Nama Sukadana Di Makam Sultan Tengah

Nama Sukadana Di Makam Sultan Tengah

Alhamdulillah, kata itu yang terus terucap di dalam hati saya. Setelah sempat beberapa kali saya bermimpi berziarah ke makam Sultan Tengah yang berada di Sentubung Serawak Malaysia. Akhirnya, dengan izin Allah saya sampai ke sana. Mimpi saya ini mungkin dipicu karena seringnya saya berdiskusi dengan Pak Bupati Drs, Citra Duani mengenai makam Ratu Soraya yang ada di Sukadana yang berkaitan dengan suaminya Sultan Tengah. Beliau terus mendorong saya, untuk mengkaji dan meniliti makam tersebut dan berharap ini akan membuka tabir kaitan Sukadana dengan Sambas, Serawak dan Brunai Darussalam.

Beliau juga meminta agar penelitian ini, melibatkan semua pihak. Bila perlu meminta bantuan peniliti dari Brunai Darussalam dan Serawak. Saya menangkap maksud baiknya pak Bupati, beliau ingin ke depan akan terbuka wisata sejarah dan Budaya dari Negara Tetangga ke Sukadana Kayong Utara. Berawal dari diskusi ini, niat saya untuk mengunjungi dan berziarah ke Makam Sultan Tengah semakin menguat. Awal Oktober, saya sering mengirim pesan ke Bang Iwan Ramawan yang merupan Senior saya ketika bekerja di Pontianak Post Group dulu. Beliau kebetulan sekarang adalah pengusaha travel dan umroh yang sering memberangkat jamaah umroh dengan harga hemat. Dari beliau saya dapat bagaimana caranya dapat perjalan murah.

Awalnya saya kurang yakin, kalau harga tiket ke Luar Negeri lebih murah dari pada terbang Domestik di dalam negeri. Ini saya buktikan, setelah melihat harga tiket melalui aplikasi Air Asia, ternyata terbang dari Pontianak ke Kuching Malaysia hanya sekitar 500 ribuan sudah bisa pulang pergi (PP). Wah, ternyata benar-benar murah. Untuk harga tiket Ketapang – Pontianak saja, 500 – 700 ribu itu hanya sekali jalan. Murahnya harga tiket ini, membuat keinginannya saya semakin kuat.

Setelah berdiskusi dengan istri, akhirnya saya memutuskan mengambil cuti tahunan di kantor. Kami kemudian membeli tiket pulang pergi dengan dua anak kami hanya berkisar dua jutaan. Padahal kalau kita menggunakan bis juga harganya kurang lebih segitu. Sempat ragu ketika hari keberangkatan, apakah dengan harga begitu murah kami akan naik pesawat jenis ATR yang kecil. Ternayata tidak, penerbangan dari Pontianak ke Kuching ternyata menggunakan pesawat AirBus yang besar. Waktu temput juga singkat, hanya sekitar 40 menit saja.

Tidak sempat memejamkan mata, hanya dua kali menguap saja, ternyata pilot sudah mengumumkan akan segera mendarat. Setibanya di bandara, berbekal informasi dari Bang Iwan, bahwa di bandara Kuching ada Taksi online. Saya mencoba mencari, ternyata benar. Tidak sampai limat menit, taksi tersebut datang dan mengantarkan ke tempat kami menginap. Biaya juga terjangkau hanya 12 Ringgit Malaysia atau seitar 42 ribu kalau kita rupiahkan. Penginapan di sini juga bervariasi dan masih terjangkau. Tergantung kemampuan, kami lebih memilih salah satu hotel kecil yang dekat dengan sungai Serawak.

Serawak sekarang memang lagi ramai dikunjungi wisatawan, ada event perahu naga internasional yang dilaksanakan dari tangal 24 – 3 November 2019. Selain event tersebut, juga ada pameran kerajinan lokal dan pusat makanan khas serawak. Kedatangan kami sekeluarga merasa sangat beruntung karena bersamaan ada event ini.

Perjalan dari kota Kuching ke Makam Sultan Tengah di Sentubung ditempuh dengan jarak sekitar 35 kilo atau 40 menit menggunakan mobil. Hari itu kami memilih, naik taksi online ke arah sana. Alhamdulillah kami bertemu supir yang baik, namanya Mohammad Allief Hafi, dia bersedia mengantarkan kami ke sana dan menunggu hingga mengantar kami pulang. Tidak ada uang tambahan selama dia menunggu kami di sana, saya membayar sesuai aplikasinya 68 Ringgit. Perjalanan ke Sentubung, kami melewati beberapa perkampungan, termasuk diantaranya Kampung Sentubung. Sepanjang perjalanan, saya amati kehidupan masyarakat di perkampungan di sana tidak jauh berbeda dengan kita. Kami juga menemui ada penjual buah durian dan rambutan yang dijual di pinggir jalan dan hanya menjadi ciri khas, masyarakat Sentubung.

Makam Sultan Tengah berada di pinggir jalan raya yang hendak menguhubungkan kita menuju pantai Damai Sentubung. Tertulis papan namanya, dan ada bangunan yang melindungi makam. Nisannya berbalut kain kuning, sekitar area makam sangat bersih. Di dalam kompleks makam ini, terdapat relief mengenai sejarah Sultan Tengah. Relief ini dibuat dalam tiga bahasa, Melayu, Arab dan Inggris. Usai sedekah Alfatehah dan Qulhu, saya menyempatkan membaca relief yang berbahasa melayu. Di sana jelas diceritakan mengenai sejarah Sultan Tengah hingga dia terdampat di Sukadana dan menikah dengan Ratu Surya Kesuma atau lebih dikenal masyarakat Kayong Utara Ratu Soraya atau Ratu Bunga. “Alhamdulillah, Saya Dapat mengunjungi dan Berziarah ke Makam ini,” itu yang terucap di dalam Hati. Menurut tulisan M. Nasir Peniliti Balai Pelestarian Nilai Budaya Kalimantan Barat (BPNB), Sultan Tengah merupakan keturunan Sultan Hasan Brunei Darusalam yang kelak melahir Sultan Sambas................



It's Fun and Free to Support the Writers, Give Them a Cup of Coffee by Sharing Their Hard Work to Your Social Media. Let us Grow Together and Make more and more Creativities in Our Hands:


Comments

You must be Logged in to Post a Comment. OR Register Here for Only Less than 1 Minute!

Related Articles
About Author
Popular This Week
Mar 6, 2020, 8:09 AM - Shinta Kusuma
Nov 4, 2019, 3:28 PM - RackTicle Manager
Dec 18, 2019, 9:22 PM - Rianda Prayoga
Jan 20, 2020, 2:24 PM - RackTicle Manager
Dec 24, 2019, 10:26 AM - Eka Kusumaningrum
May 23, 2020, 2:23 AM - Edin S. Djatikusuma
Jan 8, 2020, 10:43 AM - Deni Riyandi
Recent Articles
Aug 15, 2020, 11:04 AM - Akhmad Fauzi
Aug 14, 2020, 12:49 PM - celina lovinri
Aug 11, 2020, 5:57 PM - Pone Kamaruddin
Aug 10, 2020, 7:34 AM - celina lovinri
Aug 8, 2020, 9:28 PM - Singgih Tri Widodo
Aug 5, 2020, 8:06 PM - Siti Mahmudah Solikatun Kasanah
Aug 5, 2020, 7:26 PM - Shinta Kusuma