Lebih Sulit Mana Membuat Skripsi daripada Setelah Menjadi Sarjana

Lebih Sulit Mana Membuat Skripsi daripada Setelah Menjadi Sarjana

Judul ini saya ambil dari cerita nyata dari salah satu mahasiswa yang saat ini sudah lulus dari bangku kuliah atau telah menyandang sarjana. Waktu itu kebetulan saja bertemu dengan orang ini saat saya dipanggil oleh teman akrab di suatu tempat yang tidak bisa disebutkan.

Awalnya hanya bercerita ringan saya dan kedua orang yang sama mengobrol, karena saya sekarang sedang menjadi mahasiswa aktif S1 dan teman yang saya kenal akrab ini mahasiswa aktif S2 yang satu perguruan. Di tengah ngobrol hangat saya tanya-tanya terkait tesis yang ia sedang garap dan hal-hal yang berkaitan dengan kampus, orang yang satu ini kemudian mengungkapkan masa lalunya tentang pembuatan skripsi yang katanya sangat sulit.

Orang tersebut terus bercerita prihal yang dialami selama proses pembuatan skripsinya yang cukup sulit menurutnya. Ia pun curhat sama kakak tingkatnya yang sudah menyandang sarjana. Lantas kakak tingkatnya mengatakan, "membuat skripsi itu hal yang mudah, yang sangat sulit itu setelah menjadi seorang sarjana," lanjut kemudian orang yang bercerita ini menceritakan masa lalunya mulai dari pembuatan skripsi sampai menyandang sarjana.

Apa yang dikatakan kakak tingkatnya sangat nyata sekali, ia berulang kali ke sana kemari mencari pekerjaan dengan membawa ijazah hasil kuliahnya. Namun, tetap usahanya nihil untuk mendapatkan pekerjaan yang layak sesuai dengan jurusan yang dipilih. Sampai saat ini pun ia tetap tidak kunjung menemukannya, semuanya ditolak. Bahkan ia bekerja tanpa menggunakan ijazah S1 nya.

Melihat dari cerita di atas ini, membuat skripsi itu mudah ketimbang setelah lulus kuliah sulit mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan jurusan yang dipilih. Maka dari itu sebaiknya kita sebagai mahasiswa aktif untuk semangat belajar dan aktif partisipasi dalam organisasi serta bidang wirausaha. Seperti yang disampaikan dalam buku, "Jadilah Mahasiswa Plus! (Kuliah Sukses, Bisnis Sukses!) yang ditulis oleh John Afifi. Dalam bukunya pada lembaran judul mewawancarai teman-teman nya mulai dari yang berproses usaha di dunia kuliah dan sebaliknya. Salah satunya adalah saat mahasiswa tersebut mampu lulus secara cepat 3,5 tahun dengan IPK yang cukup tinggi, setelah itu ia tetap sulit untuk mendapatkan pekerjaan.

Setelah ditelusuri ternyata ia saat kuliah hanya fokus mengerjakan tugas kuliahnya tanpa melakukan aktivitas usaha saat ia ada di perkuliahan. Berbeda dengan salah satu yang di wancarainya, ia lulus dengan masa tempuh 5 tahun dengan IPK yang terbilang biasa saja. Ia menjadi orang sukses lantaran ketika ada dunia perkuliahan selain aktif kuliah juga aktif dalam dunia usaha dan bahkan ia mudah mendapatkan pekerjaan yang layak. Dalam melamar pekerjaan tidak cukup hanya membawa transkip nilai akan tetapi potensi dan kualitas diri serta pengalaman-pengalaman yang pernah lalui. Setiap perusahaan atau lapangan pekerjaan melihat dari latar belakang pengalaman yang pernah dilakukan. Termasuk pengalaman pekerjaan, organisasi, prestasi dan lain sebagainya. Memang sudah banyak buktinya, meskipun tidak tergambar dalam buku di atas.

Mahasiswa yang kuliah sambil bekerja setelah lulus kuliah mudah mendapatkan pekerjaan atau melanjutkan pekerjaannya yang sudah ia lakukan sejak ada di bangku kuliah.

Tulisan ini tidak bermaksud untuk menyudutkan pada hal tertentu, hal ini berdasarkan kisah nyata yang dialami oleh orang yang tidak bisa disebutkan namanya dan berdasarkan analisis yang diambil dari sumber buku.

Semoga artikel ini bermanfaat kepada semua pembaca dan dijadikan evaluasi diri dalam meraih cita-cita gemilang.



It's Fun and Free to Support the Writers, Give Them a Cup of Coffee by Sharing Their Hard Work to Your Social Media. Let us Grow Together and Make more and more Creativities in Our Hands:


Comments

You must be Logged in to Post a Comment. OR Register Here for Only Less than 1 Minute!

OR

About Author

Penulis

Popular This Week
Feb 23, 2020, 7:27 PM - Maman suherman
Feb 17, 2020, 12:19 AM - Nabila Afira quraina
Feb 17, 2020, 9:08 PM - Bram Asta
Feb 21, 2020, 11:54 PM - RackTicle Manager
Feb 7, 2020, 1:22 AM - Singgih Tri Widodo
Dec 18, 2019, 9:22 PM - Rianda Prayoga