Mengenal Lebih Dekat Ajaran Tasawwuf Dalam Islam

Mengenal Lebih Dekat Ajaran Tasawwuf Dalam Islam
  1. Mengenal Lebih Dekat Ajaran Tasawwuf Dalam Islam

Oleh : Penyair Senja

Bismillaahirrahmaanirrahiim ...

Assalamualaikum WR. WB ....

Para Pembaca yang haus akan ilmu kebaikan, pada saat ini Penulis akan menyajikan suguhan tentang Ilmu Tasaawwuf yang agung. Tersebab kunci kebahagiaan sejati adalah meraih kehidupan akhirat dengan gemilang. Nah, bagaimana cara untuk mendapatkan mutiara yang indah dari beberapa petikan kata-kata yang bermuara pada Tasawwuf. Marilah kita baca secara mendalam  untuk menambah khazanah ilmu kebatinan kita.

Membuat hati hidup bukan perkara yang sulit. Karena jika hati kita mati, maka rusaklah amalan lainnya. Tanpa bertele-tele, Saya buka artikel di bawah ini dengan satu kata yang menjadi topik, pokok pikiran yang harus ditekankan, yakni ; Tasawwuf.

Tasawwuf memang masih sangat jarang dipraktekkan sepenuhnya pada zaman modern sekarang ini. Pasalnya, setiap manusia sibuk dengan perkara dunia dan hampir melupakan akhirat. Jika dibiarkan, maka keseimbangan dunia ini akan terganggu hingga mendatangkan kiamat kecil yang telah nampak di muka bumi ini. Pada dasarnya, Rasulullah SAW sangat mendukung dan mencontohkan kepada ummat-Nya untuk menjadi kaya, dan serba berkecukupan. Akan tetapi, beliau juga menerapkan perilaku tasawwuf dalam kehidupannya sehari-sehari. Semisal mengasingkan diri ke gua hira' sampai mendapatkan wahyu pertama kali dari Allah SWT, melalui malaikat Jibril yang berupa surat Al-Qur'an surat Al-Alaq.

Metode Tasawwuf adalah bagaimana kita membersihkan hati dari sifat-sifat kotor, seperti; iri hati, tamak, dan takabbur. Apabila kita mampu menahan diri dan membuang sifat-sifat kotor tersebut, maka cahaya iman dan keyakinan yang utuh akan timbul menghiasi tindak tanduk dan niat yang baik selalu positif terhadap keadaan. 

Satu hal yang sangat penting, jika kita mengamalkan tasawwuf dalam kehidupan sehari-hari, maka jalan lurus akan kita tempuh disertai ibadah yang kuat mencari ridha Allah, dan menjauhkan diri dari murka-Nya. Tentunya keselamatan dan hidayah yang terang senantiasa didapatkan langsung tanpa dipinta, tersebab Allah telah senang dan suka terhadap perbuatan yang kita kerjakan.

Orang yang bertasawwuf, akan senantiasa takut menyakiti hati orang lain, bahkan dia akan berusaha untuk membuat bahagia semua orang. Walaupun pada akhirnya dia selalu dikecewakan. Karena di dalam hatinya penuh dengan lautan maaf, dan kelapangan hati yang tiada tara. Indahnya tasawuf sudah mendarah daging, dan nikmatnya cenderung membuat hati tenang.

"Hablum minallah, wahablum minannaas"

Hubungan baik dengan Allah, serta menjalin ikatan yang baik dengan manusia. Selalu mematuhi perintah- Nya, dan menjauhi segala larangan-Nya. Tidak mengganggap diri lebih baik daripada orang lain serta selalu tawadduk dalam setiap hal. Sehingga hati, pikiran, dan tindakannya sesuai dengan tuntunan Al-Qur'an dan Al-Hadist.

Apabila seluruh umat Islam memiliki jiwa tasawwuf dalam dirinya, maka damailah dunia, serta toleransi akan terlaksana dengan baik. Orang yang bertasawwuf akan selalu hidup meskipun berada di tanah, di air , dan di atas gunung. Tersebab dia selalu bergantung pada Allah SWT, tanpa menghilangkan usaha yang sesungguhnya.

"Watawaashaw bil haqqi, watawaashaw bis shobri"

Saling menasihati dalam kebenaran (Kebaikan ) dan saling menasihati dalam kesabaran. Semestinya tidak ada kata tidak untuk berjuang dalam memunculkan kebenaran yang hakiki. Setiap Muslim berhak bersaing dalam kebaikan, bukan malah sebaliknya.

Tidak ada manusia sempurna seperti Rasulullah SAW, di dalam dunia ini. Akan tetapi semestinya kita sadar dan menyadari, serta paham dan memahami serta mengerti bahwa kita bisa melakukan kebaikan dan jangan menunggu menjadi manusia suci untuk memberikan nasihat. 

Perlu dipahami bahwa situasi dan kondisi juga perlu diperhatikan, agar tidak menyinggung perasaan orang lain dalam berpendapat, dan atau saling mengingatkan dalam hal kebaikan. Sungguh celaka bagi orang yang merasa benar sudah melakukan kebaikan akan tetapi dia lalai dan berada dalam keburukan yang sesungguhnya.

"In khairan Fahairun, wain sarran, fasarrun"

Dalam pandangan tasawwuf, kita disarankan pokus kepada Allah SWT sebagai pencipta alam dan isinya (Khaliq). akan tetapi tetap tidak melupakan manusia lain sebagai (Makhluk) yang berperan penting dalam kehidupan sosial. Selanjutnya niatkan segalanya Lillaahi Ta'alaa, bukan mencari pujian manusia belaka. Pujian memang penting untuk memacu semangat untuk melakukan hal yang lebih baik. Namun harus melihat porsi seberapa besar nilai pujian itu untuk memotivasi kehidupan seseorang. Jika dilakukan secara konsisten khawatir hidup ini dijalani dengan penuh drama dan sandiwara yang berkepanjangan.

Sedikit demi sedikit keikhlasan diri akan luntur dan tenggelam dalam putaran zaman. Sehingga dunia seakan dewa dan akhirat dikesampingkan. Miris bukan?

Hadirnya tasawwuf dan Ulama' Sufi dari zaman dahulu sudah menjadi jawaban yang penting untuk bertindak ke depan. Imam Al-Gazali sampai berpindah meninggalkan Filsafat yang tak berujung sampai menekuni bidang ilmu tasawwuf dengan menelurkan karya yang berkontribusi sampai saat ini dalam dunia Islam dengan karya beliau kitab yang tersohor dan terkenal di seluruh dunia, yakni; kitab Ihya' Ulumiddiin yang sebagian besar membahas tentang Ilmu Tasawwuf. Kemudian masih banyak lagi Ulama' Sufi yang terkenal sampai saat ini, seperti Abu Yazid Albustomi, Hasan Al Basri, dan Rabuatul Adawiyah.  Dari seluruh Ulama' Sufi yang Penulis sebutkan telah terbukti mempunyai kekurangan dan kelebihan masing - masing. Tinggal kita tahu caranya membedakan dengan terus membaca - dan membaca ( Iqra')

Jangan sekali-kali melupakan sejarah, apalagi sejarah yang dibangun oleh peradaban umat Islam terdahulu. Mulai dari Rasulullah SAW, Khulafaur Rasyidin dan para Sahabat yang lain hingga ke Tabi'ien. Walaupun kita tidak hidup berdampingan dengan beliau- beliau, akan tetapi bisa mengambil hikmah dan ibrah yang berguna untuk kehidupan ini. 

Metode Tasawwuf mengajarkan hati untuk selalu ingat kepada Allah terutama dzikir yang dianjurkan. Jika kita sibuk mengingat Allah, maka kita akan lupa untuk membicarakan keburukan dan sifat iri dengki serta kebencian yang merupakan virus hati yang mematikan. Puncaknya, segala aspek yang kita usahakan perlu dirasakan terlebih dahulu baik atau buruk, menimbang hal mana yang perlu diperjuangkan atau disia-siakan. Pikiran yang jernih akan memunculkan ide yang positif untuk menunjang kehidupan yang lebih baik ke depan.

Sucikanlah hati, pikiran, dan tindakan dengan mendalami ilmu Tasawwuf. Agar kehidupan kita lebih harmonis dan tahu sama tahu tanpa harus diberi tahu.

"Al insaanu mahallul khata' wan nisyan"

Demikian artikel sederhana ini saya buat, jika ada yang salah murni dari keteledoran pribadi, jika ada yang benar segalanya saya kembalikan kepada Allah SWT. Saya tidak menutup diri jika ada kritik dan saran untuk perbaikan kualitas artikel ini ke depan. Sebenarnya masih banyak karangan lain yang membicarakan dan atau menuliskan ajaran Tasawwuf dalam kehidupan, akan tetapi setiap kepala mempunyai isi yang berbeda-beda. Tergantung selera mana yang lebih cocok dan rasional. 

"Ana uriid anta turiid, walakinnallah fa'aalul lima yuriid"

Dalam proses pembuatan artikel ini, tidak ada unsur plagiasi ataupun menyadur dari pihak manapun, tulisan ini murni dari hasil pemikiran pribadi. Jika terdapat kata - kata yang meniru ataupun yang sama persis dengan milik saya, berarti hanya kebetulan saja.

Ihdinassiraatal mustaqiim, Wassalaamualaikum WR. WB.

Sumenep, 24 Januari 2020



It's Fun and Free to Support the Writers, Give Them a Cup of Coffee by Sharing Their Hard Work to Your Social Media. Let us Grow Together and Make more and more Creativities in Our Hands:


Comments

You must be Logged in to Post a Comment. OR Register Here for Only Less than 1 Minute!

About Author

Lahir dengan selamat pada 13 Juni 1993

Popular This Week
Mar 6, 2020, 8:09 AM - Shinta Kusuma
Nov 4, 2019, 3:28 PM - RackTicle Manager
Dec 18, 2019, 9:22 PM - Rianda Prayoga
Feb 8, 2020, 1:00 AM - Singgih Tri Widodo
Jan 20, 2020, 2:24 PM - RackTicle Manager
Dec 24, 2019, 10:26 AM - Eka Kusumaningrum
Feb 13, 2020, 12:36 PM - Runengsih
Recent Articles
Aug 15, 2020, 11:04 AM - Akhmad Fauzi
Aug 14, 2020, 12:49 PM - celina lovinri
Aug 11, 2020, 5:57 PM - Pone Kamaruddin
Aug 10, 2020, 7:34 AM - celina lovinri
Aug 8, 2020, 9:28 PM - Singgih Tri Widodo
Aug 5, 2020, 8:06 PM - Siti Mahmudah Solikatun Kasanah
Aug 5, 2020, 7:26 PM - Shinta Kusuma