[CERPEN] Kisah Pemburu Hantu dan Gadis Hantu

[CERPEN] Kisah Pemburu Hantu dan Gadis Hantu

Disebuah kota besar, tinggallah seorang anak laki-laki bernama Santo. Anak ini hidup Bersama pamannya. Santo dan pamannya tinggal di sebuah komplek perumahan. Paman Santo bekerja sebagai Biksu penjaga kuil. Dan tentunya paman Santo ini jarang pulang karena dia menjaga kuil. Sedangkan Santo, dia adalah mahasiswa yang aktif kuliah di universitas tertentu. Santo memiliki kelebihan, yaitu dia bisa melihat “hantu”. Yaps, Hantu beneran. Awalnya dia takut kenapa bisa di aitu melihat hantu. Padahal dahulu dia tidak pernah lihat hantu. Tapi ada alasan yang bisa menyebabkan dia bisa melihat hantu, yaitu dia pernah kecelakaan. Karena sejak saat itu, saat setelah sembuh dari kecelakaan, dia bisa melihat yang aneh aneh. Namun Santo sampai saat ini dia biasa saja melihat hantu hantu yang ada disekitarnya. Apalagi pamannya adalah seorang Biksu. Santo dibekali bermacam macam jimat pengusir hantu juga amalan dari pamannya. Tapi, semua itu menurutnya sia sia saja. Karena para hantu tidak takut dengan hal yang begituan, menurut Santo saat itu. Karena memang itulah yang dialaminya.

Suatu hari, Santo kekurangan uang kuliah, jadi dia berusaha mencari cara agar banyak dapat menghasilkan uang untuk biaya perkuliahannya. Sesuatu yang dia miliki, yang menjadi keahliannya, itu yang dia jadikan sumber penghasilannya. Yaps, dia menjadi seorang pengusir hantu. Selain dia dibekali mata yang bisa melihat, dia juga diberi kemampuan untuk berani dan melawan hantu hantu tersebut. Akhirnya, dia buka jasa secara online. Awal awal, hanya 1 – 2 orang saja. Itupun gak jadi. Hampir dia menyerah.

Sampai suatu saat, ada pemesan. Santo disuruh langsung datang ke sekolah untuk mengusir hantu. Pemesan juga yakin untuk membayar berapapun yang dia mau. Akhirnya dia langsung pergi ke alamat yang dituju. Dia minta izin kepada satpam untuk masuk mengusir hantu sesuai pesanan seseorang. Tapi pak satpam tidak percaya. Karena siapa juga yang mau ngurusin apakah ada hantu atau tidak. Jadi dia tidak diizinkan masuk. Tapi Santo menjelaskan lagi nomor pemesan memang dari nomor sekolah. Tapi tetap tidak percaya si satpamnya. Dia Cuma bilang tidak ada yang mau mengusir hantu. Dan Santo tidak kehabisan akal. Dia pergi lewat samping. Dan menyeleseikan pengusiran hantu ini. Ini adalah misi pertamanya. Kenapa dia sangat yakin? Karena dia merasa ada sesuatu memanggil dari atas . Dia curiga, itulah hantunya.

Dia berhasil masuk. Dan langsung ke atas tempat dimana dia punya perasaan aneh tersebut. Dan benar saja. Dia buka pintu ruangan diatas dan satu computer menyala. Komputer tersebut dibuka dan berisi email pemesanan yang ditujukan kepadanya. Email tersebut adalah email pemesanan pengusir hantu. Dia berpikir macam macam. Jangan jangan si pemesan sudah di Sandera oleh hantu tersebut. Dan tiba tiba, hantu tersebut datang di belakangnya. Hantu tersebut berupa wanita cantik seumuran dengannya. Wanita tersebut heran, kok dia bisa lihat dirinya. Padahal dia adalah hantu. Dan si Santo dengan gagah berani menghunuskan pedang pengusir hantu. Dan mereka bertarung selama beberapa kali hingga kewalahan. Hingga, suara keributan terdengar oleh satpam di bawah. Satpam tersebut naik. Memeriksa. Dan Santo segera mau bersembunyi. Tapi di halang oleh hantu tersebut. Alhasil, Santo berbicara untuk nanti dulu bertarungnya. Karena ada satpam mencarinya. Santo pergi berdua dengan hantu tersebut. Dan mereka berbincang. Sambil berbunyi dari satpam. Tak disangka, di salah satu sudut ruang atas mereka bertemu hantu lainnya yang sangat jelek. Dan mereka ketakutan. Tapi tidak jadi, karena memang tugas Santo adalah memusnahkan hantu. Dan si hantu wanita cantik tadi membantu menghajar hantu jelek tadi. Pertarungan mereka bertiga semakin sengit tapi hanya sebentar, karena hantu jelek tadi kalah babak belur. Akhirnya mereka berteman. Santo dan Hantu Wanita Cantik tadi berteman dan mereka saling membantu memusnahkan hantu jelek yang mengganggu.

Hantu tadi bernama Avina. Santo bertanya kepada Avina, kenapa kamu bisa mati? Dia tidak ingat jelas kenapa dia mati. Yang jelas, dia tau-tau sudah jadi begitu. Pakaian sekolah layaknya anak SMA Swasta. Mereka semakin lama semakin sering bertemu. Karena banyak misi yang harus dikerjakan oleh Santo untuk memenuhi kebutuhan kuliahnya.

Avina dibawa kerumah oleh Santo, dan menginap disana. Ya walaupun hantu, Santo merasa aneh saja kalau ada wanita tidur dirumahnya. Tapi dia mengizinkannya tidur di sofa. Esok harinya, paman Santo pulang. Pamannya ini punya kelebihan mampu mencium keberadaan hantu. Tapi hanya sebatas mencium baunya saja. Tidak bisa melihat keberadaan hantu tersebut. Pamannya pun bertanya kepada Santo, apakah dia menyembunyikan sesuatu disini? Tapi Santo tidak mengaku. Dan si Avina Cuma merasa terganggu dengan pamannya. Akhirnya Avina menghilang pergi.

Hari demi hari, telah mereka lewati Bersama. Kadang si Santo dikira gila karena sering ngobrol sendiri di jalan oleh orang orang. Santo juga membelikan pernak Pernik untuk wanita yang diberikan kepada Avina, si hantu tersebut. Baju, bando, serta sepatu dibelikan oleh santo kepada avina. Sepertinya Santo suka kepada Avina.

Suatu saat diperjalanan, Avina merasa pusing kepala. Dan teringat sebuah tempat yang dia merasa aneh dengan tempat tersebut. Sepertinya dia pernah berada disana dengan sebuah kejadian serius. Dan dia pingsan. Santo bingung dan kaget. Dia harus bagaimana. Akhirnya dia Cuma bisa membawa kerumah dan mengistirahatkannya di sofa.

Sampai bangun, Avina bingung. Kok bisa tertidur disini. Dan dia melihat Santo tertidur disampingnya. Di bawah. Dan dia buru buru pergi mengingat kembali apa sebenarnya yang sedang terjadi. Santo pun bangun, dan melihat Avina telah tiada di sofa. Sepertinya santo juga telah tahu kalau Avina telah pergi.

Suatu hari, setelah beberapa hari Avina menghilang, Santo mendapatkan misi lagi. Dia Cuma sendirian. Tidak seperti biasanya, Avina bisa menemaninya. Dia merasa berbeda saja hari itu. Seperti tidak bersemangat. Dan pada saat pemeriksaan ruangan, tiba tiba Santo dipukul hantunya dari belakang. Dan santopun berbalik. Melihat betapa menyeramkannya hantu tersebut. Wajahnya, sangat mengerikan. Santo pun mau pingsan karena dicekiknya. Tapi tiba tiba hantu tersebut dipukul oleh Avina. Dan menghilang seketika. Santo merasa terbantu sekali dengan hadirnya Avina, karena dia merasa tidak kesepian lagi. Dan wajahnya Santo pun yang kemarin kemarin tidak bersemangat, kini kembali ceria seperti sebelumnya. Dan mereka pun jalan jalan kembali.

Disaat pulang, Avina merenung. Apakah yang dia rasa sebenarnya? Apakah dia suka dengan Santo? Tapi dia sadar, itu tidak mungkin. Karena dia adalah Hantu dan Santo adalah manusia. Dan tiba tiba, Avina teringat lagi tempat aneh tersebut. Tempat dimana ketika dia ingat, kepalanya langsung pusing. Dan dia juga ada mengingat sesuatu hal yang berkaitan lagi. Sepertinya dia mulai ingat, tapi tidak tau itu apa. Dia melihat ada mobil lewat. Dan di dalamnya seperti seseorang yang dia kenal.

Disaat hari libur kuliah, Santo sendirian dirumah dan ingin mengajak jalan Avina. Tapi Avina tidak ingin jalan. Dia ingin mencari tempat yang berada dalam pikirannya yang muncul dan tiba tiba membuat kepala sakit. Serambi mencari, Santo pun menemaninya. Dan dia mengingat sesuatu lagi. Dia sedang berhujan hujan saat itu di tengah jalan. Tiba tiba ada mobil lewat dan di dalam mobil itu adalah seseorang yang tidak asing yang pernah ia temui. Dan tiba tiba dia sakit kepala lagi. Santo pun langsung memegangnya agar tidak jatuh dan menggendongnya agar dibawa pulang.

Santo meninggalkan Avina di rumah dan Santo ingin bertemu salah satu pengajarnya di kampus. Santo lumayan akrab dengan dosen tersebut. Karena Santo termasuk anak yang pintar dan karena itu dia dipandang oleh dosen tersebut. Dosen ini lumayan disukai banyak wanita di kampusnya karena memang wajahnya yang babyface. Tapi dibalik itu, sepertinya dia adalah orang yang super sibuk. Karena susah ditemui kalau tidak ada janji terlebih dahulu.

Sewaktu Santo menemui dosen tersebut, diam diam Avina membuntuti Santo. Dan melihat dia sedang bertemu dengan dosennya. Dia merasa tidak asing dengan wajah tersebut. Dia tiba tiba teringat kembali di bayangan dalam pikirannya. Orang yang berada dalam mobil itu adalah orang tersebut. Dan…. Tiba tiba si dosen itu menoleh seperti ada yang melihatnya. Dan Avina reflex saja dia bersembunyi. Tapi dia pikir pikir, dia kan hantu, gak bisa kelihatan manusia. Tapi si dosen ternyata berbalik arah lagi menghadap ke Santo untuk melanjutkan pembicaraan.

Di tengah perjalanan, Avina merasa aneh dengan dosen tersebut. Seperti pernah bertemu dan melakukan sesuatu Bersama dosen tersebut. Dan diam diam Avina memang sedang mencari tau bagaimana dia bisa mati dan menjadi hantu seperti itu. Dia pun berniat untuk mencari siapa sebenarnya dosen itu dan bagaimana bisa diingatannya ada dosen tersebut. Namun, setiap kali mengingat, dia langsung sakit kepala dan hanya ingin pingsan.

Santo yang bingung dengan apa yang sebenarnya terjadi dengan Avina, mencoba membantu Avina dengan kemampuannya. Pada saat itu juga, dia mendapatkan misi untuk mengusir hantu di sebuah kantor. Avina membantunya karena Santo hampir saja terbunuh oleh hantu hantu yang berada disana. Bukan hantunya menakutkan, tapi dia menjatuhkan mental dengan kata katanya. Dan dari beberapa kata katanya itu, membuat Avina tersadar akan sesuatu hal. Dan dia ingin cepat cepat menyeleseikan permasalahan ini.

Setelah pengusiran hantu selesei, Avina tiba tiba pergi. Dan dia melihat dosen itu lagi sedang melakukan sesuatu yang aneh di belakang kantornya. Dosennya sendiri sedang melakukan sesuatu yang aneh terhadap seorang siswinya. Tapi Avina kehilangan jejak si dosen itu. Avina memberitahukan kepada Santo bahwa ada yang aneh dengan dosennya itu. Tapi Santo tidak terlalu menanggapi. Karena menurutnya dosennya tidak pernah punya masalah dengannya.

Suatu hari, di kampusnya Santo sedang heboh. Karena ada teman sekelasnya itu tidak masuk kuliah selama beberapa hari. Dan juga tidak ada tanda tanda dimana keberadaannya saat itu. Santo mulai curiga tentang perkataan Avina kepadanya tempo hari. Diam diam, Santo juga ingin mencari tahu bagaimana dosen itu.

Hari demi hari berlalu, Avina yang termenung dengan dosen itu, semakin heran. Kenapa bisa bermasalah dengan dia. Ada hubungan apa sebelumnya? Dan dia mencoba mendatangi lagi tempat dimana bertemu dengan dosen tersebut dalam bayangannya. Dia pun datang Bersama Avina. Dan…… saat itu juga, avina teringat bahwa dia mati terbunuh oleh dosen itu. Dosen itu menabraknya dengan alibi yang dia punya agar tidak dibilang pembunuhan berencana. Dia langsung memberitahukan kepada Santo yang berada disampingnya. Santo pun terkejut dan pada saat itu juga, disaat genting itu, Avina langsung berubah menjadi bayangan. Tubuhnya lama kelamaan memudar. Seperti ingin menghilang selamanya. Santo pun heran sekaligus bingung juga gak tau harus apa. Dan Avina menghilang.

Seminggu telah dilewati Santo tanpa bertemu Avina sama sekali. PAdahal hari harinya selalu Bersama Avina yang menemaninya. Bagaimana tidak kesepian, baru saja saling suka, malah ditinggal pergi. Walaupun demikian, dia tetap ingin mengungkap kejadian sebenarnya mengenai kematian Avina. Santo, kesepian. Biasanya dia ke taman kampus ditemani Avina, dan makan makan Bersama. Walaupun Bersama hantu, tetapi dia seperti manusia bagi Santo. Ya, Santo harus menyeleseikannya sendirian tanpa Avina lagi.

Suatu hari Santo pergi ke rumah sakit untuk penelitian, tiba tiba, dia melihat seorang yang sama persis dengan Avina. Dia curiga itu adalah benar benar avina. Tapi sisi lainnya bilang, bahwa dia bukanlah Avina, karena Avina adalah hantu. Bukan orang lain.

Tanpa Santo sadari, ternyata, beberapa saat setelah Avina menghilang, seseorang yang terbaring di rumah sakit tiba tiba sadarkan diri. Dia adalah pasien rawat inap yang sakit karena kecelakaan parah. Yaps, orang itu sebenarnya adalah Avina. Namun sayangnya, Avina tidak ingat apa apa. Dan tidak ingat siapa siapa. Ya dia kehilangan ingatannya semenjak bangun dari koma selama 3 bulan.

Santo yang mngetahui bahwa orang tersebut adalah Avina, dia mencoba mengajak bicara orang itu dan tentu senang sekali si Santo dia bertemu lagi dengan Avina. Sampai dia memeluknya. Namun…. Hal yang tidak diinginkan terjadi. Yah, Santo sedih. Karena Avina tidak mengingat siapa dirinya. Siapa yang suka berantem sama Santo dan berpetualang membasmi hantu Bersama. Avina awalnya jutek dan galak karena orang tersebut merasa asing baginya, tapi disisi lain, dia seperti pernah bertemu dengannya. Tapi sebagian ingatannya itu yang ada hanyalah ingatan saat dia masih hidup, bukan saat menjadi hantu. Santo tetap membujuk Avina untuk mengobrol Bersama. Seperti sudah lama dekat sekali bagi Santo. Namun, bagi Avina, dia merupakan orang asing yang baru kemarin dia kenal.

Hari demi hari Santo tidak putus asa mencoba mengembalikan ingatan Avina saat menjadi hantu. Yah, walaupun rumit dan memakan hati, tetapi Santo tetap berusaha. Dia mencoba membawakan makanan favoritnya. Avina bingung, darimana dia tahu bahwa itu adalah makanan favoritnya. Padahal baru kemarin dia bertemu. Tapi Avina menerimanya karena memang itu makanan kesukaannya. Santo juga mengajak Avina mengelilingi sebuah tempat dimana tempat itu adalah tempat yang sering dikunjungi Avina sewaktu masih menjadi Hantu. Tapi Avina tidak serta merta langsung percaya pada Santo. Karena dalam pikirannya bisa saja itu orang jahat. Tetapi walaupun begitu, Santo tetap berusaha mencoba mengingatkan kembali tentang saat dia menjadi hantu dan membantu memecahkan misteri kecelakaan yang dilakukan oleh dosennya.

bersambung.......



It's Fun and Free to Support the Writers, Give Them a Cup of Coffee by Sharing Their Hard Work to Your Social Media. Let us Grow Together and Make more and more Creativities in Our Hands:


Comments

You must be Logged in to Post a Comment. OR Register Here for Only Less than 1 Minute!

Related Articles
Aug 8, 2020, 9:17 PM - celina lovinri
Aug 5, 2020, 8:06 PM - Siti Mahmudah Solikatun Kasanah
Aug 4, 2020, 1:57 PM - Tsabitah Meylan Giafi
May 20, 2020, 1:41 PM - Adre Zaif Rachman
May 17, 2020, 12:50 AM - Fienencia
May 1, 2020, 10:51 PM - Darmoko Yuti Witanto
Apr 30, 2020, 1:29 AM - Darmoko Yuti Witanto
Apr 28, 2020, 12:33 PM - Darmoko Yuti Witanto
Apr 27, 2020, 11:06 PM - Darmoko Yuti Witanto
About Author

Konsultan Penyembuhan Ajaib

Popular This Week
Mar 6, 2020, 8:09 AM - Shinta Kusuma
Nov 4, 2019, 3:28 PM - RackTicle Manager
Dec 18, 2019, 9:22 PM - Rianda Prayoga
May 23, 2020, 2:23 AM - Edin S. Djatikusuma
Jan 20, 2020, 2:24 PM - RackTicle Manager
Dec 24, 2019, 10:26 AM - Eka Kusumaningrum
Feb 7, 2020, 1:22 AM - Singgih Tri Widodo
Jan 8, 2020, 10:43 AM - Deni Riyandi
Apr 23, 2020, 3:26 PM - Singgih Tri Widodo
Recent Articles
Aug 15, 2020, 11:04 AM - Akhmad Fauzi
Aug 14, 2020, 12:49 PM - celina lovinri
Aug 11, 2020, 5:57 PM - Pone Kamaruddin
Aug 10, 2020, 7:34 AM - celina lovinri
Aug 8, 2020, 9:28 PM - Singgih Tri Widodo
Aug 5, 2020, 8:06 PM - Siti Mahmudah Solikatun Kasanah
Aug 5, 2020, 7:26 PM - Shinta Kusuma