Misteri Makam Keramat di Gunung Karimata

Misteri Makam Keramat di Gunung Karimata

Masyarakat Dusun Kelumpang Desa Betok Kecamatan Kepulauan Karimata Kabupaten Kayong Utara, menyakini kalau di atas puncak gunung mereka ada makam keramat. Makam ini selalu didatangi masyarakat yang akan melakukan nazar, terutama bagi mereka para pemburu sarat burung walet liar yang akan meminta dimudahkan dalam pencarian.

Menurut masyarakat, lokasinya dekat dan kelihat dari pantai. Begitu cerita yang saya dapat ketika bersama Tim Balai Cagar Budaya Kalimantan Timur dan Balai Arkeologi Banjarmasin yang mengunjungi lokasi tersebut.

Dekat bagi masyarakat lokal tertanya tidak seperti bayangan saya, untuk mencapai puncak gunung ini kami harus melewati hutan yang lebat dan jalan yang terjal. Kami bahkan melintasi air gunung yang masih bersih dan jarang terjamah manusia.

Pegunungan kelumpang memang menjadi tempat masyarakat untuk mencari berbagai jenis kayu, terutama jenis kayu resak yang mereka gunakan untuk membuat perahu tradisional.

Kami sempat beberapa kali beristirahat, hingga akhirnya kami mendapati bukit batu yang tidak ada tanaman. Jalan untuk menuju puncak, hanya melewati bukit batu tersebut. Dengan merangkat secara perlahan, diantara batu besar dan terjal kami akhirnya sampai di atas.

Lelah kami terbayar, pemandangan di atas bukit Kelumpang ini begitu mempesona. Selat karimata begitu terlihat jelas begitu juga hamparan pegunungan sekitar. Kami beristirahat lagi sebentar, sebelum menuju lokasi makam atau kuburan yang dimaksudkan warga setempat.

Di atas kami mendapati batu berdiri sekitar setengah meter dengan dikelilingi batu batu kecil-kecil dan berjumlah lima buah. Satu di tengah, sedangkan empatnya lagi seperti arah mata angin. “Ini bukan makam, lebih kepada punden berundak,” jelas Imam teman saya yang berasal dari Balai Arkeologi Banjarmasin.

Secara struktur batu ini berada di atas puncak gunung yang juga batu. Kalau disebut makam, tidak ada tanah dipuncak gunung tersebut, semuanya batu.

Punden berundak memang banyak dijumpai di daerah jawa, untuk di karimata memang termasuk hal yang langka.  Struktur dasar punden berundak ditemukan pada situs-situs purbakala dari pra-Hindu-Buddha. Dalam punden berundak, konsep dasar yang dipegang adalah para leluhur atau pihak yang dipuja berada pada tempat-tempat tinggi seperti di puncak gunung. Istilah punden berundak menegaskan fungsi pemujaan/penghormatan atas leluhur, tidak semata struktur dasar tata ruangnya.

Lelah rombongan akhirnya terbayar, setelah mengungkapkan mesteri makam keramat yang selama ini diyakini masyarakat setempat. Kini mereka mengetahui, kalau batu tersebut bukanlah makam atau kuburan yang selama ini mereka yakini.



It's Fun and Free to Support the Writers, Give Them a Cup of Coffee by Sharing Their Hard Work to Your Social Media. Let us Grow Together and Make more and more Creativities in Our Hands:


Comments

You must be Logged in to Post a Comment. OR Register Here for Only Less than 1 Minute!

Related Articles
About Author
Popular This Week
Feb 26, 2020, 9:13 PM - Maman suherman
Feb 23, 2020, 7:27 PM - Maman suherman
Feb 21, 2020, 11:54 PM - RackTicle Manager
Jan 7, 2020, 2:10 PM - Bayu Rinaldhi
Dec 3, 2019, 4:24 PM - Agus Kurniawan
Recent Articles