Menciptakan Bisnis, Lantas Apa Kiat dan Langkahnya

Menciptakan Bisnis, Lantas Apa Kiat dan Langkahnya

Suatu langkah yang harus di ciptakan adalah sebuah pengendalian atau memanfaatkan sumber daya. Jika seandainya berada di tengah kota, lihat saja bagaimana aktifitas di daerah itu. Sudah dipastikan penuh dengan kesibukan, lalu lalang para profesional yang mengurus pekerjaan dan bisnis.

Memulai merangkap sebuah konsep, menciptakan ruang untuk memulai bisnis kecil-kecilan. Melahirkan sebuah pemikiran perkembangan ekonomi dengan menciptakan suatu bisnis yang mampu menjawab tantangan pada masa yang akan datang. Pemikiran itu bukan bentuk yang melandasi harus berbuat dan memulai dari berukuran besar. Tetapi mencari jalan atau mencari suatu ide yang strategis untuk diterapkan.

Tidak menciptakan ide yang muluk-muluk bagi perkembangan pasar yang ada pada saat ini. Setiap pebisnis bisa dikatakan pedagang, dan pedagang bisa juga dikatakan pebisnis. Artinya adalah antara pedagang dan pebisnis itu suatu kesatuan yang memiliki arti yang sama namun konsep berfikirnya yang berbeda. Kedua tipe itu memiliki kesamaan yaitu sama-sama menginginkan nilai ekonomis yang bisa dijual / diuangkan.

Pebisnis memiliki pola pikir yang mengarah kepada menciptakan suatu gebrakan baru sehingga mampu bernilai jual dan dapat dimanfaatkan untuk menguasasi pasar. Sedangkan perdagangan memiliki pola tindak untuk mengeksekusi pasar sehingga memiliki aktifitas dan mampu berdaya beli untuk menciptakan aset ekonomis.

Rata-rata pasar yang di tuju oleh pebisnis adalah peluang. Sebuah tempat penampungan untuk menjual produk secara legal. Di tempat ini (pasar) para pelaku bisnis menjual barang yang ada pada perusahaannya. Mereka menciptakan mekanisme dan pola prilaku eksekutor pasar, artinya merekalah sebagai aktor pasar untuk menyediakan barang dan jasa. 

Bagi para pebisnis yang telah profesional sangat mudah untuk mengendalikan pasar sehingga mereka mampu menampung kehendak pasar. Setelahnya mereka akan bebas untuk melakukan transaksi hasil penjualan produk yang tersedia di perusahaan mereka. Mampu untuk menciptakan barang belum tentu mampu menjual barang di market. Perlu kita ketahui pangkal suksesnya seorang pebisnis mampu mengeksekusi peranan pembeli atas barang yang telah di pasarkan.

Melangkah lebih awal untuk menjadikan pasar sebagai partner transaksi bisnis kita. Melampaui apa yang telah tersedia di pasar tersebut. Pebisnis mencari suatu jalan dan peluang, sementara pedagang mengeksekusi pasar untuk menjalankan penjualan. 

Nilai plus yang ada pada pebisnis adalah mampu menciptakan peluang bisnis baru. Mampu meramal pasar pada tingkat yang lebih tinggi. Semua itu ada pada ide-ide yang telah ia rancang. Menciptakan bisnis baru secara otomatis pebisnis menciptakan lapangan pekerjaan baru. Hal ini sangat bernilai dan dimiliki oleh para pelaku bisnis. Dengan menciptakan bisnis orang-orang yang berada pada titik yang bersangkutan akan terberdayakan atas terciptanya bisnis tersebut.

Bisnis yang di ciptakan itu biasanya sejalur dengan permintaan pasar. Sebagai contoh, A memiliki bisnis sate, dia memiliki karyawan sebanyak 3 orang. 3 karyawan itu di letakan sesuai dengan kemampuan dan basic mereka. Untuk urusan mengendalikan bisnis ini A lah yang paling berperan. Karena pengendalian keuangan dan menggaji karyawan adalah wewenang si A sebagai pemilik. 

Sepak terjang A pada memgelola bisnis sudah mengalami pasang surut. Banyak bisnis yang di miliki sebelumnya. Mulai dari menjadi karyawan terlebih dahulu sampai dengan bisnis kecil-kecilan. Berangkat dari cita-cita yang di miliki. A mulai membangun kerangka bisnis yang ia rencanakan. Sebelum nya ia telah bekerja pada berbagai macam bisnis, termasuk jualan sate itu. 

A cukup berdedikari menciptakan peluang bisnis yang telah lama ia rencanakan ini. Bahkan pada saat bekerja ia rela tidak digaji satu persen pun oleh bossnya. Demi mendapatkan ilmu, dengan keyakinan yang dimiliki. Karakter A yang sangat ulet terjawab oleh terbangunnya sebuah bisnis kuliner (berjualan sate) yang memiliki cabang sebanyak 20 sebagai rantai bisnisnya.

Ia mampu membangun bisnis dengan mendirikan banyak anak cabang. Ia meraup keuntungan dari cabang yang telah ia bangun. Sekarang ini dia memiliki karyawan sebanyak 20 orang. Pada setiap cabang dan pusat usahanya memiliki 1 : 3. Artinya satu tempat 3 karyawan. 

Optimistik yang dimiliki A terbangun dari apa yang telah dicita-citakan. Ia menelaah pasar. Bahwa keuntungan dari berjualan sate sangat cepat didapatkan. Apalagi masakan kita sangat dinikmati oleh pelanggan. A membaca selera pelanggan. Kita memiliki jumlah masyarakat yang sangat suka dengan makan diluar. Jualan sate adalah salah satu jawabannya. Dengan harga yang tidak terlalu mahal, terjangkau oleh seluruh kalangan. Menjadikan usaha sate yang kita miliki berkembang yang sangat pesat.

Setelah A sukses membangun bisnis kuliner tersebut. Tentu ini bukan langkah akhir dari perjalanan bisnisnya. Masih banyak lagi ide yang perlu kita terapkan. Tentunya itu memulai bisnis yang sejalur atau membangun seri bisnis yang berbeda dari yang ada sekarang.

A juga memiliki rancangan yang lebih keren dari yang sebelumnya. Beliau akan menambah sistem pelayanan. Sebelunya dia hanya memiliki sitem jemput dan kunjungi tempat untuk membeli sate. Sekarang pelayanan delivery juga tersedia di usaha sate yang dimiliki oleh A. Delivery order tersebut terbuka 24 jam. Perubahan managemen membuat bisnis A menjadi besar. Sekarang 20 cabang yang tesebar menyediakan delivery order. 

Memiliki hoby bisnis, setelah memiliki perkembangan pada saat ini. A juga berkeinginan menciptakan bisnis baru. Sekarang ia menambah anak perusahaan roti bakar, ia yang memiliki langsung ditambah dengan suport keluarga, adik dan anak-anaknya.

Bisnis baru yang ingin dibuat adalah roti bakar yang dikemas. Roti ini di buat dengan cara di bakar lalu dikemas dan di encer ke pedagang yang berada kabupaten tempat daerah ia tinggal. A mencoba melahirkan bisnis ini untuk launching perdana. Dulu dia pernah menjadi karyawan pabrik roti kering. 

Produk roti yang dimiliki oleh A di produksi masih berskala kecil. Ia mencoba bagaimana permintaan pasar atas produk roti yang dimilki perusahaannya itu. Untuk awal A merekrut karyawan sebanyak sepuluh orang, yang terdiri dari 5 orang salesmen untuk mengantar roti yang siap untuk dipasarkan. 5 orang karyawan yang diposisikan sebagai operator produksi.

Skema sperti itu dimiliki oleh semua pebisnis. Merencanakan, mengukur modal dan praktek. Semuanya tentu harus melalui persiapan yang matang. Bisnis itu adalah rezky, pemasaran, untung dan rugi. Hal yang perlu dilakukan adalah mengukur pasar. Karena dengan langkah itu kita akan tahu apa yang paling banyak diminati oleh pasar. Dan apa yang belum ada dipasaran. 

Saran yang paling banyak dimuncul kan A adalah sebagai seorang pebisnis kita harus memiliki semangat yang sangat tinggi, tidak mudah menyerah. Lika-liku didalam berbisnis pasti ada, tergantung dari kita untuk menyikapinya. Sebagai pebisnis kita harus disiplin dan mampu menciptkan ide-ide beserta dengan prakteknya. Jika hanya kita mampu bercita-cita, dan tidak ada usaha hal itu sama saja dengan khayalan.



It's Fun and Free to Support the Writers, Give Them a Cup of Coffee by Sharing Their Hard Work to Your Social Media. Let us Grow Together and Make more and more Creativities in Our Hands:


Comments

You must be Logged in to Post a Comment. OR Register Here for Only Less than 1 Minute!

About Author

Wiraswasta

Popular This Week
Mar 6, 2020, 8:09 AM - Shinta Kusuma
Nov 4, 2019, 3:28 PM - RackTicle Manager
Dec 18, 2019, 9:22 PM - Rianda Prayoga
Jan 20, 2020, 2:24 PM - RackTicle Manager
May 23, 2020, 2:23 AM - Edin S. Djatikusuma
Dec 24, 2019, 10:26 AM - Eka Kusumaningrum
Feb 7, 2020, 1:22 AM - Singgih Tri Widodo
Jan 8, 2020, 10:43 AM - Deni Riyandi
Recent Articles
Aug 15, 2020, 11:04 AM - Akhmad Fauzi
Aug 14, 2020, 12:49 PM - celina lovinri
Aug 11, 2020, 5:57 PM - Pone Kamaruddin
Aug 10, 2020, 7:34 AM - celina lovinri
Aug 8, 2020, 9:28 PM - Singgih Tri Widodo
Aug 5, 2020, 8:06 PM - Siti Mahmudah Solikatun Kasanah
Aug 5, 2020, 7:26 PM - Shinta Kusuma