Ketika Sejumlah Orang di Indonesia Ingin Punya Keraton, Pangeran Harry Justru Keluar Kerajaan

Ketika Sejumlah Orang di Indonesia Ingin Punya Keraton, Pangeran Harry Justru Keluar Kerajaan

Ramai-ramai sejumlah warga di Jawa Barat hingga Jawa Tengah diketahui berkumpul dan membentuk sebuah kerajaan. Konsep kerajaan di Nusantara sebenarnya bukan suatu hal baru. Tapi narasi yang dibawahkan oleh sejumlah kerajaan yang baru-baru ini muncul memang terasa janggal.

Diduga kuat kerajaan-kerajaan tersebut lebih kepada motif ekonomi. Pengikutnya juga demikian, alasan untuk bergabung karena suatu harapan ingin hidup lebih sejahtera yang mana itu menjadi janji dari "Raja".

Publik tentunya dibuat geger melihat fenomena demikian. Seolah dibawah kembali ke masa lalu. Ketika sejumlah orang berkumpul berjejer seperti prajurit kerajaan khas Nusantara.

"Raja dan Ratu Keraton Agung Sejagat" 

Banyak faktor mengapa bisa ada orang berbondong menjadi anggota kerajaan seperti Keraton Agung Sejagat. Terakhir juga diketahui ada Sunda Empire dan Selecao. Motif ekonomi, sejarah, kekuasaan, strata sosial, hingga silau akan narasi pengakuan sebagai "bangsawan" diduga membuat orang-orang rela menjadi pengikut kerajaan tersebut.

Entah sebuah kebetulan atau enggak. Di negeri nun jauh disana yakni United Kingdom, pasangan Duke dan Duchess of Sussex diketahui telah mengundurkan diri sebagai anggota senior kerajaan.

Memang tidak ada kaitan apapun antara pengunduran diri Pangeran Harry dan istrinya Meghan Markle dengan sekelompok orang di Indonesia yang berhalusinasi mendirikan kerajaan.

Tapi keadaannya seolah kedua peristiwa tersebut saling berhubungan. Momennya juga pas banget. Ketika sejumlah orang di Indonesia ingin mendirikan keraton baru, Pangeran Harry justru keluar dari kerajaan.

Haha, itu cuma bahasa click bait. Gak perlu dianggap serius.

Seperti fenomena kemunculan kerajaan baru-baru ini, sebut saja seperti Keraton Agung Sejagat. Jangan habiskan energi kita untuk berasumsi macam-macam soal ini. Ya, anggap seperti hiburan saja toh. 

Tapi gimanapun kita tetaplah manusia biasa yang selalu merasa penasaran. Mengapa ada orang-orang yang terobsesi membangun kerajaan dan ada aja yang mau jadi pengikut bahkan rela setor sejumlah uang untuk "Raja" ?

Alasannya beragam. Mulai dari ekonomi, masa depan yang cerah, kepercayaan, status sosial dan pengakuan.

Sudah jadi rahasia umum bahwa sebagian besar orang Indonesia masih memandang seseorang dari status sosial dan asal-usul keluarga. Terlebih bila ada embel-embel "darah biru", sudah pasti akan lebih dihormati.

Maka itu gak heran, bila ada di sebagian masyarakat kita akan melakukan apapun untuk mendapat pengakuan sebagai warga TERPANDANG. Pakai pakaian bagus, bergaya militer, hingga berbintang tiga. Sekalipun hanya halusinasi, tapi kiranya itu sudah cukup memenuhi gengsi.

Kemudian menjadi bertolak belakang bila fenomena di Indonesia tersebut  dibandingkan pada apa yang sedang dialami oleh Harry, tanpa menggunakan gelar "Yang Mulia" lagi.

Bagi pemikiran orang awam mungkin akan sangat menyayangkan keputusan Harry mengundurkan diri dari kerajaan pimpinan Ratu Elizabeth II tersebut. Dengan segala kedudukan yang telah Ia dimiliki, sayang banget mesti ditinggalkan dan memilih pindah ke Kanada. Memulai hidup baru sebagai warga biasa tanpa status kebangsawanan.

Orang-orang diluar sana termasuk sejumlah kelompok di Indonesia yang berhalusinasi masuk kedalam keluarga bangsawan. Terlebih bila itu berada pada kedudukan yang telah ditinggal Harry di kerajaan termasyur di dunia saat ini. Tentunya sangat banyak orang yang ingin berada pada posisi tersebut.

Namun nyatanya status bangsawan bukan segalanya bagi Harry. Terbukti Ia rela melepaskannya demi keluarganya.

"Saya menerima ini dengan mengetahui bahwa itu tidak mengubah siapa saya atau bagaimana komitmen saya, tapi saya harap ini membantu Anda memahami apa yang terjadi, bahwa saya akan menjauhkan keluarga saya dari semua yang saya hal yang saya alami dan saya berharap ini bisa menciptakan kehidupan yang lebih damai," ujar Harry sebagaimana dikutip dari ANTARA (20/1/2020).

Sebelumnya, seorang rekan Pangeran Harry menyebutkan bahwa alasan sang Duke of Sussex keluar kerajaan ialah untuk melindungi anak dan istrinya. Dikutip dari KronologiID (18/1/2020) Seperti diketahui, selama menjadi bagian anggota kerajaan, Meghan Markle menjadi bulan-bulanan media Inggris.

Pemberitaan mengenai Meghan nyaris selalu bernada "negatif". Berbanding terbalik jika dibanding Kate Middleton yang selalu dielu-elukan media Inggris. Diduga hal ini menjadi salah satu pemicu mundurnya Harry dan Meghan.

Salah satunya ialah berita terkait pernikahan kedua pasangan tersebut. Daily Mail sempat menyoroti permintaan Meghan untuk memakai pengharum ruangan di geraja tempat Royal Wedding dilangsungkan.

Sebelum ini Pangeran Harry memang tidak tinggal diam terkait pemberitaan miring oleh media. Harry pernah menuntut tabloid Inggris karena memanipulasi berita dan memojokan istrinya. Ia juga mengaitkannya dengan mendiang Ibunya. Harry tidak ingin apa yang terjadi pada Lady Diana dulu terulang pada istrinya yang selalu negatif dimata media.

Kiranya kita bisa memahami rasanya selalu "dipojokan" bagaimana. Sekalipun sudah berada diposisi sebagai bangsawan. Tapi ketika rasa nyaman itu tidak ditemukan disana maka lebih baik memilih jalan lain.

Sementara di Indonesia, ada orang yang tidak merasa nyaman dengan keadaannya sekarang. Justru berhalusinasi menjadi bangsawan. Mungkin memang ada orang yang baru merasa nyaman dengan berhalusinasi dan tidak menjadi dirinya sendiri.



It's Fun and Free to Support the Writers, Give Them a Cup of Coffee by Sharing Their Hard Work to Your Social Media. Let us Grow Together and Make more and more Creativities in Our Hands:


Comments

You must be Logged in to Post a Comment. OR Register Here for Only Less than 1 Minute!

About Author

LUV LUV LUV

Popular This Week
Recent Articles
Apr 6, 2020, 1:37 AM - Deni Riyandi
Apr 5, 2020, 1:02 PM - Andria Ranti
Apr 5, 2020, 10:15 AM - Singgih Tri Widodo
Mar 30, 2020, 2:11 PM - Shinta Kusuma
Mar 30, 2020, 2:01 PM - Indraz