Menikmati Cita Rasa Kopi Khas Bogor di Kidemang Caffe

Menikmati Cita Rasa Kopi Khas Bogor di Kidemang Caffe

Siapa yang tak pernah meraskan minuman rakyat dikala bersantai dengan rekan, teman, sahabat, atau saat bekerja sekalipun. Ya, minum kopi  kini semakin berkembang menjadi suatu nilai agribisnis dari mulai pertanian, pasca panen, hingga tekhnik roasting dan penyeduhan yang bermacam banyak jenisnya. Kopi juga merupakan salah satu komoditas ekspor terbesar nasional.  

Ya, sekarang semakin banyak orang tertarik dari buah yang berasal dari jenis tanaman semak belukar tersebut. Ternyata selain untuk teman santai kopi juga bisa menjadi teman berpikir loh. Yah, itu menurut saya, kopi selalu menjadi teman setia. Awalnya saya tak begitu tertarik mendalami minuman favorit semuankalangan ini, namun tepat pada saat liburan kuliah saya berkesempatan mengunjungi sebuah caffe yang tak unik tak seperti biasanya. 

Mungkin kita biasa santai dan minum kopi di sebuah kedai di pusat kota atau keramaian. namun saya baru merasakan nikmatnya minum kopi di sebuah caffe yang terletak di pegunungan dan menjadi tempat sentra pertanian kopi di kecamatan sukamakmur tepatnya desa sukaharja kawasan wisata gunung batu.

Disini selain pengunjung bisa merasakan nikmatnya kopi khas asli bogor, kita bisa menikmati suasana alam yang sejuk dikelilingi bukit pegunungan dan pemandangan gunung batu persis di depan caffe ki demang yang terletak strategis. Ya, banhak pengunjung dari berbagai daerah bahkan kadang wisatawan luar yang datang ketika akhir pekan.  Saya terkejut ketika pertama kali datang, karena saya sendiri berasal dari bogor tak mengetahui banyak bahwa kabupaten bogor mempunyai kopi khas yang spesial. 

Ternyata Luas kawasan/sentra kopi di Kabupaten Bogor cukup luas mencapai 2.927 ha, dengan hasil produksi kopi berasan atau green beans sebanyak 2.177,5 kg.

Wah banyak sekali yah.  lokasi pengembangannya perkebunan kopi terletak di Kecamatan Sukamakmur, Megamendung, Cigudeg, Rumpin dan Cijeruk. Dan yang baru saya kunjungi adalah desa sukaharja yang terletak di kecamatan sukamakmur.

Sayangnya kunjungan pertama saya tak sempat bertemu dengan pendiri caffe ki demang yaitu bapak andika, beliau lulusan pertanian dari universitas padjajaran, bandung yang tinggal di desa sukaharja dan mendirikan kelompok tani disini. Tujuannya agar para petani bisa menghasilkan buah hasil panen kopi yang berkualitas dan berharga dan bwr segmentasi tinggi. Ya, dikarenakan sebelumnya para petani disini lebih banyak menjual hasil panen kepada para tengkulak yang membayar dengan harga rendah. 

Menurut sandhi, seorang barista di Caffe ki demang ini, banyak petani kopi yang sudah menerapkan SOP pertanian secara benar di desa sukaharja gunung batu. Para petani sekarang lebih mengutamakan kulitas dibandingkan kualitas. Ya, walaupun sebagian masih ada yang menjual secara asalan. "ya, kopi asalan itulah yang dijual kepada para tengkulak dengan harga standar." terang sandi pada saat saya berbincang santai di caffe unik dan keren ini. Kopi memang tak lepas dari gaya hidup.



It's Fun and Free to Support the Writers, Give Them a Cup of Coffee by Sharing Their Hard Work to Your Social Media. Let us Grow Together and Make more and more Creativities in Our Hands:


Comments

You must be Logged in to Post a Comment. OR Register Here for Only Less than 1 Minute!

About Author
Popular This Week
Recent Articles
Jun 9, 2020, 2:32 PM - Novi Kurnia
Jun 2, 2020, 3:25 PM - Deni Riyandi
Jun 2, 2020, 1:37 AM - Singgih Tri Widodo
May 23, 2020, 2:28 AM - Adre Zaif Rachman
May 23, 2020, 2:23 AM - Edin S. Djatikusuma
May 21, 2020, 1:47 AM - Rahmat Gunawan
May 21, 2020, 1:33 AM - Stephanus Putra Nurdin