Mewaspadai Gelombang Kedua Ledakan Virus Corona ditengah Gaya Hidup Masyarakat yang di Normal-normalkan

Mewaspadai Gelombang Kedua Ledakan Virus Corona ditengah Gaya Hidup Masyarakat yang di Normal-normalkan

Covid-19 (Corona Viruse Disease-2019) masih merupakan ancaman bagi semua orang. Ditengah gelombang transmisi penyebaran yang masih tinggi, Indonesia mewacanakan New Normal. New Normal ini merupakan usaha pemerintah untuk mengatasi kelesuan ekonomi ditengah gempuran Covid-19 yang merajalela, dengan harapan semua penduduk sudah sadar akan pentingnya menjaga protokol kesehatan yang telah diperintahkan, sambil menggerakkan sendi-sendi ekonomi yang sempat macet. Hal ini penting dilaksanakan karena pada prinsipnya, kehidupan harus tetap berlanjut, apapun resikonya.

Mempunyai penduduk yang sedemikian besar dan wilayah yang juga sangat luas, Indonesia tentu harus secara cermat memonitor wacana New Normal tersebut. Hal ini penting dilaksanakan karena wacana tersebut menimbulkan persepsi yang berbeda di benak semua orang. Orang-orang terpelajar tentu akan menyikapinya dengan tetap menjalankan protokol kesehatan dengan ketat karena tahu resiko masih tinggi. Sebaliknya, orang-orang di dunia usaha dan yang masih mempunyai pengetahuan yang terbatas seputar Covid-19 ini, memandangnya dengan acuh, beranggapan bahwa semua baik-baik saja. Anggapan yang sungguh sangat beresiko, dan tentunya berimplikasi kepada perilaku yang serba longgar dalam hal penerapan protokol kesehatan.

Hari ini kita saksikan, semua fasilitas publik seperti pasar, tempat wisata, tempat ibadah, dan lain sebagainya sudah menjalankan aktifitasnya seperti biasa. Penekanan kepada penggunaan masker dan cuci tangan menggunakan hand sanitizer, sudah merupakan pemandangan sehari-hari. Satu hal yang patut dikritisi adalah penekanan tentang pentingnya jaga jarak (social distancing) yang sudah longgar penerapannya. Selain itu terkait penerapan protokol kesehatan, diwilayah pelosok banyak dipahami jika sedang berada diluar wilayah. Sehingga, banyak warga yang jika keluar desa memakai masker, memakai hand sanitizer...yah bisa dikatakan protokol kesehatan komplit, akan tetapi jika sudah kembali ke desanya, semua menjadi longgar, karena menganggap orang lokal tidak mungkin membawa virus! Maka bisa dilihat, banyak warga yang berkerumun di pos ronda/ pos kampling dan di tempat-tempat kumpul tertentu, bahkan diacara-acara adat atau acara keagamaan setempat yang sudah mulai dilaksanakan kembali, dengan penerapan protokol kesehatan yang longgar. Pola hidup sehat yang akhir-akhir ini menjadi tren, yakni bersepeda, juga merupakan salah satu kegiatan yang patut dikritisi juga, karena banyak yang tidak memakai masker dan protokol kesehatan yang lain. Hal yang patut di waspadai dari perilaku masyarakat yang serba canggung dalam menerapkan wacana new normal ini adalah, resiko potensi adanya local transmission.

Apa itu local transmission?

Dilansir dari health.detik.com, local transmission adalah adanya penyebaran virus dilingkup masyarakat setempat tanpa ada riwayat bepergian ke tempat-tempat zona merah adanya Covid-19. Sangat berbahaya bukan? Selain akan susah dalam melacaknya, hal ini juga akan berpotensi untuk menjadi gelombang lanjutan adanya persebaran Covid-19 ini. Kita tidak mau kan adanya Covid-19 ini berlarut-larut? Selain sudah menyebabkan lumpuhnya sendi-sendi kehidupan, baik ekonomi, sosial, budaya masyarakat, Covid-19 ini juga tidak dapat diprediksi kapan berakhirnya. Selagi masih ada orang yang membawa Covid-19 ini, maka potensi penyebarannya masih sangat mungkin terjadi. Demi mempercepat berakhirnya pandemi ini, apalagi laju transmisi persebaran di lingkup nasional masih sangat tinggi, tertinggi malah di wilayah Asia Tenggara, maka dari itu, mari dimulai dari diri kita dan keluarga kita untuk memperketat adanya perilaku yang menerapkan protokol kesehatan yang tepat.

***



It's Fun and Free to Support the Writers, Give Them a Cup of Coffee by Sharing Their Hard Work to Your Social Media. Let us Grow Together and Make more and more Creativities in Our Hands:


Comments

You must be Logged in to Post a Comment. OR Register Here for Only Less than 1 Minute!

Related Articles
About Author

Seorang yang cinta menulis

Popular This Week
Mar 6, 2020, 8:09 AM - Shinta Kusuma
Nov 4, 2019, 3:28 PM - RackTicle Manager
Dec 18, 2019, 9:22 PM - Rianda Prayoga
May 23, 2020, 2:23 AM - Edin S. Djatikusuma
Jan 20, 2020, 2:24 PM - RackTicle Manager
Dec 24, 2019, 10:26 AM - Eka Kusumaningrum
Feb 7, 2020, 1:22 AM - Singgih Tri Widodo
Jan 8, 2020, 10:43 AM - Deni Riyandi
Apr 23, 2020, 3:26 PM - Singgih Tri Widodo
Recent Articles
Aug 15, 2020, 11:04 AM - Akhmad Fauzi
Aug 14, 2020, 12:49 PM - celina lovinri
Aug 11, 2020, 5:57 PM - Pone Kamaruddin
Aug 10, 2020, 7:34 AM - celina lovinri
Aug 8, 2020, 9:28 PM - Singgih Tri Widodo
Aug 5, 2020, 8:06 PM - Siti Mahmudah Solikatun Kasanah
Aug 5, 2020, 7:26 PM - Shinta Kusuma