Panduan Orang Tua yang Cemas Terhadap Virus Corona (Korona)

Panduan Orang Tua yang Cemas Terhadap Virus Corona (Korona)

Salam para pembaca RackTicle!

Lagi-lagi kita membahas tentang virus korona, yang semakin hari menjadi mengkhawatirkan. Pemerintah menghimbau agar masyarakat untuk menjaga kebersihan, selalu mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak dengan orang yang sakit dan dengan orang lain, mengurangi aktivitas di luar rumah. Hal ini yang membuat rasa ketakutan muncul dan menghalangi kehidupan aktivitas sosial guna menghindari penularan dari wabah virus korona. 

Demam, batuk, hidung tersumbat, radang tenggorokan, dan dalam kasus yang lebih parah yaitu sulit bernafas. Itu adalah gejala virus korona yang menyerang tubuh (dan berpotensi mematikan), Covid-19 yang berhasil menjangkit ke berbagai negara ini. Lalu bagaimana dengan anak-anak?

Jangan panik dan jaga komunikasi dengan anak-anak semakin kuat

Hal ini sungguh sangat sederhana memang, tetapi percayalah, kita tahu itu bukanlah hal yang mudah. Secara pribadi, anak-anak yang menjadi kekhawatiran tersendiri, karena anak-anak belum mengerti tentang kebersihan, dia bisa mengambil kembali makanan yang telah jatuh ke lantai, bermain di luar ruangan dan lain sebagainya. 

Jangan terlalu banyak menangkap informasi tentang satu tmberita yang dapat menyebabkan kecemasan. Nasihat untuk para orang tua dalam kehidupan yang apabila kecanduan-sosial media. 

Sebagai pencegahan dari virus korona:

1. Cucilah tangan anda dengan air mengalir dan menggunakan sabun selama kurang lebih 30 detik.

2. Berusahalah untuk tidak menyentuh wajah anda, terutama mata, hidung, dan juga mulut.

3. Hindarilah kontak dengan orang yang sakit.

Sediakan selalu sabun cair, sanitizer dan tisu pembersih

Sebagai pencegahan dini dari virus korona, serta menjaga kebersihan sehari-hari maka penggunaan dari sabun cair untuk mencuci tangan dan sanitizer serta tisu pembersih itu perlu. Hal sepele memang tapi ini lah sebagai langkah awal yang akan memberi dampak langsung bagi kondisi kesehatan kita. 

Karena virus korona sudah menyebar ke berbagai negara bahkan daerah di indonesia, hal ini merupakan suatu pengalaman yang menegangkan bagi semua kalangan dan bahkan ke anak-anak. Sekolah-sekolah di liburkan guna mengurangi penyebarannya karena anak-anak lebih rentan dan para orang tua terlebih sangat khawatir.

Buatlah obrolan santai kepada anak

Terutama ketika berbicara dengan anak-anak kecil, hal ini bertujuan untuk melakukan percakapan menggunakan akronim, contoh sebagai berikut:

- level mata, berbicara dengan menatap mata anak-anak, karena mata akan menyampaikan pesan.

- gunakan bahasa gaya anak-anak 

- suara lembut

Menyakinkan anak-anak bahkan mereka akan selalu aman

Ketika berbicara tentang virus korona yanh tampak menakutkan, penting untuk menyajikan fakta dan sekali lagi, sampaikan dengan cara yang sesuai dengan umurnya anak-anak. Ini adalah pesan penting yang dapat di dengar oleh anak-anak dari diri anda, menurut manajer pendidikan awal Detroit Public Television, Tara Hardy. 

Dengarkan pikiran dan pertanyaan anak-anak 

Untuk semua anak dapat di bantu untuk lebih dahulu memahami apa yang mereka ketahui. Idenya adalah untuk mendengarkan apa yang diketahui anak-anak dan mengatasi masalah mereka secara langsung, bersama dengan informasi yang salah yang mungkin mereka terima. Dan hal itu tidak berhenti satu atau dua kali saja. Anak-anak mungkin tidak selalu mengekspresikan emosi yang mereka rasakan dengan cara yang jelas seperti orang yang lebih dewasa, jadi penting untuk mengetahuinya.

Tanyakan kepada mereka, apakah mereka memiliki masalah dan pasikan anak-anak memiliki informasi yang akurat dan memvalidasi anak-anak dengan memberi tahu merwka bahwa apa yang mereka rasakan tetap baik-baik saja.  

Tontonlah berita dengan anak-anak anda, sehingga kamu bisa menyaring apa saja yang anak anda dengar. 

Berfokuslah untuk menjadi pembunuh kuman-kuman

Tekankan hal-hal sederhana yang dapat dilakukan keluarga anda untuk membunuh kuman, semua jenis kuman bukan hanya yang di khususkan untuk virus korona.

- Cuci tangan, jadikan sebagai rutinitas keluarga sebelum dan sesudah makan dan camilan. Tunjukkan pada anak-anak juga mencuci dengan sabun, menggosok tangan dan membilasnya sambil perlahan-lahan  atau sambil menyanyikan lagu anak-anak.

- Tutup mulut ketika batuk, latih anak-anak untuk bersin dan batuk yang ditutup dengan siku mereka, dan pujilah ketika yang dilakukannya berhasil. Ketika anak-anak tidak melakukannya, mereka dapat mencuci tangan dan mencoba lagi. 

- Istirahat yang cukup, biarkan anak-anak tahu bahwa ketika diri mereka sedang tidak enak badan, diam di rumah dan mengistirahatkan tubuhnya dapat membantu anak-anak sembuh kembali. 

- Praktekan kebiasaan sehat: tidur, olahraga, dan makan makanan sehat dapat menguatkan tubuh-tubuh otu agar menjadi sesehat mungkin.

Para ahli mengatakan penyebaran dari virus korona kemungkinan besar akan menjadi lebih buruk. Populasi lansia adalah yang  paling rentan karena seiring bertambahnya usia, sistem kekebalan tubuh yang menjadi lemah dan masalah kesehatan lainnya yang muncul. Populasi rentan lainnya termasuk mereka yang menderita penyakit jantung atau paru-paru dan diabetes.

Pastikan ruangan tetap bersih

Membersihkan dengan sabun dan air akan membantu seoerti halnya amonia atau produk pembersih berbasis alkohol. Dengan mencampur 4 sendok teh pemutih dengan satu liter air juga dapat menjadi solusi pembersihan yang efektif di lakukan. Tetapi jangan mencoba menggunakan tisu bayi karena tisu tersebut tidak dapat membunuh virus.

Virus itu dapat hidup hingga 24 jam di atas kardus dan 72 jam di stainless steel menurut penelitian oleh seoranv profesor di University of Calofornia, Los Angeles.

Dengan adanya Covid-19, maka menyebabkan sekolah-sekolah diliburkan secara serentak di seluruh negeri termasuk juga di Indonesia. 

Sementara para orang tua menyesuaikan diri dengan pentingnya juga membantu anak-anak tetap fokus pada pembelajaran dan menghindari bermain game, media sosial, dan video yang berlebihan. Para orang tua dapat membantu anak-anak dengan memberi mereka struktur dan rutinitas serta menjadi kekuatan yang positif dalam pendidikan mereka walaupun dengan cara belajar dirumah.

Batasi dunia digital

Mulailah untuk membatasi anak-anak bermain ponsel dan tablet sampai tugas mereka selesai dengan hasil memuaskan. 

Beri ruang untuk anak belajar

Anak-anak mencapai pekerjaan terbaik yang mereka sukai di tempat yang nyaman dan tenang serta berdedikasi untuk belajar. Idealnya, hal ini akan menjadi set-up yang berbeda dari tempat yang biasanya mereka bermain game atau menonton televisi.

Perlu diingat bahwa anak-anak akan selalu di tempat tersebut selama berjam-jam setiap hari, dan para orang tua harus berhati-hati terhadap masalah ortopedi yang mungkin timbul terkait dengan kesehatan dan postur tubuh si anak.

Hampir semua orang di sekitar kita, virus korona telah banyak mengubah kehidupan sehari-hari kita dengan perubahan yang berdampak pada kehidupan sosial, finansial, mental dan juga fisik.

Ingatlah bahwa anda tidak sendirian dalam hal ini. Tidak masalah anda tahu dari media mana anda mendapatkan informasi, dunia saat ini sedang fokus pada satu topik yaitu virus korona atau Covid-19. Jenis virus baru ini pertama kali muncul di Wuhan, Provinsi Hubei, Cina. Sejak saat itu, menyebar ke negara-negara lain dan di nyatakan sebagai pandemi oleh Organisasi Kesehatan Dunia pada 11 maret. Ketika kasus ini meningkat, ini menjadi perhatian utama bagi orang tua yang ingin menjaga anak-anak mereka tetap aman.

Lalu, apa yang perlu kita ketahui tentang virus korona?  Kita berbicara dengan spesialis penyakit menular dari Macomb dan internis dari Detroit tentang apa yang perlu di ketahui orang tua tentang penyakit menular ini.

Pencegahan

Semua orang harus membiasakan dengan tindakan pencegahan standar seperti mencuci tangan, menutup dengan siku ketika batuk atau bersin, serta menjaga jarak dengan orang yang sakit.

Inilah sebabnya mengapa pentingnya untuk mencuci tangan dengan menggunakan sabun dan air, dan bukan hanya menggunakan pembersih tangan. Mungkin hal yang paling penting untuk dilakukan adalah mencuci tangan dan memastikan mereka bersih dengan sabun dan bilas menggunakan air, setidaknya beberapa kali dalam sehari. Jauhi orang yang sakit dan jauhi orang jika anda sedang sakit, guna untuk mengurangi penyebaran dari virus. Selain itu, jauhkan tangan anda menyentuh mulut dan wajah. 

Pandemi virus korona bertindak serupa dengan flu dalam hal tingkat kematian, mereka yang lebih tua atau memiliki masalah kesehatan keonis tampaknya lebih beresiko. Angka kematiannya antara 2 persen sampai 3 persen, persis seperti influenza. 

Sementara saat ini belum ada vaksin untuk virus ini, meskipun para ahli sedang dalam proses mengembangkannya.

Hal ini kadang-kadang bisa menjadi hal yang sulit, karena para orang tua memiliki reaksi mereka sendiri terhadap apa yang sedang terjadi  tetapi, seperti yang di katakan oleh hardy, anak-anak benar-benar mengetahui. Anak-anak menyadari segala yang terjadi dan mereka selalu mengawasi kita dan jika anda khawatir atau kesal maka mereka khawatir juga yentang anda. Namun, perasaan memiliki dan berbagi secara terbuka dengan anak-anak bisa menjadi peluang besar. Dengan menunjukkan kepada anak yang khawatir merupakan normal dan menjadi contoh cara yang sehat untuk dapat mengatasinya akan membuat mereka bisa mengatasi stres mereka sendiri. 

Ingatlah, memimpin dengan memberi contoh adalah salah satu cara terbaik untuk mengajari anak-anak.

Terima kasih telah membaca, jangan lupa share! Agar makin tahu makin banyak ilmu.



It's Fun and Free to Support the Writers, Give Them a Cup of Coffee by Sharing Their Hard Work to Your Social Media. Let us Grow Together and Make more and more Creativities in Our Hands:


Comments

You must be Logged in to Post a Comment. OR Register Here for Only Less than 1 Minute!

Related Articles
About Author

Anak seorang petani karet di daerah sumatera Selatan, yang berzodiak Aquarius. Selain suka menulis juga suka traveling dan memasak.

Popular This Week
Mar 6, 2020, 8:09 AM - Shinta Kusuma
Nov 4, 2019, 3:28 PM - RackTicle Manager
Dec 18, 2019, 9:22 PM - Rianda Prayoga
May 23, 2020, 2:23 AM - Edin S. Djatikusuma
Jan 20, 2020, 2:24 PM - RackTicle Manager
Feb 8, 2020, 1:00 AM - Singgih Tri Widodo
Feb 7, 2020, 1:22 AM - Singgih Tri Widodo
Dec 24, 2019, 10:26 AM - Eka Kusumaningrum
Recent Articles
Aug 15, 2020, 11:04 AM - Akhmad Fauzi
Aug 14, 2020, 12:49 PM - celina lovinri
Aug 11, 2020, 5:57 PM - Pone Kamaruddin
Aug 10, 2020, 7:34 AM - celina lovinri
Aug 8, 2020, 9:28 PM - Singgih Tri Widodo
Aug 5, 2020, 8:06 PM - Siti Mahmudah Solikatun Kasanah
Aug 5, 2020, 7:26 PM - Shinta Kusuma