Nasi Ayam Tapi Tidak Ada Ayam ???

Nasi Ayam Tapi Tidak Ada Ayam ???

Lah..kok tidak ada lauk ayamnya,...itu ucapan yang muncul di dalam hati saya. Padahal dibungkusannya, jelas terlulis ayam. Nasi ayam berbungkus daun pisang ini, saya beli dipinggiran jalan Yos Sudarso Banyuwangi. Warung yang menjual nasi ini sangat kecil, ukuran lebar hanya 2,5 meter dan panjang sekitar 6 meter. Ketertarikan saya mengunjungi warung ini bermula, ketika pada pagi hari saya berada di kota tersebut dan menginap di sebuah hotel yang tidak jauh dari warung nasi ayam tersebut. Ketika keluar dari pintu hotel, saya hanya melihat lalu lintas masyarakat yang mengantar anaknya sekolah, maklum hari itu memang hari jam sekolah. Pandangan lain saya tertuju, pada sebuah warung atau kedai yang cukup ramai pengunjungnya.

 

Biasanya kalau ramai orang yang datang, pasti makanannya enak di warung tersebut. Itu yang lansung muncul dibenak saya. Tak mau fikir panjang lagi, karena kebetulan perut juga lapar, saya lansung melangkahkan kaki kewarung tersebut. Setiba di warung, saya melihat yang nongkrong di warung ini kebanyakan adalah karyawan pabrik dan ada juga pegawai hotel tempat saya menginap.

 

Mereka begitu lahap menikmat nasi yang dibungkus daun pisang yang ada di dalam keranjang di di dalam warung. Sepertinya sedap nasi tersebut,...saya lansung memilih dan membolak balik serta melihat tulisan yang ada dan distapler pada bungkusan nasi. Tertulis ayam, dading dan telur. Karena saya tidak makan daging, saya memilih yang ada tulisan ayam.

 

Ketika dibuka bungkusannya..kelihatan nasi putih, ada mie goreng, tahu goreng ukuran kecil dan sambal. Mane ayamnye ni, wah..ternyata tidak ada ayamnya. Padahal tertulis ayam, karena perut sudah semakin lapar, saya lansung menyantap nasi tersebut. Rasanya enak, nasinya anget dan bau harum karena dibungkus dengan daun pisang. Sambalnya pedas dan ada manisnya, membuat rasa nasi jadi lebih nikmat. Ketika saya kunyah, ternyata di dalam sambal tersebut, ada suwiran ayam sekitar dua atau tiga lembar. Oh...ini toh, ayamnya....saya hanya senyum sendiri sembari terus menyantap nasi tersebut.

 

Karena keenakan rasanya, tiga bungkus nasi tersebut habis. Pelanggan warung yang lain, sepertinya keheranan. Buat saya, karena nasinya sedikit, tentu ukuran satu bungkus akan sangat kurang. Usai makan..saya kemudian bertanya kepada ibu yang punya warung, berapa yang saya harus bayar. Ternyata hanya Rp 15 ribu. Nasi itu rupanya hanya 5 ribu. “Nasi itu memang untuk sarapan seperti kami yang karyawan ini pak,” ujar salah seorang petugas hotel yang bertemu dengan saya.

 

Ternyata...untuk makan yang nikmat itu tidak perlu mahal..tapi rasa lapar tentu akan membuatnya menjadi lebih nikmat...Ayok kite makan 



It's Fun and Free to Support the Writers, Give Them a Cup of Coffee by Sharing Their Hard Work to Your Social Media. Let us Grow Together and Make more and more Creativities in Our Hands:


Comments

You must be Logged in to Post a Comment. OR Register Here for Only Less than 1 Minute!

About Author
Popular This Week
Recent Articles
Jun 9, 2020, 2:32 PM - Novi Kurnia
Jun 2, 2020, 3:25 PM - Deni Riyandi
Jun 2, 2020, 1:37 AM - Singgih Tri Widodo
May 23, 2020, 2:28 AM - Adre Zaif Rachman
May 23, 2020, 2:23 AM - Edin S. Djatikusuma
May 21, 2020, 1:47 AM - Rahmat Gunawan
May 21, 2020, 1:33 AM - Stephanus Putra Nurdin