Berawal dari Media Sosial, Begini Tips Menulis Artikel Menarik dan Dibayar

Berawal dari Media Sosial, Begini Tips Menulis Artikel Menarik dan Dibayar

Tips Menulis artikel menarik dan dibayar. Wuh, rasanya topik yang menarik untuk ditulis. Tapi bagaimana kalau saya mulai dengan cara yang lain. Bagaimana kalau saya beritau, kalau tips menulis artikel yang paling baik adalah mulai menulis di sosial media?

Saya Penulis Sosial Media, enaknya disebut begitu! Bukan influencer dan segala sebutan yang lain. Saya hanya penulis sosial media yang juga menerbitkan buku dan bahkan punya penerbitan dan percetakan buku sendiri. Awalnya, saya bukan penulis yang berkejaran dengan target menerbitkan buku. Bukan pula penulis yang bermimpi cerpen saya tembus nasional. Atau pelatihan saya menghasilkan ratusan penulis mula lainnya.

Saya hanya menulis untuk mengabadikan apa yang saya baca dan rasakan di blog dan—terutama—di media sosial. Sejak 2009 aktif di sosmed. Setelah sebelumnya tulisan-tulisan saya lebih banyak menghiasi blog gratisan Multiply, yang sekarang sudah tak kedengaran lagi. Juga di buletin bulanan Nashiha yang saya buat dengan fotocopyan. 2012, saya baru mulai bergabung di arus kepenulisan.

Saat itu entah bagaimana tiba-tiba menjadi semacam trend kekinian. Seperti kulat di musim hujan. Banyak sekali grup kepenulisan dibentuk sampai sekarang. Banyak pula penerbit dan percetakan yang sedia jasa.

Pada tahun itu atau tahun setelahnya, cerpen saya masuk 'proyek' penulisan. Yang ternyata saya harus bayar kalau pengen punya bukunya. Dan setelah browsing, proyek - proyek semacam itu ternyata 'lumrah' bahkan disayembarakan. Saya paham self publishing, kita membiayai ongkos penerbitan buku kita, banyak penulis hebat yang seperti itu. Tapi ikut 'event' kemudian diseleksi lalu karya kita masuk antologi, kemudian kita diminta membeli karya kita sendiri? No... Dan ternyata, makin tahun makin bermacam bisnis penerbitan buku mandiri ini.

Pada akhirnya, hal-hal yang dulu tampak aneh di mata saya, mesti juga dianggap biasa; sebuah pilihan di antara pilihan lain. Kita akan membahasnya di lain tulisan. Tapi saya belum lagi akan ke sana mainnya.

Karena itu walau sudah menerbitkan buku sendiri, membantu menerbitkan buku kawan. Atau sekedar jadi penghubung penulis dengan percetakan, saya tetap merasa menulis bukanlah untuk menulis buku.

Buku mungkin karya besar, tapi sosial media juga adalah lahan berkarya. Di sini tempatnya kita bisa membaca gejala, merasakan suasana, menuliskan pemikiran dan kemudian mempublikasikan karya kita. Lantas, Bagaimana Saya Bercerita, menghasilkan artikel dan bahkan dibayar baik secara online maupun offline lewat buku–buku dan workshop kepenulisan? Dan menjaga stamina untuk tetap menulis?

Pertama, letakkan seseorang di atas pohon. Perkenalkan siapa dia; teriakkan namanya, apa urusannya, mengapa dia bisa ada di sana, tumbuhkan ide takut ketinggian padanya, gambarkan kondisinya.

Kedua, Berusahalah untuk menurunkan dia dari atas pohon. Rayu dia, beri motivasi, tumbuhkan keyakinan. Bila tidak mempan, ancam dia, bikin gaduh, pecahkan saja gelas biar ramai (*eh).

Ketiga, ambil tali, minta dia pegang, lalu tarik! Kalau orang tak yakin dengan cara ini, katakan saja Cara ini pernah berhasil. Cuma saya tak tahu, apakah waktu menolong orang untuk turun dari atas pohon atau waktu orang terjebak di sumur. Anggap saja coba-coba, yang penting logis.

Keempat, berikan sedikit kesimpulan, hikmah, atau apa saja. Tapi jika tidak pun tak mengapa, gantung saja. Begitu saja cara saya bercerita. Dan yang paling penting dari bercerita adalah sebagaimana yang diajarkan seorang penuis senior pada saya; "Show don't tell" kira - kira artinya; kalau ada orang sedang menoleh, ceritakan bagaimana dia menoleh, jangan Cuma diberitahukan kalau dia yang sedang menoleh.

Tips ini saya gunakan untuk menulis motivasi, fiksi maupun non fiksi. Hasilnya? Ya bagus juga.

Salam!



It's Fun and Free to Support the Writers, Give Them a Cup of Coffee by Sharing Their Hard Work to Your Social Media. Let us Grow Together and Make more and more Creativities in Our Hands:


Comments

You must be Logged in to Post a Comment. OR Register Here for Only Less than 1 Minute!

Related Articles
About Author

Penulis dan Penerbit Buku Sendiri

Popular This Week
Mar 6, 2020, 8:09 AM - Shinta Kusuma
Nov 4, 2019, 3:28 PM - RackTicle Manager
Jan 20, 2020, 2:24 PM - RackTicle Manager
Dec 18, 2019, 9:22 PM - Rianda Prayoga
Feb 8, 2020, 1:00 AM - Singgih Tri Widodo
Apr 15, 2020, 10:23 PM - Shinta Kusuma
Jan 8, 2020, 10:43 AM - Deni Riyandi
Recent Articles
Jun 9, 2020, 2:32 PM - Novi Kurnia
Jun 2, 2020, 3:25 PM - Deni Riyandi
Jun 2, 2020, 1:37 AM - Singgih Tri Widodo
May 23, 2020, 2:28 AM - Adre Zaif Rachman
May 23, 2020, 2:23 AM - Edin S. Djatikusuma
May 21, 2020, 1:47 AM - Rahmat Gunawan
May 21, 2020, 1:33 AM - Stephanus Putra Nurdin