Mengapa Orang Lebih Memilih Iphone Dibanding Android Meski Harganya Selangit?

Mengapa Orang Lebih Memilih Iphone Dibanding Android Meski Harganya Selangit?

Produk Apple seperti Iphone boleh saja memiliki harga selangit. Tapi faktanya Iphone selalu "menggemparkan" setiap seri terbaru dirilis. Seri terbaruĀ  Iphone 11 pro yang dibandrol Rp 21 juta, penjualannya juga cukup kinclong.

Jika kita memakai sudut pandang (maaf) sobat miskin. Maka produk "Apel Kegigit" ini terasa tidak masuk akal. Buat apa coba mengeluarkan uang yang gak sedikit untuk sebuah telepon seluler pintar. Sementara di toko sebelah kita bisa dapatkan produk dengan harga lebih miring, sekalipun kualitasnya tidak sama.

Banyak faktor yang menyebabkan mengapa orang lebih memilih Iphone dibanding Android, meski harganya selangit. Di sejumlah website lain sudah banyak mengulas topik alasan pengguna lebih memilih Iphone daripada Android ini. Mulai dari gengsi, kualitas, efisien, kebutuhan atau cuma korban iklan. Ya kita tahu kualitas Iphone gimana. Cuma harganya saja yang tidak bersahabat.

Di artikel ini mari sama-sama kita menengok persaingan Iphone dan Android dari sudut pandang lain. Ya minimal gaya ulasannya berbeda.

Iphone boleh bangga dengan label gadget premium, bergengsi dan tercanggih (katanya). Sekalipun penggunanya cukup loyal mengeluarkan uang banyak untuk membeli produknya, Iphone masih kalah sama smartphone berbasis Android dari segi market share dan jumlah pengguna.

Android masih menguasai sekitar 75,27 persen market share di seluruh dunia dan hanya menyisakan 22,74 persen untuk iOS. Sementara Di Indonesia, Android dipastikan lebih unggul. Bahkan unggul telak. Laman StatCounter menyebut bahwa Android menguasai 93,32 persen market share dan menyisakan 5,52 persen untuk iOS. Begitu juga untuk jumlah pengguna, Android sudah mencatatkan diatas 3 Milyar pengguna. Hampir separuh populasi dunia.

Artinya Iphone tidak begitu superior. Di Indonesia sendiri, mayoritas orang tahunya Android. Iphone atau iOS hanya segelintir saja yang tahu.

Tidak apple to apple

Meski Iphone dan Android keduanya merupakan raksasa teknologi mewakili Apple dan Google. Tapi membandingkan keduanya rasanya kurang apple to apple. Pangsa pasarnya keduanya berbeda. Gak bisa disamakan dengan persaingan antar Samsung dengan vendor Tiongkok maupun dengan lokal.

Nyatanya Iphone ketinggalan jauh dari smartphone berbasis Android dari segi penjualan dan popularitas. Tapi Iphone masih santuy saja dan nyaman dengan hanya pengeluaran 1 seri produk terbaru setiap tahunnya. Karena mereka pede meski penjualan produk tidak banyak, tapi pendapatannya kinclong. Artinya Iphone dan Android memang memiliki target pasarnya sendiri dan model bisnis yang bereda dibanding pesaingnya.

Pasar yang jelas berbeda

Bagi mereka yang berkantung tebal dan penggila gadget. Harga puluhan juta untuk Iphone tentu bukan masalah. Bagi Sultan mah bebas. Kalau mau beli ya beli saja, gak perlu banding-bandingkan harga.

Jadi diharapkan jangan lagi memakai sudut pandang berdasarkan "kantong priadi" dalam menyikapi Iphone dan Android.

Karena ini berkaitan dengan uang, gengsi, kebutuhan dan kenyamanan. Jadi bagi mereka yang memiliki uang banyak, harga Iphone segitu masih wajar. Melihat manfaat yang didapatkan.

Ada harga, ada kualitas

Faktor terbesar orang memilih Android sebagai OS smartphone miliknya tentu karena harga terjangkau. Tapi sebagian lain memiliki pertimbangan lainnya sendiri dalam memilih smartphone.

Harga Iphone yang selangit tentunya tidak ditentukan sembarangan. Kualitas yang melekat pada produk Apple ini juga bukan main-main.

Mulai dari material hardware dan software terbaik. Sistem keamanan nyaris tanpa celah, awet dan dukungan aplikasi terbaru & pertama kali hadir di Appstore. Itu sebagian keunggulan Iphone dibanding pesaingnya.

Terutama ialah kepraktisan penggunaan. Maksudnya konsep yang ditawarkan Iphone benar-benar simple. Iphone tidak terlalu seringĀ  mengeluarkan versi terbaru seperti Android. Memilih ponsel Android butuh waktu lebih karena butuh pertimbangan lebih jauh, belum lagi jumlah vendor yang beragam.

Realistis sih bagi mereka yang punya uang, suka kepraktisan dan kualitas. Jika akhirnya mereka lebih suka Iphone.

Strategi pemasaran dan konsisten

Kekonsistensian Apple untuk tidak berlebihan memproduksi Iphone benar-benar sukses membuat citra eksklusif, premium dan tidak pasaran.

Selama mereka selalu menjaga kualitas dan memberi kejutan setiap perilisan produk baru. Maka penguna Iphone akan selalu loyal.

Dalam hal ini Android juga melakukan hal yang sama untuk membuat produknya tidak pasaran. Dengan senantiasa memperbarui versi Operating System. Banyaknya produk, kecil kemungkinan pengguna memiliki perangkat yang sama dengan teman sebelahnya. Hanya saja karena Android bersifat Open Source, maka tergantung pada pengembang dalam membuat smartphone yang sayangnya masih sering ada tiruan.

Persaingan Asia dan Eropa & Amerika

Bule-bule di Barat sana lebih suka pakai Iphone. Sementara Android merajai Asia. Citra Iphone yang mewah dan budaya barat, membuat orang lebih memilih Iphone. Karena dengan sendirinya membentuk label produk dari Barat lebih bagus.

Sementara itu sebenarnya produk gagdet asal Asia juga mulai digemari di Eropa dan USA. Hanya saja faktor glorifikasi pada dunia Barat masih cukup kuat. Sehingga sekalipun Android merajai pasar dunia, tapi kebanggaan masih ada di Iphone. Lebih tepatnya faktor gengsi.

Kejayaan Nokia dimasa lalu

Dulu Nokia melekat citra hp mahal, awet dan kuat. Pembeli rela mengeluarkan uang banyak untuk membeli hp Nokia, karena yakin keawetannya. Dibanding merk lain yang lebih murah, tapi kualitas odong-odong.

Membandingkan Nokia dan Iphone tentunya kurang tepat. Karena semahal-mahalnya Nokia masih terjangkau di kelas Low End. Tapi Iphone memang benar-benar High End.

Tapi persamaan keduanya ada pada prilaku pembelinya yang lebih mementingkan kenyamanan penggunaan, dibanding harga. Pembeli yang suka pemakaiaan jangka panjang, dibanding kebutuhan sesaat.

Hati-hati saja jangan sampai kejadian serupa Nokia terjadi pada Iphone, Android dan lainnya. Meski siapun pihak bisa kalah sekalipun tidak melakukan kesalahan, tetapi kompetitor yang jauh lebih baik.

Antara ayam kampung dan ayam ras (broiler)

Mari kita bawah persaingan Iphone dan Android ke ranah yang lebih kearifan lokal. Ayam kampung sebagai Iphone. Sementara itu Android sebagai Ayam Ras.

Ayam kampung sekalipun dagingnya tidak banyak, tidak banyak dipasaran, proses ternaknya lama, dan harganya mahal. Tapi bagi mereka yang sudah kadung menyukai kelezatan daging ayam kampung, maka tidak masalah mengeluarkan uang lebih untuk membeli.

Ciri khas rasa, eksklusifitas dan gengsi tersendiri membuat orang lebih menyukai ayam kampung ketimbang ayam potong. Sekalipun harganya mahal.

Tapi bagi mereka yang lebih memilih ayam ras atau potong, juga tidak ada masalah. Sama-sama ayam, selama pengolahannya baik pasti rasanya juga enak.

Peternakan ayam kampung dan ayam potong juga tidak saling tergangggu. Sekalipun ayam potong lebih murah dan banyak dipasaran. Namun pelaku usaha ayam kampung tetap santuy dan nyaman dengan mematok harga tinggi untuk hasil ternaknya.

Karena nyatanya target pasar keduanya berbeda. Murahnya ayam potong dipasaran, tidak lantas membuat harga ayam kampung tertekan dan menyesuaikan harga. Dunia mereka berbeda. Peminat maupun pembelinya berbeda.

Kira-kira apa yang terjadi antara ayam potong dan kampung, maka seperti itu juga antara Iphone dan Android. Silakan ambil maknanya sendiri.



It's Fun and Free to Support the Writers, Give Them a Cup of Coffee by Sharing Their Hard Work to Your Social Media. Let us Grow Together and Make more and more Creativities in Our Hands:


Comments

You must be Logged in to Post a Comment. OR Register Here for Only Less than 1 Minute!

About Author

LUV LUV LUV

Popular This Week
Mar 6, 2020, 8:09 AM - Shinta Kusuma
Nov 4, 2019, 3:28 PM - RackTicle Manager
Jan 20, 2020, 2:24 PM - RackTicle Manager
Dec 18, 2019, 9:22 PM - Rianda Prayoga
Feb 8, 2020, 1:00 AM - Singgih Tri Widodo
Apr 15, 2020, 10:23 PM - Shinta Kusuma
Jan 8, 2020, 10:43 AM - Deni Riyandi
Recent Articles
Jun 9, 2020, 2:32 PM - Novi Kurnia
Jun 2, 2020, 3:25 PM - Deni Riyandi
Jun 2, 2020, 1:37 AM - Singgih Tri Widodo
May 23, 2020, 2:28 AM - Adre Zaif Rachman
May 23, 2020, 2:23 AM - Edin S. Djatikusuma
May 21, 2020, 1:47 AM - Rahmat Gunawan
May 21, 2020, 1:33 AM - Stephanus Putra Nurdin