mengalir di tengah perjalanan naik gunung. Waktu sholat, saya ucapkan takbir. Tiba-tiba, saya mendengar suara seperti berbisik. Shshhsh… Jelas sekali. Suaranya berbisik. Tapi, tidak tau apa yang dibicarakan. Dalam hati, saya pikir ini Cuma perasaan saya saja. Saya teruskan sholat. Pas selesai, saya tanya sama Wayu. Yu, kamu tadi denger sesuatu ngga? Trus wahyu jawab, ssttt….. Nanti aja pas turun gunung. Saya selalu manut sama dia. Karena dia memang banyak tau soal ginian.

Dan momen kampretnya lagi adalah…. Kami tidak ada yang membawa senter. Alhasil kami berjalan gelap-gelapan waktu maghrib itu. Kami meneruskan perjalanan yang sunyi ini. Sambil melihat langit yang syukurnya itu cerah. Namun bulan tidak ada. Hanya angin yang kadang tiba-tiba deras menerpa kami. Saya bawa hape yang ada senternya, tapi hape saya hanya 50 persen saja batrainya. Karena saya mau tidur malamnya pakai headset. Pasti cepet habis kalau saya pakai senter diperjalanan. Namun saya ngalah aja. Demi perjalanan Bersama. Hehehehe…… Yaa,,, kami terus keatas. Melewati hutan-hutan lebat dan jalan bebatuan. Pas ditengah perjalanan, saya selalu merasa ada yang memantau dari kegelapan di kanan kiri kami. Namun, saya mengabaikannya saja. Memang daerah ini terkenal lumayan serem. Apalagi kami bertujuh (gosipnya kalau ganjil, nanti satu orang ilang).

Tidak berapa lama kemudian, sampailah di daerah yang ada bekas bangunan tua. Mungkin bangunan ini ada sejak saat penjajahan. Namanya waktu penjajahan pasti ada bekas-bekas gimanaa gitu kan? Tapi kami sedikit lega, karena disana ada ngumpul beberapa orang anak muda sedang beristirahat. Mereka menyapa… dan sambil melihat lihat kami. Saya bertanya kepada mereka kok istirahat disini? Jawab mereka, karena gak tau jalan naik gunungnya ke puncak. Kalau terus jalannya bisa turun gunung. Saya bingung. Tapi saya rasa memang jalannya sudah agak menurun dari tadi. Trus dia bertanya,,, Wah berenam ya? Kata dia… Saya kaget. Kan kami bertujuh. Saya lihat lihat, ternyata Mia ngga ada sama kami. Kami bingung. Karena pas gelap-gelap tadi, saya berdua sama Wayu. Ibal sama Aga. Mia, Vinda, sama Ai bertiga. Tapi mereka Cuma mengaku berdua setelah Mia buang ingus sebentar. Kami bingung kemana Mia. Akhirnya teman-teman yang duduk tadi membantu mencari dimana Mia. Kami turun lagi. Ternyata Mia terduduk termenung terdiam disana. Trus kami datangi dia. Dan dia bingung. Kok dia duduk disitu dan juga bingung kok kami pada ngeliatin dia. Disini terang karena beberapa anak muda tadi bawa obor.

Akhirnya tanpa banyak bicara, kami turun saja ke daerah yang ada bagian datarnya dan bisa dipakai buat dirikan tenda. Diperjalanan Mia memulai bicara, dia masih bingung apa yang terjadi. Tapi Ibal mencoba menghindari pembicaraan tersebut dan fokus ke tempat tujuan. Ya kami turun lagi sampai ketemu tempat datar dan terlihat lembah.

Sesampainya disana, kami beresin tanahnya dan dirikan 3 tenda. Pas itu masih sepi. Tidak ada orang sama sekali selain kami. Dan anak muda diatas tadi. Kami membawa mie untuk makanan malam tapi ……. Tidak ada yang membawa tempat untuk merebus mi nya. Hmmm,,, untungnya ada kaleng bekas yang bisa dipakai untuk rebus mie. Ya,,, seadanya banget lah. Kami beristirahat. Sambil memandangi langit…. Tidak terasa sudah jam 10 malam. Mereka sudah pada tidur. Tinggal saya dan Wayu sendirian.

Wayu memulai pembicaraan. Dia tanya, masih ingat nenek-nenek tadi? Saya jawab ingat. Kata Wayu, itu adalah nenek yang tinggal dekat situ. Dia meninggal pas jam 5 sore. Katanya dia mau mencari cucunya dijalan karena tidak kembali-kembali dari bermain. Namun nenek tersebut keserempet mobil. Akhirnya nenek tersebut meninggal…. Hmmm,, kata saya. Saya heran kenapa tiba-tiba saya bisa melihat orang halus seperti itu. Padahal belum pernah saya lihat beginian. Ternyata Wayu punya sesuatu yang tidak disadarinya. Namun sudah dia sadari kemampuannya. Kalau ada orang yang hampir bersentuhan dengannya, bisa jadi peka sekali terhadap suatu yang halus. Dan diantara kami, sayalah yang paling akrab sama Wayu.

Dan saat sholat maghrib itu tadi juga sebenernya teguran. Kata Wayu. Kalau sholat jangan main-main. Karena ada diantara kita yang sholat Cuma sekedarnya aja. Ga tau siapa. Yang jelas inti bisikannya seperti itu kata Wayu. Dan Wayu juga sadar saat Mia hilang. Tapi Wayu sudah berfirasat ngga enak dan bakal turun lagi. Mia ga sadarkan diri pas buang ingus sembarangan. Di pohon sana tadi. Dan sialnya dia kenapa pas dia buang ingus di pohon yang  ada penunggunya…. Jadilah dibuat linglung. Saya memanggil-manggil kalian tapi kalian tidak mendengar saya. Seperti kami berada di dimensi lain tapi wujudnya masih sama. Wayu berdoa semoga Mia diselamatkan dan tidak apa-apa. Dan Wayu Cuma berakting kaget saja saat Mia hilang. Wayu paham daerahnya itu karena dia ingat betul tidak jauh dari tempat itu saat survey. Saya terdiam berbagai macam Bahasa. Saya gak tau mau bilang apa. Yang jelas Wayu ini kadang mengerikan. Temannya ditinggal walaupun menurutnya aman. Apa-apa bisa ditanganinya karena bisa lihat hal yang begituan… Hmmm…. Saya bingung harus bicara apa. Tiba-tiba saja Wayu langsung tertidur.

Saya belum bisa tidur,,,, saya mencoba memandangi langit lagi. Sambil merenung. Tapi…. Malah tambah seram karena saya melihat sesuatu yang seharusnya tidak bisa saya lihat. Sesuatu itu sedang terbang agak rendah. Punya kepala seperti manusia. Dan berambut. Tapi hanya organ dalamnya saja. Memang sering daerah ini ada yang melihat begituan. Namun agak jauh. Jadi saya sembunyi ke dalam tenda lagi.

Saya terbangun dari tidur pada jam 2 malam. Saya melihat tenda saya kosong, tenda bagian perempuannya kosong, tenda Aga kosong. Lha saya sendirian. Pikirku, jangan-jangan saya mau di prank lagi. Tapi masa segitunya…. Saya melihat sekeliling, gelap. Sunyi, kabut, dingin. Dan tiba-tiba ada yang menepuk Pundak saya dari belakang. Jelaslah saya kaget. Tapi saya yakin itu pasti mereka. Pas saya berbalik ternyata tidak ada siapa siapa. Saya jadi takut. Dan tiba-tiba saya terdorong ke jurang. Dan saya teriak sambil terjatuh. Eh saya terbangun dari mimpi. Hmmm ternyata sudah jam 3. Saya lihat teman-teman pada tidur pulas. Saya lihat keluar tenda, ada Ibal sedang duduk memandangi langit…. Saya tanya. Bal, ngapain? Dia Cuma noleh. Trus memandangi langit kembali tanpa bicara apa-apa. Saya balik ke tenda lagi, kagetnya saya bukan main. Ada Ibal di dalam tenda saya sedang tidur. Saya kaget lah… saya bingung. Karena tadi Ibal sedang di luar memandangi langit. Trus saya lihat lagi, Ibal yang diluar hilang. Saya makin merinding. Tenda kami memang besar cukup berempat. Tapi kami berdua berdua. Saya sama wayu. Aga sama Ibal. Tapi saya tidur lagi.

Paginya kami melihat lembah dibelakang tenda kami. Indah sekali. Kami foto-foto sebelum turun. Dan diperjalanan turun saya bertanya kepada Aga. Ga, semalam Ibal kenapa pindah? Tanya saya. Jawabnya. Ibal pindah? Aku yang pindah. Ibal semalam aneh betul. Dia bangunin aku ngajak duduk diluar ga jelas. Mana ngantuk. Katanya. Kamu lupakah? Aku tadi subuh membanguni kamu sama Wayu…. Katanya lagi. Saya ingat-ingat. Iya memang si Aga bangunin kami. Ibal kebingungan. Padahal Ibal Cuma tau tidur aja. Ga ada ngajakin bangun duduk tengah malam, gak ada juga pindah ke tenda kami.

Tapi ini Cuma diketahui oleh laki-laki. Mereka yang perempuan tidak kami ceritakan. Takutnya malah kapok naik gunung. Dan kamipun pulang kerumah masing-masing dengan penuh kelelahan.

Sekian dan terimakasih…..



It's Fun and Free to Support the Writers, Give Them a Cup of Coffee by Sharing Their Hard Work to Your Social Media. Let us Grow Together and Make more and more Creativities in Our Hands:


Comments
RackTicle Manager - Jan 6, 2020, 11:58 PM - Add Reply

Mau Ngerjain mimin ya, nyunting beginian tengah malam? Lumayan Serem sih...

You must be logged in to post a comment.
Singgih Tri Widodo - Jan 11, 2020, 3:08 PM - Add Reply

huahuahua....... Emang sempat ngetiknya cuma malam hehe...

You must be logged in to post a comment.

You must be Logged in to Post a Comment. OR Register Here for Only Less than 1 Minute!

Related Articles
Feb 20, 2020, 12:54 PM - Ryan Putra Anugrah
Feb 20, 2020, 12:13 PM - Ryan Putra Anugrah
Feb 19, 2020, 10:00 PM - Singgih Tri Widodo
Feb 8, 2020, 10:27 AM - Redy Kuswanto
Feb 7, 2020, 1:06 AM - Alexander Bala Seda
Jan 27, 2020, 11:50 PM - Singgih Tri Widodo
Jan 26, 2020, 3:11 AM - Singgih Tri Widodo
Jan 17, 2020, 1:47 PM - Litta Wahyuni
Jan 14, 2020, 12:58 AM - Singgih Tri Widodo
About Author

Konsultan Penyembuhan Ajaib

Popular This Week
Mar 6, 2020, 8:09 AM - Shinta Kusuma
Nov 4, 2019, 3:28 PM - RackTicle Manager
Dec 18, 2019, 9:22 PM - Rianda Prayoga
Jan 20, 2020, 2:24 PM - RackTicle Manager
May 23, 2020, 2:23 AM - Edin S. Djatikusuma
Dec 24, 2019, 10:26 AM - Eka Kusumaningrum
Feb 7, 2020, 1:22 AM - Singgih Tri Widodo
Jan 8, 2020, 10:43 AM - Deni Riyandi
Recent Articles
Aug 15, 2020, 11:04 AM - Akhmad Fauzi
Aug 14, 2020, 12:49 PM - celina lovinri
Aug 11, 2020, 5:57 PM - Pone Kamaruddin
Aug 10, 2020, 7:34 AM - celina lovinri
Aug 8, 2020, 9:28 PM - Singgih Tri Widodo
Aug 5, 2020, 8:06 PM - Siti Mahmudah Solikatun Kasanah
Aug 5, 2020, 7:26 PM - Shinta Kusuma