[CERPEN] Kisah Pemburu Hantu dan Gadis Hantu (Bagian 2)

[CERPEN] Kisah Pemburu Hantu dan Gadis Hantu (Bagian 2)

Sudah hampir dua minggu Santo menemani Avina yang kini hidup dan membantu mengembalikan ingatannya. Namun, Avina tetap saja masih bingung. Dia sama sekali tidak punya ingatan tentang Santo, namun perasaannya mengatakan bahwa mereka sudah pernah berteman akrab sekali. Dan itulah yang membuatnya bingung. Apa yang harus dia lakukan saat ini? Apakah mempercayainya sebagai teman sesuai perasaannya? Ataukah masa bodoh dengan laki laki seperti dia, karena banyak laki laki yang mendekat, dan mungkin saya dia memanfaatkan momen ini untuk mencuri perhatiannya…. Tapi dia tidak mau pikir Panjang. Dia mencoba mendengarkan kembali , mengingat ingat kembali apa yang diceritakan Santo sebelumnya.

Suatu hari, Santo mendapatkan misi untuk mengusir hantu di sebuah rumah sakit. Ini adalah permintaan orang yang lagi sakit di rumah sakit itu. Dia tinggal di salah satu ruang di rumah sakit itu. Dia lagi sakit. Dan Santo diminta mengusir hantu yang selalu mengganggu orang tersebut dikala malam hari saat sendiri di ruang tersebut. Kabarnya, orang itu diberi tempat di ruang itu karena itu tinggal ruang satu satunya yang tersisa. Dan memang ruang tersebut hanyalah sebuah saja, jauh dari ruang ruang lain. Oleh karena itulah, dia meminta Santo untuk membasmi hantu yang ada disitu. Dan juga dia sudah meminta izin pihak rumah sakit, karena selama ini memang sudah ditutup tutupi soal hantu yang berada di ruang itu. Pihak rumah sakit mengizinkan bahkan sangat berterimakasih sekali. Kabarnya, ruang itu adalah bekas kamar mayat yang pertama sebelum kamar mayat pindah ke Gedung baru.

Santo pun bermalam di ruangan itu menemani orang itu yang sedang ketakutan. Santo, tiba tiba merasa aneh. Seperti mereka hadir di ruangan tersebut. Dia bersiap siap membuka pedang kesayangannya untuk bertarung melawan hantu tersebut. Swussh swushh swuss…. Bunyi pedang dikerahkan ke hantu tersebut. Hantu tersebut hancur. Pastinya Santo langsung bersenang diri.. NAmun tidak seperti yang ada dalam pikirannya. Santo kaget. Si hantu muncul kembali dan Bersatu menjadi tubuhnya seperti di awal. Dan mereka pun bertarung habis habisan. Sayangnya, Santo sudah mulai kehabisan energi. Dia kelelahan. Dan musuh hantu pun ternyata masih sangat kuat. Tidak ada berkurang sedikit pun tenaganya. Si hantu mencekik leher Santo hingga ke tubuh Santo terangkat. Santo tidak bisa bernafas. Dan tiba tiba….. Buggggg…. Suara tendangan Avina dari belakang hantu mengenai kepala hantu itu. Hantu itu langsung, sedikit linglung. Selama dia linglung, Avina membawa Santo pergi keluar. Dia sadar kalau Hantu itu terlalu kuat. Avina juga membawa orang yang tinggal di kamar itu. Santo berterimakasih karena sudah diselamatkan oleh Avina.

Sambil berjalan keluar, Avina memikirkan apa yang dia lihat sebelumnya. Sesaat sebelum menendangnya, Avina melihat titik kelemahannya yang perlu ditempel dengan kertas mantra. Sayangnya dia tidak punya kertas mantra itu. Dan hanya dimiliki oleh pamannya Santo yang menjadi penjaga kuil. Santo pun akan membantu meminta kertas mantra tersebut kepada pamannya. Sayangnya Pamannya jarang pulang, dan tidak tau menginap di kuil mana. Dan juga tidak punya handphone. Ya, mereka jarang sekali berbicara. Kecuali pada saat dirumah dan lagi santai. Dan mau tidak mau Santo memang harus mencari Pamannya.

Di rumahnya, Santo menunggu pamannya pulang. Dan beruntungnya, hari esoknya Paman Santo tiba dirumah dan langsung tidur. Sekali lagi, dia merasakan keberadaan hantu dirumahnya. Dia mencium bau hawa aneh. Seperti bau hantu wanita. Lagi lagi dia mencurigai Santo saat itu. Takutnya dia menyimpan hantu. Tapi santo mengeles, bahwa Pamannya sedang kelelahan dan terlalu mengantuk sehingga mungkin indra penciumannya sedikit kurang baik. Alhasil, Pamannya membenarkan apa yang dikata Santo. Padahal memang benar tidak ada siapa siapa. Karena santo bisa lihat hantu.

Setelah selesei dari peristirahatannya, Santo langsung meminta kertas mantra kepada Pamannya. Sayangnya, nasib baik tidak berpihak kepada Santo. Santo tidak diizinkan untuk memakai kertas mantra sang paman. Karena kesal, Santo pun ke kamar nya dan beristirahat dan tidur. Namun Santo orang cerdik, dia tidak mau begitu saja dimentahkan oleh pamannya. Tak berapa lama, Pamannya pun teriak dari luar kamar bahwa ia ingin pergi ke luar. Santo tentu tidak habis akal. Santo langsung bergegas ke luar kamar dan mencari tas sang paman untuk mencari kertas mantra yang dia punya. Grusuk grusuk,,,,,, dia menemukannya. Sayangnya, dia hanya punya 1 lembar kertas mantra. Santo mencari cari lagi, kemungkinan ada di kantong tas lainnya. Tetapi, tetap dia tidak menemui kertas mantra tersebut. Hmmm,,, Santo berpikir, mungkin memang dia harus benar benar memanfaatkan kertas mantra yang hanya tinggal 1 lembar itu. Suara langkah kaki terdengar, kemungkinan paman sudah mau tiba. Santo bergegas kembali ke kamar. Sang paman merasa aneh, kenapa kok berantakan sekali tasnya. Namun dia menyangkalnya sendiri. Mungkin dia masih kelelahan sore itu.

Setelah mendapatkan kertas mantra tersebut, dia pergi ke rumah sakit itu lagi. Dan langsung menuju ruang berhantu itu lagi. Dan tiba tiba Avina datang lagi. Kali ini mereka hanya berdua, dan pasien yang tinggal disitu sudah pergi dan tidak tinggal disitu lagi. Dia menunggu hampir jam 12 malam. Dan seperti kemarin…. Suasananya sama . Hanya saja ini dibarengi angin yang cukup deras dan sangat dingin. Santo dan Avina langsung siaga. Tepat dihadapan mereka hantu tersebut langsung muncul. Namun, Avina telah mengatur rencana sebelumnya. Santo melawan hantu itu terlebih dahulu. Kemudian, Avina lari ke belakang hantu tersebut untuk mencari titik kelemahannya. Dan…. Avina tentu mendapatkannya. Dan tepakkkkk… bunyinya. Avina menepuk punggung hantu tersebut dan menempelkan kertas mantra. Dan hantu tersebut, terdiam. Dan membatu. Dan tidak lama hantu itu hancur. Jedarrr…… Misi Santo pun selesei.

Namun, ada yang aneh saat itu. Santo lupa akan 1 hal. Dia merasa dia sudah bertemu dengan Avina saat masih dia menjadi hantu. Ternyata benar dugaannya. Avina akan mengingat kembali kejadian disaat masiih menjadi hantu. Dan Santo langsung menanyakan hal itu kepada Avina. Apakah benar? Ternyata,…. Avina masih menyimpan keraguan kenapa dia harus datang menemui Santo saat itu juga. Dan membantunya juga. Namun, Santo juga tidak mau memaksa. Hanya saja, dia mengatakan ingin membantu mencari siapa yang menabraknya dahulu. Avina tiba tiba teringat sesuatu dan tentu saja ingatannya mulai kembali. Hanya saja, ingatan saat menjadi hantu tidak teringat sama sekali hanya perasaan tertentu saja.

Setelah beberapa hari, dosennya santo, wajahnya berubah saat bertemu santo dan avina. Avina juga merasa aneh. Avina tiba tiba teringat dosen itu membunuh temannya yang 1 kelas. Hanya saja dia belum menemukan bukti yang kuat. Avina juga merasa dia tertekan dan geram. Dan ingin segera memberitahukan ke semua orang bahwa dialah orang yang mencoba melakukan pembunuhan terhadap dirinya.

Beberapa hari kemudian, dosen tersebut merencanakan sesuatu. Dan ternyata benar. Dosen tersebut sudah mengetahui gerak gerik si Avina. Dia sadar bahwa avina akan menjatuhkannya karena kasusnya dan dia berusaha agar avina tidak berbicara kepada umum. Avina ditangkap oleh dosen tersebut dan Santo tidak habis pikir. Santo langsung membawa segerombolan polisi untuk menangkap dosen tersebut. Dosen bingung kenapa bisa jadi begitu. Padahal avina tinggal selangkah saja dia sudah aman. Dia lupa, santo sudah merencanakan hal tersebut kepada Avina agar Avina ditangkap oleh dosen itu terlebih dahulu. Dan Santo memasang pelacak pada avina agar ditemukan olehnya dan tentunya santo sudah membawa polisi kepadanya. Akhirnya, Santo berhasil menyelamatkan Avina. Dan dosen yang mencoba melakukan pembunuhan ditangkap.

Hari hari berlangsung indah. Tidak ada masalah dan Santo juga Avina semakin dekat dan mereka bersahabat. Namun, pekerjaan Santo tetap masih seperti dulu, yaitu membasmi para hantu. Bedanya adalah…. Kali ini ditemani Avina yang asli. 



It's Fun and Free to Support the Writers, Give Them a Cup of Coffee by Sharing Their Hard Work to Your Social Media. Let us Grow Together and Make more and more Creativities in Our Hands:


Comments

You must be Logged in to Post a Comment. OR Register Here for Only Less than 1 Minute!

Related Articles
Aug 8, 2020, 9:17 PM - celina lovinri
Aug 5, 2020, 8:06 PM - Siti Mahmudah Solikatun Kasanah
Aug 4, 2020, 1:57 PM - Tsabitah Meylan Giafi
May 20, 2020, 1:41 PM - Adre Zaif Rachman
May 17, 2020, 12:50 AM - Fienencia
May 1, 2020, 10:51 PM - Darmoko Yuti Witanto
Apr 30, 2020, 1:29 AM - Darmoko Yuti Witanto
Apr 28, 2020, 12:33 PM - Darmoko Yuti Witanto
Apr 27, 2020, 11:06 PM - Darmoko Yuti Witanto
About Author

Konsultan Penyembuhan Ajaib

Popular This Week
Mar 6, 2020, 8:09 AM - Shinta Kusuma
Nov 4, 2019, 3:28 PM - RackTicle Manager
Dec 18, 2019, 9:22 PM - Rianda Prayoga
Feb 8, 2020, 1:00 AM - Singgih Tri Widodo
Jan 20, 2020, 2:24 PM - RackTicle Manager
Dec 24, 2019, 10:26 AM - Eka Kusumaningrum
Feb 13, 2020, 12:36 PM - Runengsih
Recent Articles
Aug 15, 2020, 11:04 AM - Akhmad Fauzi
Aug 14, 2020, 12:49 PM - celina lovinri
Aug 11, 2020, 5:57 PM - Pone Kamaruddin
Aug 10, 2020, 7:34 AM - celina lovinri
Aug 8, 2020, 9:28 PM - Singgih Tri Widodo
Aug 5, 2020, 8:06 PM - Siti Mahmudah Solikatun Kasanah
Aug 5, 2020, 7:26 PM - Shinta Kusuma