[PUISI] Kuakhiri Sajak-Sajak

[PUISI] Kuakhiri Sajak-Sajak

Samudera Cintaku hanya tetap kupersembahkan untuk istri tercinta. Semuga bahagia selalu sampai akhir masa nanti. Sepenuh hati kicurahkan isi hati, walaupun berat akan tetapi akan selalu kusampaikan dengan nada indah seribu kasih dan cinta sejati. Rindu ini tak kan hilang meski terhapus masa dengan bingkai sejati. Meneruskan kisah melanjutkan hidup dengan kebahagiaan dan terus terang demi hadirnya sebuah kelapangan. Menatap masa depan dengan gemilang tanpa harus menjatuhkan siapapun demi melancarkan aksi yang selalu bergumul di hati.

Aamiin ...

 

Kuakhiri Sajak-Sajak

Dalam perjalanan panjang ini, kutulis sejuta sajak aroma rindu, cinta, dan kebencian,

Tak pelak, waktu semakin larut membawaku lupa jalan kembali pulang, yang semestinya mudah kutapak

Desiran angin menertawakanku di balik dedaunan kering dan ranting - ranting patah, seakan tahu bahwa aku tersesat dalam ketidak pastian

Untunglah ada Tuhan yang selalu menghibur dengan janji - janji - Nya, hingga diriku terlena dalam buaian dan nyenyak bersama mimpi keindahan

Kuakhiri sajak - sajak, tanpa mengurai nilai inti sebuah keterikatan, titik jenuh  telah merantainya hingga tak mampu meneruskan imaji

Tenggelam dalam kebisingan Negri dan sikap acuh menjadikan musuh

Fatamorgana menyelupkan luka mendalam, hingga gerimis perih tak kunjung mereda

Bingkai harapan tak mampu lagi bersuara, dipojokkan tersebab ingin diakui, tanpa memikirkan perasaan hati

Kini, bertahun - tahun sudah jalan masih sama, berakhir kebuntuan tanpa formula

Tirani kehidupan menyuguhkan kemanisan, akan tetapi pahit mengecam bertubi - tubi

Alasannya perbedaan kosong yang belum usai ...

Mak, izinkan aku bertapa di laut kidul, menyucikan hati menyatukan diri, dengan Sang Pencipta

Tanpa kebisingan, keramaian, dan menikmati kesunyian siang malam, tersebab dunia mulai hilang kendali

Kuakhiri sajak - sajak, dengan sukarela ataupun terpaksa, di mana pintu pulang sudah semakin jelas

Di sana, telah menunggu aroma mahabbah yang sesungguhnya, tinggallah regukan menjadikan sapa

Pesan terakhir, jangan pernah memberikan beban pikulan yang berat, tersebab aku tak mampu jua

Selamatkan darah dari titisan satu banyu, merapal mantra - mantra cinta di atas altar suci

Menabung mesra kuncupkan bahagia, meski taruhannya adalah nyawa

Selanjutnya, berdiri dengan tegak di tengah amukan badai, meraih tangan tak sampai kemelut siap menghantam

Sampai di sini, paham ?

Pada akhirnya kebahagiaan dari Tuhan lebih menjanjikan, manusia akan selalu mengecewakan dan terus hitung - hitungan

Semuga, kelak semakin menawan, menyatukan warna seumpama pelangi dengan keindahan tanpa harus menyulam

Telah sampai masanya, untuk pokus pada satu titik, di mana janji tak perlu dipertanyakan lagi

Menjalin cinta dengan alam tanpa sajak pilu nan syahdu, menyalurkan hasrat pada langkah abadi

Pun menambah wejangan dan memupuk keinginan yang belum terlaksana, semisal ombak yang bergumul di tengah samudera

Cinta yang hakiki, meleburkan puncak kenikmatan, hingga tak perlu pergi lagi

Dedoa kupanjatkan, tuk merengkuh mahligai cinta dalam keutuhan sejati, merangkul hakikat dengan pelukan erat, bahwa hidup harus tetap dijalani

Bersama impian yang menjadi kenyataan, mesra dalah sebuah ikatan, terus menata masa depan

 

Madura, 16/02/2020

Belum ada formula yang tepat, sehingga memutuskan hengkang dari dunia persajakan. Terimakasih atas segala dukungan dunia sosmed sehingga saya masih bertahan sampai saat ini.

Semuga karya saya mendapatkan tempat di hati para pembaca yang budiman. Dan maaf jika karya saya masih jauh dari kata sempurna, dan selalu menyematkan kesalahan diksi dan irama yang bebas.

Wassalamualaikum. Wr. Wb ....



It's Fun and Free to Support the Writers, Give Them a Cup of Coffee by Sharing Their Hard Work to Your Social Media. Let us Grow Together and Make more and more Creativities in Our Hands:


Comments
Akhmad Fauzi - Feb 16, 2020, 8:15 PM - Add Reply

Jangan sungkan untuk berkomentar.

You must be logged in to post a comment.

You must be Logged in to Post a Comment. OR Register Here for Only Less than 1 Minute!

Related Articles
Feb 16, 2020, 7:53 PM - Akhmad Fauzi
Feb 4, 2020, 1:16 PM - Runengsih
Feb 1, 2020, 12:54 AM - Arnoldus Suluh Dwi Candra
Jan 30, 2020, 12:51 PM - Prisma Vista Sari
Jan 30, 2020, 9:39 AM - Arnoldus Suluh Dwi Candra
Jan 26, 2020, 9:25 PM - Akhmad Fauzi
Jan 26, 2020, 7:25 PM - Runengsih
Jan 24, 2020, 3:20 PM - Akhmad Fauzi
About Author

Lahir dengan selamat pada 13 Juni 1993

Popular This Week
Recent Articles
Apr 6, 2020, 1:37 AM - Deni Riyandi
Apr 5, 2020, 1:02 PM - Andria Ranti
Apr 5, 2020, 10:15 AM - Singgih Tri Widodo
Mar 30, 2020, 2:11 PM - Shinta Kusuma
Mar 30, 2020, 2:01 PM - Indraz