Konser ADA Band yang Dihadiri Penonton Makhluk Gaib

Konser ADA Band yang Dihadiri Penonton Makhluk Gaib

Penonton Konser ADA Band yang Aneh.

Kisah tentang kota gaib Saranjana di Pulau Laut Kalimantan Selatan dan penduduknya seakan tidak pernah habis, dari tahun ke tahun selalu ada kejadian yang menjadi bahan perbincangan di masyarakat.

Kotabaru di tahun 90-an hanya ada satu tempat yang biasa digunakan untuk pertunjukan yang bisa menampung ribuan penonton yaitu stadion olahraga Bamega. Lapangan itu mampu menampung sampai 14 ribu penonton. Semuanya tertutup oleh pagar beton keliling dengan hanya ada satu pintu masuk dan keluar. 

Artis-artis ibukota, seringnya penyanyi dangdut, kalau manggung ya di stadion itu. Penceramah, tokoh-tokoh kondang, dan band-band terkenal serta kampanye akbar parpol yang waktu itu cuma ada 3 juga dilakukan di stadion itu.

Diantara grup band yang pernah tampil di stadion itu adalah UNGU dengan vokalisnya Pasha yang sekarang terjun di bidang politik dan ADA Band yang terkenal dengan syair lagunya “karena wanita ingin dimengerti”. Band-band kesohor ini sangat dikenal di Indonesia pada jamannya. Pada saat tampil di ibukota kabupaten mereka mengalami beberapa kejadian aneh.

Keanehan itu antara lain adalah sebagai berikut :

Daya tampung stadion olahraga Bamega di kotabaru Kalimantan Selatan adalah 14 ribu. Tatkala mereka tampil, seluruh stadion terlihat penuh oleh penonton. Padahal tiket yang terjual hanya 7-8 ribu saja. Awalnya mereka mengira ada ribuan penonton yang masuk tanpa membeli tiket. Tapi itu tidak bisa diterima logika, karena stadion itu dikelilingi oleh pagar beton yang cukup tinggi dimana jalan masuk dan keluar hanya ada satu.

Berulang kali panitia menyarankan agar penonton mau mengisi tribun/lapangan yang di sebelah kiri yang masih kosong, tidak berdesakan di tengah dan sebelah kanan saja. Padahal personil band dari atas panggung melihat seluruh stadion sudah terisi orang semua. Personil band merasa heran dengan kelakuan panita ini, tapi mereka diam saja karena tidak ingin penampilan mereka terganggu. Sementara dari pihak panitia sendiri heran melihat penonton yang seperti tidak mau mengisi tempat yang kosong. Atau tidak bisa.

Ekspresi penonton yang di sebelah kiri kentara sekali berbeda dari penonton yang lain saat dimainkan lagu demi lagu. Mereka tidak banyak ribut dan tidak banyak bergerak, tenang, adem ayem saja. Bahkan nyaris dingin ekspresinya sementara lagu didendangkan.

Pada saat acara selesai, personil band turun dari panggung dan berjalan menuju pintu keluar yang hanya satu. Ketika itulah mereka merasakan kejanggalan. Jarak dari panggung ke pintu keluar itu tidak terlalu jauh tidak sampai 100 meter. Waktu yang diperlukan ± 10 menit saja untuk menuju pintu keluar tadi. Hanya dalam waktu sesingkat itu mendadak penonton langsung berkurang jumlahnya jauh dari sebelumnya. Bingung oleh keadaan ini, mereka jadi heran kok cepat sekali perginya penonton yang tadi belasan ribu orang.

Keanehan-keanehan ini mereka ungkapkan kepada panitia lokal yang orang Kotabaru asli, lalu diterangkan dengan santai bahwa mereka itu adalah penduduk kota gaib Saranjana yang terletak disebelah selatan Pulau Laut. Penduduk kota gaib ini memang sering membaur dengan warga Kotabaru jika ada keramaian. Jika ada event atau kegiatan yang mengumpulkan orang banyak sering sekali di lokasi keramaian tampak membludak dipenuhi oleh orang dan tatkala acara selesai dalam waktu singkat pengunjung berkurang banyak.

Bagi warga Kotabaru Pulau Laut Kalimantan Selatan, ini seakan hal yang lumrah dan wajar saja. Mereka sudah faham dengan apa yang sebenarnya terjadi.



It's Fun and Free to Support the Writers, Give Them a Cup of Coffee by Sharing Their Hard Work to Your Social Media. Let us Grow Together and Make more and more Creativities in Our Hands:


Comments

You must be Logged in to Post a Comment. OR Register Here for Only Less than 1 Minute!

Related Articles
Feb 20, 2020, 12:54 PM - Ryan Putra Anugrah
Feb 20, 2020, 12:13 PM - Ryan Putra Anugrah
Feb 19, 2020, 10:00 PM - Singgih Tri Widodo
Feb 8, 2020, 10:27 AM - Redy Kuswanto
Feb 7, 2020, 1:06 AM - Alexander Bala Seda
Jan 27, 2020, 11:50 PM - Singgih Tri Widodo
Jan 26, 2020, 3:11 AM - Singgih Tri Widodo
Jan 17, 2020, 1:47 PM - Litta Wahyuni
Jan 14, 2020, 12:58 AM - Singgih Tri Widodo
About Author
Recent Articles
Apr 6, 2020, 1:37 AM - Deni Riyandi
Apr 5, 2020, 1:02 PM - Andria Ranti
Apr 5, 2020, 10:15 AM - Singgih Tri Widodo
Mar 30, 2020, 2:11 PM - Shinta Kusuma
Mar 30, 2020, 2:01 PM - Indraz