Pengalaman Mistis di Kontrakan Baru

Pengalaman Mistis di Kontrakan Baru

Rahayu……

Berbeda dengan tulisan-tulisan saya sebelumnya yang bertemakan kesehatan. Hari ini saya ingin menceritakan pengalaman mistis saya yang saya alami waktu masih kuliah.

Jadi hari itu kontrakan kami sudah ½ tahun, tapi kami tidak ingin melanjutkan lagi karena ibu kontrakan kami susah dihubungi untuk membetulkan air yang tiap bulan semakin mahal bayarnya. Kami akhirnya memutuskan untuk pindah kontrakan. Kami bertujuh orang dalam 1 rumah kontrakan. Jadi masing-masing kami mencari rumah untuk bisa ditinggali 7 orang.

Akhirnya 2 orang temen saya yang menemukan kontrakan yang bagus untuk ditempati 7 orang. Harganya sedang lah untuk ukuran rumah yang bisa ditempati sebanyak 7 orang. Akhirnya saya dan salah satu teman yang nemuin kontrakan tersebut, kami datangi rumah kontrakannya. Gak jauh juga dari kontrakan lama. Oh iya, lokasi kontrakan kami dulu di komplek beringin banjarbaru. Nah setelah pindahan, kami menuju komplek perumahan dibelakangnya lagi. Gak jauh dari musholla juga.

Saya telpon pemilik rumah untuk negoisasi. Sambil lihat-lihat sekeliling rumah beserta dalamnya. Sebelum deal, kami memang lihat-lihat rumah itu dulu. Dari luar, banyak rerumputan di halamannya. Tidak terawat. Banyak juga tanaman-tanaman yang kecil tapi karena tidak terurus malah terlihat besar. Seperti macam rumah sama sekali tidak ditinggali bertahun tahun.

Nah, setelah ibunya datang. Kami lihat-lihat rumahnya. Rumahnya itu melebar kesamping. Teras depan mungkin Cuma 3 kali 2 meter aja. Teras depan kanan kirinya itu tanaman-tanaman penghias rumah, tapi karena tidak terawat jadi seperti menyeramkan terlihat. Sebelah kanan rumah ada garasi. Nah sebelah belakang, sebelah kiri, itu juga ada garasinya. Tapi disini seperti garasi yang gak pernah kepakai. Karena kami perhatikan banyak debunya dibanding garasi satunya. Walaupun banyak barang-barang berserakan, tapi hawanya beda. Nah rumah ini dikelilingi pagar yang menyatu sama dinding. Pagarnya ada pintunya. Pintu untuk garasi depan, garasi samping, teras depan dan teras samping. Di samping kiri ada pohon rambutan yang cukup lebat dan rindang. Teduh. Dingin walaupun cahaya matahari menyegat. Tapi kalau malam yaitu, hawanya lain sudah. Sebelah belakang tanah kosong tapi ada pohon-pohon besar beberapa biji. Sebelah kiri itu berbatasan jalan komplek yang di sebrangnya rumah. Juga sebelah kanan dan depan juga rumah. Tapi sebelah kanan ini rumahnya kadang tidak ada orangnya. Jadi sering kosong.

Nah itu bagian depan, bagian dalamnya ada ruang tamu, yang bisa tembus ke kamar depan, dapur, dan ruang keluarga. Ada Lorong kecil dari ruang tamu ke dapur. Dari ruang tamu, terus menuju dapur melewati Lorong yang disebelah kiri Lorong itu ada ruangan Gudang yang susah sekali dibuka. Kalau dari ruang tamu ke kiri itu ruang keluarga. Disana ada 2 kamar. Dari ruang keluarga ke arah belakang ada 2 kamar. Kalau belok ke kanan tembus dapur. Kalau terus lagi, tembus kamar depan ada 2. Sebelah kamar ada pintu keluar menuju garasi belakang. Tapi yang ini juga ga bisa dibuka. Gak tau kenapa. Kalau belok kiri dari ruang keluarga, ada wc, kemudian naik ke atas, ada 1 kamar, 1 wc, dan 1 ruang keluarga. Lumayan luas diatas. Nah dibawah lantai atas ini adalah garasi depan. Sudah kebayang rumahnya begitu besar? Hehehehe……

Nah, kami oke sama rumahnya dan boleh ditempati sudah. Saya dan temen saya cek rumah tersebut di hari lain lagi. Karena dia belum lihat rumahnya. Dan kunci sudah sama saya waktu itu. Pas kami masuk ke ruang tamu, hening, sunyi. Ini siang hari lho……….. Kami Cuma berdua. Kami belok kiri lihat ruang keluarga. Nah disini ini memang gelap ruangannya. Apalagi kebelakang. Tambahnya gelap. Karena bagian belakang itu ya Cuma kamar yang dibelakangnya itu hutan pohon. Pelan pelan kami lihat lihat lagi,,,, “ngeeeekkk” tiba-tiba suara pintu kamar yang ada di ruang keluarga berbunyi. Seperti mau terbuka. Padahal itu ngga ada angin. Angin lewat mana juga kalau masuk, pasti kerasa. Apalagi kan di dalam rumah. Kamarnya di dalam juga. Ah…. kaget banget kami. Kami terdiam doank. Cuma ngeliatin, apa jangan-jangan ada orang? Ataukah hewan? Tapi kan rumahnya dikunci… Gak mungkin ada siapa-siapa yang bisa masuk. Lagipula ini rumah di kontrakan. Kami berdua perlahan-lahan maju selangkah kearah pintu kamar, dan bunyi lagi. “Ngeeeeekkkk”. Alllaaaa,,,,, makin merinding kami. Saya memberanikan diri, karena ada teman. Kalau sendiri sebenarnya juga ga berani. Heheheh…. Pas mau maju lagi, bunyi lagi pintu itu. Kayak mau terbuka, mau tertutup, mau terbuka lagi……. Akhirnya saya dorong buka ngeeeeeekkkkkkk,,,, ngga ada apa-apa disana. Gelap. Nyesss…. Lega hati. Tapi ruangannya bagus. Tilamnya bagus. Ada lemarinya. Kamar sebelahnya juga lengkap. Akhirnya dia oke sama rumahnya.

Nah ada lagi kejadian ngeri. Hari itu niatnya mau pindahan pas hari sabtu. Sudah deal sama teman-teman. Saya karena bosan dirumah kontrakan lama, dan saya juga sudah beres-beres kamar, yaudah, saya langsung bawa ke kontrakan baru. Itu siang hari. Sambil saya bersihkan kamarnya, saya pel, dan saya lap-lap. Pintu teras atas yang depan susah dibuka, pintu belakang bisa. Ada kamar mandi enak. Pintu teras belakang terasa sunyi, senyap, karena dibelakang Cuma ada beberapa pohon besar. Yang daun-daunnya kadang jatuh kering di teras belakang atas. Sampai sore. Saya balik lagi ke kontrakan lama. Katanya teman-teman mau beres-beres hari sabtu itu juga. Tapi pas sore saya balik belum ada yang beres-beres sama sekali. Sampai isya. Mereka masih asyik makan sambil main PS nya. Lha,,,, saya bingung mau ngapain disini. Karena barang-barang saya sudah saya angkut ke kontrakan baru. Mau tidur dilantai, dingin. Tidur tempat kamar teman, sempit. Yaudah, pas sebelum isya saya sendirian ke kontrakan baru. Nah cerita dimulai……………………

Saya sendiri di kontrakan baru, saya nyalain lampunya semua. Dapur, ruang tamu, ruang keluarga, kamar-kamar mereka saya tutupin. Ruang atas yang jadi kamar saya. Saya nyalain. Saya duduk-duduk di ruang tamu. Sendirian sunyi senyap. Saya bingung. Kadang juga merinding. Namanya rumah baru ditempatin. Ditambah ada boneka cewek diatas lemari. Saya ingat banget posisinya itu ada di ujung dekat jendela menghadap jendela. Kalau kalian pernah nonton film horror pasti pernah lihat adegan dimana kalau masuk rumah baru ada bonekanya. Nah ini yang bikin saya serem. Tapi saya Cuma bisa positif thinking aja. Saya duduk nunggu temen yang lain yang katanya mau pindah. Tapi gak datang-datang. Ya sudah, saya kunci lagi pintu, saya balik ke kontrakan lama, lha masih belum siap-siap. Ya sudah saya balik lagi, ke rumah kontrakan baru. Sendirian. Langsung saya masukkan motor, kunci pintu…. Lampu biarin nyala… Dan…. Saya ga sengaja menoleh ke boneka, eh……. Dia tidak lagi menghadap jendela….. Zzzzz,,,, ngeri banget pokoknya. Saya langsung lari ke atas ke kamar saya. Itu pas adzan isya. Saya sholat dulu dirumah baru itu. Sendirian. Berdoa minta perlindungan.

Karena besok shubuh ada kegiatan praktikum di luar desa, maka saya perlu tidur cepat, supaya bangun cepat. Apalagi saya sendiri. Dan pas tidak ada yang bangunin? Bisa berabe urusan. Hehe….

Detik demi detik berlalu, saya Cuma main hape…. Saya biasanya gelap-gelapan dikamar. Jadi di kamar itu saya matikan lampunya. Saya berbaring di tilam yang ngga enak sama sekali, karena tilamnya tenggelam. Ada tilam satunya, tapi itu buat temen saya. Gak enak saya makai. Lagi pula tilam satunya dikamar itu dekat sama jendela yang mengarah ke hutan belakang. Biasanya saya kalau sudah matiin lampu, dan Cuma main hape, cepet ngantuknya. Tapi ini engga. Udah jam 10an lewat, tetap aja gak ngantuk. Malah hawanya tambah panas. Biasanya panas kan karena lampu dinyalakan. Sengaja saya matikan supaya dingin. Eh, malah tambah ga enak. Saya paksa merem….. ….. Cuma suara detak jam yang terdengar. Komplek sangat sepi. Hening. Saya hampir terlelap, tapi saya tersentak bangun. Karena seperti ada suara langkah kaki berjalan dibawah sana. Di ruang keluarga dan jalannya itu seperti mau naik tangga. Sangking sunyinya itu kedengaran. Tapi pelan sekali. Samar-samar. Nah itu saya ngantuk banget dah. Sambil merem saya bergumam di hati, paling itu temen pada datang. Tapi, pas sampai di pertengahan tangga. Suara ilang. Saya langsung merasa panas. Gerah. Gak nyaman di hati. Ingin balik lagi ke kontrakan lama sama temen-temen disana. Biar aja di lantai. Tapi,,, saya gak berani keluar. Karena suara tadi berhenti di pertengahan tangga.

Saya Cuma berdoa berdzikir, supaya bisa tidur tenang. Saya coba nyalain lampu sebentar, lampu kamar. Tapi tambah panas. Jadi saya matikan lagi. Saya pindah tidur di lantai. Di lantai itu ketahuan kalau ada yang lewat dari bawah pintu. Karena diluar gak saya matikan. Jadi, malam itu, pas mau terpejam lagi, tiba-tiba ada bayangan lewat dari bawah pintu. Zzzzz…… Makin gak nyaman hati……… saya ganti posisi telentang aja. Gelap ruangan ini, membuat kayak ada bayangan hitam berdiri di sudut-sudut ruangan kamar. Ya,,, ini yang saya alami. Seperti ada yang mengawasi. Saya coba beranikan diri untuk nyalain lampu, ngga ada apa apa. Saya matikan lagi. Kemudian saya berzikir aja dalam hati karena udah ngantuk banget. Ada suara lagi seperti tadi tapi hilang lagi di tengah tangga. Ada kayak yang ngobrol seperti orang ngobrol dalam tv, padahal sepi dibawah. Tapi semua itu kalah sama ngantuknya saya. Akhirnya saya biarkan saja. Dan sampai hampir terlelap, saya pindah langsung ke tilam. Akhirnya saya bisa tertidur.

Subuh telah tiba, saya mendengar suara orang ngaji di langgar yang ga jauh dari rumah. Cuma sekitar 25 meter dari rumah. Saya langsung bangun dengan hawa yang tidak segerah tadi malam. Hawanya sangat dingin pagi itu. Saya buru-buru mandi dan langsung pake baju praktikum dan bawa tas. Langsung saya pergi ke kontrakan lama. Saya gak mau toleh-toleh supaya ngga ngeliat sesuatu yang aneh. Itu masih subuh, orang masih dzikiran di musholla. Saya sudah berangkat pulang.

Demikian cerita saya. Semoga ga bosen bacanya Hehehe….. mungkin bagi temen-temen ini ga terlalu serem, tapi saya yang mengalaminya itu sangat buat ngga nyaman dihati dan diingat-ingat.

Btw, gambar cuma pemanis. 

 

 

Rahayu..... 



It's Fun and Free to Support the Writers, Give Them a Cup of Coffee by Sharing Their Hard Work to Your Social Media. Let us Grow Together and Make more and more Creativities in Our Hands:


Comments

You must be Logged in to Post a Comment. OR Register Here for Only Less than 1 Minute!

Related Articles
Feb 20, 2020, 12:54 PM - Ryan Putra Anugrah
Feb 20, 2020, 12:13 PM - Ryan Putra Anugrah
Feb 19, 2020, 10:00 PM - Singgih Tri Widodo
Feb 8, 2020, 10:27 AM - Redy Kuswanto
Feb 7, 2020, 1:06 AM - Alexander Bala Seda
Jan 27, 2020, 11:50 PM - Singgih Tri Widodo
Jan 26, 2020, 3:11 AM - Singgih Tri Widodo
Jan 17, 2020, 1:47 PM - Litta Wahyuni
Jan 14, 2020, 12:58 AM - Singgih Tri Widodo
About Author

Konsultan Penyembuhan Ajaib

Popular This Week
Mar 6, 2020, 8:09 AM - Shinta Kusuma
Nov 4, 2019, 3:28 PM - RackTicle Manager
Dec 18, 2019, 9:22 PM - Rianda Prayoga
Jan 20, 2020, 2:24 PM - RackTicle Manager
May 23, 2020, 2:23 AM - Edin S. Djatikusuma
Feb 7, 2020, 12:42 AM - Dzabillah Widza Rahmania
Feb 8, 2020, 1:00 AM - Singgih Tri Widodo
Jan 24, 2020, 3:20 PM - Akhmad Fauzi
Recent Articles
Aug 15, 2020, 11:04 AM - Akhmad Fauzi
Aug 14, 2020, 12:49 PM - celina lovinri
Aug 11, 2020, 5:57 PM - Pone Kamaruddin
Aug 10, 2020, 7:34 AM - celina lovinri
Aug 8, 2020, 9:28 PM - Singgih Tri Widodo
Aug 5, 2020, 8:06 PM - Siti Mahmudah Solikatun Kasanah
Aug 5, 2020, 7:26 PM - Shinta Kusuma