Mau Cokelat atau Seperangkat Alat Sholat?

Mau Cokelat atau Seperangkat Alat Sholat?

"Mau Cokelat atau Seperangkat Alat Sholat?" ini saya ambil salah satu tema kajian kemarin, (15/02/2020) yang bertempat di Masjid Ulul Azmi, Kampus C Unair Surabaya. Sebenarnya tema yang diambil ini juga menyinggung dengan hari valentine yang dirayakan setiap setahun sekali pada tanggal 14 Februari. Karena, valentine ini artinya bahwa hari kasih sayang. 

Padahal, hari kasih sayang umat islam itu setiap hari bukan hanya tanggal 14 februari saja. Entah kenapa banyak umat islam yang masih merayakan? atau memang belum tahu apa itu valentine day. Kalau memang banyak belum tahu tentang perayaan hari valentine. Baik, saya akan jelaskan bahwa hari valentine itu bukan ajaran agama islam alias melarang. Karena, valentine mengajak kita ke dalam dunia kemaksiatan bagi yang belum menikah lho ya. 

Sebagaimana, kemarin disampaikan oleh Ust. Heru Kusumahadi dengan melontarkan pertanyaan ke peserta terutama akhwat. Karena tema ini berkaitan dengan akhwat sendiri. "Mau Cokelat atau Seperangkat Sholat ?" lalu kemudian salah satu peserta bilang mau "seperangkat alat sholat".  Kemudian ust. heru mengatakan bahwa ya mau dua-duanya saja. Tidak hanya seperangkat alat sholat saja. 

Selain itu, valentine ini sebagai interaksi antara laki-laki dengan perempuan yang belum ada ikatan sebuah pernilkahan. Makanya, valentine kebanyakan dilakukan oleh anak-anak muda sekarang dengan cara menukar cokelat, katanya seperti itu.  Dimana jelaskan dalam surah Ali-Imran ayat 14 berbunyi bahwa Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diinginkan, yaitu wanita-wanita, anak-anak, dan harta yang banyak dari jenis. 

Setelah itu, Pria berjenggot menuturkan kata-kata yang indah. Apa itu? yaitu "Aku pacaran ngggak ngapa ngapain kok. Kalau nggak ngapa-ngapain, ya ngapain pacaran?. Aku pacaran cuma pegangan tangan doang kok. Kalau dia cowok asli, mana ada puas sampe pegangan tangan doan?. Pacaran kan enak. ada yang perhatiin. Cari perhatiin bukan harus taruhan badan kan?".

Apa sih kita cari saat pacaran? Tidak ada manfaat dalam dunia pacaran itu. Justru, pacaran itu membuat kita ke dalam dunia maksiat kepada Allah subhanallah ta'ala.

Kita perbaiki diri itu penuh perjuangan namun kebahagiaan tak kan itu ia kana dinikmati karena taat. Sedangkan, keburukan diri berarti terkadang nikmat. Namun bahagia itu semu karena ia ternikmati oleh syahwat. Maka nya itu sebelum terlambat yuk kita memperbaiki dan mendekatkan diri kepada Allah subhanallah ta'ala. 

Yakin dengan jodoh dari Allah itu terbaik dan tidak mungkin disuruh mengajak kemaksiatan dulu. Karena, kita terlena syaitan yang justru mengajak ke dalam dunia maksiat, seperti pacaran. "Bagi yang belum menikah. Penjarakan cintamu dengan taat kepada-nya (Allah). Sedangkan bagi yang sudah menikah. Penjarakan cintamu dengan pasangannya dalam hidupnya",Pungkas Ustad berbaju kokoh warna biru. 

Selain itu juga dia menjelaskan bahwa cara mendapatkan pasangan baik dengan dilakukan secara baik pula. Seperti ta'aruf, khitbah, dan akad. Nah itu salah satu caranya agar kita tidak terjeremus dalam dunia maksiat. 

Ta'aruf dalam definisi maknanya adalah saling mengetahui dan berkenalan dengan cara yang ma'ruf, mampu lebih bersikap bijaksana saat sudah mengenal, dan kebijaksanaan dalam kehidupan akan bermuara pada derajat yang tinggi. Ternyata dalam ta'aruf itu ada beberapa yang harus kita ketahui adalah adab ta'aruf, sesi ta'aruf, dan orang ketiga perantara atau mediator.

Namun, dalam berta'aruf itu ada beberapa yang harus ditaati atau adab tertentu. Diantaranya adalah larangan memberikan nomor pribadi kecuali perantara atau mediator, adab media sosial (medsos), prioritaskan menanyakan hal yang penting, dan boleh membawa hadiah.

Sesi ta'aruf itu suatu pertemuan yang begitu penting dilakukan dalam koridor syar'i agar informasi yang tersampaikan dengan benar dan memberi maslahat. mediator menyampaikan prolog, ikhwan bertanya ke akhwat, akhwat bertanya ke ikhwan, dan ikhwan atau akhwat bertanya mediator. 

Terakhir, orang ketiga perantara itu tugasnya adalah diperlukan orang ketiga yang amanah dan mengentahui sosok diri yang sedang berproses ta'aruf hal ini yang bermanfaat. Kenapa demikian? Agar tidak terjadinya fitnah, informasinya valid, tidak melakukan khalwat, dan adanya sosok untuk sharing. 

Dan juga, seorang ketiga perantara itu harus menyampaikan informasi secara jujur yang diberikan, akan mempermudah untuk pemilihan calon pasangan hidup sesuai dengan kriteria pasangan yang diinginkan pada tiap harinya. 

Surabaya, 16 Februari 2020



It's Fun and Free to Support the Writers, Give Them a Cup of Coffee by Sharing Their Hard Work to Your Social Media. Let us Grow Together and Make more and more Creativities in Our Hands:


Comments

You must be Logged in to Post a Comment. OR Register Here for Only Less than 1 Minute!

Related Articles
About Author

Perkenalkan nama saya Syaiful Hidayat berasal dari Sumenep-Madura. Saya saat ini menyukai menulis, travelling, dan membaca buku

Recent Articles
Apr 6, 2020, 1:37 AM - Deni Riyandi
Apr 5, 2020, 1:02 PM - Andria Ranti
Apr 5, 2020, 10:15 AM - Singgih Tri Widodo
Mar 30, 2020, 2:11 PM - Shinta Kusuma
Mar 30, 2020, 2:01 PM - Indraz