Liverpool Juara Piala Dunia Antar Klub 2019

Liverpool Juara Piala Dunia Antar Klub 2019

Liverpool mengakhiri Tahun 2019 dengan menjuari Piala Dunia Antar Klub yang berlangsung di Doha Qatar, Liverpool juara setelah menaklukkan Juara Copa Libertadores asal Brazil Flamengo. Hasil ini membuat Liverpool mencetak sejarah baru sebagai tim inggris pertama yang berhasil mencatatkan gelar treble internasional.

Bertanding di Stadion Internasional Khalifa, Doha, Minggu 22 Desember 2019 dini hari WIB, Liverpool vs Flamengo sama-sama memperagakan permaianan menekan sejak awal. The Reds lamgsung membuka ancaman melalui Firmino dan Trent Alexander-Arnold di menit-menit awal, namun sepakan keduanya masih melenceng.

Perlahan, Flamengo bisa keluar dari tekanan. Anak asuh Jorge Jesus masih bisa meredam serangan-serangan bertubi tubi yang dibangun Mo Salah dkk dan sesekali melancarkan tekanan.

Beberapa kali serangan balik coba dilancarkan Liverpool. Namun, kokohnya tembok barisan belakang Flamengo bisa dengan mudah meredamnya. Hingga peluit panjang tanda babak pertama berakhir, skor kacamata tetap bertahan.

Liverpool langsung menekan Flamengo usai turun minum. Dua peluang langsung didapat dalam waktu singkat. Serangan sporadis yang di motori lini serang liverpool lewat sepakan kaki kiri Firmino yang membentur mistar, dan tendangan Mohamed Salah, yang masih melenceng ke sisi kanan gawang Flamengo usai meneruskan umpan tarik Alexander-Arnold.

Flamengo bermain cukup tenang menghadapi tekanan dari Liverpool. Melalui dua peluang yang didapat Gabriel Barbosa di menit ke-52. Pertama lewat sepakan keras dari luar kotak penalti, yang tipis ke atas gawang Alisson. Dan yang kedua, sepakan datar menyilang yang bisa ditepis Kiper Liverpool asal Brazil Alisson.

Pada menit ke-68, Gabigol kembali mendapat peluang emas. Gabigol membuat tendangan salto atau bicycle kick, yang meneruskan umpan Henrique, dan mengarahkan bolanya ke pojok bawah kiri gawang Liverpool. Namun Alisson dengan sigap bisa menangkapnya.

Pada menit ke-75, Mo Salah sempat menjebol gawang Flamengo. Namun golnya dianulir, karena posisi striker asal Mesir itu sudah berada dalam posisi offside sebelum menceploskan bola ke gawang Flamengo.

Pada menit ke-80, sepakan Alexander-Arnold masih bisa diredam Diego Alvers. Tiga menit berselang, kini giliran upaya Jordan Henderson yang masih bisa digagalkan kiper Flamengo, usai sepakan kapten Liverpool itu bisa ditepis dengan mudah.

Di menit ke-90, Penyerang Liverpool Sadio Mane dilanggar oleh Rafinha di luar kotak penalti. Wasit Abdulrahman Al Jassim sempat memberi kartu kuning kepada bek Flamengo tersebut, Namun, perdebatan terjadi soal penalti. Kemudian di lakukan pengecekan Video Assister Referee atau lebih di kenal dengan VAR, pelanggaran tersebut rupanya dibatalkan dan Liverpool tidak mendapat penalti. Setelah 90 menit berakhir laga dilanjutkan ke babak tambahan karena skor masih masih sama kuat 0-0.

Di pertengahan babak tambahan waktu atau extra time, Liverpool akhirnya bisa menjebol gawang Flamengo lewat sontekanFirmino. Berawal dari blunder Rodrigo Caio yang gagal mengantisipasi umpan terobosan Liverpool, bolanya bisa dikuasai Sadio Mane. Di kotak penalti, Mane menyodorkan umpan cantik ke Firmino, yang langsung diteruskannya ke gawang Flamengo. Liverpool unggul 1-0 hingga akhir babak tambahan.

Di babak kedua tambahan waktu, Flamengo mencoba langsung menekan Liverpool guna memaksakan hasil imbang dan minimal memaksakan babak adu penalti. Namun Gabigol dkk tak mampu menembus rapatnya lini belakang juara bertahan Liga Champions itu. Skor 1-0 pun bertahan hingga menit ke-120, sehingga memastikan Liverpool menjadi juara Piala Dunia Antarklub 2019.

Trofi ini menjadi trofi perdana bagi Liverpool di turnamen Piala Dunia Antar Club tersebut. Sebelumnya mereka juga pernah masuk final juga namun harus mengakui keunggulan lawan, seperti pada tahun 2005 silam saat ditangani oleh Rafael Benitez.

Liverpool sendiri menjadi tim kedua dari Inggris yang sanggup memenangi trofi Piala Dunia Antarklub. Sebelumnya  hanya rival abadi mereka yakni Manchester United sebagai satu-satunya tim yang bisa memenangi turnamen itu.

Namun special buat Liverpool mereka mampu mencatatkan rekor baru dengan kemenangan di Piala Dunia Antarklub 2019 ini. Rekor itu bahkan tak bisa di raih oleh Manchester United sekalipun.

Pasukan Jurgen Klopp ini berhasil meraih treble internasional. Selain trofi Piala Dunia Antarklub 2019, Liverpool sebelumnya juga berhasil menjadi juara Liga Champions dan juga Juara UEFA Super Cup.

Liverpool adalah tim dari Inggris pertama yang sanggup memenangkan treble winner  internasional yang tersedia  dalam tahun yang sama."

Liverpool menjadi yang terbaik di Liga Champions 2018-2019 setelah di final mengalahkan Tottenham. Sementara itu di ajang UEFA Super Cup, mereka sanggup mengalahkan Chelsea.

Usai pertandingan, Penyelenggara Piala Dunia Antar klub 2019 memilih Mo Salah sebagai pemain terbaik. Pemain Bintang asal Mesir itu menyabet trofi Adidas Golden Ball dan Alibaba Cloud Player of the Tournament. Silver ball-nya berhasil direbut bintang Flamengo, Bruno Henrique, sementara Bronze Ball diraih Carlos Eduardo pemain dari Al Hilal.

Di turnamen ini Mo Salah bahkan tidak mencetak gol sama sekali sepanjang gelaran Piala Dunia Antarklub 2019. Dari dua laga yang di mainkan  di semifinal dan final, striker Mesir yang berusia  27 tahun itu bahkan tak mampu menjebol gawang lawan, tetapi sempat menyumbang satu assist di semifinal.

Pelatih Liverpool, Jurgen Klopp, sangat terkesan melihat perjuangan anak asuhnya di lapangan. " setelah pertandingan ini, saya merasa kesulitan menemukan kata-kata yang tepat untuk menggambarkan rasa hormat dan bangga saya pada semua pemain," kata dia. "Saya tak tahu lagi bagaimana melakukan itu. Itu adalah performa yang sangat luar biasa ketika melawan tim yang kuat dari benua amerika latin."

Klopp melihat kemampuan timnya mencetak gol gol-gol di akhir laga merupakan hal istimewa. "Itu seperti sebuah kekuatan," kata pelatih asal Jerman ini. "Kami tidak ingin mendapat gol  kemengan di menit akhir tetapi itu sangat penting bagi kami karena menjadi level tertentu dalam sebuah pertandingan. Mereka (gol-gol itu) sangat penting seperti malam ini."

Bagi Klopp perjuangan anak asuhnya hingga 120 menit membuktikan rasa percaya diri tim. "Jika Anda mempunyai rasa percaya diri, maka Anda mendapatkan semua keyakinan selama 90 bahkan 120 menit. Kami percaya bahwa kesempatan itu ada," tegas Klopp.

Keberhasilan ini seperti pelepas dahaga bagi fans Liverpool di seluruh dunia. Pasalnya beberapa musim terakhir, The Reds sering mendapat kan julukan "The Next Year".

Ribuan fans Liverpool bahkan sampai tumpah ruah di jagat media sosial Twitter. Satu di antara pujian fans muncul cuitan tentang mantan pemain Liverpool Coutinho yang langsung menjadi trending topic.

Cuitan tersebut merujuk pada satu nama Phillipe Coutinho,yaitu mantan pemain Liverpool yang memutuskan untuk hijrah ke Barcelona pada musim dingin 2018 yang mungkin berharap bias memenangkan trophy prestisius dengan klub barunya. Pemain berpaspor Brasil itu pindah ke Barcelona dengan sejumlah mahar 142 juta pounds atau Rp2,5 triliun.

Hasil dari penjualan Coutinho dimanfaatkan lagi oleh Liverpool untuk membeli2 pemian bertahan yakni bek Virgil van Dijk dan kipper Allison Backer pada dua jendela transfer berbeda. Kedua pemain tersebut di anggap menjadi kepingan puzzle yang pas untuk membawa The Reds meraih gelar juara di setiap turnamen yang diikuti.

Namun, kemenangan Liverpool di Piala Dunia Antar Club 2019 ini meninggalkan sedikit ternoda dengan kelakuan “nakal” Penyerang Liverpool Sadio Mane. Hal ini terjadi pada pertengahan babak kedua pertandingan final yang berlangsung di Khalifa International Stadium. Ketika berada di dalam kotak penalti Mane terlihat secara terang-terangan melakukan aksi konyol yakni diving. Saat menggocek bola seorang diri, pemain berpaspor Senegal itu berada pada jangkauan salah satu bek Flamengo. Pemain belakang klub berjuluk Urubu itu langsung mencoba melakukan tackle bersih ke arah striker Liverpool.

Serangan tersebut rupanya tidak mengenai pemain The Reds bernomor punggung 10 tersebut. Namun Penyerang Liverpool itu justru yang terjatuh seolah-olah telah mendapat tackle kasar dari bek Flamengo.

Beruntung wasit Abdurahman Al Jassim itu tidak mengindahkan aksi 'curang' tersebut dan juga tidak memberikan hukuman kartu kuning kedua bagi Mane. Alhasil striker Liverpool itu tidak terusir dari lapangan. Sebelumnya Mane juga sempat mendapatkan kartu kuning pada babak pertama tepatnya menit ke-46 ketika berada di dalam kotak penalti, dirinya dijatuhkan oleh bek Flamengo, Rafinha.



It's Fun and Free to Support the Writers, Give Them a Cup of Coffee by Sharing Their Hard Work to Your Social Media. Let us Grow Together and Make more and more Creativities in Our Hands:


Comments

You must be Logged in to Post a Comment. OR Register Here for Only Less than 1 Minute!

Related Articles
About Author
Popular This Week
Mar 6, 2020, 8:09 AM - Shinta Kusuma
Nov 4, 2019, 3:28 PM - RackTicle Manager
Dec 18, 2019, 9:22 PM - Rianda Prayoga
Jan 20, 2020, 2:24 PM - RackTicle Manager
Jan 1, 2020, 4:48 PM - Rianda Prayoga
Jan 8, 2020, 10:43 AM - Deni Riyandi
Jan 7, 2020, 2:10 PM - Bayu Rinaldhi
Recent Articles
May 23, 2020, 2:28 AM - Adre Zaif Rachman
May 23, 2020, 2:23 AM - Edin S. Djatikusuma
May 21, 2020, 1:47 AM - Rahmat Gunawan
May 21, 2020, 1:33 AM - Stephanus Putra Nurdin
May 20, 2020, 1:47 PM - Aisah Agil Wahyunita
May 20, 2020, 12:58 PM - Rahmat Gunawan