Pantai Ujung Genteng, dari Pesona Tombolo hingga Mengintip Penyu Bertelur

Pantai Ujung Genteng, dari Pesona Tombolo hingga Mengintip Penyu Bertelur

Ujung Genteng, pantai memikat di selatan Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Kawasan ini memiliki banyak objek yang bisa menjadi sumber cerita luar biasa bagi para pengunjungnya. Cerita itu mungkin akan dimulai dari lansekap utamanya, tombolo, tumpukan sedimen hasil kerja gelombang yang membentuk tonjolan daratan (semenanjung) kecil yang memanjang ke arah laut. Bagian tengah semenanjung itu, karena memang belum selesai pembentukannya, terlihat lebih sempit dari pada ujung dan pangkalnya, bahkan tampak nyaris putus. Bentuk seperti itu, dalam istilah Sunda, genteng namanya.

Sebutan lain untuk semenanjung adalah ujung. Maka munculah nama Ujung Genteng, nama geografis yang dengan sangat jelas menggambarkan ciri alamiah yang ada di sana. Tombolo Ujung Genteng kini tertutupi oleh vegetasi hutan pantai dengan status pengelolaan cagar alam.

Kawasan pantai Ujung Genteng umumnya memiliki dataran pasang surut (tidal flat) yang luas. Kala laut pasang, kita memang hanya menyaksikan debur gelombang dan genang air yang biasa-biasa saja. Namun saat surut di pagi hari, hamparan daratan yang terbentuk dari sisa terumbu karang membentang hingga ratusan meter ke depan. Sangat menggoda. Kita bisa jalan-jalan santai di atasnya, di antara tumbuhan alga dan rumput laut, melihat ikan-ikan kecil yang terjebak pada ceruk-ceruk karang. Tak hanya ikan, ada juga bulu babi, bintang laut, teripang, landak laut, kuda laut kecil, dan aneka macam siput dan kerang-kerangan.

Dataran pasang surut Ujung Genteng sudah sejak lama menjadi tempat pengamatan biota laut bagi pelajar dan mahasiswa yang tengah melaksanakan praktik lapangan. Sangat potensial. Dan spot yang paling menarik untuk melakukan kegiatan semacam ini adalah di Pantai Cibuaya, 2,6 Km ke arah utara dari dermaga peninggalan jaman Belanda. Cibuaya adalah pantai yang sunyi. Ombaknya tenang, dan pagi hari, suasana sunrise di atas hamparan karang menjadi pengalaman yang tak mudah dilupakan.

Terus ke arah utara dari Cibuaya, kita akan tiba di Pantai Pangumbahan. Pantai itu sangat istimewa karena di sanalah koloni penyu hijau (Chelonia mydas) akan berlabuh sehabis petualangan besarnya menjelajahi samudra. Mereka bertelur. Telur penyu kelak menjadi tukik, anak penyu, penerus penejelajah samudra yang puluhan tahun kemudian akan kembali ke Pantai Pangumbahan untuk bertelur guna menjaga keberlanjutan generasinya. Penyu adalah navigator andal, ia akan selalu kembali ke titik di mana ia menyentuh air laut untuk pertama kalinya.

Menyaksikan bagaimana penyu hijau bertelur sudah sejak lama menjadi atraksi wisata langka yang banyak peminatnya. Kegiatan ini dilakukan dibawah kendali UPTD Konservasi Penyu Pangumbahan, institusi di bawah Dinas Kelautan dan Perikanan. Jangan coba-coba buat nyolong telurnya, berat deh sanksi-nya!

*

Jangan risau soal penginapan. Di Ujung Genteng banyak sekali pilihan, dari kelas losmen hingga hotel mewah berfasilitas lengkap. Makanan semisal ikan bakar, udang, lobster dan kepiting, juga sangat mudah diperoleh. Selamat berkunjung. Selamat berbagi cerita. Semoga dari kisah-kisah Anda, lebih banyak orang bisa memetik pelajaran dari keberadaannya, dan tergerak untuk selalu menjaga kelestarian lingkungannya.***



It's Fun and Free to Support the Writers, Give Them a Cup of Coffee by Sharing Their Hard Work to Your Social Media. Let us Grow Together and Make more and more Creativities in Our Hands:


Comments

You must be Logged in to Post a Comment. OR Register Here for Only Less than 1 Minute!

About Author
Popular This Week
Recent Articles
Jun 9, 2020, 2:32 PM - Novi Kurnia
Jun 2, 2020, 3:25 PM - Deni Riyandi
Jun 2, 2020, 1:37 AM - Singgih Tri Widodo
May 23, 2020, 2:28 AM - Adre Zaif Rachman
May 23, 2020, 2:23 AM - Edin S. Djatikusuma
May 21, 2020, 1:47 AM - Rahmat Gunawan
May 21, 2020, 1:33 AM - Stephanus Putra Nurdin