[CERPEN] Nyanyian Kuntilanak

[CERPEN] Nyanyian Kuntilanak

Kejadian ini aku alami saat aku baru pindah kerumah suamiku. Yakni ke kampung halamannya. Memang suasananya masih begitu asri karena kampung halaman suamiku berupa desa.

Rumah para tetangga pun dekat dan boleh dibilang lumayan ramai lah. Sebelumnya aku pernah mendengar tentang isu-isu disekitar kalau banyak warga yang sering menjumpai pocong loncat-loncat di jembatan ataupun seorang wanita berdiri di pinggir jalan.

Tapi aku tidak pernah menghiraukannya karena aku menganggap manusia itu lebih sempurna dibandingkan hantu atau setan. Boleh dikatakan aku orangnya bukan tipe penakut. Padahal sebelumnya memang sering aku melihat sesuatu yang aneh atau pun terkadang bulu kudukku merinding. Tapi aku tak pernah menghiraukannya.

Malam itu saat aku tidur bersama dengan kedua anakku. Entah kenapa anakku yang masih bayi terbangun dan menangis tengah malam. Aku coba menyusuinya namun dia tidak mau. Entah yang aku lihat ini nyata atau tidak namun aku lihat seorang laki-laki berumur tengah dudul diatas kuda-kuda rumah. Maklum rumahnya tidak ada pelapon. Pria tersebut memakai peci hitam dan berbaju batik coklat serta celana kain hitam panjang. Setelah melihat hal tersebut aku langsung membaca ayat-ayat suci al qur'an. Aku takut tangisan anakku pada tengah malam ini merupakan gangguan dari setan. Dirumah sebelumnya tidak pernah anakku bangun menangis pada tengah malam. Ini baru pertama kali terjadi. Setelah selesai aku membaca beberapa ayat suci al qur'an penampakan yang aku lihat tadi hilang dari atas kuda-kuda rumah. Setelah ku bacakan ayat kursi dan kutiupkan di atas kepala anak ku dia langsung diam dan mau disusui lagi. Rupanya benar anakku di ganggu oleh makhluk halus. 

Setelah kejadian tersebut aku bercerita kepada saudari iparku. Dia hanya berkomentar kalau yang datang itu adalah almarhum bapa. Katanya mungkin mau menengok cucunya. Namun aku meragukannya. Mana mungkin seoranh kerabat yang sudah meninggal menampakan dirinya sehoror itu. Biasanya anak kecil tidak akan menangis jika didatangi almarhum kakek ataupun neneknya. Melainkan mereka akan tertawa dan tersenyum seolah-olah sedang diajak bermain. 

Aku tidak ingin beragumen apapun kepada iparku karena menurutku itu hanya sia-sia belaka. Dia tipikal orang yang berpikiran kuno dan masih terlalu kolot. Dan dia tidak ingin dibilang salah jadi lebih baik iyakan saja apapun perkataannya.

Pada saat malam berikutnya hal aneh terjadi lagi. Namun yang aneh bukan anakku yamg mengalaminya melainkan aku sendiri. Entah kenapa aku terbangun pada waktu tengah malam dan tidak bisa tidur lagi. Walaupun mataku masih terasa ngantuk namun aku tidak bisa tidur lagi. Kulihat jam menunjukkan hampir jam 2 malam.

Malam itu cuacanya sedikit gerimis dan agak terasa dingin hawanya. Sayup-sayup aku dengar ada suara seseorang sedang tertawa. Aku bingung siapa tengah malam begini masih bangun dan tertawa. Perlahan suara tersebut mendekat dan suaranya mulai terdengar jelas. Perlahan suaranya semakin jelas semakin jelas dan semakin jelas. Suara tersebut berbunyi sangat nyaring dan sangat melengking. Dan parahnya suara tersebut berasal dari luar rumah tepatnya melewati atap rumahku. Mungkin lebih tepatnya asal suara tersebut terbang di atas rumahku. Bisa kalian bayangkan suara nyaring dan melengking lewat di atap rumahmu. Bagaimana perasaan kalian??? Takut,,antara percaya dan tidak tentang suara tersebut. Bunyi suara tersebut seperti hihihihihihi..........

Suara terbangnya pun terdengar jelas dan terasa sekali berangin diatas genteng rumah. Boleh aku bilang ini adalah kejadian horor yang paling menegangkan bagiku. Karena aku belum pernah mengalami hal ini sebelumnya. Tak pernah juga aku mendengar bagaimana suara hantu. Selain menonton di film horor hantu. Namun suaranya sangat berbeda dengan yang aku alami. 

Kalau mau dibilang aku punya indera keenam sudah pasti tidak. Dibilang sensitif terhadap hal gaib juga tidak. Namun aku rasa ini hanya sebuah kebetulan semata. 

Ternyata memang sering warga sekitar sering diganggu oleh penampakan kuntilanak. Banyak warga yang ketakutan pada malam hari apalagi mau keluar pada malam hari tidak ada yang berani. Sungguh ini adalah pengalaman pribadi yang tidak akan pernah aku lupakan seumur hidupku. Suara nyanyian kuntilanak yang nyaring dan melengking selalu masih terngiang di kepalaku hingga sekarang. 



It's Fun and Free to Support the Writers, Give Them a Cup of Coffee by Sharing Their Hard Work to Your Social Media. Let us Grow Together and Make more and more Creativities in Our Hands:


Comments
Yosep Rustandi - Jan 18, 2020, 10:44 PM - Add Reply

Cerita yang "ngeri" juga. Apa bener ini pengalaman sendiri?
Salam kenal Bunda Litta. Kunjungi dan baca juga cerpen saya ya....

You must be logged in to post a comment.

You must be Logged in to Post a Comment. OR Register Here for Only Less than 1 Minute!

Related Articles
Feb 21, 2020, 3:59 PM - Ryan Putra Anugrah
Feb 21, 2020, 3:56 PM - Ryan Putra Anugrah
Feb 21, 2020, 3:00 PM - Ryan Putra Anugrah
Feb 21, 2020, 2:51 PM - Ryan Putra Anugrah
Feb 21, 2020, 2:42 PM - Ryan Putra Anugrah
Feb 21, 2020, 2:32 PM - Ryan Putra Anugrah
Feb 21, 2020, 2:24 PM - Ryan Putra Anugrah
Feb 21, 2020, 2:09 PM - Ryan Putra Anugrah
Feb 20, 2020, 11:22 PM - Ryan Putra Anugrah
About Author

Menulis adalah sebuah hobi yang unik.

Popular This Week
Feb 23, 2020, 7:27 PM - Maman suherman
Feb 17, 2020, 9:08 PM - Bram Asta
Feb 21, 2020, 11:54 PM - RackTicle Manager
Feb 7, 2020, 1:22 AM - Singgih Tri Widodo
Jan 7, 2020, 2:10 PM - Bayu Rinaldhi
Feb 17, 2020, 12:19 AM - Nabila Afira quraina