[PUISI] Ketika Rindu Tak Lagi Kau Sambut

[PUISI] Ketika Rindu Tak Lagi Kau Sambut

Rindu memang sesuatu yang tak dapat kita ciptakan dengan sedirinya, ia datang tak diundang dan diusir tak mau pergi. Rindu juga sesuatu hal yang mampu membuat seseorang berada dalam kehangatan jiwa atau sebaliknya. Seperti puisi satu ini yang coba penulis hadirkan untuk mengungkapkan perasaan rindu yang ternyata bisa menjadi sangat menyakitkan bagi seseorang, ketika rindu yang sudah tidak lagi bersambut.

Ketika orang yang dirindukan sudah menjadi orang asing, dan penulis tak sanggup mencurahkan rasa rindu itu. Hanya rindu yang dipendam mendalam secara menyakitkan. Bagai  menelan sekam tanpa air, hanya perih yang dirasa tak dapat dimuntahkan namun menelannya juga menyakitkan. Memaksa melupakan seseorang yang dirindui ternyata malah menambah siksa dalam batin, melupakan malah membuat otak kehilangan remnya untuk dapat berhenti dari mengingat.

 

Ketika rindu tak lagi bersambut

Hanya sekedar angin lalu yang tak mampu membalikkan punggungmu

Hanya sekedar desau angin, yang hanya mampu membuat suara tanpa jejak

Ketika sang surya tak bersanding pada bulan ketika malam

Ketika sang surya hanya sekedar meminjami sinar pada sang bulan

Rindu ini, kapankah lagi akan kau sambut

Seperti dulu kala kau tidur di pangkuanku

Kala garis yang tak sama dan sudut yang berbeda ini belum terbentuk

Sekarang retakan ini telah membuat jarak

Serpihanpun entah ke mana, 

Justru jariku terluka memungut serpihan kecil nan tajam

Kau tak datang ketika jariku terluka

Semua tak lagi sama

Rindu ini hanya menjadi racun

Racun yang menggerogoti tanpa ampun

Racun yang puas mengenyahkan keceriaan

Rindu ini perlahan membunuhku

 

Dalam kisah yang coba diungkap oleh penulis, yang menggambarkan betapa menyakitkannya merindu seseorang tanpa ada timbal balik dari orang yang dulu juga sama-sama pernah saling merindu.

Puisi tersebut dapat menjadi pelajaran bagi insan yang sedang saling mencinta, agar tidak terlalu menaruh terlalu dalam rasa cinta ke dalam hati, agar ketika kita ditinggalkan tidak terlalu menyakiti diri sendiri.

Salam Rindu dan Cinta yang sedang-sedang saja.



It's Fun and Free to Support the Writers, Give Them a Cup of Coffee by Sharing Their Hard Work to Your Social Media. Let us Grow Together and Make more and more Creativities in Our Hands:


Comments

You must be Logged in to Post a Comment. OR Register Here for Only Less than 1 Minute!

Related Articles
Aug 15, 2020, 11:04 AM - Akhmad Fauzi
Aug 5, 2020, 12:24 AM - Akhmad Fauzi
Jun 9, 2020, 2:32 PM - Novi Kurnia
May 20, 2020, 1:47 PM - Novi Kurnia
Apr 26, 2020, 11:45 PM - Stephanus Putra Nurdin
Feb 16, 2020, 7:53 PM - Akhmad Fauzi
Feb 4, 2020, 1:16 PM - Runengsih
Feb 1, 2020, 12:54 AM - Arnoldus Suluh Dwi Candra
Jan 30, 2020, 12:51 PM - Prisma Vista Sari
Jan 30, 2020, 9:39 AM - Arnoldus Suluh Dwi Candra
About Author
Popular This Week
Mar 6, 2020, 8:09 AM - Shinta Kusuma
Nov 4, 2019, 3:28 PM - RackTicle Manager
Dec 18, 2019, 9:22 PM - Rianda Prayoga
Feb 8, 2020, 1:00 AM - Singgih Tri Widodo
Jan 20, 2020, 2:24 PM - RackTicle Manager
Dec 24, 2019, 10:26 AM - Eka Kusumaningrum
Recent Articles
Aug 15, 2020, 11:04 AM - Akhmad Fauzi
Aug 14, 2020, 12:49 PM - celina lovinri
Aug 11, 2020, 5:57 PM - Pone Kamaruddin
Aug 10, 2020, 7:34 AM - celina lovinri
Aug 8, 2020, 9:28 PM - Singgih Tri Widodo
Aug 5, 2020, 8:06 PM - Siti Mahmudah Solikatun Kasanah
Aug 5, 2020, 7:26 PM - Shinta Kusuma