Macam-macam Nafas dalam Diri Kita dan Kegunaannya!

Macam-macam Nafas dalam Diri Kita dan Kegunaannya!

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Selamat siang, sore, pagi, malam kapanpun anda membaca tulisan saya ini. Hari ini saya mau menuliskan sebuah tulisan yang berjudul Macam macam nafas pada diri kita. 

Kenapa saya mengambil ide nafas? Karena kadang, setiap orang lupa dengan nafasnya sendiri. Kadang, karena terlalu rumit bekerja, rumit berpikir, hingga datang masalah, lupa dengan nafas. Lupa bernafas bukan berarti dia tidak bernafas. Dia tetap bernafas, tapi dia lupa bagaimana cara menikmati nafas yang begitu menyehatkan dan menyembuhkan. Nah oleh sebab itu, saya mau menuliskan macam macam nafas pada diri kita.

Disini saya juga akan menjelaskan masing masing dari nafas itu sendiri. Tapi apa sih nafas itu? Ya saya mau menjelaskannya dahulu sedikit. Nafas adalah proses keluar masuknya nafas melalui hidung, kemudian menuju ke paru paru. Lalu di paru paru masuklah ke broncheolus yang mana disana terdapat banyak alveolus. Buat yang belum tau, broncheolus itu adalah ranting kecil. Kalau di ibaratkan pohon itu ada batang pohon, kemudian ranting. Nah ranting ini yang ujungnya adalah alveolus. Sedangkan alveolus adalah gelembung kecil yang sangat banyak di dalam paru-paru. Tugasnya alveolus disini adalah tempat pertukaran karbon dioksida dan oksigen. Nah pertukaran oksigen dan karbon dioksida itu terjadi disini. 

Oke itu tadi sekapur sirih tentang bagaimana nafas kita berjalan dalam tubuh...... Nah, sesuai judul yang saya tuliskan. Macam macam nafas kita adalah ada 2. Yaitu nafas dada, dan nafas perut. Nafas dada adalah nafas yang kita lakukan di dada. Sedangkan nafas perut adalah nafas yang kita lakukan di perut. Bedanya apa? Jelas beda. Satu kita tempatnya di dada, satunya kita tempatnya di perut. 

Nafas dada, sesuai yang saya tulis di atas. Nafas dada adalah nafas yang dilakukan di dada. Artinya, kita menggunakan indikator dada. Kita menghirup nafas sedalam-dalamnya, tapi masuknya ke arah dada. Dan tandanya adalah dada kita mengembang. Kalau dada kita mengembang, artinya kita sudah bernafas menggunakan dada.

Apa sih manfaatnya bernafas menggunakan dada? Banyak sekali manfaatnya. Bernafas menggunakan dada bisa meningkatkan kekuatan paru-paru kita. Meningkatkan volume dalam paru kita. Semakin kita sering bernafas dengan paru-paru, semakin kita membuat paru-paru kita semakin baik dan sehat. Mengapa demikian? Karena paru-paru telah bekerja sesuai fungsinya. Jangan sampai karena faktor psikis, misal dendam, marah, pikiran kacau, yang akibatnya berujung ke sesaknya nafas. Kenapa? Karena semua itu (biasanya) terpendam di dada. Akhirnya dada jadi sempit. Nafas jadi sedikit. Yang artinya kita tidak memfungsikan paru-paru dengan baik. akhirnya apa? Akhirnya kita susah bernafas. Kalau susah bernafas, kita tidak bisa menyehatkan paru-paru kita. Berkebalikan bukan? Harusnya kalau sakit baru susah bernafas, lha ini malah kalau susah bernafas jadi sakit. Itu semua berhubungan...........

Nah, selain itu. Nafas dada juga membuat kita menjadi lebih tenang. Misal nih, anda punya masalah yang sangat menekan batin di dada anda. Anda hanya perlu mengatur nafas. Silahkan tarik nafas yang dalam di dada anda, sambil menarik nafas, sambil juga kumpulkan semua emosi yang di pendam ke dalam dada. Kemudian.... kumpulkan semua emosi itu. Lalu buanglah emosi itu bersama nafas yang akan anda keluarkan sebentar lagi. Kalau tidak percaya, coba ingat lagi semua dendam, semua perasaan buruk dalam diri anda, semua hal buruk, semua ingatan yang buruk, kumpulkan di dada anda. Kumpulkan semua perasaan itu dan buat jadi 1. Lalu buanglah bersama nafas yang akan kita keluarkan. Bagaimana? 

Oke, kita akan berlanjut ke nafas perut. nafas perut adalah nafas yang kita masukkan ke perut. Indikatornya adalah perut kita akan menggembung ketika melakukan nafas perut. Ketika kita sudah menggembungkan perut, maka kita juga harus mengempeskannya kan? Hehe.... Kita membuangnya dan perut kita mengempis. Dan perlu diketahui, kita bernafas perut, kalau dada kita masing mengembung, artinya kita belum bernafas menggunakan perut. Bila pundak kita naik, berarti juga kita belum bernafas menggunakan perut.

Nah kita lanjut apa sih manfaat bernafas menggunakan perut? Bukannya ngga ada gunanya karena kita telah meninggalkan teknik bernafas dengan dada? Tenang dulu gaes..... memang sedikit literatur yang menjelaskan tentang nafas perut ini. Kita cuma bisa niteni (titen) orang jaman dulu. Coba orang latihan tenaga dalam, nafasnya dilatih nafas perut kan? kalau kita lihat anime naruto, chakra ada di perut juga kan? Dan lainnya seputar perut. Artinya ada sesuatu di perut. Dan yang telah saya pelajari dari salah satu seminar, bahwa nafas perut bisa menguatkan mental kita. Gak percaya? Awalnya iya. Saya kan latihan juga nafas perut. Setelah saya perhatikan selama beberapa bulan terakhir, memang ada perubahan baik yang kita dapatkan. Salah satunya, emosi kita bisa menjadi lebih netral, atau lebih cepat netral dibanding sebelumnya ketika sering bernafas dada.

Oke, jadi.... kata trainernya itu. Cobalah lebih sering menggunakan nafas perut, hingga pada akhirnya, kita akan sering bernafas dengan perut. Tujuannya apa? Tujuannya adalah agar kita mempunyai mental lebih kuat. Emosi yang lebih stabil. Dan seperti yang saya bilang di atas. Memang ada perubahan lebih baik di diri kita. Mungkin di awal kita agak nggak enak bernafas dengan perut, kayak hampa betul di dada, kosong gitu. Padahal, itu hanya reaksi awal saja. Kalau nanti terbiasa, kita juga akan terbiasa bernafas dengan nafas perut. 

Nah itu dia tentang macam nafas yang bisa kita lakukan dan manfaatnya bagi diri kita. Intinya adalah mau kita menggunakan nafas perut, ataupun kita mau menggunakan nafas dada. Terserah. Keduanya sama bermanfaat. Keduanya sama memiliki manfaat yang besar. Tergantung kitanya saja bagaimana mau menggunakan apakah nafas perut atau nafas dada.

Kalau saya pribadi, saya di hari biasa saya menggunakan nafas perut. Dan memang saat ini sudah terbiasa nafas perut. Bahkan saat mau tertidur juga masih menggunakan nafas perut. Kecuali kalau tidur, mungkin kadang saya menggunakan nafas dada. Dan di beberapa kasus juga saya lebih memilih menggunakan nafas dada. Kenapa? Karena ketika emosi, saya merasa dada saya bakalan sesak. Sehingga saya perlu meluaskan dada saya lagi. Dengan cara apa? Dengan cara bernafas lewat dada juga. Sama seperti yang saya tuliskan di atas. Saya mengumpulkan semua emosi di dada, mengumpulkan menjadi 1 bola hitam yang menggumpal mengeras seperti batu. Lalu saya memecahkannya menjadi berkeping keping dan mengeluarkan pecahan bola hitam tersebut keluar bersama nafas yang kita keluarkan. Ini teknik hipnoterapi yang biasa saya gunakan ketika sedang menterapi klien saya. Dan saya pun juga melakukannya. 

Oke, semoga artikel saya diatas bisa memberikan manfaat bagi kita semua. Terutama soal nafas ini. Karena memang sampai saat ini banyak yang lupa cara menikmati nafas. Padahal..... tanpa nafas kita sudah mati. 

Nah sekian dulu artikel dari saya, semoga bermanfaat. 



It's Fun and Free to Support the Writers, Give Them a Cup of Coffee by Sharing Their Hard Work to Your Social Media. Let us Grow Together and Make more and more Creativities in Our Hands:


Comments

You must be Logged in to Post a Comment. OR Register Here for Only Less than 1 Minute!

About Author

Konsultan Penyembuhan Ajaib

Popular This Week
Mar 6, 2020, 8:09 AM - Shinta Kusuma
Nov 4, 2019, 3:28 PM - RackTicle Manager
Dec 18, 2019, 9:22 PM - Rianda Prayoga
Jan 20, 2020, 2:24 PM - RackTicle Manager
May 23, 2020, 2:23 AM - Edin S. Djatikusuma
Feb 8, 2020, 1:00 AM - Singgih Tri Widodo
Feb 7, 2020, 12:42 AM - Dzabillah Widza Rahmania
Feb 7, 2020, 1:22 AM - Singgih Tri Widodo
Mar 18, 2020, 9:15 PM - Singgih Tri Widodo
Recent Articles
Aug 15, 2020, 11:04 AM - Akhmad Fauzi
Aug 14, 2020, 12:49 PM - celina lovinri
Aug 11, 2020, 5:57 PM - Pone Kamaruddin
Aug 10, 2020, 7:34 AM - celina lovinri
Aug 8, 2020, 9:28 PM - Singgih Tri Widodo
Aug 5, 2020, 8:06 PM - Siti Mahmudah Solikatun Kasanah
Aug 5, 2020, 7:26 PM - Shinta Kusuma