Jenis Pohon Kayu Akasia (Acacia Mangium) Selain Berfungsi Untuk Kertas Masih Banyak Manfaat Lainnya

Jenis Pohon Kayu Akasia (Acacia Mangium) Selain Berfungsi Untuk Kertas Masih Banyak Manfaat Lainnya

Acacia Mangium atau lebih familiar dikenal sebagai Pohon Akasia tumbuh subur di hutan tropis kalimantan barat yang juga banyak tumbuh di daratan papua nugini, papua dan maluku yang mana di daerah asalnya pohon ini merupakan gulma.

Tanaman akasia berupa pohon dengan tinggi 15 sampai 20 meter kecuali pada tempat yang kurang menguntungkan akan tumbuh lebih kecil antara 7 sampai 10 meter. Batang akasia berdiri tegak, berkayu keras, beralur longitudinal, berbentuk bulat dan warnanya bervariasi mulai dari cokelat gelap, cokelat terang hingga putih kotor. Beberapa tanaman spesies akasia ada yang berduri dan tidak berduri.

Daun tanaman akasia adalah daun majemuk yang terdiri dari banyak anak daun serta letaknya saling berhadapan. Daun ini menyirip dan berbentuk lonjong, bagian tepi daun merata, bagian ujung dan pangkal daun tumpul, pertulangan daun menyirip serta berwarna hijau. Panjang daun akasia sekitar 5 sampai 20 cm dengan lebar 1 sampai 2 cm.

Akasia adalah tumbuhan polong, dengan getah dan daunnya biasanya mengandung tannin dalam jumlah besar. Setelah tumbuh beberapa minggu tanaman akasia tidak menghasilkan lagi daun sebenarnya tetapi tangkai daun tumbuh melebar dan berubah menjadi daun semu.

Bunga tanaman akasia adalah majemuk yang berkelamin dua dan berbentuk seperti kuku serta berwarna putih. Bunga akasia muncul di ketiak dan kelopak berbentuk silindris, kepala sari berbentuk seperti ginjal dan mahkota berwarna putih.

Buah akasia berbentuk polong dan berwarna hijau ketika masih muda, lalu menjadi cokelat setelah tua. Bijinya berbentuk lonjong dan pipih serta berwarna cokelat.

Berdasarkan pemantauan Penulis yang melakukan pengamatan jauh ke pedalaman kabupaten Ketapang Kalimantan barat tepatnya di lokasi IUPHHK - HTI PT. Nusantara Kalimantan Lestari yang berada di Dusun Air Bamban Desa Pantai Ketikal Kecamatan Singkup ini terdapat begitu banyak pohon akasia yang berjenis Acacia Mangium yang di tanam perusahaan di dalam areal Hutan Tanaman Industri.

Pohon akasia sendiri berdasarkan jenis yang pernah di temui di daerah kalimantan barat dapat di kelompokkan menjadi 4 jenis yakni Acacia Mangium, Acacia Crasicarpa, Acacia Auricauliformis dan Acacia Silvestris.

Sebagai tanaman industri, akasia merupakan tanaman yang bisa di olah menjadi beberapa produk yang sering di temukan di sekitar kita yakni Tisu, Kertas dan meubelier serta bisa juga dijadikan sebagai bahan bakar energi pembangkit listrik (wood palet).

Di PT. Nusantara Kalimantan Lestari sendiri pohon akasia mulai di tanam pada pertengahan tahun tepat nya bulan juli 2015 yang di perkirakan akan mulai di panen sekitar pertengahan juli 2022.

Sebelum melakukan penanaman di areal atau blok blok tanam, perusahaan melakukan pembibitan atau nursery di tempat khusus yang mana proses pembibitan ini membutuhkan waktu total sekitar 12 minggu dengan 2 periode pengecekan. Umur 0-5 minggu bibit akan di spacing atau di beri jarak antara media tanam yang berfungsi untuk mengurangi kelembaban bibit agar tidak mudah terserang hama penyakit. Umur 5-12 minggu bibit kembali di spacing dan sekaligus grading atau menentukan bibit mana saja yang siap panen dan di pindahkan ke blok tanam.

Setelah itu bibit di pindahkan ke blok tanam, mereka akan di pantau terus pada usia 6 bulan, 18 bulan, 30 bulan hingga 54 bulan untuk pengecekan diameter dan tinggi pohon.

Sebelum melakukan penanaman, lahan yang akan di pergunakan harus di gemburkan terlebih dahulu kemudian di campurkan pupuk dasar agar tingkat kesuburan tanah meningkat supaya bibit dapat tumbuh dengan cukup nutrisi. Setelah bibit di tanam, tanah sekitar harus di padatkan untuk menghindari penguapan air tanah.

Dalam perjalanannya pemantauan tanaman ini selain untuk pengecekan diameter dan tinggi pohon, juga di lakukan pemantauan terhadap hama atau penyakit tanaman yang bisa menyebabkan kerusakan pada pohon. Hama atau penyakit yang biasa merusak pohon akasia ini adalah penggerek akar, pemakan daun, penggerek ranting, penggerek batang, karat daun, bintil daun dan kanker batang.

Hama yang paling sering menyerang akasia dan termasuk yg paling besar daya rusaknya adalah Hellopeltis sp atau penghisap daun yang menyerang pucuk muda tanaman akasia menyebabkan mati pucuk. Sekalipun serangan parah dapat menyebabkan pertumbuhan tanaman yang lambat, biasanya tanaman akan tumbuh kembali.

Kemudian ada juga kutu daun atau afid yang merupakan serangga kecil  dan lembut yang menusuk dan menghisap cairan tanaman. Warna mereka bisa berbeda beda tergantung spesies dan tanaman yang di hisap nya.

Sebagai Hutan Tanaman Industri, PT. Nusantara Kalimantan Lestari selalu mensosialisasikan bahaya kebakaran hutan dan lahan yang di akibatkan oleh pembukaan lahan secara tradisional oleh masyarakat sekitar. Untuk mengantisipasi karhutla atau kebakaran lahan dan hutan PT. NKL sudah menyiapkan armada mobil pemadam kebakaran sebanyak 2 unit, serta alat pemadam kebakaran lainnya, mereka juga mempunyai 2 regu tim damkar yang pada prakteknya jika terdapat kebakaran hutan dan lahan maka seluruh karyawan yang ada di camp PT. NKL akan turun semua bahu membahu memadamkan api.

Di pilihnya jenis Acacia Mangium yang di tanam oleh PT. Nusantara Kalimantan Lestari ini di karenakan Pohon ini juga tergolong sebagai tanaman dengan siklus panen yang cepat. Di lahan tanah yang hangat seperti di Indonesia khususnya kalimantan barat, tanaman ini sudah bisa dipanen dalam waktu lima hingga enam tahun. Jauh lebih cepat jika dibandingkan dengan di Eropa yang mencapai 25 tahun.

Manfaat dan Kegunaan

Bagian-bagian dari pohon akasia dapat diolah diambil manfaatnya untuk berbagai keperluan, antara lain:

1. Parfum
Pohon akasia dapat digunakan untuk bahan baku ornamen minyak wangi. Aroma khas yang dihasilkan dari pohon semak berduri ini sangat khas dan banyak digemari.

2. Tanaman Hias
Salah satu spesies akasia, yakni Acacia dealbata, Acacia retinodes, Acacia xanthophloea, dan Acacia baileyana banyak dimanfaatkan untuk tanaman hias yang bernilai jual tinggi dan indah.

3. Astrigen
Kandungan tanin dari akasia dapat di ekstraksi dengan metode penguapan. Astrigen banyak digunakan untuk produk-produk kecantikan.

4. Mengatasi Ejakvlasi Dini
Air rebusan daun akasia yang telah disaring dapat diminum secara teratur untuk mengatasi gangguan ejakvlasi.

5. Obat Diabetes dan Hipertensi
Air rebusan daun akasia dapat membantu menormalkan kadar gula dalam darah.

6. Menjaga Struktur Tanah
Pohon akasia dapat digunakan untuk menahan lereng atau tebing yang curam agar terhindar dari longsor.

7. Peneduh Jalan
Di beberapa ruas jalan, pohon akasia sengaja di tanam sebagai peneduh jalan.

8. Perabot Rumah Tangga dan Kosntruksi Bangunan
Kayu akasia juga dapat dimanfaatkan untuk pembuatan perabot rumah tangga, seperti almari, meja dan kursi. Selain itu, kayu akasia juga bermanfaat untuk struktur rumah.

Mungkin ini hanya sedikit cerita dan coretan kecil yang bisa penulis lakukan semoga bisa bermanfaat dan menjadi pengetahuan bagi masyarakat. *Capek nulis brooo 😄



It's Fun and Free to Support the Writers, Give Them a Cup of Coffee by Sharing Their Hard Work to Your Social Media. Let us Grow Together and Make more and more Creativities in Our Hands:


Comments

You must be Logged in to Post a Comment. OR Register Here for Only Less than 1 Minute!

Related Articles
About Author
Popular This Week
Mar 6, 2020, 8:09 AM - Shinta Kusuma
Nov 4, 2019, 3:28 PM - RackTicle Manager
Dec 18, 2019, 9:22 PM - Rianda Prayoga
Jan 20, 2020, 2:24 PM - RackTicle Manager
Feb 8, 2020, 1:00 AM - Singgih Tri Widodo
Feb 7, 2020, 12:42 AM - Dzabillah Widza Rahmania
Dec 24, 2019, 10:26 AM - Eka Kusumaningrum
Recent Articles
Aug 15, 2020, 11:04 AM - Akhmad Fauzi
Aug 14, 2020, 12:49 PM - celina lovinri
Aug 11, 2020, 5:57 PM - Pone Kamaruddin
Aug 10, 2020, 7:34 AM - celina lovinri
Aug 8, 2020, 9:28 PM - Singgih Tri Widodo
Aug 5, 2020, 8:06 PM - Siti Mahmudah Solikatun Kasanah
Aug 5, 2020, 7:26 PM - Shinta Kusuma