[PUISI] Laki-Laki Itu....

[PUISI] Laki-Laki Itu....

Laki-laki itu semakin kurus

Kata kerabat dan sahabat

Meski nampak selalu tersenyum

Wajah kuyu menyimpan pilu

 

Laki-laki itu…

Sebelum mengenal wanita itu

Berbadan subur gemuk gempal

Wajahnya cerah penuh senyum

 

Laki-laki itu menikmati hidup

Berkelana ke mana kaki melangkah

Canda dan tawa senantiasa lepas

Bersama orang-orang di sekitarnya

 

Patah hati yang pernah dia rasakan sebelumnya

Larut dalam dunia kerja dan sahabat

Larut dalam kesenangan dan kegiatannya

Sebelum mengenal wanita itu

 

Laki-laki itu…

Awal mengenal wanita itu

Hidup ceria melengkapi hidup

Tak memandang status sang wanita

 

Laki-laki itu bertahan

Meski peringatan dan saran silih berganti

Datang dari kerabat dan sahabat

Meski dukungan satu dua menyertai

 

Laki-laki itu berharap

Kelak saat tua tiba

Tak hidup seorang diri

Tak berjalan sendirian

 

Laki-laki itu mantap

Dengan badan tegap dan percaya diri

Bersama keluarga

Meminang pujaan hati

 

Laki-laki itu…

Dalam persiapan perkawinan terguncang

Terusik kata dari keluarga sang wanita

Dilema mendera dalam batinnya

 

Laki-laki itu…

Memantapkan diri menuju pelaminan

Siap mengucap janji suci

Mengasihi dan  menyayangi sang wanita serta anak-anaknya

 

Laki-laki itu memasuki bahtera rumah tangga

Kasih dan sayang ingin dicurahkan pada anak-anak yang baru didapatnya

Satu tahun setelah perkawinan

Dia lepaskan pekerjaan dan para sahabatnya

 

Laki-laki itu rela tanpa pekerjaan tetap

Demi merajut masa depan bersama keluarga barunya

Bersama pendamping hidupnya

Berani melangkah masuk dalam dunia usaha mandiri

 

Laki-laki itu…

Tanpa pengetahuan usaha mandiri yang memadai

Menjalani usaha yang selalu surut

Tanpa penghasilan yang stabil

 

Laki-laki itu berusaha dan berusaha

Dari satu usaha ke usaha lain

Silih berganti mencari perbaikan hidup

Demi kebahagian pasangan hidup dan anak-anaknya

 

Laki-laki itu…

Menahkodai bahtera rumah tangga

Memasuki tahun kelima

Gelisah selalu melanda

 

Laki-laki itu merasakan

Dari tahun ke tahun

Perubahan terjadi

Pasangan hidup dan anak-anak berubah sikap

 

Laki-laki itu tak lagi merasakan

Bahasa cumbu rayu bersama pasangannya

Tak ada lagi celoteh dan cerita anak-anak bersamanya

Hampa hampa dan hampa

 

 Laki-laki itu terasing

Dalam bahtera rumah tangga yang dia bangun

Dalam bahtera rumah tangga yang dia nahkodai

Dalam bahtera rumah tangga yang dia pertahankan

 

Laki-laki itu tetap menjaga

Keutuhan bahtera rumah tangga

Dengan senyuman

Dengan semangatnya

 

Laki-laki itu...

Yang semakin kurus kata kerabat dan sahabat

Tetap mengarungi samudera kehidupan

Demi impian yang ingin diraihnya

 

 

30 Januari 2020

 

Arnoldus Suluh Dwi Candra



It's Fun and Free to Support the Writers, Give Them a Cup of Coffee by Sharing Their Hard Work to Your Social Media. Let us Grow Together and Make more and more Creativities in Our Hands:


Comments

You must be Logged in to Post a Comment. OR Register Here for Only Less than 1 Minute!

Related Articles
Aug 15, 2020, 11:04 AM - Akhmad Fauzi
Aug 5, 2020, 12:24 AM - Akhmad Fauzi
Jun 9, 2020, 2:32 PM - Novi Kurnia
May 20, 2020, 1:47 PM - Novi Kurnia
Apr 26, 2020, 11:45 PM - Stephanus Putra Nurdin
Feb 16, 2020, 7:53 PM - Akhmad Fauzi
Feb 4, 2020, 1:16 PM - Runengsih
Feb 1, 2020, 12:54 AM - Arnoldus Suluh Dwi Candra
Jan 30, 2020, 12:51 PM - Prisma Vista Sari
Jan 30, 2020, 9:39 AM - Arnoldus Suluh Dwi Candra
About Author

Semakin banyak aku tahu, semakin aku tidak tahu

Popular This Week
Mar 6, 2020, 8:09 AM - Shinta Kusuma
Nov 4, 2019, 3:28 PM - RackTicle Manager
Dec 18, 2019, 9:22 PM - Rianda Prayoga
Feb 8, 2020, 1:00 AM - Singgih Tri Widodo
Jan 20, 2020, 2:24 PM - RackTicle Manager
Feb 20, 2020, 11:50 PM - Singgih Tri Widodo
Recent Articles
Aug 15, 2020, 11:04 AM - Akhmad Fauzi
Aug 14, 2020, 12:49 PM - celina lovinri
Aug 11, 2020, 5:57 PM - Pone Kamaruddin
Aug 10, 2020, 7:34 AM - celina lovinri
Aug 8, 2020, 9:28 PM - Singgih Tri Widodo
Aug 5, 2020, 8:06 PM - Siti Mahmudah Solikatun Kasanah
Aug 5, 2020, 7:26 PM - Shinta Kusuma