Kupas Tuntas Permasalahan Tekanan Darah Tinggi dalam Upaya Perawatan Dini

Kupas Tuntas Permasalahan Tekanan Darah Tinggi dalam Upaya Perawatan Dini

Pengertian Tekanan Darah Tinggi

Pada kasus hipertensi (tekanan darah tinggi), kondisi tekanan darah akan meningkat ke tingkat yang tidak sehat. Pengukuran tekanan darah Anda memperhitungkan berapa banyak darah yang melewati pembuluh darah Anda dan jumlah resistensi yang dipenuhi darah saat jantung memompa darah.

Arteri yang sempit meningkatkan resistensi. Masalah kesehatan seperti penyakit jantung akan timbul jika terjadi peningkatan tekanan darah dalam jangka panjang.

Hipertensi merupakan masalah kesehatan yang cukup umum. Hipertensi biasanya berkembang dalam jangka waktu beberapa tahun. Biasanya, Anda tidak akan merasakan gejala apa pun. Meskipun tanpa adanya gejala yang signifikan, tekanan darah tinggi dapat menyebabkan kerusakan pada pembuluh dan organ darah Anda, terutama otak, jantung, mata, dan ginjal.

Dalam kasus tekanan darah tinggi ini, deteksi dini adalah hal yang sangat penting. Pengukuran tekanan darah secara teratur dapat membantu Anda dan dokter akan melihat adanya perubahan. Jika tekanan darah Anda meningkat, dokter mungkin akan meminta Anda melakukan pemeriksaan tekanan darah selama beberapa minggu untuk melihat apakah angka tersebut tetap meningkat atau turun kembali ke tingkat normal.

Perawatan untuk hipertensi biasanya berupa obat resep dan perubahan gaya hidup sehat. Jika kondisi ini tidak diobati, maka dapat menyebabkan masalah kesehatan, termasuk serangan jantung dan stroke.

Apa saja gejala hipertensi?

Gejala hipertensi pada umumnya adalah “gejala diam”. Banyak orang tidak akan mengalami atau merasakan gejala apa pun. Karena itu hipertensi sering disebut dengan silent killer.

Diperlukan waktu yang lama,  mungkin dalam hitungan tahun untuk mencapai kondisi yang cukup parah sehingga gejalanya menjadi jelas. Dan biasanya, berbagai gejala dapat terkait dengan penyakit lain.

Gejala hipertensi berat dapat meliputi:

  • sakit kepala
  • sesak napas
  • mimisan
  • pembilasan
  • pusing
  • nyeri dada
  • perubahan visual
  • darah dalam urin

Gejala-gejala ini memerlukan perhatian medis segera. Gejala tersebut mungkin tidak terjadi pada semua orang dengan kondisi hipertensi, tetapi menunggu gejala sampai terjadi dapat berakibat fatal.

Langkah paling tepat  untuk mengetahui apakah Anda menderita penyakit tekanan darah tinggi adalah dengan melakukan pembacaan tekanan darah secara teratur. Sebagian besar dokter selalu melakukan pembacaan tekanan darah pada setiap pertemuan dengan pasiennya.

Misalnya, jika Anda memiliki riwayat keluarga dengan penyakit jantung atau memiliki faktor risiko yang dapat berkembang dari kondisi ini, dokter Anda dapat merekomendasikan Anda memeriksakan tekanan darah dalam dua kali setahun. Ini membantu Anda dan dokter Anda agar dapat mengatasi  segala kemungkinan masalah sebelum menjadi masalah yang membahayakan jiwa.

Penyebab tekanan darah tinggi

Ada dua jenis hipertensi. Setiap jenis memiliki penyebab yang berbeda:

Hipertensi primer

Hipertensi primer juga disebut hipertensi esensial. Tipikal tekanan darah tinggi ini mengalami perkembangan seiring berjalannya waktu dengan sebab yang belum terdeteksi.

Masih belum dipahami secara detail sampai sekarang  bagaimana mekanisme peningkatan tekanan darah secara perlahan. Kombinasi berbagai faktor dapat berperan dalam masalah ini. Faktor-faktor ini termasuk:

  • Gen: Beberapa orang secara genetik cenderung mengalami hipertensi. Hal ini mungkin terjadi dari mutasi gen atau kelainan genetik yang diwarisi dari orang tua Anda.
  • Kondisi fisik yang berubah:  Apabila terjadi perubahan pada tubuh Anda, maka mungkin tubuh Anda mulai mengalami masalah. Tekanan darah tinggi mungkin akan menjadi salah satu masalah yang akan muncul. Misalnya, fungsi ginjal akan mengalami perubahan karena faktor usia dapat mengganggu keseimbangan garam dan cairan alami tubuh. Tekanan darah akan meningkat dengan adanya perubahan fungsi ginjal.
  • Kondisi Lingkungan: Dengan berjalannya waktu, berbagai tipe gaya hidup yang buruk bagi kesehatan seperti malas berolahraga dan pola makan yang buruk dapat berdampak buruk pada tubuh Anda. Obesitas dapat disebabkan oleh pilihan gaya hidup yang tidak tepat. Resiko hipertensi dapat meningkat karena faktor berat badan atau obesitas.

Hipertensi sekunder

Pada hipertensi tipe ini, prosesnya terjadi lebih cepat dari hipertensi primer dan bisa menjadi kondisi yang lebih parah. dari hipertensi primer. Berikut ini kondisi yang bisa menjadi pemicu dari hipertensi sekunder :

  • penyakit ginjal
  • cacat jantung bawaan
  • masalah dengan tiroid Anda
  • efek samping dari obat
  • penggunaan obat-obatan terlarang
  • penyalahgunaan alkohol 
  • masalah kelenjar adrenal
  • tumor endokrin tertentu

Mendiagnosis tekanan darah tinggi

Mendiagnosis hipertensi sangat mudah, cukup dengan melihat pembacaan pada alat pengukur tekanan darah. Sebagian besar dokter memeriksa tekanan darah sebagai bagian dari pemeriksaan rutin. 

Jika tekanan darah Anda meningkat, dokter mungkin akan meminta Anda melakukan pemeriksaan berkelanjutan selama beberapa hari atau minggu. Diagnosis hipertensi jarang diberikan setelah hanya satu kali pemeriksaan. Untuk melihat masalah yang berkelanjutan, dokter perlu menganalisa bukti.  Misalnya,  lingkungan Anda dapat berkontribusi terhadap peningkatan tekanan darah, seperti stres yang mungkin Anda rasakan dengan berada di klinik dokter. Dan juga, tingkat tekanan darah dapat berubah sepanjang hari.

Jika tekanan darah Anda tetap tinggi, maka kemungkinan besar dokter akan melakukan lebih banyak tes untuk mengesampingkan kondisi yang mendasarinya. Tes-tes ini dapat mencakup:

  • tes urin
  • skrining kolesterol dan tes darah lainnya
  • tes aktivitas listrik jantung dengan elektrokardiogram (EKG)
  • USG jantung atau ginjal Anda

Berbagai uji tes ini  akan memberikan bantuan kepada dokter Anda melakukan identifikasi masalah sekunder yang menyebabkan peningkatan tekanan darah Anda. Dokter bisa mendeteksi efek tekanan darah tinggi pada organ Anda. Kerusakan permanen pada organ tubuh dapat dihindari dengan perawatan dini.

Pembacaan tekanan darah tinggi pada tensimeter

Ada dua macam variabel angka dalam pembacaan tekanan darah:

  • Tekanan sistolik: Ini adalah variabel  angka yang pertama. Variabel angka ini mengacu pada tekanan di arteri Anda ketika jantung Anda berdetak dan memompa darah.
  • Tekanan diastolik: Ini adalah variabel angka kedua. Pada variabel ini, mengacu pada tekanan di arteri  di antara detak jantung Anda.

Ada 5 tipe kategori yang mengacu pada pembacaan tekanan darah pada pasien dewasa dewasa:

  • Sehat: Variabel angka pada kondisi sehat berada kurang dari 120/80 milimeter air raksa (mm Hg).
  • Tinggi: Pada kasus ini, variabel angka sistolik berada diantara 120 dan 129 mm Hg, dan untuk variabel angka diastolik kurang dari 80 mm Hg. Dalam kondisi ini, dokter biasanya tidak mengobati tekanan darah tinggi dengan obat-obatan. Sebaliknya, dokter akan menyarankan perubahan gaya hidup untuk membantu menurunkan tekanan darah Anda.
  • Pada kasus stadium 1 hipertensi: Angka sistolik berada di antara 130 dan 139 mm Hg, atau angka diastolik antara 80 dan 89 mm Hg.
  • Pada kasus stadium 2 hipertensi: Angka sistolik berada diantara 140 mm Hg atau lebih tinggi, atau angka diastolik 90 mm Hg atau lebih tinggi.
  • Pada kasus krisis hipertensi: Variabel angka sistolik akan lebih dari 180 mm Hg, atau angka diastolik lebih dari 120 mm Hg. Jika kondisi tekanan darah dalam kisaran ini, maka harus segera berkonsultasi dengan dokter. Jika ada gejala seperti nyeri dada, sakit kepala, sesak napas, atau perubahan visual yang terjadi ketika tekanan darah setinggi ini, maka perawatan medis di ruang gawat darurat diperlukan.

Pembacaan tekanan darah berbeda untuk anak-anak dan remaja. Tanyakan dokter anak Anda untuk rentang sehat bagi anak Anda jika Anda diminta untuk memantau tekanan darah mereka.

Pengobatan untuk tekanan darah tinggi

Untuk menentukan pilihan yang terbaik bagi Anda, biasanya dokter menggunakan sejumlah faktor tertentu dalam melakukan diagnosis.  

Pilihan pengobatan untuk hipertensi primer

Untuk kondisi hipertensi primer,  dokter Anda akan menyarankan perubahan gaya hidup  yang dapat membantu mengurangi tekanan darah tinggi Anda. Apabila kondisi ini tidak memberikan efek yang signifikan, maka dokter mungkin akan meresepkan obat.

Pilihan pengobatan untuk hipertensi sekunder

Jika dokter Anda menemukan masalah mendasar yang menyebabkan hipertensi Anda, perawatan akan fokus pada kondisi lain tersebut. Contohnya, apabila konsumsi suatu jenis obat menyebabkan tekanan darah mengalami peningkatan, dokter akan mencoba obat lain yang tidak memiliki efek samping ini.

Adakalanya hipertensi persisten walaupun  ada pengobatan untuk penyebab yang mendasarinya. Dalam hal ini, dokter akan menyarankan Anda untuk mengembangkan perubahan gaya hidup dan meresepkan obat untuk membantu mengurangi tekanan darah Anda.

Rencana perawatan untuk hipertensi sering berkembang dan mengalami perubahan sesuai dengan kondisi pasien. Kadangkala pengobatan berhasil di awalnya dan kemudian mungkin menjadi kurang bermanfaat seiring berjalannya waktu. Berkonsultasilah selalu dengan dokter untuk memperbaiki perawatan Anda.

Obat untuk tekanan darah tinggi

Banyak pasien hipertensi menjalani fase pengobatan coba-coba dengan berbagai obat-obatan tekanan darah. Tipe pengobata coba-coba mungkin perlu Anda lakukan sampai Anda menemukan satu atau kombinasi obat yang cocok untuk Anda.

Berikut ini beberapa tipe obat yang dipakai untuk mengobati darah tinggi:

  • Beta-blocker: Tipe obat ini menjadikan jantung akan berdetak lebih lambat dan dengan kekuatan yang lebih sedikit. Dengan jantung berdetak lambat maka akan mengurangi jumlah darah yang dipompa oleh jantung melalui arteri Anda dengan setiap ketukan, yang menurunkan tekanan darah. Kondisi ini juga akan menghambat sejumlah hormon tertentu di dalam tubuh Anda yang dapat meningkatkan tekanan darah Anda.
  • Diuretik: Dalam kasus ini, kadar natrium berada dalam level yang tinggi dan kelebihan cairan dalam tubuh Anda dapat meningkatkan tekanan darah. Pil Air, nama lain untuk obat tipe diuretik, membantu ginjal Anda menghilangkan kelebihan sodium dari tubuh Anda. Ketika zat sodium ini keluar, maka cairan tambahan dalam aliran darah akan mengalir ke urin Anda, yang membantu menurunkan tekanan darah Anda.
  • Inhibitor ACE:  Bahan kimia Angiotensin merupakan penyebab  pembuluh darah dan dinding arteri menjadi kencang dan juga menyempit. Angiotensin Converting Enzyme (ACE) akan mencegah tubuh menghasilkan bahan kimia dalam jumlah besar. Hal ini menyebabkan pembuluh darah menjadi lebih  rileks dan mengurangi tekanan darah.
  • Angiotensin II receptor blockers (ARBs): Sementara ACE inhibitor bertujuan untuk menghentikan pembentukan angiotensin, ARB memblokir angiotensin dari pengikatan dengan reseptor.  jika tidak ada bahan kimia ini, maka pembuluh darah akan menjadi rileks. Proses relaksasi akan terjadi pada pembuluh darah dan tekanan darah pun akan menurun.
  • Pemblokir saluran kalsium: Jenis obat ini akan memblokir sebagian kalsium ketika akan memasuki otot jantung  Anda. Sehingga detak jantung menjadi kurang kuat dan menurunnya tekanan darah. Efek obat tipe ini juga menyebabkan pembuluh darah, bekerja dengan lebih rileks dan akhirnya tekanan darah akan menurun dengan sendirinya.

Gaya hidup sehat untuk merawat tekanan darah tinggi

Dengan melakukan gaya hidup yang lebih sehat , akan menjadikan Anda mampu mengendalikan faktor-faktor penyebab hipertensi. Gaya hidup sehat berikut ini patut Anda coba dari sekarang:

Mengembangkan diet sehat

Melakukan program diet sehat untuk organ jantung sangatlah direkomendasikan untuk membantu mengurangi tekanan darah tinggi. Ini juga penting untuk mengelola hipertensi yang terkendali dan mengurangi risiko komplikasi yang biasanya akan berakibat pada  serangan jantung dan stroke.

Diet sehat jantung menekankan kepada asupan makanan yang meliputi:

  • buah-buahan
  • Sayuran
  • biji-bijian
  • protein tanpa lemak seperti ikan

Meningkatkan aktivitas fisik

Mencapai berat badan yang sehat harus dilakukan lebih aktif secara fisik. Lakukan aktifitas berolahraga dengan teratur  agar tekanan darah juga akan turun secara alami dan memperkuat sistem kardiovaskular Anda.

Lakukanlah 150 menit aktivitas fisik sedang setiap minggu. Kurang lebih sekitar 30 menit lima kali per minggu.

Mencapai berat badan yang sehat

Apabila tubuh mengalami kegemukan, maka menurunkan berat badan melalui diet yang menyehatkan jantung dan meningkatkan aktivitas fisik dapat membantu menurunkan tekanan darah Anda.

Mengelola stres

Olahraga adalah cara yang bagus untuk mengelola stres. Kegiatan lain juga bisa bermanfaat. Ini termasuk:

  • meditasi
  • bernafas dalam-dalam
  • pijat
  • relaksasi otot
  • yoga atau tai chi

Ini semua adalah teknik yang terbukti mengurangi stres.  Termasuk juga tidur yang cukup, mampu membantu mengurangi tingkat stres.

Mengadopsi gaya hidup yang lebih bersih

Jika Anda seorang perokok, cobalah untuk berhenti. Senyawa kimia yang terkandung dalam asap rokok merusak jaringan tubuh dan mengeraskan dinding pembuluh darah.

Apabila Anda  sangat tergantung kepada alkohol, cari bantuan untuk mengurangi jumlah yang Anda minum atau hentikan sama sekali. Alkohol dapat meningkatkan tekanan darah.

Efek dari tekanan darah tinggi pada tubuh

Karena hipertensi merupakan penyakit dengan “kondisi diam” (tidak terlihat gejala sakit secara signifikan), maka penyakit ini dapat menyebabkan kerusakan pada tubuh Anda selama bertahun-tahun sebelum gejalanya menjadi jelas. Komplikasi serius akan terjadi jika Anda tidak segera mengobati hipertensi ini  bahkan bisa berakibat fatal.

Komplikasi hipertensi meliputi berikut ini:

Arteri yang rusak

Arteri yang sehat fleksibel dan kuat akan menyebabkan darah  melalui arteri dengan bebas, sehingga menjadikan  pembuluh darah yang sehat.

Kondisi Hipertensi menyebabkan pembuluh arteri menjadi lebih keras, lebih kencang, dan tidak elastis. Hal ini akan menjadikan kolesterol jahat menumpuk pada dinding arteri dan membatasi aliran darah. Sehingga akan terjadi peningkatan tekanan darah, terjadinya penyumbatan, dan, akhirnya, serangan jantung dan stroke.

Jantung menjadi rusak

Hipertensi membuat jantung Anda bekerja terlalu keras. Otot jantung akan bekerja lebih keras jika tekanan darah tinggi tidak segera diobati dan juga  memaksa otot-otot jantung untuk memompa lebih sering dan dengan kekuatan lebih dari yang seharusnya dilakukan jantung sehat.

Ini dapat menyebabkan jantung membesar. Kondisi pembesaran organ jantung dapat meningkatkan risiko Anda untuk hal-hal berikut:

  • gagal jantung
  • aritmia
  • kematian jantung mendadak
  • serangan jantung

Otak yang rusak

Pasokan darah kaya akan oksigen sangat dibutuhkan oleh otak untuk bekerja dengan baik. Suplai darah ke otak dapat terganggu dengan tekanan darah tinggi: 

  • Dalam istilah medis, kondisi penyumbatan sementara aliran darah ke otak disebut transient ischemic attacks (TIAs).
  • Sel-sel otak akan mati jika terjadi penyumbatan pemluh darah secara signifikan, yang dikenal dengan istilah stroke. 

Daya ingat juga akan terganggu jika Hipertensi  tidak terkontrol dan kemampuan Anda untuk belajar, mengingat, berbicara, dan bernalar.

Meskipun kondisi hipertensi dalam proses pengobatan, seringkali tidak menghapus atau membalikkan efek hipertensi yang tidak terkontrol. Meskipun demikian, hal tersebut sangat lebih baik untuk kondisi kesehatan di masa depan.

Tip Pencegahan Darah Tinggi

Jika Anda memiliki faktor risiko hipertensi, Anda dapat mengambil langkah dari sekarang untuk menurunkan risiko kondisi dan komplikasinya.

Tambahkan makanan sehat ke dalam diet Anda

Usahakan untuk mengonsumsi lebih banyak buah dan sayuran setiap hari. 

Kurangi konsumsi gula

Cobalah untuk mengosumsi lebih sedikit makanan yang dimaniskan dengan gula, termasuk yogurt rasa, sereal, dan soda. 

Tetapkan tujuan penurunan berat badan

Jika Anda mengalami obesitas, maka mulailah makan 500 kalori lebih sedikit per hari dari apa yang biasanya Anda makan. Kemudian putuskan aktivitas fisik apa yang dapat Anda mulai untuk mencapai tujuan penurunan berat badan Anda. Jika berolahraga lima hari dalam seminggu terlalu sulit untuk masuk ke dalam jadwal Anda, maka lakukanlah tiga hari dalam seminggu disesuaikan dengan jadwal Anda.

Pantau tekanan darah Anda secara teratur

Pendeteksian hipertensi sejak dini  merupakan cara terbaik untuk mencegah komplikasi dan menghindari masalah. Anda dapat datang ke klinik dokter untuk pembacaan tekanan darah, atau membeli perangkat pengukuran tekanan darah agar dapat memantau tekanan darah Anda di rumah.

Simpan log pembacaan tekanan darah dan bawalah ke dokter Anda. Ini dapat membantu dokter Anda menganalisa kemungkinan masalah sebelum kondisinya berkembang.

 



It's Fun and Free to Support the Writers, Give Them a Cup of Coffee by Sharing Their Hard Work to Your Social Media. Let us Grow Together and Make more and more Creativities in Our Hands:


Comments

You must be Logged in to Post a Comment. OR Register Here for Only Less than 1 Minute!

Related Articles
About Author

Berbagi artikel kepada orang lain, itu menyenangkan...jika artikel itu dibaca orang lain, itu membahagiakan....

Popular This Week
Mar 6, 2020, 8:09 AM - Shinta Kusuma
Nov 4, 2019, 3:28 PM - RackTicle Manager
Dec 18, 2019, 9:22 PM - Rianda Prayoga
May 23, 2020, 2:23 AM - Edin S. Djatikusuma
Jan 20, 2020, 2:24 PM - RackTicle Manager
Dec 24, 2019, 10:26 AM - Eka Kusumaningrum
Feb 7, 2020, 1:22 AM - Singgih Tri Widodo
Jan 8, 2020, 10:43 AM - Deni Riyandi
Apr 23, 2020, 3:26 PM - Singgih Tri Widodo
Recent Articles
Aug 15, 2020, 11:04 AM - Akhmad Fauzi
Aug 14, 2020, 12:49 PM - celina lovinri
Aug 11, 2020, 5:57 PM - Pone Kamaruddin
Aug 10, 2020, 7:34 AM - celina lovinri
Aug 8, 2020, 9:28 PM - Singgih Tri Widodo
Aug 5, 2020, 8:06 PM - Siti Mahmudah Solikatun Kasanah
Aug 5, 2020, 7:26 PM - Shinta Kusuma