Masalah Bukan Dihadapi dengan Kasar, tetapi Disikapi dengan Sabar

Masalah Bukan Dihadapi dengan Kasar, tetapi Disikapi dengan Sabar

Oleh. Syaiful Hidayat

Masalah tidak bisa lepas dari kehidupan kita. Masalah bukan untuk dihadapi dengan kasar, tetapi disikapi dengan sabar. Memang, setiap manusia tidak akan terlepas dari sebuah masalah. Walaupun terkadang masalah tersebut membuat seseorang masa terpuruk dan putus asa. Namun tidak sedikit seseorang yang belajar dari masalah untuk menjadi peribadinya lebih baik dan dewasa. Itu terjadi saya sendiri.

Sebenarnya ingin sekali mau curhat. Karena sudah tidak tahan lagi dengan pekerjaan ini. Dan, selalu tertekan banget dengan kompetensi yang saya milikinya. Bahkan, selalu dimarahin disaat apapun. Bingung sekali mau curhat kesiapa?.  Oh ya, saya sadar bahwa masalah kita ini yang dihadapi tak perlu curhat kepada siapapun. Cukup,  curhat kepada sang khalid (Allah). Satu-satunya sang pencipta yang selalu ada disaat apapun. Baik susah maupun senang. Apabila dengan yakin sang pecipta maka kita hidup yang bahagia dunia dan akhirat dengan diberikan solusi terbaiknya.  

Sebagaimana  kita hidup dunia ini hanya untuk beribadah kepada Allah azza wa jalla. Apapun masalah kita hadapi dengan baik. Tak lupa meminta petunjuk kepada allah azza wa jalla. Satu-satunya yang selalu menemani kita disaat apapun dan dimanapun berada adalah Allah azza wa jalla.  Tak perlu risau dengan masalah yang kita hadapi. Jalani saja dengan baik. Nantinya, akan terjawab semuanya yang kita alami. Yakinlah dengan allah azza wa jalla yang selalu diberi pertolongan dan perlindungan kepada hambanya. Gimana caranya agar Allah azza wa jalla diberi pertolongan dan perlindungan kepada hamba-nya?

Pertama, kita yakin dengan kehadiran Allah azza wa jalla dalam keadaan apapun. Kedua, melaksanakan perintah-perintah Allah azza wa jalla melalui yang dicontohkan oleh Rasulullah dan menjauhkan larangan-larangan, seperti kesyirikan, maksiat, dan lain-lain.  Apabila kita melaksanakan dua tersebut maka kita akan bahagia dunia dan akhirat. Karena dengan menyakinkan dan melaksanakan perintah-perintah Allah azza wa jalla maka masalah yang kita hadapi dunia ini akan terselesaikan dengan baik. Tidak perlu khawatir dengan adanya masalah-masalah yang kita hadapi.

Cukup, meminta kepada Allah subhanallah ta’ala. Yakinkan kepada allah azza wa jalla dengan memberikan solusi yang terbaik dari masalah kita hadapi. Dimana allah azza wa jalla memerintahkan kita dengan surah Al Insyirah ayat 1- 8 yang berbunyi artinya bahwa “(1) Bukankah kami telah melapangkan untukmu dadamu?, (2) dan kami telah menghilangkan daripadamu bebanmu, (3) yang memberatkan punggungmu?, (4) Dan kami tinggikan bagimu sebutanmu (nama)mu, (5) Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, (6) Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, (7) Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain, dan (8) dan hanya kepada tuhanmu hendaknya kamu berharap”.

                Ayat tersebut jelas sekali, apabila kita umat islam menemukan kesulitan maupun masalah maka kembalilah kepada tuhanmu (allah). Karena kita tidak mampu melakukan solusi yang tanpa dibantu oleh Allah subhanallah ta’ala. Makanya itu kita jangan pernah jauh dari Allah subhanallah ta’ala dengan yakin bahwa Allah akan memberikan solusi yang terbaik.

                Selain itu, masalah tidak bisa diselesaikan tanpa diimbangi oleh tuhan (allah). Karena masalah kita tanpa dibantu oleh Allah akan mengalami kesulitan terus menemukan sebuah solusi. Makanya itu kita tidak perlu jauh dengan tuhan (allah) dengan yakin dan beriman.

                Lantas, kenapa banyak manusia yang menemui masalah langsung meminta atau menyekutukan selain Allah, seperti para normal mirip dengan ustadz (sekarang), dukun, dan sebagainya. Karena, manusia itu banyak yang tidak paham bahwa apabila kita menemukan masalah dalam dirinya dengan langsung berkunjung masjid. Kemudian, sholat dan meminta petunjuk allah azza wa jalla. Dengan cara seperti itu pasti akan selesai dengan sendirinya.

                Sebaliknya apabila kita meminta kepada selain Allah maka masalah kita makin bertambah bukan berkurang. Kok bisa? Ya bisa karena dia sudah menyekutukan selain Allah alias menduakan Allah azza wa jalla atau dalam istilah lainnya adalah orang-orang yang termasuk syirik kepada Allah.

Memanglah sulit untuk menjalani sebuah masalah, apalagi sebuah untuk masalah yang memaksa kita untuk meninggalkan sesuatu yang kita cintai. Akan tetapi setiap masalah yang kita hadapi itu adalah salah satu cara Allah azza wa jalla untuk menjadikan kita yang lebih baik lagi. Apapun masalah kita hadapi ini, dijalani dengan baik dan meminta petunjuk kepada Allah azza wa jalla.  Bukan dengan cara selain Allah maka itu termasuk syirik.

Waallahu’alam bishawab.  

 

Surabaya, 21 Februari 2020



It's Fun and Free to Support the Writers, Give Them a Cup of Coffee by Sharing Their Hard Work to Your Social Media. Let us Grow Together and Make more and more Creativities in Our Hands:


Comments

You must be Logged in to Post a Comment. OR Register Here for Only Less than 1 Minute!

About Author

Perkenalkan nama saya Syaiful Hidayat berasal dari Sumenep-Madura. Saya saat ini menyukai menulis, travelling, dan membaca buku

Recent Articles
Apr 6, 2020, 1:37 AM - Deni Riyandi
Apr 5, 2020, 1:02 PM - Andria Ranti
Apr 5, 2020, 10:15 AM - Singgih Tri Widodo
Mar 30, 2020, 2:11 PM - Shinta Kusuma
Mar 30, 2020, 2:01 PM - Indraz