Matahari Sebagai Sumber Energi dan Penyembuhan Ajaib

Matahari Sebagai Sumber Energi dan Penyembuhan Ajaib

Rahayu….

Hari ini saya mau menulis tentang Matahari. Nah, teman-teman sudah pada tahu tentang Matahari itu apa kan? Baiklah…. Saya tidak membahas tentang Matahari detailnya bagaimana, namun saya mau membahas matahari sebagai sumber. Matahari yang kita lihat saat ini memang mempunyai banyak manfaat. Manfaat utama dari Matahari ini adalah sebagai sumber. Inti dari artikel ini, saya akan membahas soal Matahari sebagai sumber kesehatan tubuh. Namun sebelum itu saya akan sedikit menjabarkan tentang matahari sebagai sumber dalam kehidupan.

1.       Matahari Sebagai Sumber Energi

Kalau kita amati, matahari memang sebagai sumber energi di kehidupan kita. Bagaimana tidak? Apapun yang ada di bumi, sebagian besar menggunakan matahari sebagai sumber energi. Tidak percaya? Pernah lihat lampu di pinggir jalan? Nah di bagian atasnya itu seperti ada bagian datar seperti papan atau triplek atau sesuatu yang tipis yang digunakan untuk menyalakan lampu. Apakah ada yang tau? Ya, itu seperti penyimpan energi. Energi matahari di siang hari disimpan dalam bentuk tertentu dan dipakai untuk menyalakan lampu di malam hari. Keren ya……..

2.       Matahari Sebagai Sumber Energi Alternative

Nah matahari juga kadang disebut energi alternative. Kenapa? Padahal matahari adalah sumber energi utama dalam kehidupan. Lantas kenapa ada yang sebut energi alternative? Jadi begini… ada sesuatu hal yang bisa dilakukan dan biasanya kita gunakan tanpa bantuan matahari, namun dengan adanya matahari, kita bisa jadi lebih mudah melakukan hal tersebut. Contoh sederhananya adalah pada poin pertama tadi. Dulu lampu bisa dinyalakan dengan aliran listrik tenaga air. Ada juga yang tenapa uap. Nah, kalau mereka tidak ada, tetap bisa menyalakan lampu, yaitu dengan menggunakan simpanan energi matahari. Dengan begini, kita menggunakan matahari sebagai sumber energi alternative.

3.       Matahari Sebagai Sumber Energi Panas

Matahari sebagai sumber energi panas, ya jelas lah. Emang di bumi ada yang lebih panas lagi selain matahari? Jangan jawab neraka ya,,, hehehe. Karena neraka bukan di bumi. Kecuali “neraka”. Ok lanjut, Jadi, kita memang membutuhkan panas. Kita bisa menggunakan api, tapi kita perlu menyalakan api dulu untuk perlu panas. Dan dengan adanya matahari sebagai sumber energi panas, tentunya kita bisa melakukan apapun yang membutuhkan panas. Misal, menjemur baju. Kalau tidak ada matahari bagaimana kan? Masa mau pake api. Bisa sih, tapi ribet.

4.       Matahari Sebagai Sumber Tenaga Pengindraan Jauh

Nah yang ke empat mungkin agak bingung ya. Tapi saya akan tuliskan sedikit penjelasannya. Yang dimaksud pengindraan jauh adalah ilmu untuk mendapatkan informasi mengenai permukaan bumi, seperti informasi tentang objek, wilayah, atau gejala. Nah informasi tersebut diperoleh dengan menganalisis data yang diperoleh menggunakan alat tanpa kontak langsung terhadap objek, wilayah, atau gejala yang dikaji. Nah tentu saja ini menggunakan sumber tenaga. Pengindraan jauh menggunakan 2 sumber tenaga berfungsi untuk memantulkan atau memancarkan objek di permukaan bumi. Sumber tenaga berupa sumber tanaga pasif & sumber tenaga aktif.

Yang Pasif berasal dari sinar matahari yang mengubungkan perekam dengan objek di bumi. Perekaman objek hanya dapat dilakukan pada siang hari dengan kondisi cuaca yang cerah. Sedangkan yang aktif adalah sumber energi buatan seperti lampu blitz sehingga memungkinkan perekamannya dapat dilakukan pada malam hari maupun siang hari dan di segala cuaca.

5.       Matahari Sebagai Sumber Energi Terbesar di Bumi

Matahari jelas sebagai sumber energi terbesar di bumi. Kalo yang ini jelas. Emangnya ada kah sumber energi terbesar selain matahari di bumi? Mungkin kalau energi lainnya ada saja, tapi jelas kekuatan energinya tidak sebesar energi matahari.

6.       Matahari Sebagai Sumber Kehidupan

Nah yang ke enam. Matahari adalah sebagai sumber kehidupan. Begini maksudnya, coba kita bayangkan bagaimana seandainya keseharian kita adalah malam hari terus. Tidak ada matahari? Tidak usah memikirkan yang sulit dulu. Kita lihat saja di belahan bumi lainnya. Misal di dekat kutub. Jarang jarang ada matahari terlihat sehingga cuaca disana sering dingin dan diselimuti salju. Pernah saya menemukan berita, saya lupa apakah itu berita atau cerita seorang kawan di fb. Yang jelas disana waktu siang harinya hanya 7 jam saja kalau tidak salah. Yang artinya, porsi malam hari lebih banyak dibandingkan siang hari. Bagaimana seandainya jika malam hari terus? Ya kalau di Indonesia jelas, akan sama nantinya seperti negara yang diselimuti salju. Parahnya lagi, jika matahari lama tidak ada, bumi akan membeku. Ngeri kan ya? Kalau bumi membeku, tentunya semua akan mati. Maka dari kita kita wajib bersyukur ketika diberi cuaca yang lumayan bisa menghangatkan tubuh.

7.       Matahari Sebagai Salah Satu Sumber Penyembuhan Ajaib

Oke yang terakhir. Saya akan membahas matahari sebagai salah satu sumber penyembuhan ajaib. Ini yang jarang sih. Yang paling sering adalah matahari baik untuk kesehatan tulang. Kenapa bisa? Nah ini penjelasannya. Cahaya matahari mampu mengubah pro vitamin D dalam tubuh menjadi vitamin D dalam tubuh. Dan Vitamin D adalah vitamin yang baik untuk kesehatan tulang. Nah ini sebenarnya adalah pelajaran kelas 5 SD namun tidak ada salahnya ketika saya bagikan disini.

Kedua, selain baik untuk tulang. Baik juga untuk membunuh bakteri dan virus. Begini,,,, belakangan ini ramai banget tentang virus corona. Beberapa kawan saya menduga mereka yang terpapar virus ini adalah mereka yang jarang terkena langsung paparan sinar matahari, sehingga tubuh mereka dingin. Ada sebuah ulasan yang membahas bahwa bila tubuh dingin, maka akan mudah terpapar virus ini. Sehingga untuk mencegahnya adalah dengan cara memanaskan diri. Salah satunya adalah dengan berjemur. Dengan berjemur tubuh akan panas dan bakteri dan virus akan segera melemah. Mungkin ini agak sedikit beda bahasannya. Namun lebih baik adakalanya memeriksakan diri kepada yang lebih paham.

Ketiga, pernah tidak merasa demam dan badan ngga enak badan ini. Biasanya kalau habis minum obat lalu kerubutan selimut, dan keringatan, maka akan langsung enak di badan. Tapi ada juga yang setelah minum obat tapi tetap tidak keringatan walaupun sudah kerubutan. Lalu apa yang harus dilakukan? Maka saya menganjurkan keluar rumah dan berjemur dibawah matahari terik. Saya pernah lakukan ini sering hingga berkeringat. Saya pun mengajak orang lain. Bahkan istri saya pernah sakit berhari hari tapi saya bawa berjemur Cuma 10 menit dia langsung sehat. Padahal belum keringatan. Kalau sudah keringatan bakalan tambah sehat lagi itu badan. Ajaib kan ya?

Keempat, menurut teori TCM, tubuh bisa terkena sindrom dingin. Artinya dia badannya dingin, pucat, lesu, dan lemah. Energinya sedikit. Maka kalau dingin, yang harus dilakukan adalah memberi panas. Salah satunya adalah panas matahari. Dengan begitu, energinya yang hilang (menjadi dingin) akan kembali seimbang dengan adanya panas. Keren banget ya……….

Kelima, Energi matahari adalah energi maskulin. Jadi bukan soal ini itu lagi. Ini adalah energi. Yang lemah tentu dengan adanya energi maskulin akan menjadi kuat. Membara. Semangat. Dan berenergi tentunya. Sehingga dengan kekuatan tersebut, membuat diri kita menjadi lebih sehat. Tubuh dengan otomatis membuat dirinya sehat.

Oke itu saja pembahasan dari matahari sebagai sumber, dan yang paling utama adalah sumber penyembuhan ajaib.

Sekian dulu,

 

VionelixInderferium Liviergoz Derisyacto Lasvaha



It's Fun and Free to Support the Writers, Give Them a Cup of Coffee by Sharing Their Hard Work to Your Social Media. Let us Grow Together and Make more and more Creativities in Our Hands:


Comments

You must be Logged in to Post a Comment. OR Register Here for Only Less than 1 Minute!

About Author

Konsultan Penyembuhan Ajaib

Popular This Week
Mar 6, 2020, 8:09 AM - Shinta Kusuma
Nov 4, 2019, 3:28 PM - RackTicle Manager
Jan 20, 2020, 2:24 PM - RackTicle Manager
Dec 18, 2019, 9:22 PM - Rianda Prayoga
Mar 9, 2020, 7:42 PM - Shinta Kusuma
Recent Articles
Apr 6, 2020, 1:37 AM - Deni Riyandi
Apr 5, 2020, 1:02 PM - Andria Ranti
Apr 5, 2020, 10:15 AM - Singgih Tri Widodo
Mar 30, 2020, 2:11 PM - Shinta Kusuma
Mar 30, 2020, 2:01 PM - Indraz