Mengenal MV 22 Osprey, Helikopter Super Canggih yang diincar oleh TNI AD

Mengenal MV 22 Osprey, Helikopter Super Canggih yang diincar oleh TNI AD

 

Melansir dari bellflight.com, bahwa Indonesia mendapatkan tawaran untuk mengakuisisi helikopter super canggih MV 22 Osprey buatan Bell Textron dan Boeing, Amerika Serikat. Helikopter yang menawarkan konsep tilt rotor ini, mempunyai sejumlah keunggulan yang tidak dipunyai oleh helekopter lainnya. Bahkan saking multigunanya, Boeing menyebutnya pesawat tempur multirole.

Konsep yang sangat mutakhir digunakan adalah tilt rotor. Apa itu tilt rotor?

Tilt rotor merupakan sebuah konsep dalam dunia aviasi penerbangan, dimana kontrol penerbangan pesawat menggabungkan antara konsep kerja vertikal helikopter konvensional dan kecepatan berikut jangkauan pesawat fixed-wing (sayap tetap) menjadi satu. Purwarupa awal MV 22 Ospey adalah prototip yang dibuat oleh Bell Textron dimana masih menyandang kode V 22 Osprey. Setelah menggandeng Boeing, V 22 dikembangkan menjadi MV 22 dengan designasi nama Osprey (sebuah nama burung) dengan pengguna pertama adalah Marinir Amerika Serikat (USMC/ US Marine Corps).

Helikopter ini dalam pengoperasiannya, akan lepas landas menggunakan rotor di kedua sisinya secara vertikal, lalu akan berubah menjadi sebuah bentuk rotor turboprop untuk kecepatan dan jangkauan yang jauh. Selain mempunyai daya muat yang besar, helikopter ini juga dapat dioperasikan di segala medan, kapanpun dan dimanapun. DSCA (Defense Security Cooperation Agency) mengeluarkan pengumuman tersebut dengan opsi  penawaran yang menggiurkan, bahkan sudah dilengkapi dengan desain loreng TNI AD. Berkonsep FMS (Foreign Military Sale) alias Government to Government (G to G) sehingga meminimalisikan adanya broker-broker yang tidak bertanggung jawab.

Mempunyai fungsi multiguna, tentu merupakan keunggulan sendiri terkait teknis penggunaan helikopter ini. Selain digunakan untuk operasi perang, helikopter ini juga bisa digunakan untuk operasi non perang. Daya muat yang besar, kecepatan yang tinggi, operasi pendaratan yang bisa dilaksanakan dimana saja, kapanpun dan dimanapun, dan tentunya bisa hoovering (melayang diudara layaknya helikopter) tentu merupakan kemampuan yang sangat dibutuhkan jika terdapat bencana alam yang datang sewaktu-waktu. Pertolongan pertama yang cepat dan tanggap di jam pertama pasca terjadinya bencana tentu merupakan sebuah hal yang sangat dibutuhkan disaat terjadi bencana bukan. Terlepas helikopter ini dibanderoli dengan sangat mahal, dan biaya operasionalnya pun sangat mahal, yakni US$ 11.000 per jamnya (bandingkan dengan biaya operasional pesawat tempur F 16 Fighting falcon yang dikisaran US$ 3.500 per jamnya) dan belum ada kepastian akan diakuisisi atau tidak oleh Pemerintah Indonesia, Jika kelak Helikopter ini jadi diakuisisi, tentu merupakan lompatan teknologi yang signifikan bukan, terutama oleh Dinas Penerbangan TNI Angkatan Darat (Penerbad). Kita doakan saja.

***



It's Fun and Free to Support the Writers, Give Them a Cup of Coffee by Sharing Their Hard Work to Your Social Media. Let us Grow Together and Make more and more Creativities in Our Hands:


Comments

You must be Logged in to Post a Comment. OR Register Here for Only Less than 1 Minute!

About Author

Seorang yang cinta menulis

Popular This Week
Mar 6, 2020, 8:09 AM - Shinta Kusuma
Nov 4, 2019, 3:28 PM - RackTicle Manager
Dec 18, 2019, 9:22 PM - Rianda Prayoga
Jan 20, 2020, 2:24 PM - RackTicle Manager
Dec 24, 2019, 10:26 AM - Eka Kusumaningrum
May 23, 2020, 2:23 AM - Edin S. Djatikusuma
Recent Articles
Aug 15, 2020, 11:04 AM - Akhmad Fauzi
Aug 14, 2020, 12:49 PM - celina lovinri
Aug 11, 2020, 5:57 PM - Pone Kamaruddin
Aug 10, 2020, 7:34 AM - celina lovinri
Aug 8, 2020, 9:28 PM - Singgih Tri Widodo
Aug 5, 2020, 8:06 PM - Siti Mahmudah Solikatun Kasanah
Aug 5, 2020, 7:26 PM - Shinta Kusuma